Sejak kecil, kamu pasti sering diajari bahwa Indonesia adalah negara agraris. Hal itu memang benar adanya, mengingat sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian di bidang pertanian.
Pun dengan komoditi yang dihasilkan seperti padi, jagung, kedelai, cabai, ubi, singkong, hingga kelapa sawit yang bahkan diekspor pula ke negara tetangga. Itulah mengapa, perusahaan pertanian banyak berdiri di Indonesia dan menggerakkan sektor perekonomian negara.
Memangnya, apa saja sih perusahaan pertanian terbesar di Indonesia yang turut melantai di BEI? Yuk, simak ulasannya berikut ini!
1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Perusahaan pertanian terbesar di Indonesia yang pertama adalah PT Astra Agro Lestari Tbk yang tentu saja merupakan anak perusahaan Astra. Didirikan sejak tahun 1988 dan bergerak di pertanian kelapa sawit yang ada di Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Mulanya, perusahaan ini bernama PT Suryaraya Cakrawala. Pada tahun 1990, perusahaan Astra mengembangkan sektor kebun teh di atas tanah seluas 1.035 hektar dan kebun kakao seluas 952 hektar.
Pada tahun 1997 akhirnya PT Astra Agro Lestari Tbk ini melantai di BEI dengan kode saham AALI. Per 4 Februari 2026, harga saham AALI adalah Rp7,450. Yuk, lihat harga sahamnya di sini!
Seiring berjalannya waktu, perusahaan mulai mengoperasikan pengolahan kelapa sawit di Sulawesi dan mampu memproduksi hingga 2 ribu ton minyak sawit mentah setiap harinya. Minyak sawit ini juga diekspor ke negara-negara tetangga.
Pada tahun 2016, perusahaan ini bahkan berekspansi ke bisnis peternakan sapi yang ada di Kalimantan Tengah. Hingga akhir tahun 2020, perusahaan ini telah memiliki 41 anak perusahaan di sektor kelapa sawit, 2 anak perusahaan di sektor penyulingan minyak, dan 2 anak perusahaan di sektor perkebunan karet. Berikut diantaranya:
- PT Sari Lembah Subur
- PT Eka Dura Indonesia
- PT Tunggal Perkasa Plantations
- PT Sawit Asahan Indah
- PT Kimia Tirta Utama
- PT Perkebunan Lembah Bhakti
- PT Karya Tanah Subur
- PT Sari Aditya Loka
- PT Letawa
- PT Suryaraya Lestari
2. PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)
PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk biasa disingkat sebagai Lonsum. Berdiri sejak 1962 dengan mengelola kebun kelapa sawit, karet, kakao, dan teh di tanah seluas 116,053 hektar. Perkebunan milik perusahaan ada di Jawa, Sulawesi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Timur.
Perusahaan ini didirikan oleh perusahaan kimia asal London, Harrisons & Crosfield, yang hendak mengelola kebun di Medan. Awalnya, memang perusahaan London tersebut hanya menanam karet, teh, dan kakao saja. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya mulai menanam dan mengelola kelapa sawit di Sumatera Selatan.
Tahun 1996, perusahaan ini bahkan telah melantai di BEI dengan kode saham LSIP. Per 4 Februari 2026, harga saham LSIP adalah Rp1,155. Yuk, lihat harga sahamnya di sini!
Pada tahun 2007, perusahaan ternama PT Salim Ivomas Pratama resmi mengakuisisi perusahaan ini sehingga mulai mengoperasikan 12 pabrik kelapa sawit yang ada di Sumatera dan Kalimantan. Berikut beberapa anak perusahaan PT Lonsum ini:
- PT Multi Agro Kencana Prima
- PT Tani Musi Persada
- PT Sumatra Agri Sejahtera
- PT Tani Andalas Sejahtera
- PT Wushan Hijau Lestari
- Lonsum Singapore Pte., Ltd.
- Agri Investments Pte., Ltd.
3. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)
PT Salim Ivomas Pratama Tbk merupakan anak perusahaan dari Indofood di bidang agribisnis, khususnya dalam pengolahan kelapa sawit. Perusahaan ini dielu-elukan sebagai grup agribisnis terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 1992 sebagai perusahaan kecil yang mengelola bisnis sawit di Riau.
FYI, pada tahun 1998 perusahaan ini sempat diserahkan kepada BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) untuk membayar hutang BLBI ke BCA. Akhirnya, pemilik Salim Group berupaya mengakuisisi perusahaan ini demi membangkitkan kembali bisnis sawitnya.
Perusahaan ini memiliki 3 divisi yakni minyak & lemak nabati, riset dan perkembangan, serta perkebunan. Beberapa merek minyak goreng yang diproduksi perusahaan ini: Bimoli, Palmia, Royal Palmia, Amanda, Delima, dan Happy Salad Oil.
Berikut ini beberapa anak perusahaannya:
- PT Manggala Batama Perdana
- PT Kebun Mandiri Sejahtera
- Asian Synergies Limited
- Silveron Investments Limited
- PT Kebun Ganda Prima
- PT Citranusa Intisawit
- PT Indoagri Inti Plantation
- PT Gunung Mas Raya
- PT Indriplant
- PT Cibaliung Tunggal Plantations
Perusahaan pertanian milik Salim Group ini listing pada 2011 dengan kode SIMP. Per 4 Februari 2026, harga saham SIMP adalah Rp560. Cek harga sahamnya di sini!
Baca Juga: 11 Saham Milik Salim Group, Bukan Hanya Indofood Saja!
4. PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO)
PT Sampoerna Agro bergerak di perkebunan dan pemrosesan produk-produk dari kelapa sawit, sagu, dan karet. Berdiri sejak tahun 1993 yang awalnya mengelola kebun sawit di Sumatera Selatan.
Pada tahun 2007, perusahaan ini berhasil melantai di BEI dengan kode saham SGRO. Per 4 Februari 2026, harga saham SGRO adalah Rp7,825. Kamu dapat harga sahamnya di sini.
Tahun 2010, perusahaan ini mengakuisisi PT National Sago Prima yang memiliki kebun sagu sebesar 21 ribu hektar di Riau. Lalu, akuisisi lagi dengan PT Hutan Ketapang Industri yang memiliki kebun karet seluas 100 ribu di Kalimantan Barat.
Berikut ini anak perusahaan PT Sampoerna Agro Tbk:
- PT Usaha Agro Indonesia
- PT Sungai Menang
- PT National Sago Prima
- PT Gunung Tua Abadi
- PT Telaga Hikmah
- PT Sawit Selatan
- PT Aek Tarum
- Sampoerna Palma Pte. Ltd.
- PT Mutiara Bunda Jaya
- PT Binasawit Makmur
5. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)
PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk adalah salah satu perusahaan Sinar Mas yang bergerak di agribisnis, perkebunan, dan pengolahan minyak sawit. Berdiri sejak tahun 1962 dan kegiatan usahanya mulai dari tahapan benih hingga produksi jadi.
Pada tahun 1992, perusahaan ini berhasil melantai di BEI dengan kode saham SMAR. Per 4 Februari 2026, harga saham SMAR adalah Rp5,550. Kamu dapat memantau harga sahamnya di sini.
6. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)
PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk menjadi salah satu perusahaan pertanian terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Berdiri sejak tahun 1911 dan turut mengembangkan perkebunan karet.
Awalnya, perusahaan ini bernama PT United Sumatera Plantations kemudian berganti setelah Bakrie Group mengambil alih bisnisnya. Perusahaan pertanian di bawah naungan Bakrie Gorup ini sudah mencatatkan sahamnya di BEI dengan kode UNSP. Per 4 Februari 2026, harga saham UNSP adalah Rp252.
Kamu dapat melihat harga sahamnya di sini.
7. PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT)
Awalnya, perusahaan ini bernama PT Bumi Perdana Prima Internasional, kemudian dikembangkan oleh pengusaha Budiono Widodo menjadi perusahaan bisnis sawit di Kalimantan Utara.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini diakuisisi oleh Rajawali Corpora sehingga berganti nama menjadi nama sekarang. Perusahaan pertanian ini sudah melantai di BEI dengan kode BWPT. Per 4 Februari 2026, harga saham BWPT adalah Rp133. Coba lihat bagaimana perkembangan harga sahamnya di sini.
Berikut ini beberapa anak perusahaannya:
- PT Bumilanggeng Perdanatrada
- PT Bumihutani Lestari
- PT Adhyaksa Dharmasatya
- PT Wana Catur Jaya Utama
- PT Satria Manunggal Sejahtera
- PT Manunggal Adi Jaya
- PT Singaland Asetama
- PT Jaya Mandiri Sukses
- PT Pesonalintas Surasejati
- PT Karyapratama Agrisejahtera
Minat Berinvestasi Saham Sektor Pertanian?
Nah, itulah perusahaan pertanian terbesar di Indonesia yang telah melantai di bursa. Mengingat sektor pertanian pasti berkaitan dengan permintaan pangan yang terus tinggi, maka prospek bisnisnya tentu meyakinkan. Lagipula, sekarang juga sudah berkembang tren gaya hidup sehat yang mengandalkan hasil pertanian.
Kamu bisa berinvestasi saham sektor pertanian seperti AALI, SIMP, hingga UNSP melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir sebab aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)