SAHAM
 

Daftar Saham Indeks LQ45 dan Perbedaannya dengan Blue Chip (Update Februari 2026)

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 27 Feb 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Indeks LQ45 adalah salah satu indeks di BEI yang memiliki 45 emiten dengan kategori khusus. Setiap 6 bulan, indeks LQ45 ini selalu diperbarui oleh Divisi Riset BEI. 

Perusahaan yang terdapat dalam daftar Indeks LQ45 mayoritas memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi. Masih banyak orang yang menyamakan saham LQ45 dengan blue chip, padahal keduanya ada perbedaan. 

Langsung saja simak apa saja saham pada Indeks LQ45 paling update di Februari 2026 ini!

Apa Itu Indeks LQ45?

Perlu kamu ketahui bahwa di BEI itu ada banyak indeks pasar saham. Mulai dari indeks LQ45, IDX30, IDX80, KOMPAS100, PEFINDO25, MNC36, Sminfra18, dan masih banyak lainnya. 

Indeks LQ45 adalah salah satu indeks pasar saham di BEI yang memuat 45 perusahaan dengan kriteria tertentu berupa likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar yang besar, kinerja perusahaan, dan stabilitas kinerjanya. 

Indeks LQ45 diluncurkan pada bulan Februari 1997. Pada saat itu, ukuran utama likuiditas transaksi suatu emiten ditentukan oleh nilai transaksi di pasar reguler. Namun pada Januari 2005, aturan diubah dengan menambahkan jumlah hari perdagangan dan frekuensi transaksi ke aspek likuiditas. 

Setidaknya, ada 2 tahapan perusahaan yang bisa masuk ke Indeks LQ45 yakni:

1) Tahap Pertama

  • Saham tersebut harus berada di top 95% dari total rata-rata tahunan nilai transaksi saham di pasar modal. 
  • Saham tersebut berada di top 90% dari rata-rata tahunan kapitalisasi pasar.
  • Saham tersebut tercatat di BEI minimum 30 hari bursa.

2) Tahap Kedua

  • Saham tersebut berada dalam urutan tertinggi yang mewakili sektornya dalam klasifikasi industri BEI.
  • Saham tersebut memiliki porsi yang sama dengan sektor lain. 
  • Saham tersebut berada di urutan tertinggi berdasarkan frekuensi transaksi. 

Untuk menentukan apa saja saham yang masuk dalam Indeks LQ45, BEI akan secara rutin memantau perkembangan kinerja emiten-emiten. Setiap 3 bulan sekali akan dilakukan evaluasi atas pergerakan urutan saham-saham tersebut. Biasanya, terjadi penggantian daftar setiap 6 bulan sekali yakni pada awal Februari dan Agustus. 

Berhubung hanya 45 emiten saja yang bisa masuk ke Indeks LQ45 ini, maka dibutuhkan kriteria khusus. Berikut kriteria perusahaan untuk dapat masuk ke Indeks LQ45 menurut IDX:

  • Resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia minimal 3 bulan.
  • Aktivitas transaksi di pasar reguler dilihat dari nilai, volume, dan frekuensi.
  • Jumlah hari perdagangan di pasar reguler
  • Kapitalisasi pasar pada periode waktu yang ditentukan (12 bulan terakhir)
  • Keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan

Eksistensi Indeks LQ45 di dalam IHSG ini bisa dijadikan sebagai sarana yang objektif dan terpercaya, terutama bagi analisis keuangan, manajer investasi, investor dan juga pemerhati pasar modal.

Selain itu, informasi daftar saham LQ45 ini juga bisa membantu memudahkan para investor pemula untuk belajar investasi. Khususnya dalam memilih saham di perusahaan mana yang memberikan potensi keuntungan besar.

Baca Juga: 22+ Saham Syariah Blue Chip, Apa Saja Rekomendasinya Pada 2026 Ini?

Perbedaan Saham LQ45 dan Saham Blue Chip

Jika saham-saham yang masuk ke Indeks LQ45 adalah deretan emiten terbaik dengan likuiditas tinggi, lalu apa bedanya dengan saham blue chip? Berikut perbedaan saham Indeks LQ45 dan saham blue chip.

Saham Indeks LQ45

Saham Indeks LQ45 adalah 45 saham dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar dan likuiditas perdagangan yang tinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ini statusnya resmi karena diperbarui dan ditetapkan oleh BEI setiap 6 bulan. 

Jika kamu mengikuti daftar saham Indeks LQ45, cenderung cocok untuk investasi jangka pendek-menengah karena likuiditas tinggi. 

Saham Blue Chip

Sedangkan saham bluechip adalah istilah umum saja yang digunakan untuk menggambarkan saham-saham dari perusahaan terkenal dan mapan. Daftar saham-saham blue chip itu statusnya tidak resmi karena bersifat subjektif antar investor. 

Jumlah saham blue chip itu tidak terhingga, tidak hanya sekadar 45 saham saja karena bersifat subjektif. Mayoritas saham blue chip memang terdapat juga pada Indeks LQ45 seperti BBCA, TLKM, UNVR.

Jadi jika kamu ingin fokus pada stabilitas dan dividen, bisa memperhatikan apa saja saham blue chip. 

Perlu dipahami, bahwa tidak semua saham yang masuk ke dalam indeks LQ45 harus menjadi bluechip, dan begitu pula tidak semua bluechip harus masuk ke dalam indeks LQ45.

Baca juga: Saham GGRM - Profil, Kinerja Keuangan, Riwayat Dividen, dan Prospek Bisnisnya

Daftar Saham LQ45 Februari 2026

Berikut adalah daftar emiten yang saham-sahamnya masuk pada Indeks LQ45 periode November 2025 sampai Januari 2026 menurut IDX:

No.

Kode

Rasio Free Float

Sektor

Keterangan

1 AADI 18,81% Pertambangan Batu Bara Turun
2 ADMR 11,97% Energi Turun
3 ADRO 28,67% Energi Turun
4 AKRA 32,64% Energi Turun
5 AMMN 18,69% Pertambangan Emas Turun
6 AMRT 41,72% Barang Konsumen Primer Turun
7 ANTM 34,84% Pertambangan Emas Turun
8 ASII 44,30% Multi-sektor Turun
9 BBCA 42,74% Perbankan Naik
10 BBNI 39,27% Perbankan Turun
11 BBRI 46,04% Perbankan Turun
12 BBTN 40,26% Perbankan Turun
13 BMRI 37,47% Perbankan Turun
14 BREN 12,30% Infrastruktur Baru
15 BRPT 27,20% Energi Turun
16 BUMI 32,53% Energi Naik
17 CPIN 34,14% Konsumsi Primer Turun
18 CTRA 42,84% Properti & Real estate Turun
19 DSSA 20,42% Energi dan Infrastruktur Turun
20 EMTK 26,96% Teknologi Turun
21 EXCL 30,57% Telekomunikasi Naik
22 GOTO 76,92% Telekomunikasi Turun
23 HEAL 53,39% Kesehatan Turun
24 ICBP 19,47% Barang Konsumen Primer Turun
25 INCO 20,40% Pertambangan Turun
26 INDF 48,24% Barang Konsumen Primer Turun
27 INKP 39,65% Barang Baku Turun
28 ISAT 16,33% Telekomunikasi Turun
29 ITMG 34,20% Pertambangan Turun
30 JPFA 41,03% Barang Konsumen Primer Turun
31 KLBF 38,39% Kesehatan Turun
32 MAPI 49,00% Ritel Turun
33 MBMA 26,77% Barang Baku Turun
34 MDKA 47,78% Pertambangan Turun
35 MEDC 23,44% Kesehatan Turun
36 NCKL 10,44% Barang Baku Turun
37 PGAS 43,03% Energi Turun
38 PGEO 10,91% Infrastruktur Turun
39 PTBA 32,76% Pertambangan Turun
40 SCMA 14,93% Media Naik
41 SMGR 48,53% Barang Baku Turun
42 TLKM 47,21% Telekomunikasi Turun
43 TOWR 32,82% Infrastruktur, Telekomunikasi Turun
44 UNTR 35,15% Pertambangan Turun
45 UNVR 14,05% Barang Konsumen  Turun

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*Kamu bisa cek harga saham terkait dengan klik kode sahamnya. 

Dari daftar Indeks LQ45 periode sebelumnya, ada 1 emiten yang keluar dari penghitungan indeks yakni ACES yang kemudian digantikan oleh emiten baru yakni BREN.  

Mau Return dari Saham Indeks LQ45?

Nah, itulah penjelasan tentang apa saja saham Indeks LQ45 yang berasal dari perusahaan dengan likuiditas tinggi dan fundamental stabil. Mayoritas memang saham-saham tersebut dari perusahaan dengan reputasi baik di masyarakat. 

Selain itu, sebagian besar saham LQ45 memang hampir sama dengan saham blue chip yang selalu dielu-elukan oleh investor. Misalnya BBCA dari Bank BCA yang terkenal akan optimalnya pelayanan bank dan pembagian dividen dua kali dalam dividen. 

Kamu tentu saja bisa memperoleh dividen dari berbagai saham LQ45 dengan berinvestasi menggunakan aplikasi InvestasiKu.

Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga legal dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Sumber:

www.idx.co.id

Polakitan, Cendi D. (2015). Analisis Komparasi Risiko Saham LQ45 dan Non LQ45 Pada Beberapa Sub Sektor Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jurnal Riset Bisnis dan Manajemen, Vol 3(1)

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO