BISNIS
 

Daftar 10 Komoditas Impor Indonesia dan Emiten Sahamnya

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 08 Jan 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Tahukah kamu bahwa kegiatan ekspor–impor menjadi bagian penting dari perekonomian Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa nilai impor Indonesia sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$218,02 miliar, di mana impor nonmigas menyumbang sekitar US$188,61 miliar. 

Komoditas yang melakukan impor ke Indonesia itu beragam. Mulai dari barang modal hingga bahan pangan tertentu yang memang belum diproduksi optimal di dalam negeri. 

Yuk, simak apa saja daftar komoditas impor Indonesia dan emiten yang memanfaatkan komoditas tersebut untuk diolah lebih lanjut. 

Apa Itu Komoditas?

Sebelum melanjutkan ke daftar komoditas impor di Indonesia, kamu harus pahami dulu apa konsep dari komoditas. 

Komoditas adalah barang yang memiliki bentuk fisik nyata, mudah diperdagangkan di pasar internasional, dapat disimpan dalam jangka waktu tertentu, dan dipertukarkan dengan produk sejenis. 

Dalam konteks perdagangan global, komoditas menjadi objek utama perdagangan karena bernilai ekonomi yang tinggi dan dibutuhkan dalam produksi barang maupun jasa. Komoditas itu tidak hanya sekadar beras atau gula saja, tetapi juga bahan baku industri seperti logam, energi, dan mesin. 

Untuk investor, data impor bukan sekadar angka perdagangan saja, tetapi mencerminkan:

  • Permintaan domestik: sektor yang banyak impor biasanya punya kebutuhan kuat.
  • Biaya input produksi: naiknya impor bahan baku bisa memperlebar biaya perusahaan.
  • Nilai tukar: hubungan antara biaya impor dan nilai rupiah.
  • Sentimen pasar: investor sering mengaitkan tren impor dengan pertumbuhan ekonomi sektor tertentu.

Baca Juga: Saham NEST - Profil, Kinerja Keuangan, Riwayat Dividen, dan Prospek Bisnisnya

Daftar Komoditas Impor Indonesia dan Emiten Sahamnya

1. Mesin dan Peralatan Elektrik

Impor barang modal seperti mesin atau peralatan elektrik menjadi salah satu komoditas impor terbesar di Indonesia. 

Melansir dari Antara News, mesin dan peralatan elektrik menjadi salah satu komoditas non-migas yang paling banyak diimpor sepanjang Januari-Juni 2025. 

Kenaikan impor mesin bisa mencerminkan investasi industri yang tinggi, potensi ekspansi produksi, tetapi juga meningkatkan biaya bagi emiten yang belum siap produksi lokal. Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT United Tractors Tbk (UNTR
  • PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA)

2. Kendaraan dan Suku Cadangnya

Selain mesin, Indonesia juga mengimpor kendaraan dan komponennya. Wajar saja sebab Indonesia memang masih mengalami keterbatasan sumber daya dan tenaga ahli untuk memproduksi kendaraan hingga suku cadangnya. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS)
  • PT Astra International Tbk (ASII

3. Komoditas Pangan

Melansir dari CNBC Indonesia, sepanjang tahun 2025 Indonesia masih mencatatkan impor beras hingga 364 ribu ton yang senilai Rp2,97 ton. Impor beras ini berasal dari Thailand, Vietnam, dan India. 

Tidak hanya beras, komoditas pangan seperti gandum, kedelai, dan jagung masih diimpor dalam jumlah besar khususnya untuk kebutuhan pengolahan sekaligus pangan olahan. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas pangan ini adalah:

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) – produsen pakan ternak yang sangat bergantung pada jagung impor.
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) – pakan ternak dan agribisnis.
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) – pengguna gandum/tepung terigu dalam produksi makanan.
  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
  • PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI)

Baca Juga: 20+ Daftar Perusahaan Sektor Pertanian yang Listing di BEI

4. Aluminium dan Bahan Baku Logam

Melansir dari Trading Economics, Indonesia melakukan impor komoditas aluminium sekitar US$2,18 miliar pada 2024 dan tembaga sekitar US$1,62 miliar.

Padahal ‘kan Indonesia sering dianggap sebagai negara penghasil bauksit, kenapa malah impor aluminium? Hal ini juga dibahas oleh Suara.com, bahwa kebutuhan seluruh Indonesia akan aluminium itu sekitar 700 ribu ton per tahun. Sementara produksi inalum masih sekitar 250 ribu ton saja. Artinya, ada kesenjangan 500 ribu ton yang harus dipenuhi melalui kegiatan impor. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Vale Indonesia Tbk (INCO
  • PT Jakarta Elektrik Komponen Tbk (JECC

5. Bahan Bakar Mineral

Migas tetap menjadi bagian dari impor Indonesia meskipun tren umum impor migas turun pada 2025. Berdasarkan data BPS, selama Januari–November 2025, total impor migas mencapai US$29,42 miliar. Komoditas ini mencakup minyak mentah dan produk turunan yang diperlukan untuk menjaga pasokan energi.

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA

6. Elektronik

Selain mesin dan kendaraan, impor kategori lain seperti peralatan mekanis, barang modal, dan komponen elektronik juga sangat mendominasi komoditas nonmigas Indonesia pada 2025. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM)
  • PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII)

7. Buah & Sayuran

Komoditas buah dan sayuran juga turut diimpor ke Indonesia. Coba deh kamu ke mall atau minimarket, pasti ada banyak buah dan sayuran impor. 

Hal itu karena ada banyak buah dan sayuran yang sulit tumbuh di Indonesia, sehingga harus impor dari negara lain seperti China, Jepang, hingga Kanada. Lagipula, tren hidup sehat dengan mengonsumsi buah dan sayur makin terkenal di kalangan masyarakat, sehingga impor komoditas ini makin meningkat pula. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  • PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP
  • PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

8. Pupuk 

Impor pupuk dan bahan bakunya penting untuk menjaga produktivitas pertanian nasional. Jenis pupuk yang paling banyak diimpor adalah pupuk NPK atau Nitrogen Fosfor dan Kalium.

Penyebabnya adalah di Indonesia kekurangan fosfor dan kalium, sehingga tidak bisa produksi sendiri. Impor fosfor ini mayoritas dari negara-negara Timur Tengah dan China. Sementara pupuk KCL potasium 30% berasal dari Rusia dan Belarusia. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
  • Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)

9. Besi & Baja

Pipa besi dan baja impor digunakan untuk proyek energi, infrastruktur, dan manufaktur berat. Misalnya jembatan, tower listrik, pabrik, dan gedung. 

Harjanto selaku Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian, mengemukakan alasan kenapa Indonesia masih impor besi yakni produksi di dalam negeri belum ada. Jika ada pun, spesifikasinya masih belum memenuhi. 

Adapun emiten saham yang berkaitan pada komoditas ini ada:

  • PT Krakatau Steel (KRAS)
  • PT Wijaya Karya (WIKA)

10. Tembaga

Tembaga juga menjadi salah satu komoditas impor yang bermanfaat sebagai bahan baku pembuatan kabel listrik, komponen elektronik, hingga infrastruktur jaringan energi dan telekomunikasi. 

Meskipun Indonesia memiliki cadangan tembaga, kebutuhan industri hilir dalam negeri masih membuat aktivitas impor tembaga tetap berlangsung, terutama dalam bentuk katoda atau produk setengah jadi.

Adapun emiten saham yang bergerak pada komoditas ini ada:

  • PT Jembo Cable Company Tbk (JECC)
  • PT KMI Wire & Cable Tbk (KBLI)

Baca Juga: 41 Saham Sektor Aneka Industri yang Terdaftar di BEI

Minat Berinvestasi Pada Saham Komoditas Tersebut?

Nah, itulah penjelasan tentang apa saja komoditas yang selalu diimpor dari negara lain. Impor telah menjadi bagian penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya untuk menopang industri manufaktur, energi, dan pangan.

Kamu bisa langsung berinvestasi pada emiten yang berkaitan dengan komoditas-komoditas tersebut aplikasi InvestasiKu

Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO