Zaman sekarang semuanya sudah serba digital yang mana mengandalkan jaringan internet dalam penggunaannya. Melansir dari laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menunjukkan kenaikan pengguna internet di Indonesia.
Pada tahun 2025 silam, pengguna internet di Indonesia sudah tembus hingga 229,4 juta jiwa. CNN Indonesia melaporkan bahwa peningkatan terjadi pada tahun 2026 menjadi 81,72% atau naik sekitar 6 juta jiwa.Durasi akses internet rata-rata sekitar 4 sampai 6 jam per hari.
Dari angka tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital memang kian diandalkan oleh masyarakat baik untuk komunikasi hingga aktivitas ekonomi. Alhasil, perusahaan yang bergerak di sektor telekomunikasi berdampak atas fenomena ini.
Saham-saham sektor telekomunikasi pun banyak diincar investor karena produknya yang seolah tak lekang oleh masa. Langsung saja simak apa saja saham sektor telekomunikasi beserta peluang bisnis kedepannya!
Berapa Pengguna Internet Indonesia Tahun 2026?
Pada tahun 2025, pihak Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis laporan tentang jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 229.428.417. Tahun 2026 baru berjalan lima bulan, tetapi APJII merilis kembali survey terbaru terkait jumlah pengguna internet yang naik 6 juta jiwa dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada survey tersebut mecakup perilaku pengguna internet, pola akses digital, tingkat keamanan siber, hingga perkembangan layanan fixed broadband di Indonesia. Nah, dari survey tersebut, tingkat penetrasi internet Indonesia pada tahun 2026 mencapai 235 juta yang mana total populasi negara ini sebanyak 287 juta jiwa.
Secara wilayah, Pulau Jawa menempati peringkat pertama terkait pengguna internet yakni 58,24%. Selanjutnya ada wilayah Kalimantan dengan 6,20%, kemudian ada Sumatera dengan 20,74%, dan seterusnya.
Artinya, internet memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi kehidupan masyarakat kita, apapun status sosialnya. Jika diibaratkan, 8 dari 10 penduduk Indonesia telah memiliki akses internet.
Gen Z dan Gen Alpha menjadi kelompok generasi yang paling dominan dalam penggunaan internet. Wajar saja sebab pertumbuhan dua generasi tersebut memang sejalan dengan perkembangan internet di negara ini. Mayoritas generasi muda ini menggunakan internet untuk mengakses media sosial.
Baca Juga: 42+ Daftar Saham Teknologi di Indonesia yang Cocok Untuk Jangka Panjang
Saham Emiten Telekomunikasi di Indonesia
Saham telekomunikasi adalah saham emiten yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi, dan komunikasi, serta jaringan telekomunikasi.Adapun perusahaan telekomunikasi utama di Indonesia adalah Telkom Indonesia, Indosat, XL Axiata, dan Hutchison 3 Indonesia.
FYI, Telkom Indonesia adalah perusahaan telekomunikasi yang paling besar di Indonesia dan memiliki jaringan telepon dan internet yang luas.
Perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di BEI kebanyakan menyediakan berbagai produk dan jasa seperti:
- Layanan telepon: Layanan telepon dasar seperti panggilan telepon lokal dan internasional, panggilan conference, dan layanan voicemail.
- Layanan internet: Layanan internet termasuk koneksi broadband dan jaringan nirkabel (Wi-Fi) untuk rumah dan bisnis.
- Layanan televisi: Layanan televisi kabel atau satelit yang menyediakan berbagai channel televisi, termasuk channel premium dan siaran langsung.
- Layanan seluler: Layanan seluler yang menyediakan panggilan telepon dan internet mobile melalui jaringan seluler.
- Layanan jaringan: Layanan jaringan termasuk jaringan telepon, internet, dan televisi yang dapat digunakan oleh perusahaan dan organisasi.
- Layanan Cloud: Layanan Cloud menyediakan akses ke data dan aplikasi yang tersimpan di internet, sehingga memungkinkan akses dari mana saja dan kapan saja.
- Layanan Keamanan: Layanan Keamanan meliputi solusi yang digunakan untuk mengamankan jaringan, data, dan sistem perusahaan dari serangan cyber.
Daftar Saham Sektor Telekomunikasi
Setidaknya, di BEI sudah melantai beberapa saham dari perusahaan telekomunikasi yakni ada:
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. - TLKM
- PT Indosat Tbk. - ISAT
- PT XL Axiata Tbk. - EXCL
- PT Jasnita Telekomindo Tbk. - JAST
- PT First Media Tbk. - KBLV
- PT Link Net Tbk. - LINK
- PT Bali Towerindo Sentra Tbk. - BALI
- PT Bakrie Telecom Tbk. - BTEL
- PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk. - CENT
- PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. - GHON
- PT Bangun Sejahtera Tbk. - IBST
- PT LCK Global Kedaton Tbk. - LCKM
- PT Protech Mitra Perkasa Tbk. - OASA
- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. - TBIG
- PT Sarana Menara Nusantara Tbk. - TOWR
- PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. - MTEL
- PT Solusi Tunas Pratama Tbk. - SUPR
Nah, berikut beberapa penjelasan dari emiten sektor telekomunikasi tersebut!
1. Telkom Indonesia (Persero) Tbk - TLKM
- Mulai beroperasi: 1882 (Bagian dari “Post en telefraafdienst”). Tahun 1961 pemerintah mendirikan Pos dan Telekomunikasi Negara (PN Postel)
- IPO: 14 November 1995
- Fokus bisnis: Penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi, termasuk layanan telekomunikasi dasar domestik dan internasional, menggunakan layanan kabel, telepon tetap nirkabel ("CDMA") dan Global System for Mobile Communication ("GSM") serta layanan interkoneksi yang digunakan antara lain Other License Operators ("OLO"). Produknya seperti Telkomsel, Indihome dan T Cash.
Per 25 Mei 2026, harga saham TLKM adalah Rp2,920 per lembar. Untuk tahu harga saham TLKM terbaru, klik di sini.
2. Indosat Tbk - ISAT
- Tahun berdiri: November 1967
- IPO: 19 Oktober 1994
- Fokus bisnis: Penyedia layanan selular, prabayar dan pascabayar, melalui produk merek Indosat Mobile, IM3 yang didukung oleh Indosat dan Indosat Internet, layanan telekomunikasi tetap.
Per 25 Mei 2026, harga saham ISAT adalah Rp2,050 per lembar. Untuk tahu harga saham ISAT terbaru, klik di sini.
3. XL Axiata Tbk - EXCL
- Mulai beroperasi: Oktober 1996
- IPO: 25 September 2005
- Fokus bisnis: Menjadi perusahaan operator telekomunikasi seluler, dan saat ini memegang brand SIM Card terkenal seperti XL dan AXIS.
Per 25 Mei 2026, harga saham ECXL adalah Rp2,750 per lembar. Untuk tahu harga saham ECXL terbaru, klik di sini.
4. Jasnita Telekomindo Tbk - JAST
- Mulai beroperasi: 2014
- IPO: 16 Mei 2019
- Fokus bisnis: JAST bergerak di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi dengan dan tanpa kabel, satelit, internet service provider, portal web dan lain sebagainya.
Per 25 Mei 2026, harga saham JAST adalah Rp82 per lembar. Untuk tahu harga saham JAST terbarunya, klik di sini.
5. First Media Tbk - KBLV
- Mulai beroperasi: 1999
- IPO: 20 Februari 2000
- Fokus bisnis: Penyediaan layanan melalui jaringan komunikasi broadband dan distribusi berbagai sinyal elektronik melalui jaringan.
Per 25 Mei 2026, harga saham KBLV adalah Rp89 per lembar. Untuk tahu harga saham KBLV terbaru, klik di sini.
Sebenarnya, ada juga emiten sektor telekomunikasi PT Smartfren Telecom Tbk. dengan kode FREN, tetapi delisting dari bursa pada April 2025 silam.
Baca Juga: 10 Saham yang Bagus Untuk Jangka Panjang, Pantau Terus Aplikasinya!
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)