SAHAM
 

Daftar Saham Indeks Kompas100 - Update Februari 2026

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 02 Mar 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Salah satu indeks saham yang memuat banyak daftar saham dengan kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, dan fundamental yang baik adalah Indeks Kompas 100. 

Sesuai namanya, tentu saja hanya ada 100 saham terpilih saja yang masuk daftar Indeks Kompas 100 dan diluncurkan oleh BEI bekerja sama dengan Kompas Gramedia. Yuk, simak apa saja daftar saham yang masuk Indeks Kompas 100 ini. 

Apa Itu Indeks Kompas100?

Indeks Kompas100 adalah indeks di Bursa Efek Indonesia yang memuat 100 saham, berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Group. Eksistensi indeks ini ada sejak Agustus 2007. 

Sejumlah 100 saham yang masuk ke daftar Indeks Kompas100 ini memiliki likuiditas tinggi, nilai kapitalisasi pasar yang besar, sekaligus fundamental dan kinerja yang baik. 

Adanya indeks ini dapat menjadi acuan terutama investor baru dalam melihat ke arah mana pasar bergerak dan kinerja portofolio investasinya. Selain itu, daftar saham yang masuk indeks ini juga selalu dievaluasi dan diperbaharui secara berkala. Evaluasi biasanya dilakukan setiap enam bulan oleh BEI agar tetap relevan dengan kondisi pasar terbaru

Dalam pemilihan saham untuk masuk ke dalam Kompas100, BEI menggunakan sejumlah kriteria utama agar saham yang terpilih bukan hanya populer, tetapi juga mewakili pasar yang sehat dan aktif. Berikut aspek-pentingnya:

1. Kapitalisasi Pasar 

Saham yang memiliki kapitalisasi besar dan bagian saham yang mudah diperdagangkan (free-float) tinggi biasanya lebih dipertimbangkan karena memberikan representasi yang baik.

2. Likuiditas Tinggi

Agar saham tersebut dapat diperjualbelikan dengan mudah baik oleh investor ritel maupun institusi, likuiditas tinggi menjadi kriteria penting.

3. Fundamental Emite­n yang Layak

Jika emiten tersebut memiliki likuiditas tinggi, dan nilai kapitalisasi pasar yang besar, maka disebut fundamental perusahaan mereka layak. Jadi, kinerja keuangan perusahaan berjalan wajar, tidak hanya populer sesaat saja. 

Baca Juga: Katalis Saham - Pengertian, Dampak, dan Contoh Sahamnya

Daftar Saham Pada Indeks Kompas100 (November 2025) 

Pihak BEI sudah update daftar saham pada Indeks Kompas100 untuk periode 2 Februari sampai 31 Juli 2026. Apakah saham favoritmu ada di daftar ini?

No.

Kode Saham

Rasio Free Float

Sektor

1

AADI

18,81%

Pertambangan batu bara

2

ACES

39,99%

Perlengkapan Rumah Tangga

3

ADMR

11,97%

Energi

4

ADRO

28,67%

Energi

5

AKRA

32,64%

Energi

6

AMMN

18,69%

Barang Baku

7

AMRT

41,72%

Barang Konsumen Primer

8

ANTM

34,84%

Pertambangan

9

ARCI

15,84%

Pertambangan

10

ARTO

26,93%

Teknologi Finansial

11

ASII

44,30%

Industri Alat Berat

12

BBCA

42,74%

Keuangan

13

BBNI

39,27%

Keuangan

14

BBRI

46,04%

Keuangan

15

BBTN

40,26%

Keuangan

16

BBYB

52,18%

Keuangan

17

BKSL 23,40% Properti & Real Estate

18

BMRI

37,47%

Keuangan

19

BREN 12,30% Infrastruktur

20

BRIS

9,25%

Keuangan Syariah

21

BRMS

46,83%

Pertambangan

22

BRPT

27,20%

Barang Baku Bahan Kimia

23

BSDE

27,50%

Properti & Real Estate

24

BTPS

30,30%

Keuangan

25

BUKA

43,40%

E-Commerce

26

BULL 59,42% Pelayaran & Logistik

27

BUMI

32,53%

Pertambangan Batu Bara

28

BUVA 37,69% Barang Konsumen Non-Primer

29

CBDK 12,73% Properti & Real Estate

30

CMRY

18,50%

Barang Konsumen Primer

31

CPIN

34,14%

Barang Konsumen Primer

32

CTRA

42,84%

Properti

33

CUAN

15,90%

Energi

34

DEWA

63,08%

Teknologi

35

DSNG

32,43%

Industri

36

DSSA

20,42%

Teknologi

37

ELSA

42,59%

Teknologi

38

EMTK

26,96%

Media & Hiburan

39

ENRG

44,60%

Energi

40

ERAA

43,62%

Barang Konsumen Non Primer

41

ESSA

53,95%

Barang Baku

42

EXCL

30,57%

Telekomunikasi

43

FILM

32,55%

Media & Hiburan

44

GOTO

76,92%

Teknologi

45

HEAL

53,39%

Kesehatan

46

HMSP

7,50%

Barang Konsumen Primer (Rokok)

47

HRTA 28,46% Barang Konsumen Non-Primer

48

HRUM

17,18%

Energi

49

ICBP

19,47%

Barang Konsumen Primer (Pangan)

50

IMPC 24,89% Industri

51

INCO

20,40%

Pertambangan Nikel

52

INDF

48,24%

Barang Konsumen Primer (Pangan)

53

INDY

28,45%

Industri (Semen)

54

INET

44,05%

Infrastruktur

55

INKP

39,65%

Industri (Kertas & Pulp)

56

INTP

40,37%

Industri (Semen)

57

ISAT

16,33%

Telekomunikasi

58

ITMG

34,20%

Pertambangan Batu Bara

59

JPFA

41,03%

Barang Konsumen Primer (Pangan)

60

JSMR

25,18%

Industri (Konstruksi Jalan Tol)

61

KIJA

55,47%

Properti & Real Estate

62

KLBF

38,39%

Kesehatan

63

KPIG

64,07%

Properti & Real Estate

64

MAPA

30,70%

Barang Konsumen Non Primer (Retail Pakaian)

65

MAPI

49,00%

Barang Konsumen Non Primer

66

MBMA

26,77%

Barang Baku

67

MDKA

47,78%

Pertambangan 

68

MEDC

23,44%

Energi 

69

MIKA

16,64%

Barang Konsumen Non Primer (Kosmetik)

70

MTEL

13,99%

Telekomunikasi

71

MYOR

14,74%

Barang Konsumen Primer (Pangan)

72

NCKL

10,44%

Industri Aluminium

73

PANI

15,91%

Teknologi

74

PGAS

43,03%

Energi 

75

PGEO

10,91%

Energi

76

PNLF

31,82%

Barang Konsumen Non Primer

77

PSAB 7,50% Pertambangan

78

PTBA

32,76%

Pertambangan Batu Bara

79

PTRO

29,17%

Energi

80

PWON

30,92%

Properti & Real Estate

81

RAJA

24,85%

Barang Konsumen Non Primer

82

RATU 31,22% Energi

83

SCMA

14,93%

Media

84

SGER 20,80% Pertambangan Batu Bara

85

SIDO

20,20%

Barang Konsumen Primer (Farmasi)

86

SMGR

48,53%

Industri Semen

87

SMIL 15,40% Industrial (Persewaan forklift)

88

SMRA

47,25%

Properti & Real Estate

89

SSIA

55,00%

Properti & Real Estate

90

TAPG

12,29%

Pertambangan

91

TCPI

20,00%

Industri

92

TINS

34,96%

Pertambangan Timah

93

TLKM

47,21%

Telekomunikasi

94

TOBA 29,21% Energi

95

TOWR

32,82%

Telekomunikasi

96

TPIA

10,66%

Industri 

97

UNTR

35,15%

Industri Alat Berat 

98

UNVR

14,05%

Barang Konsumen Primer 

99

WIFI 40,02% Teknologi

100

WIRG 93,89% Teknologi

*klik kode saham untuk tahu harga saham terbaru.

Dari indeks Kompas100 periode sebelumnya, sejumlah 17 emiten keluar dan digantikan oleh emiten baru. Ke-17 emiten yang keluar dari Indeks Kompas100 periode sebelumnya adalah ASRI, AUTO, AVIA, BFIN, BNGA, CLEO, GGRM, GJTL, LSIP, MNCN, NISP, PNBN, PTPP, SMDR, SRTG, STAA, dan TKIM. 

Mau Return dari Saham Indeks Kompas100?

Nah, itulah penjelasan tentang apa saja 100 saham yang masuk daftar Indeks Kompas100. Mayoritas saham dalam daftar tersebut adalah yang memiliki likuiditas tinggi dan fundamental keuangan perusahaan yang baik. 

Sejumlah 100 saham tersebut dapat kamu investasikan melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga legal dan terpercaya. 

Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO