Suku bunga menjadi salah satu indikator ekonomi paling penting sekaligus sering diperhatikan investor, pelaku bisnis, hingga pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara di dunia menerapkan kebijakan suku bunga rendah, bahkan mendekati nol.
Memangnya, apa arti suku bunga rendah dan bagaimana dampaknya terhadap investasi? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu Suku Bunga?
Melansir dari Bank Indonesia, suku bunga adalah persentase biaya pinjaman yang dihitung dari pokok utang atau tabungan dalam periode tertentu. Tingkatan suku bunga tersebut ditetapkan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral di negara ini sekaligus bagian dari kebijakan moneter.
Setiap bulan, suku bunga akan selalu ada update. Apakah naik, tetap, atau bahkan turun. Pengumuman suku bunga ini diumumkan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) oleh Bank Indonesia.
Berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 April 2026, suku bunga ditetapkan pada level 4,75%.
Dalam konteks peminjaman uang, suku bunga adalah biaya yang harus dibayarkan oleh pihak peminjam kepada pemberi pinjaman dalam jangka waktu tertentu.
Sederhananya, jika suku bunga tinggi → pinjaman mahal, konsumsi dan investasi cenderung turun. Sementara jika suku bunga rendah → pinjaman murah, konsumsi dan investasi meningkat.
Melansir dari artikel jurnal Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Suku Bunga, dan Pajak Terhadap Investasi Asing Langsung, menggarisbawahi bahwa suku bunga menjadi faktor penting dalam keputusan pihak asing untuk berinvestasi di negara ini atau tidak.
Saat terjadi peningkatan suku bunga, justru mengakibatkan investasi akan mengalami penurunan. Pun sebaliknya, jika suku bunga turun maka investasi akan mengalami peningkatan.
Tingkat suku bunga berpengaruh positif terhadap investasi asing karena pasti investor asing tersebut akan menanamkan modal di negara-negara yang membayar pengembalian lebih tinggi dari modal.
Ketika suku bunga naik, maka suku bunga deposito dan kredit yang ada di lembaga perbankan juga ikut naik. Pun sebaliknya, saat suku bunga turun, maka suku bunga deposito dan kredit cenderung turun.
Kenyataannya di lapangan, saat suku bunga turun, maka masyarakat akan banyak yang meminjam uang di bank baik khususnya untuk pengembangan usaha. Sebaliknya, kalau suku bunga naik, maka masyarakat akan mikir-mikir untuk meminjam uang di bank.
Baca Juga: Negara dengan Peringkat Kredit Tertinggi dan Dampaknya Bagi Investor Obligasi
Negara dengan Suku Bunga Terendah di Dunia
Beberapa negara dikenal memiliki suku bunga sangat rendah, bahkan mendekati nol atau negatif. Kebijakan ini biasanya diterapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Melansir Trading Economics, daftar negara dengan suku bunga terendah terbagi berdasarkan seluruh dunia, wilayah Eropa, Amerika, Asia, Afrika, Australia, dan G20. Berikut negara dengan suku bunga terendah di dunia:
1. Swiss - 0%
Swiss adalah negara dengan suku bunga rendah, yakni 0%. Bank sentral di Swiss sengaja mengambil kebijakan tersebut untuk memerangi inflasi yang mana targetnya adalah kurang dari 2%.
2. Fiji - 0,25%
Bank sentral di Fiji turut menurunkan suku bunga hingga 0,25%, khususnya pada Maret 2020 untuk mendorong perekonomian saat pandemi Covid-19 silam. Angka tersebut masih bertahan hingga 2026 ini.
3. Jepang - 0,75%
Pada Desember 2025, bank sentral di Jepang memberlakukan suku bunga menjadi 0,75% dan mempertahankan angka tersebut hingga Maret 2026 silam.
FYI, perekonomian Jepang justru melemah sejak tahun 1990-an. Upaya menurunkan suku bunga ini diharapkan mampu memerangi inflasi supaya mencapai stabilitas perekonomian di angka 2%.
4. Thailand - 1,00%
Pada pertemuan April 2026, bank sentral di Thailand mempertahankan suku bunga pada angka 1%. Melansir dari Trading Economics, pertumbuhan ekonomi Thailand diproyeksikan akan moderat menjadi 1,5 pada 2026 ini.
5. Denmark - 1,60%
Tingkat suku bunga di Denmark pada tahun 2026 ini mencapai 1,60%. Angka tersebut berhasil turun sejak tahun 1987 yang mana berada di rata-rata 3,13%.
Melansir dari Trading Economics, tujuan bank sentral Denmark memberlakukan kebijakan tersebut adalah untuk menjaga nilai tukar Euro dalam kisaran 2,25% di atas.
Apakah Suku Bunga Berpengaruh pada Investasi?
Tentu saja suku bunga berpengaruh pada investasi. Hal ini disampaikan juga pada artikel jurnal Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Suku Bunga, dan Pajak Terhadap Investasi Asing Langsung yang menyimpulkan bahwa semakin tinggi suku bunga di suatu negara, maka akan semakin kecil keinginan investor untuk menanamkan modalnya.
Yap, suku bunga memang menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah investasi, baik di pasar saham, obligasi, maupun properti.
1. Pengaruh terhadap Saham
Ketika suku bunga rendah, maka akan terjadi hal-hal berikut:
- Biaya pinjaman perusahaan turun
- Laba berpotensi meningkat
- Harga saham cenderung naik
Investor juga cenderung beralih dari deposito ke saham karena return deposito menjadi lebih kecil.
2. Pengaruh terhadap Obligasi
Hubungan suku bunga dan obligasi bersifat terbalik, yakni:
- Suku bunga turun → harga obligasi naik
- Suku bunga naik → harga obligasi turun
Obligasi menjadi lebih menarik saat suku bunga rendah karena investor mencari yield yang lebih tinggi.
3. Pengaruh terhadap Properti
Suku bunga rendah justru membuat beberapa hal berikut ini:
- Kredit rumah lebih murah
- Permintaan properti meningkat
- Harga properti naik
4. Pengaruh terhadap Nilai Tukar
Suku bunga rendah cenderung melemahkan mata uang karena investor akan mencari imbal hasil lebih tinggi di negara lain. Alhasil, arus modal keluar malah meningkat.
Baca Juga: Kepmen ESDM Nomor 144/2026 Ubah Harga Patokan Mineral, Bagaimana?
Mau Berinvestasi Saat Suku Bunga Turun?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja negara dengan suku bunga terendah yang biasanya kebijakan tersebut diterapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mengatasi deflasi, atau menjaga stabilitas keuangan.
Lantas, apakah suku bunga rendah itu artinya bagus? Jawabannya Tidak selalu. Meskipun terlihat menguntungkan, suku bunga rendah juga memiliki sisi negatif seperti menandakan ekonomi negara tengah bermasalah. Dengan kata lain, suku bunga rendah adalah “pedang bermata dua”.
Nah, kamu bisa berinvestasi saat suku bunga tidak terlalu tinggi yakni di angka 4,75%. Ada banyak instrumen investasi yang bisa kamu pilih seperti saham, obligasi, atau reksa dana.
Sekarang ini, investasi semakin mudah melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Bank Indonesia. (2024). Memahami Suku Bunga Acuan BI: Kunci Ambil Keputusan Keuangan yang Tepat.
Investopedia. (2026). The 5 Countries With the Lowest Interest Rates.
Business Day. (2025). Top 10 Countries with Lowest Interest Rates for Business & Investment in 2025.
Trading Economics. Interest Rate - List Country.
Dewi, P. K., & Triaryati, N. (2015). Pengaruh pertumbuhan ekonomi, suku bunga dan pajak terhadap investasi asing langsung (Doctoral dissertation, Udayana University).
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)