SAHAM
 

Saham Konglo: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh Emitennya

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 22 May 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Istilah “saham konglo” merujuk pada saham-saham yang dimiliki atau berada dalam ekosistem bisnis konglomerat besar Indonesia. Mulai dari Grup Salim, Djarum, Sinarmas, hingga CT Corp, saham-saham dari grup tersebut sering menjadi perhatian investor karena berkapitalisasi besar, jaringan bisnis luas, hingga berpengaruh kuat terhadap pergerakan pasar.

Tidak sedikit investor yang menganggap saham konglo sebagai “saham penguasa bursa” karena mayoritas emiten besar di BEI memang berada di bawah kendali kelompok usaha konglomerasi. Selain itu, sejumlah saham konglo juga masuk kategori blue chip dan rutin membagikan dividen.

Simak selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Saham Konglo?

Saham konglo adalah istilah populer yang mengacu pada saham perusahaan milik konglomerat atau grup usaha besar. Kata “konglo” berasal dari kata “konglomerat”.

Jika melihat pada KBBI, “konglomerat” berarti perusahaan besar yang beranggotakan berbagai macam perusahaan dan bergerak dalam bidang usaha yang bermacam-macam. Mulai dari perbankan, properti, energi, infrastruktur, media, telekomunikasi, makanan, hingga teknologi.

Berhubung cakupan bisnisnya luas, maka tentu saja emiten-emiten yang berada di bawah grup konglomerasi sering memiliki aset besar, akses pendanaan kuat, jaringan bisnis luas, likuiditas saham tinggi, dan berpengaruh besar di mata masyarakat. 

Contohnya:

  • saham Grup Salim identik dengan Anthoni Salim,
  • saham Grup Djarum identik dengan keluarga Hartono,
  • saham Grup Sinarmas identik dengan keluarga Widjaja,
  • saham Grup Lippo identik dengan keluarga Riady.

Di pasar saham, nama besar pemilik sering menjadi sentimen tersendiri. Investor percaya bahwa grup konglomerasi memiliki sumber daya besar untuk menjaga ekspansi bisnis dan mempertahankan pertumbuhan perusahaan.

Baca Juga: Konglomerasi di Indonesia - Strategi Diversifikasi Bisnis dalam Satu Entitas Perusahaan dan 10 Contohnya

Karakteristik Saham Konglo

Berikut beberapa ciri umum saham konglo:

1. Memiliki Keterkaitan Antar Emiten

Dalam satu grup konglomerasi biasanya terdapat banyak perusahaan tercatat di BEI. Emiten-emiten tersebut sering memiliki hubungan bisnis, kepemilikan silang, hingga sinergi operasional.

Misalnya pada saham konglo milik Salim Group, saham INDF bergerak sebagai induk usaha makanan, sementara saham ICBP memproduksi mie instan, snack, dan lainnya. Di sisi lain, ada saham SIMP dan LSIP yang bergerak di sektor agribisnis sehingga mampu memasok bahan baku minyak. 

2. Diversifikasi Bisnis Luas

Konglomerat umumnya tidak hanya bermain di satu sektor saja. Mereka memiliki bisnis lintas industri untuk menjaga stabilitas pendapatan. Misalnya pada saham konglo dari CT Corp, ada saham MEGA yang bergerak di sektor perbankan, kemudian ALLO di sektor bank digital. 

Begitu pula dengan saham konglo milik Sinarmas Group yang mana ada saham INKP dan TKIM dengan bisnisnya di sektor pulp & kertas, kemudian ada BSDE di sektor properti. 

3. Kapitalisasi Pasar Besar

Sebagian besar saham konglo masuk kategori big caps atau blue chip. Jika kamu rutin memperhatikan saham-saham yang masuk Indeks LQ45 maupun IDX-30, pasti mayoritas berasal dari grup konglomerasi. 

Misalnya, saham BBCA dari Djarum Group yang masuk ke Indeks LQ45, maupun Indeks IDX-30. Lalu ada juga ICBP dan INDF dari Salim Group yang menjadi saham consumer terbesar di Indonesia dan menjadi penggerak IHSG. 

4. Dipengaruhi Sentimen Grup

Pergerakan satu saham konglo terkadang bisa memengaruhi saham afiliasi lain dalam grup yang sama. Penelitian mengenai holding company di Indonesia juga menunjukkan adanya korelasi harga saham antar perusahaan dalam satu grup.

Hal ini ditunjukkan melalui artikel penelitian berjudul The Stock Price Relationship between Holding Companies and Subsidiaries: A Case study of Indonesia Multiholding Companies, yang mengambil sampel MNC Group dan Elang Mahkota Teknologi Group (EMTEK). 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada tingkat korelasi antara harga saham perusahaan induk dengan anak perusahaannya. Pada EMTEK Group, analisis menunjukkan bahwa pergerakan saham EMTK selaku induk perusahaan berdampak signifikan pada harga saham anak perusahaannya. 

Ada juga contoh lain pada tahun 2018 silam, saat terjadi kasus Meikarta yang menimpa Lippo Group, membuat saham Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) dan Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) mendapatkan sentimen negatif. Melansir dari Kontan, bahkan analis dari suatu sekuritas menyarankan hindari saham konglo tersebut pada saat itu. 

5. Likuiditas Tinggi

Banyak saham konglo aktif diperdagangkan sehingga diminati investor institusi maupun ritel. Contohnya saham BBCA milik Djarum Group yang dikenal sebagai saham konglo paling likuid. 

Melihat dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), ASII rutin masuk jajaran saham dengan frekuensi transaksi dan volume besar. Per April 2026, saham BBCA memiliki kapitalisasi pasar sebesar 713.947.452 (Sumber: IDX)

Apakah Saham Konglo Rajin Membagikan Dividen?

Tidak semua saham konglo rajin membagikan dividen, tetapi banyak emiten konglomerasi memang dikenal royal terhadap pemegang saham. Contoh saham ASII dari Astra Group yang melaksanakan pembayaran dividen interim pada 31 Oktober 2025 dengan harga Rp98 per lembar. 

Berhubung saham konglo itu memiliki dividend yield menarik karena profitabilitas bisnis yang stabil, maka rajin membagikan dividennya. Namun, ada juga saham konglo yang memilih menahan laba demi ekspansi agresif, terutama di sektor teknologi, energi baru, atau infrastruktur digital.

Contoh Saham Konglo di Indonesia

Berikut beberapa grup konglomerasi besar di Indonesia beserta contoh emitennya.

1. Salim Group

Anthoni Salim dikenal sebagai penerus kerajaan bisnis Salim Group yang memiliki bisnis makanan, agribisnis, infrastruktur, hingga teknologi. Berikut daftar saham milik Salim Group:

  1. Indofood Sukses Makmur Tbk. - INDF
  2. Indofood Sukses CBP Makmur Tbk. - ICBP
  3. Salim Ivomas Pratama Tbk. - SIMP
  4. London Sumatra Indonesia Tbk. - LSIP
  5. Medco Energi Internasional Tbk. - MEDC
  6. Bank Ina Perdana Tbk. - BINA
  7. Indomobil Multi Jasa Tbk. - IMJS
  8. Indomobil Sukses Internasional Tbk. - IMAS
  9. Nusantara Infrastructure Tbk. - META
  10. Indoritel Makmur Tbk. - DNET
  11. DCI Indonesia Tbk. - DCII 

Baca Juga: 11 Saham Milik Salim Group, Bukan Hanya Indofood Saja!

2. Djarum Group

Dimiliki keluarga Hartono, Grup Djarum terkenal melalui bisnis rokok, perbankan, dan teknologi digital. Berikut saham milik Djarum Group:

  1. Bank Central Asia Tbk. - BBCA
  2. Sarana Menara Nusantara Tbk. - TOWR
  3. Supra Boga Lestari Tbk. - RANC
  4. Global Digital Niaga Tbk. - BELI
  5. Surya Semesta Internusa Tbk. - SSIA

Baca Juga: 5 Saham Milik Djarum Group, Bukan Hanya BBCA Saja!

3. Sinarmas Group

Eka Tjipta Widjaja membangun Sinarmas menjadi konglomerasi besar di sektor pulp & paper, properti, energi, dan keuangan. Berikut saham milik Sinarmas Group:

  1. Bumi Serpong Damai Tbk. - BSDE
  2. Bank Sinarmas Tbk. - BSIM
  3. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. - INKP
  4. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. - TKIM
  5. Dian Swastatika Sentosa Tbk. - DSSA
  6. Golden Energy Mines Tbk. - GEMS
  7. Puradelta Lestari Tbk. - DMAS
  8. Sinar Mas Multiartha Tbk. - SMMA

Baca Juga: 8 Saham Milik Sinarmas dan Prospek Bisnisnya

4. Lippo Group

Mochtar Riady dikenal melalui bisnis properti, kesehatan, ritel, keuangan, dan teknologi. Berikut daftar saham milik Lippo Group:

  1. Lippo Karawaci Tbk. - LPKR
  2. Siloam International Hospitals Tbk. - SILO
  3. Matahari Department Store Tbk. - LPPF
  4. Multipolar Tbk. - MLPL
  5. Multipolar Technology Tbk. - MLPT
  6. Bank Nationalnobu Tbk. - NOBU
  7. Lippo Cikarang Tbk. - LPCK
  8. Lippo General Insurance Tbk. - LPGI
  9. Matahari Putra Prima Tbk. - MPPA

Baca Juga: 9 Saham Milik Lippo Group yang Melantai di Bursa, Bukan Cuma Siloam Saja!

5. CT Corp

Chairul Tanjung memiliki bisnis di sektor media, keuangan, dan logistik. Berikut daftar saham milik CT Corp:

  1. Bank Mega Tbk. - MEGA
  2. Allo Bank Indonesia Tbk. - BBHI
  3. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. - GIAA

Sebagai catatan, CT Group berinvestasi pada saham GIAA melalui entitas anak perusahaannya yakni PT Trans Airways dengan porsi kepemilikan saham di atas 1,8%. 

6. Astra Group

Astra dikenal sebagai salah satu konglomerasi terbesar Indonesia dengan bisnis otomotif, alat berat, agribisnis, dan infrastruktur. Berikut daftar saham milik Astra Group:

  1. Astra International Tbk. - ASII
  2. United Tractors Tbk. - UNTR
  3. Astra Agro Lestari Tbk. - AALI
  4. Permata Bank Tbk. - BNLI
  5. Astra Graphia Tbk. - ASGR
  6. Acset Indonusa Tbk. - ACST
  7. Astra Otoparts Tbk. - AUTO

Baca Juga: 7 Saham Milik Astra Group dari Berbagai Sektor Bisnis, Apa Saja?

Minat Berinvestasi Saham Konglo?

Nah, dapat disimpulkan bahwa saham konglo adalah saham perusahaan yang dimiliki atau berada dalam jaringan bisnis konglomerat besar. Keunggulan saham konglo terletak pada diversifikasi bisnis, kekuatan modal, jaringannya yang luas, dan potensi potensi pertumbuhan jangka panjang.

Meski begitu, kamu tetap harus mewaspadai risiko tata kelola, kepemilikan terpusat, hingga volatilitas pada saham tertentu. Jangan hanya membeli saham karena nama besar konglomeratnya saja.

Kamu bisa langsung berinvestasi pada saham-saham konglo tersebut melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir sebab aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Sumber:

Aufaristama, M. (2023). The Stock Price Relationship between Holding Companies and Subsidiaries: A Case study of Indonesia Multiholding Companies. arXiv preprint arXiv:2303.07244. 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO