ARTIKEL
 

Daftar Perusahaan Grup Salim Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

BY Josua Lois Sinaga - 11/18/2022 7:19:00 AM - 8 MINS READ

 

Kawan Visto sudah tahu belum, kalau Grup Salim merupakan perusahaan besar, yang punya banyak cabang bisnis dari berbagai sektor yang berbeda-beda. Bahkan, hampir semua perusahaan Grup Salim ini, terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) lho!

Nah, buat kamu yang mengincar saham dari Grup Salim, bisa cek informasi terkait daftar perusahaan Grup Salim yang terdaftar di BEI berikut ini, mulai dari kode saham, laba, hingga harga sahamnya.

 

Daftar Perusahaan Grup Salim Terdaftar di BEI

 

1. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Perusahaan Grup Salim yang terdaftar di BEI yang pertama adalah PT Indofood Sukses Makmur (INDF). Perusahaan dengan kode saham INDF ini, berbeda dengan anak perusahaannya yakni PT Indofood Sukses CBP Makmur, dengan kode saham ICBP.

Untuk saham INDF sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor industri makanan, seperti makanan olahan, bumbu, minuman, kemasan, minyak goreng, pabrik gandum dan pabrik pembuatan karung tepung.

PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini juga merupakan perusahaan sekaligus emiten yang rutin membagikan dividen setiap tahunnya.

IPO Saham INDF: 14 Juli 1994
Jenis Sektor: Industri Makanan Olahan
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp179,3 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp6.500/lembar per 17 November 2022

 

2. PT Indofood Sukses CBP Makmur Tbk (ICBP)

Nah, selanjutnya ada PT Indofood Sukses CBP Makmur Tbk (ICBP) yang juga menjadi perusahaan Grup Salim yang terdaftar di BEI. Kalau INDF lebih emiten yang bergerak di sektor industri makanan, ICBP lebih ke produksi mie instan, seperti Indomie.

Pasalnya, ICBP sendiri memang merupakan anak perusahaan dari Indofood Sukses Makmur (INDF), bahkan porsi kepemilikannya mencapai 80%.

IPO Saham ICBP: 7 Oktober 2010
Jenis Sektor: Industri Makanan
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp110,2 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp9.775/lembar per 17 November 2022

 

Baca juga: Salim Group Ambil Bagian Dari Private Placement BUMI

 

3. PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP)

Perusahaan dari Grup Salim bernama PT Salim Ivomas Pratama Tbk, merupakan perusahaan yang juga terdaftar di BEI, dengan kode saham SIMP. Perusahaan ini merupakan kelompok usaha di bidang agribisnis yang terintegrasi dan terdiversifikasi secara vertikal di Indonesia.

Untuk saham SIMP sendiri, lebih fokus ke pengelolaan kegiatan usaha melalui dua divisi bisnis (Divisi Perkebunan dan Divisi Minyak & Lemak Nabati). Kegiatan utamanya, mulai dari penelitian dan pengembangan, hingga pemuliaan benih bibit.

Bahkan perusahaan ini juga melakukan pembudidayaan, pengolahan, produksi kelapa sawit, sampai memasarkan produk jadinya, seperti minyak goreng, margarin dan shortening. 

IPO Saham SIMP: 9 Juni 2011
Jenis Sektor: Barang Konsumen Primer (IDX IC) - Pertanian
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp 7,4 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp418/lembar per 17 November 2022

 

4. PP London Sumatra Indonesia Tbk - LSIP

Bergerak di sektor industri perkebunan kelapa sawit dan karet, Grup Salim juga punya perusahaan yang tercatat di BEI, yakni PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk, dengan kode saham LSIP.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk sendiri merupakan bagian dari Grup Salim, khususnya anak perusahaan dari PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), yang mulai beroperasi tahun 1963.

Selain minyak kelapa sawit mentah dan karet, perusahaan dengan kode saham LSIP ini, juga memproduksi kakao, teh dan biji-bijian dalam jumlah kecil. Sama seperti saham INDF, LSIP juga rutin membagikan dividen tunai setiap tahunnya.

IPO Saham LSIP: 5 Juli 1996
Jenis Sektor: Consumer Non-Cyclicals
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp4,5 T (2021)
Harga Saham: Rp1.090/lembar per 17 November 2022

 

5. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

Masih berkaitan dengan industri minyak, PT. Medco Energi Internasional Tbk juga menjadi bagian dari Grup Salim, yang terdaftar di BEI dengan kode saham MEDC.

MEDC sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan produksi minyak, dan beroperasi secara komersial pada tanggal 13 Desember 1980.

Tidak hanya minyak bumi, MEDC juga produksi gas bumi dan kegiatan energi lainnya. Di mana perusahaan ini melakukan pengeboran darat maupun lepas pantai, untuk proses produksi.

IPO Saham MEDC: 12 Oktober 1994
Jenis Sektor: Energi
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp 81,1 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp1.160/lembar per 17 November 2022

 

6. PT Bank Ina Perdana (BINA)

Setelah bidang industri pangan dan energy, Grup Salim juga memiliki anak perusahaan yang bergerak di sektor keuangan atau perbankan, yakni PT Bank Ina Perdana Tbk. Perusahaan perbankan ini juga telah terdaftar di BEI, dengan kode saham BINA.

PT Bank Ina Perdana ini memiliki 1 kantor pusat, 11 kantor cabang, 9 kantor cabang pembantu dan 5 kantor kampus. Tertarik untuk beli atau sudah incar saham BINA? Coba cek harganya di sini.

IPO Saham BINA: 16 Januari 2014
Jenis Sektor:
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar):
Harga Saham: Rp3.890/lembar per 17 November 2022

 

7. PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS)

Perusahaan Grup Salim berikutnya yang terdaftar di BEI dan sahamnya bisa beli adalah PT Multi Tambang Abadi. Perusahaan ini berdiri pada tanggal 14 Desember 2004, yang awalnya bergerak di bidang pertambangan dan jasa. 

Namun, perusahaan ini masuk dan menjadi bagian dari Grup Indomobil saat PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, dengan kode saham IMSI. Perusahaan ini juga mengakuisisi saham PT Tritunggal Intipermata sebanyak 90,00%, dan juga PT Indomobil Manajemen Corpora sebanyak 9,99%, pada bulan Januari 2013. 

Setelah bergabung, perusahaan ini menjadi perusahaan yang bergerak di bidang impor dan ekspor kendaraan dan suku cadang. Bahkan, menjadi salah satu grup otomotif terbesar di Indonesia, dan mengubah namanya menjadi PT Indomobil Multi Jasa, seperti yang saat ini tercatat di BEI.

IPO Saham IMJS: 10 Desember 2013
Jenis Sektor: Transportasi
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp3 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp294/lembar per 17 November 2022

 

8. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk - IMAS

Bagi pecinta otomotif, pasti sudah tidak asing lagi dengan PT Indomobil Sukses internasional Tbk (Perseroan), yang ternyata menjadi bagian dari Grup Salim. Perusahaan ini juga merupakan induk dari suatu kelompok usaha otomotif.

Di mana PT Indomobil Sukses Internasional ini memiliki beberapa anak perusahaan, yang bergerak di bidang otomotif  terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini juga berdiri dan berfokus, pada beberapa tanggung jawab, seperti:

Pemegang lisensi merek
Distributor penjualan kendaraan
Layanan purna jual
Jasa pembiayaan kendaraan bermotor
Distributor suku cadang serta usaha pendukung lainnya. 

Selain itu, perseroan melalui anak-anak perusahaannya, memegang beberapa merek otomotif ternama meliputi Audi, Volkswagen, KIA, Nissan, Suzuki, Hino, Volvo Trucks, Volvo Construction Equipment, Volvo Bus, Volvo Penta, SDLG, Renault Trucks, Kalmar, Manitou, John Deere, HIAB, Bandit, dan Mantsinen.

IPO Saham IMAS: 15 November 1993
Jenis Sektor: Transportasi
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp51 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp965/lembar per 17 November 2022

 

9. PT Nusantara Infrastructure Tbk - META

Perusahaan milik Grup Salim yang satu ini bergerak di bidang infrastruktur, yakni PT Nusantara Infrastructure Tbk dengan kode saham META. Perusahaan ini berfokus pada  pengelolaan jalan tol (Tangerang dan Makassar), jasa pelabuhan, jasa telekomunikasi, perdagangan dan konstruksi.

PT Nusantara Infrastructure Tbk sendiri pertama kali dikomersialkan pada tanggal 2 Januari 2000. Setelah itu, Grup Salim mengakuisisi META sejak 2017.

IPO Saham META: 18 Juli 2001
Jenis Sektor: Infrastruktur
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp2,3 T (25 Juli 2022)
Harga Saham: Rp131/lembar per 17 November 2022

 

10. PT Indoritel Makmur Tbk - DNET

Hampir semua bidang atau sektor disabet oleh Grup Salim, di mana ia juga memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, yakni PT Indoritel Makmur Tbk. Perusahaan dengan kode saham DNET ini terlibat dalam bisnis yang berhubungan dengan jasa internet dan juga pengembangan perangkat lunak.

Adapun perusahaan DNET bergerak melalui portal bisnis online ogahrugi.com; dan perusahaan pengembang jaringan serat optik, FiberStar, yang menyediakan infrastruktur komunikasi, dengan jaringan serat optik di seluruh Indonesia.

IPO Saham DNET: 11 Desember 2000
Jenis Sektor: Teknologi (Penyedia Jasa)
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar): Rp985 M (Laba bersih 2021)
Harga Saham: Rp3.690/lembar per 17 November 2022

 

11. PT DCI Indonesia Tbk - DCII

Terakhir ada PT DCI Indonesia TBk dengan kode saham DCII yang juga bergerak di sektor teknologi dan juga penyedia jasa industri, aktivitas penyimpanan data di Server (hosting) dan aktivitas terkait lainnya.

PT DCI Indonesia Tbk sendiri, didirikan pada tanggal 18 Juli 2011. Adapun, perusahaan ini memiliki layanan jasa utama berupa layanan ruang pusat data (colocation). Tidak hanya itu, data centre DCII dibangun di atas lahan seluas 8,5 ha, dengan total daya 300 MW.

Hingga saat ini, perusahaan DCI Indonesia memiliki dua gedung data center, yang terletak di JK1 dan JK2, namun berencana membangun enam data center lagi, hingga JK8, adapun kantor pusatnya ada di Jakarta.

IPO Saham DNET: 6 Januari 2021
Jenis Sektor: Teknologi (Penyedia Jasa)
Nilai Aset (Kapitalisasi Pasar):
Harga Saham DCII: Rp36.775/lembar per 17 November 2022

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK