ARTIKEL
 

9 Naga di Indonesia, Siapa Paling Kaya?

by Estrin Vanadianti Lestari - 17 May 2023 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Kalian sudah tahu istilah 9 naga yang ada di Indonesia? Tenang guys, 9 naga yang dimaksud ini, bukanlah naga sesungguhnya. Melainkan, sebutan untuk para pengusaha yang konon menguasai perekonomian Indonesia.

 

9 Naga Indonesia, Siapa Paling Kaya?

Jika mengacu pada artikel Detik.com "10 Orang Terkaya di Indonesia Agustus 2023, Salah Satunya Seorang Perempuan", Robert Budi Hartono lah yang menjadi Naga terkaya di Indonesia.

Daftar 9 Naga di Indonesia

Penasaran dengan gurita bisnis yang dimiliki para naga-naga ini? Yuk, intip masing-masing profil 9 naga ekonomi Indonesia berikut ini, beserta perusahaan-perusahaannya, yang dilansir dari berbagai sumber. 

 

1. Robert Budi Hartono

Anggota 9 naga di Indonesia yang pertama adalah Robert Budi Hartono. Bagaimana tidak, Budi Hartono selalu menempati urutan pertama sebagai orang terkaya di Indonesia, selama kurun waktu 10 tahun terakhir.

Apa yang membuat Budi Hartono masuk sebagai anggota 9 naga? Jawabannya adalah perusahaan-perusahaan raksasa yang dimiliki Robert Budi Hartono, salah satunya PT Djarum (perusahaan rokok terbesar di Indonesia sekaligus lembaga pembina atlet bulu tangkis nasional).

Berikut daftar perusahaan sekaligus saham Djarum Group, yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia:

  • PT Bank Central Asia Tbk - BBCA
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk - TOWR
  • PT Supra Boga Lestari Tbk - RANC

Menjadi orang nomor satu terkaya di Indonesia, dan bagian dari 9 naga, Budi Hartono juga menempati urutan ke-86 orang terkaya di dunia versi majalah ekonomi, Forbes.

Selain itu, total kekayaan Budi Hartono sendiri pada tahun 2019 adalah mencapai 18,6 miliar USD atau sekitar Rp267 triliun, seperti yang dicatat oleh majalah Forbes.

 

2. Rusdi Kirana

Anggota 9 naga di Indonesia yang kedua adalah Rusdi Kirana, yang merupakan pendiri perusahaan layanan transportasi, yakni Lion Air Group.

Adapun, perusahaan Lion Air Group ini membawahi perusahaan Lion Air, Wings Air, Batik Air, Malindo Air, serta Thai Lion Air.

Selain itu, perusahaan ini juga telah beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Thailand dengan total lebih dari 120 destinasi penerbangan.

Bagaimana untuk total kekayaan Rusdi Kirana? Lion Air sendiri menjadi perusahaan maskapai penerbangan Low Cost Carrier (LCC), sehingga Rusdi berhasil memperoleh kekayaan setidaknya mencapai Rp11,9 triliun. 

 

3. Sofjan Wanandi

Selanjutnya, ada Sofjan Wanandi yang merupakan pendiri dari Santini Group. Awal didirikan pada 1994, perusahaan ini bernama Gemala Group, sebelum menjadi Santini Group.

Apakah fokus bisnis perusahaan milik anggota 9 naga Sofjan Wanandi? Jadi, dahulu Gemala Group adalah gabungan dari bisnis otomotif keluarganya, lalu perusahaan tersebut merambah ke bidang farmasi dan juga kimia.

Tidak hanya di Indonesia, hebatnya perusahaan tersebut berhasil melebarkan sayapnya hingga ke empat benua dan berkembang ke bidang properti, tepatnya pada tahun 1988.

Saat ini, perusahaan tersebut telah diwariskan sekaligus dipimpin oleh anak-anak dari Sofjan Wanandi. Fokus bisnisnya juga mulai berkembang di industri perangkat otomotif, infrastruktur, sumber daya alam, pengembangan properti, hingga jasa pelayanan.

Tidak sampai di situ, Santini Group kabarnya juga membeli saham dari klub sepak bola Inggris Tranmere Rovers. Untuk total kekayaan Sofjan Wanandi sendiri mencapai 610 USD atau setara Rp8,6 triliun.

 

4. Edward Soeryadjaya

Di posisi keempat ada Edward Soeryadjaya, yang merupakan anak sulung dari William Soeryadjaya. Siapa anggota 9 naga yang satu ini?

Oke, jadi Edward Soeryadjaya merupakan putra sulung dari William Soeryadjaya, pendiri PT Astra International, yang memiliki kode saham ASII.

Pada tahun 1990, Edward Soeryadjaya pernah mendirikan Bank Summa, lalu ia juga menjabat sebagai direktur di Ortus Group yang bergerak di bidang medikal, telematika, medical device servicing, dan finansial.

Bagaimana dengan total kekayaannya? Dilansir dari cnbcindonesia, Edward Soeryadjaya memiliki total kekayaan mencapai Rp200,02 triliun.

 

5. Jacob Soetoyo

Sosok 9 naga Indonesia berikutnya adalah Jacob Soetoyo, yang merupakan presiden direktur PT Gesit Sarana Perkasa. PT Gesit Sarana Perkasa sendiri merupakan perusahaan properti yang terlibat dalam pembangunan hotel JS Luwansa.

Tidak hanya itu, Jacob Soetoyo juga merupakan Dewan Pengawas Center of Strategic and International Studies (CSIS). Jacob juga memiliki jaringan penguasa dunia yang kuat, terlebih untuk melakukan lobi internasional.

Bahkan, Jacob juga pernah menjadikan rumah miliknya yang terletak di Permata Hijau, sebagai tempat pertemuan Presiden Jokowi dengan perwakilan asing di Jakarta.

 

6. James Riady

Di posisi keenam 9 naga Indonesia, ada James Riady. Siapa beliau? James Riady adalah putra sulung dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.

Sebagai putra tertua, James diwariskan berbagai perusahaan milik ayahnya, termasuk Lippo Group. Terlebih, Lippo Group juga berhasil menjadi salah satu konglomerat terbesar di Asia.

Lippo Group sendiri berdiri dan bergerak di bidang real estat, ritel, perhotelan dan rekreasi, kesehatan, pendidikan, media dan berita, telekomunikasi, teknologi digital, serta layanan keuangan.

Berapa harta kekayaan James Riady dari perusahaan yang diwariskan sang ayah? Konon, jumlahnya mencapai Rp33 triliun pada tahun 2018.

Tidak hanya itu, ada banyak juga perusahaan dari Lippo Group milik James Riady, yang melantai di bursa efek, berikut daftarnya:

  • PT Matahari Putra Prima - MPPA
  • PT Multipolar Tbk - MLPL
  • PT Multipolar Technology Tbk - MLPT
  • PT Link Net Tbk - LINK
  • PT Matahari Department Store Tbk - LPPF
  • PT Siloam International Hospitals Tbk - SILO
  • PT First Media Tbk - KBLV
  • PT Lippo Karawaci - LPKR
  • PT Bank Nationalnobu Tbk - NOBU
  • PT Lippo Cikarang Tbk - LPCK
  • PT Multifiling Mitra Indonesia Tbk - MFMI

 

7. Tomy Winata

Di sini, pendiri Arta Graha Group yakni Tomy Winata masuk dalam jajaran 9 naga ekonomi Indonesia. Ia mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 1990.

Adapun, Arta Graha Group sendiri merupakan perusahaan yang berada di bidang properti, keuangan, agroindustri, dan perhotelan yang menjadi sektor utama mereka.

Bahkan, tidak hanya itu, karena Tomy Winata juga merambah ke bidang lain yang bergerak di sektor pertambangan, media, hiburan, ritel, IT, dan Telekomunikasi, serta lainnya.

 

Berapa harta kekayaan Tomy Winata?

Untuk total kekayaan dari Tomy Winata sendiri diperkirakan mencapai 900 juta USD, atau setara dengan Rp12 triliun.

 

Cek juga: Harga saham Bank Arta Graha hari ini

 

8. Anthony Salim

Siapa yang tak kenal dengan Anthony Salim? Ya, anak dari Sudono Salim sang pendiri Salim Grup ini,menjadi bagian dari 9 naga Indonesia.

Anthony Salim juga berhasil membangkitkan kembali perusahaan keluarga, yakni Salim Group yang sempat terpuruk. Hingga akhirnya kini menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Salim Group sendiri merupakan perusahaan yang berdiri di banyak bidang, seperti memproduksi makanan keluaran Indofood serta beberapa perusahaan lain seperti Super Indo, Elshinta, Indomaret, dan Supermal Karawaci.

Tidak hanya itu, Salim Group juga telah berhasil mencapai puncak kejayaannya, dan menguasai sebagian besar perusahaan industri makanan di Indonesia, seperti PT Indofood dan PT Bogasari.

Intip juga nih, daftar saham dari perusahaan Salim Group milik Anthony Salim, yang melantai di bursa efek:

  • PT Indofood Sukses Makmur - INDF
  • PT Indofood Sukses CBP Makmur - ICBP
  • PT Indoritel Makmur Internasional Tbk - DNET
  • PT Indomobil Sukses Internasional - IMAS
  • PT Salim Ivomas Pratama - SIMP
  • PP London Sumatera - LSIP
  • PT Bank Ina Perdana - BINA
  • PT Nusantara Infrastructure - META

 

9. Dato Sri Tahir

Terakhir ada Dato Sri Tahir yang juga masuk sebagai 9 naga di Indonesia. Siapakah Dato Sri Tahir ini? Ternyata ia adalah anak sulung dari Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.

Kini, Dato Sri Tahir dikenal sebagai penguasa ekonomi Indonesia, investor, filantropis, sekaligus sebagai pendiri dari perusahaan besar Mayapada Group.

Pada tahun 2020, Dato Sri Tahir dinobatkan sebagai salah satu sepuluh orang terkaya di Indonesia. Total kekayaan sendiri mencapai sebesar 3,3 miliar USD atau setara dengan Rp47 triliun rupiah.

Bagaimana? Kekayaan mereka sudah berhasil bikin kamu terpacu untuk menjadi kaya juga, dan menjadi the next naga? 

Coba mulai dari membeli sahamnya saja dulu, siapa tahu bisa kecipratan kaya! Yuk, segera beli sahamnya melalui aplikasi InvestasiKu, karena bakal ada bonus berupa MPC point di setiap transaksinya!

 

Sejarah 9 Naga

Sebenarnya, tidak ada nama-nama yang pasti, terkait anggota kelompok 9 naga Indonesia. Pasalnya, akan ada berbagai nama yang muncul, di mesin pencarian Google Search soal 9 Naga dan tidak pernah terkonfirmasi bak penguasa Indonesia penuh misteri.

Mereka yang sering disebutkan sebagai anggota 9 Naga, adalah mereka yang menguasai ekonomi Indonesia, dan memang benar adanya. Pasalnya, bisnis-bisnis mereka, memang menguasai pasar atau sebagai pemilik perusahaan-perusahaan Indonesia (di Era Orde Baru), dan membuat masyarakat menjadi bergantung.

Seperti yang sudah dibahas, kelompok 9 Naga Indonesia ini, ada sejak zaman Orde Baru dan memiliki konotasi negatif dan seram. Mereka menguasai bisnis dari berbagai bidang, dan bisnis mereka juga dikenal sulit untuk diganggu, karena memiliki bekingan yang kuat.

Kenyataannya, memang anggota 9 Naga ini tidak diketahui secara pasti. Mungkin, jika kamu mencari sendiri, juga akan ada berbagai hasil yang berbeda-beda. Seperti Robert Budi Hartono, Rusdi Kirana, Sofjan Wanandi, Jacob Soetoyo, James Riady, Tommy Winata, Anthony Salim, dan Dato Sri Tahir.

Namun, dalam laporan catatan investigasi Tempo, yang berjudul "Mafia Bisnis" Tommy Winata (2020, hlm 12), nama-nama yang masuk dalam geng 9 Naga ini adalah:

  1. Aguan
  2. Haryadi Kumala
  3. Iwan Cahyadi
  4. Yorrys
  5. Arief Cocong
  6. Edi Porkas
  7. Arie Sigit
  8. Jony Kusuma
  9. Tommy Winata

Bahkan, beberapa dari mereka sendiri ada yang bingung dan membantah, bahwa ia tidak pernah merasa menjadi bagian dari 9 Naga, seperti Tommy Winata. Karena hal tersebut ternyata bisa merugikan tokoh tersebut.

Sering berjalannya waktu, istilah 9 Naga beralih menjadi istilah yang lebih netral. Bukan lagi penguasa ekonomi, tapi lebih ke hasil hubungan yang menguntungkan, antara penguasa dan juga pengusaha. 

Dilansir dari cnbcindonesia, kisah 9 Naga Indonesia ini memang kembali mencuat, yakni dari ceramah seorang budayawan, bernama Emha Ainun Najib (Cak Nun). Ia menyinggung dalam ceramahnya, soal kelompok tersebut.

"Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga. Terus Haman yang namanya Luhut," ucapnya.

Namun, yang disebut 10 Naga ini maksudnya adalah 9 Naga, yang punya pengaruh kuat di bidang masing-masing. Akan tetapi, jika diajukan pertanyaan soal siapa 9 Naga, Cak Nun juga merasa kebingungan.

 

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO