Ketika kamu baru belajar tentang reksadana ETF, pasti akan menyamakan dengan reksadana saham maupun reksadana indeks. Memang ketiganya sama-sama menjadikan saham sebagai bagian dari portofolionya, tetapi cara pengelolaan, tujuan investasi, transaksi, hingga karakteristik risiko tentu memiliki sejumlah perbedaan.
Sederhananya, ETF alias (Exchange Traded Fund) merupakan jenis reksadana yang unit penyertaannya dapat diperdagangkan di Bursa Efek. Sementara itu, reksadana saham merupakan reksadana yang menempatkan sekurang-kurangnya 80% NAB pada efek bersifat ekuitas. Adapun reksadana indeks menggunakan strategi investasi yang mengacu pada indeks tertentu
Jika demikian, lalu apa saja perbedaan reksadana ETF, reksadana saham, dan reksadana indeks? Simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Reksadana ETF?
Kamu pasti tahu ‘kan ETF itu tidak hanya berbasis saham saja, tetapi ada banyak aset yang bisa dijadikan acuan portofolio. Mulai dari obligasi, indeks syariah, hingga emas.
Namun dalam konteks artikel ini, kita akan membahas ETF yang berbasis saham yang mana portofolionya berisikan saham atau mengikuti indeks saham.
Reksadana ETF atau Exchange Traded Fund adalah reksadana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek.
Berhubung diperdagangkan di bursa, maka transaksi ETF dilakukan melalui mekanisme perdagangan di pasar sekunder, seperti halnya ketika investor melakukan transaksi efek di bursa.
Contoh produk reksadana ETF adalah Mandiri ETF Sri-Kehati dengan kode perdagangan XMSK. Produk ini menggunakan saham-saham yang terdapat dalam Indeks SRI-KEHATI sebagai aset acuannya. Kebijakan investasinya menetapkan minimal 80% NAB pada efek ekuitas yang terdapat dalam indeks tersebut.
Sebagian besar ETF yang ada di pasar menggunakan indeks saham sebagai acuan. Artinya, investor bisa menemukan ETF yang dirancang untuk mengikuti indeks tertentu.
Jika demikian, maka reksadana ETF sama dengan reksadana indeks ‘dong karena menggunakan indeks saham sebagai acuan? Yap, memang mirip, tetapi tidak sama. Kuncinya adalah:
- ETF → menjelaskan bentuk/mekanisme perdagangan reksadana, yakni unitnya diperdagangkan di Bursa Efek.
- Reksadana Indeks → menjelaskan strategi pengelolaan portofolio investasi yang mengikuti atau mengacu pada indeks tertentu.
Jadi, satu produk reksadana bisa menjadi ETF sekaligus reksadana indeks. Yap, ETF + Indeks = bisa terjadi bersamaan dalam reksadana.
Namun, tidak semua reksadana indeks adalah ETF. Pun demikian dengan reksadana ETF tidak semuanya bisa sekaligus menjadi reksadana indeks.
Hal ini karena ada reksadana indeks yang tidak diperdagangkan di bursa dan transaksi investornya menggunakan mekanisme reksa dana biasa berdasarkan NAB/unit.
Misal ada produk Reksadana Indeks QWERTY yang menggunakan Indeks IDX30 sebagai acua, tetapi produk tersebut tidak bisa disebut ETF. Hal ini karena investor tidak membeli unitnya lewat order book Bursa Efek seperti membeli saham atau ETF. Investor melakukan pembelian/penjualan kembali unit melalui Manajer Investasi atau Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) sesuai mekanisme transaksi reksa dana.
Baca Juga: Indeks SRI-KEHATI - Pengertian, Kriteria, dan Daftar Sahamnya (Update November 2026)
Apa Itu Reksadana Saham?

Reksadana saham adalah reksadana yang menempatkan sekurang-kurangnya 80% NAB yang dikelolanya pada efek bersifat ekuitas atau saham. Komposisi tersebut membuat nilai unit reksadana saham dapat dipengaruhi oleh perubahan harga saham yang menjadi bagian dari portofolionya.
Berhubung instrumen investasi ini adalah reksadana saham, maka investor membeli atau menjual kembali unit penyertaan melalui Manajer Investasi. Harga transaksi mengacu pada Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit sesuai mekanisme yang berlaku pada produk tersebut.
Sebagai investor, tentu saja kamu bisa mengetahui saham apa saja yang dikelola Manajer Investasi pada portofolio reksadana saham milikmu melalui fund fact sheet. Contohnya reksadana dari Ciptadana Asset Management dengan nama produk Cipta Saham Unggulan Syariah.
Berdasarkan fund fact sheet Cipta Saham Unggulan Syariah per Agustus 2026, 10 efek terbesar dialokasikan pada saham berikut:
Kamu bisa mencermati fund fact sheet reksadana yang dikelola Ciptadana Asset Management di sini. Jika ingin melihat fund fact sheet dari berbagai Asset Management, klik di sini.
Baca Juga: Reksadana Saham - Pengertian, Perbedaan dengan Saham, dan Rekomendasinya
Apa Itu Reksadana Indeks?

Reksa dana indeks adalah reksa dana yang portofolionya mengacu pada indeks tertentu. Indeks yang digunakan dapat berupa indeks saham maupun indeks obligasi. Reksadana jenis ini memiliki kebijakan investasi yang mengacu pada efek yang menjadi bagian dari indeks acuannya.
Berbeda dengan reksa dana saham yang menggunakan strategi pengelolaan aktif, reksa dana indeks menggunakan pendekatan pasif dengan tujuan mengikuti kinerja indeks acuannya.
Maksudnya, pada reksadana saham pihak Manajer Investasi akan aktif memilih dan mengatur saham mana yang hendak dimasukkan pada komposisi portofolio. Strategi tersebut dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi pasar.
Sementara pada reksadana indeks justru pihak Manajer Investasi akan pasif alias tidak bisa memilih dan mengatur saham mana yang dimasukkan pada komposisi portofolio karena harus mengacu pada indeks tertentu.
Misalnya, sebuah reksa dana indeks menggunakan IDX30 sebagai acuan. Maka, portofolionya akan disusun dengan mengacu pada saham-saham yang menjadi bagian dari indeks IDX30. Kamu sendiri tahu ‘kan jika indeks IDX30 itu sering berganti-ganti komposisinya.
Baca Juga: Reksadana Indeks - Pengertian, Karakteristik, Perbedaan dengan Reksadana Saham, dan Contoh Produknya
Beda Reksadana ETF, Reksadana Saham, dan Reksadana Indeks
Meskipun sama-sama dapat memiliki saham sebagai aset dalam portofolionya, terdapat beberapa perbedaan yang perlu dipahami investor antara ketiga jenis reksadana ini.
|
Aspek |
Reksa Dana ETF |
Reksa Dana Saham |
Reksa Dana Indeks |
|
Bentuk |
Reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa |
Reksa dana dengan mayoritas portofolio pada saham (80%) |
Reksa dana yang portofolionya mengacu pada indeks |
|
Strategi dari Manajer Investasi |
Dapat menggunakan strategi indeks maupun strategi lainnya sesuai kebijakan produk |
Aktif, yakni dengan Manajer Investasi memilih dan mengatur saham sesuai strategi mereka |
Pasif, yakni portofolio disusun dengan mengacu pada indeks tertentu |
|
Acuan |
Bergantung produk; banyak ETF menggunakan indeks |
Tidak harus mengikuti indeks tertentu |
Mengikuti indeks tertentu |
|
Pengelolaan |
Bergantung pada strategi produk |
Manajer Investasi aktif mengelola portofolio |
Mengikuti komposisi/karakteristik indeks acuan |
|
Tempat transaksi |
Bursa Efek |
Melalui mekanisme transaksi reksa dana |
Melalui mekanisme transaksi reksa dana |
|
Waktu transaksi |
Selama jam perdagangan bursa |
Mengikuti batas waktu transaksi reksa dana |
Mengikuti batas waktu transaksi reksa dana |
|
Harga transaksi |
Harga pasar ETF di bursa |
Berdasarkan NAB/unit sesuai ketentuan transaksi reksa dana |
Berdasarkan NAB/unit sesuai ketentuan transaksi reksa dana |
|
Perubahan harga |
Dapat berubah selama perdagangan bursa |
Mengacu pada NAB/unit |
Mengacu pada NAB/unit |
|
Portofolio |
Bergantung pada kebijakan ETF |
Dapat berubah sesuai strategi Manajer Investasi |
Mengacu pada indeks |
|
Diversifikasi |
Bergantung pada aset yang menjadi portofolio |
Umumnya tersebar pada beberapa saham |
Mengikuti saham/efek dalam indeks |
|
Tujuan pengelolaan |
Bergantung pada tujuan produk |
Mengelola portofolio saham berdasarkan strategi investasi |
Mengikuti kinerja indeks acuan |
|
Contoh |
Premier ETF Index IDX30 |
Cipta Saham Unggulan Syariah (bisa diakses lewat platform InvestasiKu) |
BNI AM Indeks IDX Growth30 Kelas R1 (bisa diakses lewat platform InvestasiKu) |
Baca Juga: Jam Bursa Saham Indonesia - Jadwal, Mekanisme, dan Fakta Uniknya
Mana yang Sesuai dengan Profil Risiko Investor?
Sebenarnya, memang tidak ada satu jenis reksa dana yang secara otomatis sesuai untuk semua investor. Pemilihan reksadana ETF, reksadana saham, maupun reksadana indeks ini perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, jangka waktu, serta pemahaman investor terhadap produk.
Biasanya, pada fund fact sheet setiap produk reksadana ketiga jenis ini memuat informasi klasifikasi risiko. Misalnya pada produk Reksa Dana Cipta Saham Unggulan, terdapat klasifikasi risiko di angka 5.

Klik di sini untuk melihat fund fact sheet produk reksadana dari Ciptadana Asset Management.
Sementara untuk reksadana ETF, profil risikonya tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan label ETF saja. Sebagai investor, kamu perlu melihat aset yang menjadi portofolio ETF tersebut. Contohnya, ETF yang mengikuti indeks saham akan memiliki karakteristik risiko yang berbeda dari ETF dengan aset dasar lainnya.
Jadi, kamu harus pahami hal-hal berikut sebelum memilih reksadana ETF, reksadana saham, atau bahkan reksadana indeks.
1. Prospektus dan Fund Fact Sheet
Prospektus berisi informasi yang lebih lengkap mengenai produk. Di dalamnya investor dapat menemukan informasi seperti tujuan investasi, kebijakan investasi, risiko, biaya, Manajer Investasi, Bank Kustodian, ketentuan transaksi, serta informasi lain mengenai produk.
Klik di sini untuk mencermati prospektus dari berbagai Asset Management yang terdapat pada aplikasi InvestasiKu.
Sementara itu, fund fact sheet merupakan informasi ringkas mengenai produk reksadana. Nah, melalui fund fact sheet ini, investor pemula dapat mengenali suatu produk sebelum membaca prospektus secara lebih lengkap.
Klik di sini untuk mencermati fund fact sheet dari berbagai Asset Management yang terdapat pada aplikasi InvestasiKu.
2. Perhatikan aset yang menjadi portofolio
Jangan hanya melihat nama produk. Periksa aset yang menjadi bagian dari portofolionya. Misalnya:
- Reksa dana saham → mayoritas portofolio berupa saham.
- Reksa dana pendapatan tetap → memiliki porsi besar pada efek bersifat utang.
- Reksa dana pasar uang → berinvestasi pada instrumen pasar uang dan/atau efek bersifat utang dengan jangka waktu atau sisa jatuh tempo sesuai ketentuan.
- Reksa dana indeks → portofolionya mengacu pada indeks tertentu.
- ETF → aset dan strategi pengelolaannya perlu dilihat berdasarkan kebijakan masing-masing produk.
Jadi, dengan melihat isi portofolio, kamu dapat memahami aset apa yang menjadi dasar perubahan nilai suatu produk tersebut.
3. Perhatikan indeks acuan
Untuk reksa dana indeks dan ETF berbasis indeks, kamu perlu mengetahui indeks yang digunakan sebagai acuan. Misalnya:
Ingat, setiap indeks itu memiliki metodologi dan komposisi yang berbeda.
4. Pahami mekanisme transaksi
Mekanisme transaksi juga menjadi hal penting ketika membandingkan ETF dengan reksa dana yang tidak diperdagangkan di bursa.
Berhubung ETF diperdagangkan di Bursa Efek, maka kamu sebagai investor dapat melakukan transaksi melalui mekanisme perdagangan di bursa. Harga ETF dapat berubah selama perdagangan berlangsung.
Sementara itu, reksa dana yang tidak diperdagangkan di Bursa Efek menggunakan mekanisme transaksi reksa dana, dengan nilai transaksi yang mengacu pada NAB per unit sesuai ketentuan dan batas waktu transaksi yang berlaku.
5. Perhatikan biaya
Setiap produk reksadana dapat memiliki biaya yang berbeda. Kamu dapat melihat informasi biaya tersebut dalam prospektus maupun fund fact sheet (jika dicantumkan). Beberapa biaya yang dapat diperhatikan antara lain:
- biaya pembelian;
- biaya penjualan kembali;
- biaya pengalihan;
- biaya pengelolaan;
- biaya transaksi lainnya sesuai karakteristik produk.
Untuk ETF, kamu perlu memperhatikan biaya yang berkaitan dengan transaksi di Bursa Efek, selain biaya yang tercantum dalam produk.
6. Kenali Risiko Produk
Setiap reksa dana tentu saja memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Risiko tersebut dipengaruhi oleh jenis aset, komposisi portofolio, strategi pengelolaan, serta kondisi pasar. Biasanya, informasi terkait risiko ini dituliskan pada prospektus dan fund fact sheet.
7. Jangan Hanya Melihat Kinerja Historis
Kinerja historis dapat menjadi salah satu informasi yang digunakan untuk mempelajari suatu produk, tetapi angka tersebut menggambarkan kondisi pada periode sebelumnya. Ingat, kondisi pasar dapat berubah, sehingga kinerja historis tidak dapat digunakan sebagai kepastian mengenai kinerja pada periode berikutnya.
Baca Juga: Fund Fact Sheet - Pengertian, Fungsi, Komponen, dan Perbedaannya dengan Prospektus
Mau Berinvestasi Reksadana?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja perbedaan reksadana ETF, reksadana saham, dan reksadana indeks yang meskipun sama-sama dapat memiliki saham dalam portofolionya, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Bagi investor pemula, memahami nama atau jenis reksa dana saja belum cukup. Periksa prospektus dan fund fact sheet untuk mengetahui tujuan investasi, kebijakan investasi, komposisi portofolio, indeks acuan, risiko, biaya, serta informasi lain mengenai produk.
Pada akhirnya, pemilihan produk perlu disesuaikan dengan profil risiko, tujuan investasi, jangka waktu, dan pemahaman investor terhadap karakteristik produk.
Kamu bisa berinvestasi reksadana saham maupun reksadana indeks dengan mudah hanya melalui aplikasi saja, salah satunya InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)