GLIMPSE
 

Mobil Impian di Usia Muda, Mending Kredit Sekarang atau Investasi Dulu?

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 12 Feb 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Sekarang ini, sudah masanya para Gen Z bekerja dengan profesi masing-masing dan berpenghasilan sendiri. Sama halnya dengan generasi sebelumnya, Gen Z ini juga masih menjadikan mobil sering jadi simbol “naik level” dalam hidup. 

Yap, mobil itu bukan cuma soal transportasi, tapi juga kenyamanan, fleksibilitas, dan kadang juga gengsi. Begitu gajian rutin, tawaran kredit mobil pun terasa makin menggoda: DP ringan, cicilan kelihatan terjangkau, sehingga mobil bisa langsung dibawa pulang.

Eits, sebelum tanganmu buru-buru tanda tangan kontrak kredit mobil, coba tanyakan kepada dirimu sendiri: mendingan kredit mobil sekarang atau investasi dulu buat beli mobil? Keputusan itu nantinya bakal menentukan kondisi keuanganmu 5–10 tahun kedepan. 

Kredit Mobil: Cepat Punya, Tapi Ada Konsekuensinya

Kredit adalah opsi paling umum untuk pembelian mobil, terutama bagi first jobber. Ada plus-minus ketika kamu menghendaki kredit mobil. 

Plus Kredit Mobil

  • Mobil bisa langsung digunakan
  • DP relatif kecil
  • Cocok kalau mobil memang dibutuhkan untuk kerja atau mobilitas harian

Minus Kredit Mobil

  • Total harga jadi jauh lebih mahal karena bunga
  • Cicilan mengikat cash flow jangka panjang
  • Nilai mobil terus turun (depresiasi)
  • Risiko berat kalau penghasilan belum stabil

Misal, kamu ambil kredit mobil seharga Rp300 juta dengan tenor 5 tahun. Jika dihitung-hitung maka cicilan keseluruhan mobil malah lebih mahal yakni sekitar Rp360–390 juta. Padahal, di tahun ke-5, bisa jadi nilai jual mobilnya mungkin tinggal setengahnya.

Artinya, kamu mencicil sesuatu yang nilainya terus menurun, sementara kewajiban finansialnya tetap.

Baca Juga: Poin Utama Metode Budgeting 50/30/20 Untuk Mengatur Keuangan Bulanan

Investasi Dulu: Lebih Lama, Tapi Lebih Fleksibel

Alternatif yang sering diabaikan Gen Z adalah menunda beli mobil dan mengalihkan dana ke investasi. Investasi ini bisa pada berbagai instrumen, tidak cuma saham saja. 

Sama halnya dengan kredit mobil, ketika kamu menghendaki investasi terlebih dahulu sebelum beli mobil, ada plus-minusnya yang perlu diperhatikan. 

Plus Investasi untuk Beli Mobil

  • Uang berpotensi tumbuh
  • Bisa mengurangi nominal kredit atau bahkan beli cash
  • Cash flow lebih longgar
  • Lebih adaptif kalau kondisi finansial berubah

Minus dari Investasi Untuk Beli Mobil

  • Butuh kesabaran
  • Mobil tidak langsung dimiliki
  • Perlu disiplin dan konsistensi

Misalnya, daripada mencicil Rp4–5 juta per bulan, kamu alihkan ke investasi dengan tujuan khusus beli mobil. Dalam beberapa tahun, dana tersebut bisa jadi DP besar atau bahkan cukup untuk beli mobil bekas berkualitas tanpa cicilan panjang.

Latte Effect Jadi Gaya Hidup Gen Z

Satu tantangan khas Gen Z adalah pengeluaran langganan atau bahkan beli perintilan gemas, meskipun murah tapi sering. Gaya hidup ini disebut sebagai latte effect.

Latte effect adalah kebiasaan membelanjakan uang dalam jumlah kecil tetapi secara teratur, sehingga berefek besar pada kondisi keuangan.

Sebut saja Netflix, Spotify, YouTube Premium, cloud storage, aplikasi edit, game pass itu masing-masing memang kelihatan murah. Namun kalau dijumlahkan sekaligus menjadi Rp50 ribu + Rp70 ribu + Rp60 ribu + Rp80 ribu = Rp260 ribu. Tanpa sadar, kamu habis Rp260 ribu habis tiap bulan untuk bayar semua platform 

Iya paham bahwa hiburan itu sangat penting demi menjaga kewarasan di tengah gonjang-ganjing situasi dan kondisi saat ini, tapi kamu harus berani menentukan prioritas. Kalau kamu berlangganan semua platform, justru bikin tujuan besar seperti mobil dan rumah makin jauh.

Bukan berarti harus hidup super irit, tapi:

  • Pilih 1–2 platform yang benar-benar dipakai
  • Sisanya dialihkan ke tabungan atau investasi
  • Jangan FOMO karena “takut ketinggalan series”

Ingat, di masa depan, aset memberi kebebasan lebih besar daripada langganan hiburan.

Di sinilah compounding effect bekerja. Semakin muda kamu mulai investasi, semakin besar dampaknya. Dengan kamu berinvestasi 1-2 juta per bulan secara konsisten pada instrumen investasi yang memiliki return rata-rata 8–10% per tahun, maka dalam 5-7 tahun hasilnya akan signifikan. 

Dari hasil itu, kamu bisa gunakan untuk DP mobil dalam jumlah besar, atau bahkan DP rumah, yang mana mengurangi ketergantunganmu pada kredit. Waktu adalah aset terbesar Gen Z. Sayangnya, sering disia-siakan karena keputusan impulsif di awal karir.

Baca Juga: Latte Effect. Kebiasaan Tanpa Sadar Mempengaruhi Kondisi Keuangan

Jadi, Pilih Kredit atau Investasi?

Jawabannya bukan secara mutlak, karena semuanya bergantung pada dirimu. Mungkin jika pilihan ini kamu ajukan ke orang lain, pasti jawabannya akan berbeda karena masing-masing individu punya kemampuan dan kebutuhan sendiri. Hal terpenting adalah bagaimana strategi yang sesuai kondisi finansial pribadi.

Lagipula, mobil itu bukan cuma soal bisa beli, tapi juga tentang:

  • Apakah cicilannya aman?
  • Apakah dana darurat sudah siap?
  • Apakah investasi sudah jalan?
  • Apakah gaya hidup sudah terkendali?

Tanpa perhitungan ini, mobil yang harusnya memudahkan hidup malah jadi sumber stres.

Mau Strategi yang Lebih Jelas & Aplikatif?

Kalau kamu adalah seorang fresh graduate atau first jobber, seorang yang pengen punya mobil tanpa stres, atau bahkan pribadi yang sudah mulai sadar pentingnya financial planning tapi bingung mulai dari mana. Bisa ikutin detikcourse: Cara Punya Rumah & Mobil di Usia Muda? Mulai Dari Strategi Ini!

📅 Tanggal: 13 February 2026
💻 Format: Online
🎙 Pembicara: Kayleen, CFP® (Certified Financial Planner)

Di kelas ini kamu akan belajar:

  • Cara mengatur gaji dari kebutuhan hari ini ke tujuan masa depan
  • Cash vs cicilan: mana yang cocok untuk kondisi kamu
  • Peran investasi & mindset “grow & protect”
  • Kesalahan umum saat beli rumah & mobil
  • Checklist kesiapan finansial sebelum ambil aset
  • Studi kasus nyata + sesi Q&A interaktif

Bukan teori ribet, tapi panduan praktis yang bisa langsung dipakai. Langsung aja daftar di sini

Karena mimpi punya rumah dan mobil itu sah. Yang bikin beda cuma satu yakni punya strategi atau tidak.



 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO