Tahukah kamu jika peringkat kredit itu menilai bagaimana kemampuan peminjam dalam membayarkan kembali utangnya. Peringkat kredit ini juga menilai kemampuan suatu negara dalam membayarkan kembali utangnya pada investasi obligasi.
Sudah banyak lembaga pemeringkat investasi termasuk Moody’s yang menilai peringkat kredit tersebut. Pada awal 2026, Moody’s merilis outlook berisikan prospek Indonesia dari yang mulanya stabil menjadi negatif, dengan menyebutkan kekhawatirannya atas stabilitas kebijakan kepemimpinan Presiden Prabowo.
Semakin tinggi peringkat kredit suatu negara, maka semakin baik citra negara tersebut karena dianggap memiliki risiko gagal bayar yang rendah. Hal ini tentu saja berpengaruh pada investasi obligasi.
Lantas, negara mana saja yang memiliki peringkat kredit tertinggi? Yuk, simak serba-serbinya berikut ini!
Apa Itu Peringkat Kredit Negara?
Melansir dari Media Keuangan, menyatakan bahwa peringkat kredit negara alias sovereign credit rating adalah penilaian yang diberikan oleh lembaga pemeringkat internasional terhadap kelayakan kredit suatu negara. Singkatnya, peringkat kredit negara adalah penilaian terhadap seberapa mampu suatu negara untuk melunasi kreditnya.
Penilaian ini mencerminkan risiko gagal bayar atas utang pemerintah, termasuk obligasi negara. Peringkat tertinggi biasanya adalah AAA, yang menandakan risiko gagal bayar sangat rendah.
Ada beberapa lembaga pemeringkat global yang paling berpengaruh antara lain:
- Standard & Poor’s (S&P)
- Moody’s Investors Service
- Fitch Ratings
Peringkat kredit yang diberikan oleh lembaga-lembaga tersebut menjadi indikator kelayakan investasi global. Itulah kenapa, saat Moody’s merilis outlook berisikan prospek Indonesia dari yang mulanya stabil menjadi negatif, terjadi guncangan pada pasar obligasi seperti naiknya yield obligasi.
Melansir dari IDN Financials, perubahan prospek tersebut menyebabkan aksi jual besar-besaran pada indeks saham Indonesia. Selain itu, turunnya peringkat kredit negara dapat mempersulit dan mempermahal biaya bagi suatu negara untuk meminjam uang (Investopedia).
Semakin tinggi posisi peringkat kredit suatu negara, maka akan semakin kuat pula citra negara tersebut sebagai negara dengan risiko pengembalian utang yang rendah. Alhasil, kualitas instrumen surat berharga dari negara tersebut akan semakin baik, sehingga menarik perhatian investor asing. Posisi peringkat kredit negara juga berdampak pada biaya pengembalian modal alias cost of capital yang semakin rendah.
Ada banyak faktor pengaruh tinggi-rendahnya peringkat kredit negara. Mulai dari pertumbuhan ekonomi, stabilitas inflasi, sistem pemerintahan, kredibilitas bank sentral, stabilitas mata uang, dan lainnya.
Dalam dunia investasi global, istilah peringkat kredit negara atau sovereign credit rating menjadi salah satu indikator paling penting untuk menilai risiko. Bagi investor, terutama yang berinvestasi pada instrumen obligasi, memahami negara dengan peringkat kredit tertinggi bukan hanya soal mengetahui siapa yang “terbaik”, tetapi juga tentang memahami kemampuan suatu negara dalam memenuhi kewajiban utangnya.
Peringkat kredit negara ini menjadi penilaian terhadap kemampuan dan kemauan suatu negara untuk membayar kembali utang, termasuk bunga dan pokok obligasi yang diterbitkan. Semakin tinggi peringkatnya, semakin rendah risiko gagal bayar (default), dan sebaliknya.
Baca Juga: Moody’s Rating - Definisi, Dampak, dan Penilaiannya Terhadap Indonesia 2026
Mengapa Peringkat Kredit Negara Penting?
Kamu pasti sudah tahu bahwa salah satu cara pemerintah dalam mengumpulkan uang adalah dengan menerbitkan obligasi. Obligasi negara ini memungkinkan negara untuk meminjam uang dari para investor dengan bentuk Surat Utang Negara (SUN) dan diperdagangkan di pasar sekunder.
Jika peringkat kredit negara tinggi, maka akan berpeluang bagus bagi para investor selaku pemberi pinjaman untuk mendapatkan uangnya kembali disertai dengan kupon alias bunga obligasi.
Sebaliknya, apabila peringkat kredit negara rendah, maka negara juga perlu membayarkan kupon lebih tinggi agar orang-orang selaku investor mau mengambil risiko untuk meminjamkan uang. Peringkat kredit memiliki peran krusial dalam dunia keuangan global karena:
1. Menentukan Tingkat Risiko
Investor menggunakan rating sebagai acuan untuk menilai seberapa aman investasi mereka, terutama pada obligasi negara.
- Rating tinggi → risiko rendah
- Rating rendah → risiko tinggi
2. Mempengaruhi Suku Bunga (Yield)
Negara dengan peringkat kredit tinggi tinggi biasanya menawarkan imbal hasil lebih rendah karena dianggap aman. Sebaliknya, negara dengan peringkat kredit rendah harus memberikan yield lebih tinggi untuk menarik investor.
3. Mempengaruhi Arus Modal Global
Investor institusi seperti dana pensiun dan asuransi seringkali hanya diperbolehkan berinvestasi pada instrumen dengan rating tertentu. Biasanya minimal BBB-. Jika dibawah itu justru masuk kategori high yield atau junk bond (obligasi sampah).
4. Menjadi Indikator Stabilitas Ekonomi
Peringkat kredit juga menjadi gambaran kesehatan ekonomi suatu negara, termasuk:
- Pertumbuhan ekonomi
- Stabilitas politik
- Kesehatan fiskal
Hubungan Peringkat Kredit dengan Investasi Obligasi
Peringkat kredit sangat erat kaitannya dengan investasi obligasi, terutama obligasi pemerintah. Berikut penjelasannya:
1. Risiko Gagal Bayar
Obligasi dari negara dengan rating AAA memiliki risiko gagal bayar yang sangat rendah. Jadi, cocok untuk investor dengan profil risiko konservatif.
2. Imbal Hasil (Yield)
Ada hubungan terbalik antara risiko dan imbal hasil (yield):
- Rating tinggi → Risiko rendah → Yield rendah
- Rating rendah → Risiko tinggi → Yield tinggi
Investor cenderung memilih antara keamanan (berisiko rendah) dan potensi keuntungan tinggi.
3. Diversifikasi Portofolio
Investor global sering memasukkan obligasi dari berbagai negara untuk menyebar risiko.
4. Likuiditas Pasar
Negara dengan rating tinggi biasanya memiliki pasar obligasi yang lebih likuid.
Baca Juga: Obligasi Pemerintah - Pengertian, Keuntungan, dan Risikonya
Daftar Negara dengan Peringkat Kredit Tertinggi
Melansir dari Investopedia, setidaknya ada 10 negara dengan peringkat kredit tertinggi yang didasarkan pada penilaian ketiga lembaga pemeringkat kredit. Tidak banyak negara yang mampu mempertahankan peringkat kredit tertinggi (AAA). Berikut beberapa negara yang secara konsisten berada di rating AAA per Mei 2025:
- Australia
- Kanada
- Denmark
- Jerman
- Luxembourg
- Belanda
- Norwegia
- Singapura
- Swedia
- Swiss
FYI, Amerika Serikat justru kehilangan peringkat kredit sempurna (AAA) pada Mei 2025. Pihak Moody’s menurunkan peringkat kredit negara AS karena terlalu banyak utang dengan total $36 triliun dan terjadinya inflasi (Investopedia)
Baca Juga: Strategi Laddering Pada Obligasi, Simak Pengertian dan Tipsnya Bagi Pemula
Mau Berinvestasi Pada Obligasi Pemerintah?
Nah, itulah penjelasan tentang apa itu peringkat kredit negara yang merupakan indikator penting yang mencerminkan kemampuan suatu negara dalam membayar utangnya. Bagi investor, khususnya di instrumen obligasi, rating ini menjadi acuan utama dalam menilai risiko dan potensi imbal hasil
Jadi, kamu ingin berinvestasi pada obligasi pemerintah dengan mudah, dapat melalui aplikasi InvestasiKu. Ada banyak pilihan obligasi pemerintah seperti FR0059, FR0064, FR0065, dan lainnya.
Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Investopedia. (2025). Which Countries Hold the Highest Credit Ratings?
Media Keuangan. (2024). Sovereign Credit Rating Harus Bagus, Ini Sebabnya
IDN Financials. (2026). Moody’s Ratings Turunkan Prospek Indonesia dari Stabil Menjadi Negatif
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)