ARTIKEL
 

Jangan Denial! Ini 7 Kesalahan Trader Paling Sering Dilakukan

by Estrin Vanadianti Lestari - 17 Nov 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Investasi dan trading saham, merupakan dua kegiatan yang berbeda, di mana investasi merupakan penanaman modal jangka panjang, sedangkan trading jangka pendek.

Trading saham sendiri, menjadi kegiatan investasi yang sejalan dengan tingkat risikonya. Semakin tinggi risiko semakin banyak keuntungan, begitupun sebaliknya.

 

Dampak Kesalahan Trader

Jadi, jika kamu sudah mengetahui akan hal tersebut, maka penting untuk melakukan trading saham yang terencana dengan baik, mulai dari pemilihan analisis, strategi, metode, dan lainnya.

Karena, tidak sedikit kesalahan trader yang masih dilakukan, apalagi bagi para pemula. Pasalnya kesalahan trader tersebut bisa berdampak kerugian.

Meski kesalahan dalam trading adalah hal wajar, namun seharusnya hal tersebut bisa diminimalisir, demi keuntungan yang lebih banyak. Pasalnya, modal yang sudah kamu keluarkan, akan menyusut dan terbuang sia-sia.

Kira-kira kesalahan trader apa saja, yang masih sering terjadi? Yuk, intip di sini, agar Kawan Visto juga bisa belajar dan menghindarinya.


7 Kesalahan Trader

 

1. Tidak Paham Menggunakan Analisis Fundamental & Teknikal

Kesalahan trader yang pertama adalah tidak paham menggunakan analisis wajib, saat trading saham, yakni analisis fundamental dan teknikal. Pasalnya, kedua analisis tersebut, bisa membantu kamu dalam memutuskan membeli atau menjual saham.

Dari analisis fundamental kamu bisa melihat kredibilitas perus ahaan emiten, dan analisis teknikal bisa digunakan sebagai strategi untuk melihat tren grafik saham.

Di sini, para trader pemula biasanya akan lebih ikutan-ikutan, mudah tergoda dengan keuntungan besar, profit cepat, dan lainnya. Sehingga mereka lebih tidak peduli dengan kedua analisis tersebut.

Padahal keuntungan dan kerugian, juga bisa dilihat dari kondisi internal dan eksternal perusahaan emiten itu sendiri, dan bisa menjadi pemicu harga sahamnya juga.

 

Baca juga: Cara Belajar Saham dari Nol

 

2. Tidak Bisa Kontrol Diri 

Seperti yang diketahui, bahwa trading saham adalah kegiatan saham jangka pendek, atau biasa disebut scalping, dan hal tersebut pun cukup menggiurkan.

Namun, untuk para trader pemula, scalping mungkin menjadi hal sangat berisiko. Karena trading jangka pendek, bisa menguras waktu, energi, dan memiliki risiko tinggi, karena fluktuasi keuangan di pasar modal yang super cepat.

Sehingga, dalam melakukan trading saham, sebaiknya kamu perlu mengontrol diri. Mengapa? Agar kamu tetap bisa melakukan transaksi di momen yang tepat, dan bisa mengurangi risiko kerugian.

Nah, untuk kamu trader pemula, penting untuk memiliki rasa kesabaran yang tinggi.

 

3. Mengabaikan Portofolio

Kesalahan trader yang berikutnya adalah mengabaikan portofolio, padahal trader harus rajin-rajin memonitor portofolio saham yang kamu miliki, berapapun besarnya.

Untuk apa portofolio dalam proses trading saham? Portofolio bertujuan untuk menunjukkan bahwa riwayat saham yang kamu miliki, kinerjanya semakin bagus. Selain itu, kamu juga bisa menambah portofolio sehingga keuntungannya semakin baik.

Akan tetapi, jika harga saham sedang turun, maka kamu tidak akan terlambat mengambil keputusan untuk menjualnya.

 

4. Trader Takut Rugi dan Terlalu Berani

Takut rugi boleh dan wajar, tapi kalau terlalu takut rugi atau bahkan terlalu berani dalam berinvestasi saham, juga tidak baik. Pasalnya, salah satu kebiasaan trader yang keliru adalah suka mencairkan profit kecil-kecilan.

Selain itu, trader kadang juga takut untuk rugi, untuk melakukan cut loss pada saham-saham yang nyatanya terus tenggelam.

Di sini kamu sebagai trader juga harus memahami jika harga saham kamu, tiba-tiba turun drastis, sehingga kamu harus menjualnya jika tidak ingin semakin rugi.

 

Baca juga: Strategi Trading Saat Saham Sedang Sideways

 

5. Trader Tidak Melakukan Diversifikasi Investasi

Kita semua tahu, bahwa setiap instrumen investasi pastinya memiliki risikonya berbeda-beda. Nah, jika kamu hanya terpaku pada satu saham tentu saja, maka hal tersebut sangat berbahaya.

Mengapa? Karena hal tersebut bisa meningkatkan risiko kehilangan nilai, atau tiba-tiba anjlok ketika harga saham tiba-tiba sedang turun. Sedangkan kamu, tidak memiliki saham atau investasi lain yang bisa diharapkan. 

Nah, disini diversifikasi investasi di berbagai instrumen investasi, bisa diterapkan bahkan penting untuk dilakukan. Tujuannya, jika ada salah satu investasi kamu yang gagal, maka kamu masih memiliki instrumen investasi lain, sehingga modal kamu tidak habis semua.

 

6. Beli Saham Gorengan dan Terjebak

Kesalahan trader yang selanjutnya adalah terlalu tergiur dengan saham murah, alias saham gorengan. Mungkin maksud trader adalah untuk bisa mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya, dari membeli saham murah.

Ketika kamu berhasil mendapat keuntungan dari beli saham murah, mungkin akan menjadi  kebanggaan tersendiri. Tapi, ada fakta di balik membeli saham murah atau saham gorengan, salah satunya adalah saham tersebut tidak memiliki fundamental yang bagus, atau datang dari perusahaan yang kurang bagus. 

Hal ini mungkin akan menarik perhatian para trader pemula, di mana mereka mengincar keuntungan dari capital gain. Tapi, perlu kamu ketahui bahwa return of investment (ROI), tidak tergantung pada berapa banyak jumlah lembar saham yang kita miliki.

Jika kamu sudah terjebak, tapi harga saham malah semakin anjlok, kamu tentu akan semakin rugi. Jika tidak cut loss sekarang juga, kamu bisa nyangkut dalam jangka waktu yang tidak bisa dipastikan.

 

Baca juga: Cara Agar Tidak Diguyur Bandar

 

7. Mudah Terpengaruh dan Panik

Kesalahan trader yang terakhir adalah sangat mudah terpengaruh dan panikan. Seperti yang diketahui bahwa harga saham, sangat dipengaruhi adanya informasi terkait perusahaan atau emiten terkait.

Tidak hanya itu, informasi yang datang dari banyak figur tertentu, juga bisa menciptakan arus yang bisa memberikan opini, untuk membeli saham tertentu. Jika hal tersebut terjadi, diharapkan kamu tidak mudah terpengaruh dan panik. Apalagi banyak orang yang ikut-ikutan beli saham tersebut.

Padahal, fundamentalnya juga belum tentu bagus, dan kamu malah terjebak dalam keadaan panic selling. Nah, kondisi panic selling ini merupakan peristiwa yang terjadi karena investor panik, dan merasa takut tertinggal akan harga saham yang jatuh.

Nah, itu dia beberapa kesalahan trader yang bisa kamu hindari. Kamu bisa belajar banyak hal dari kasus-kasus tersebut, untuk tidak mengulanginya.

Terlebih, pilih juga platform saham online yang kredibel dan cocok untuk trader pemula, seperti InvestasiKu! Segera download InvestasiKu, karena kamu bisa mulai trading mulai dari Rp100 ribu.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa dapat poin dari setiap transaksi saham di InvestasiKu!

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO