Investasi di bulan Ramadhan kerap menjadi topik menarik di kalangan investor, analis, hingga akademisi pasar modal. Setiap tahunnya, bulan Ramadhan sering dikaitkan dengan perubahan pola perdagangan saham, sentimen investor, hingga pergerakan IHSG. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah Ramadhan Effect.
Namun, apa sebenarnya Ramadhan Effect itu? Apakah benar event Ramadhan memberikan dampak nyata terhadap kinerja pasar saham? Yuk, simak selengkapnya!
Apa Itu Ramadhan Effect?
Perlu kamu pahami bahwa ada banyak peristiwa tertentu yang diduga menghasilkan abnormal return kepada investor, salah satunya Ramadhan Effect.
Ramadhan Effect adalah anomali musiman yang menunjukkan adanya perbedaan rata-rata return saham di bulan Ramadhan daripada bulan-bulan lainnya dalam waktu 1 tahun. Fenomena ini terjadi dengan meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan, sehingga menyebabkan return saham tertentu akan berbeda dengan bulan-bulan di luar Ramadhan.
Biasanya, anomali ini terjadi di negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam, termasuk Indonesia. Secara umum, keyakinan agama juga memainkan peran penting dalam kehidupan, pola perilaku, sekaligus keputusan berinvestasi.
Yap, selama Ramadhan, keseluruhan ekonomi negara-negara yang sebagian besar penduduknya Muslim akan meningkat karena peningkatan penjualan bahan makanan untuk kebutuhan buka puasa dan konsumsi listrik yang diperuntukkan pada kegiatan sosial keagamaan hingga larut malam.
Ramadhan Effect pada dasarnya muncul dari:
- perubahan psikologi investor
- penurunan volume transaksi (dalam 2 tahun terakhir)
- fokus investor pada saham sektor FMCG
Artinya, Ramadhan Effect adalah efek perilaku (behavioral), bukan perubahan pada fundamental ekonomi atau kinerja perusahaan.
Penting dicatat bahwa Ramadhan Effect tidak selalu muncul secara konsisten setiap tahun. Ada beberapa faktor eksternal seperti:
- Kondisi ekonomi global
- Kebijakan moneter
- Gejolak geopolitik
- Sentimen pasar internasional
Oleh karena itu, investor tidak boleh menjadikan Ramadhan Effect sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan.
Baca Juga: Daftar Indeks Saham JII, Berikut Daftar Sahamnya Pada 2026
Mengapa Ramadhan Bisa Mempengaruhi Pasar Saham?
Ramadhan bukan sekadar periode kalender, tetapi juga fase sosial, psikologis, dan ekonomi yang unik. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan munculnya Ramadhan Effect.
1. Perubahan Psikologi dan Sentimen Investor
Selama bulan puasa, investor cenderung berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mengingat menjelang Lebaran 2026, terjadi libur panjang sehingga menyebabkan aksi profit taking. Hal ini karena puasa membentuk pengendalian emosi. Dalam dunia investasi, kondisi psikologis ini berpotensi:
- Mengurangi aksi panic selling
- Menekan volatilitas harga saham
- Membuat investor lebih rasional dan berbasis fundamental
2. Perubahan Pola Konsumsi
Ramadhan identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama menjelang Idul Fitri. Alhasil, banyak investor yang menyisihkan dana untuk kebutuhan Lebaran, mengurangi alokasi dana investasi jangka pendek, dan lebih selektif dalam menambah portofolio. Kondisi ini memengaruhi aliran dana di pasar saham.
Dampak Ramadhan Effect terhadap Indeks Harga Saham
1. Penurunan Volume Transaksi
Berdasarkan data dari BEI periode 3 tahun silam, terdapat penurunan volume transaksi pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada bulan Ramadhan, investor yang menjalankan puasa lebih berfokus pada ibadahnya. Alhasil, investor cenderung:
- Mengurangi frekuensi jual beli (pun demikian dengan volume transaksi)
- Menunggu momentum setelah Lebaran
Penurunan volume ini membuat pergerakan indeks tidak terlalu agresif, tetapi tetap sensitif terhadap sentimen besar.
2. Dampak Sektoral yang Berbeda
Ramadhan Effect tidak berdampak merata pada semua sektor. Beberapa sektor justru mendapat perhatian lebih, sehingga sering dikaitkan dengan istilah saham Ramadhan. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua saham sektor konsumsi otomatis naik. Terlebih lagi, Ramadhan Effect ini bisa berbeda setiap tahunnya.
Sektor yang kerap terdampak positif antara lain:
- Konsumer non-siklikal (makanan, minuman, kebutuhan pokok)
- Ritel
- Logistik dan distribusi
- Transportasi
- Poultry
Mau Berinvestasi Saham Selama Ramadhan?
Nah, itulah penjelasan tentang apa itu Ramadhan Effect yang merupakan wujud salah satu anomali musiman yang menyoroti efek perilaku (behavioral) investor khususnya yang beragama Islam. Memang tidak semua investor Muslim akan memiliki perilaku demikian, tetapi anomali musiman ini memang ada.
Eits, tetapi tentu saja sentimen pasar internasional berpengaruh besar dan bahkan “mengalahkan” Ramadhan Effect ini karena anomali ini bersifat behavioral dan musiman. Sementara sentimen pasar internasional itu bersifat global, fundamental, dan struktural.
Terlebih lagi, investor asing tidak mempertimbangkan Ramadhan Effect sebab di negara mereka mungkin tidak ada anomali musiman ini, yang mana arus modal global jauh lebih besar dari efek musiman domestik.
Seperti yang tertulis di atas, saham-saham sektor ritel, FMCG, poultry, hingga transportasi akan banyak dilirik selama Ramadhan ini. Sebut saja JPFA, MAPI, hingga INDF bisa kamu investasikan melalui aplikasi InvestasiKu.
Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Tim Research PT Mega Capital Sekuritas
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)