Jujur saja, ketika berinvestasi saham pasti kamu mengincar dividennya. Tenang saja, itu hal wajar kok sebab memang dividen ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor yang memang menjadikan saham sebagai sumber passive income.
Dari 957 saham yang melantai di BEI, ada banyak emiten yang membagikan dividen lebih dari sekali selama setahun, baik itu interim maupun final. Pada 2025 kemarin aja, deretan saham sektor perbankan, pertambangan, dan consumer goods rutin membagikan dividen 2 hingga 3x setahun.
Langsung saja simak apa saja saham yang bagi dividen lebih dari sekali selama setahun berikut ini!
1. BBRI – Bank Rakyat Indonesia
Sektor: Perbankan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) termasuk salah satu saham yang terkenal selalu membagikan dividen dua kali setahun, yaitu interim dan final. Pada 30 Desember 2025, BBRI mengumumkan pembagian dividen interim dengan harga Rp137 per lembar yang dibagikan pada 15 Januari 2026 silam.
Berikut tabel pembagian dividen BBRI selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
15 Januari 2025 |
Rp135 |
|
Final |
23 April 2025 |
Rp208.4 |
Beberapa produk yang dikenal dari BBRI adalah layanan kredit UMKM, BRImo, Simpedes, dan lainnya. Per 6 Maret 2026, harga saham BBRI adalah Rp3,750. Klik di sini untuk tahu harga saham BBRI terbaru.
2. BBCA – Bank Central Asia
Sektor: Perbankan
Saham yang sering bagi dividen selanjutnya adalah BBCA yang bergerak di sektor perbankan. Sebagai salah satu saham blue chip, tentu saja Bank BCA konsisten membagikan dividen dua kali setahun, yakni interim dan final.
Berikut tabel pembagian dividen BBCA selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
22 Desember 2025 |
Rp55 |
|
Final |
11 April 2025 |
Rp250 |
*Pada 11 April 2025, BBCA membagikan dividen final dari tahun 2024 silam.
Beberapa layanan BBCA yang terkenal selain pelayanannya ramah adalah produk-produk Tahapan BCA, KlikBCA, dan BCA Mobile dengan tampilan pengguna sederhana. Per 6 Maret 2026, harga saham BBCA adalah Rp7,100. Klik di sini untuk tahu harga saham BBCA terbaru.
Baca Juga: Daftar Saham Indeks MNC36 (Update Februari 2026)
3. GEMS – Golden Energy Mines
Sektor: Pertambangan Batu Bara
GEMS dikenal sebagai salah satu saham yang rajin membagikan dividen beberapa kali dalam setahun seperti interim dan final plus dividen lainnya. Pada tahun 2024 saja, GEMS sudah membagikan 3x dividen interim dan 1x dividen final.
Berikut tabel pembagian dividen GEMS selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
5 Juni 2025 |
Rp309.15 |
|
Interim |
24 April 2025 |
Rp227 |
Berhubung GEMS bergerak di sektor pertambangan, maka produknya tentu berupa batu bara thermal yang kemudian diekspor ke China, India, dan Thailand. Per 6 Maret 2026, harga saham GEMS adalah Rp8,600. Klik di sini untuk tahu harga saham GEMS terbaru.
4. UNVR – Unilever Indonesia
Sektor: Barang Konsumen (Consumer Goods)
Unilever Indonesia (UNVR) dikenal sebagai saham defensif yang sering membagikan dividen dua kali setahun dengan kombinasi interim dan final, terutama dari tahun 2019 sampai 2025.
Berikut tabel pembagian dividen UNVR selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
30 Desember 2025 |
Rp87 |
|
Final |
2 Juli 2025 |
Rp47 |
*Pada 2 Juli 2025, UNVR membagikan dividen final dari tahun 2024 silam.
Berhubung produk-produk UNVR merupakan barang-barang kebutuhan sehari-hari yang sering digunakan masyarakat, maka tentu saja arus kas dividen dari bisnis ini stabil. Sebut saja merek Pepsodent, Bango, Sunsilk, Rexona, hingga Vaseline itu merupakan produk dari Unilever Indonesia.
Per 6 Maret 2026, harga saham UNVR adalah Rp1,990. Klik di sini untuk tahu harga saham UNVR terbaru.
5. ASII – Astra International
Sektor: Multisektor
Astra International (ASII) yang merupakan perusahaan konglomerasi jelas saja rutin membagikan dividen dua kali setahun, yakni dividen interim dan dividen final. Berikut tabel pembagian dividen ASII selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
31 Oktober 2025 |
Rp98 |
|
Final |
5 Juni 2025 |
Rp308 |
*Pada 5 Juni 2025, ASII membagikan dividen final dari tahun 2024 silam.
Astra International ini bergerak di berbagai sektor sehingga sering disebut sebagai perusahaan multisektor. Sebut saja ada otomotif dengan merek Toyota, jasa keuangan dengan merek Danamon, hingga agribisnis dengan produksi kelapa sawit di Sumatera dan Kalimantan.
Per 6 Maret 2026, harga saham ASII adalah Rp6,325. Klik di sini untuk tahu harga saham ASII terbaru.
Baca Juga: 32 Anak Perusahaan Astra - Lengkap dan Terbaru (2026)
6. ADRO – Adaro Energy Indonesia
Sektor: Energi
Saham sektor energi yang membagikan saham dua kali setahun ada dari Adaro Energy Indonesia dengan kode saham ADRO. Pada 15 Januari 2026 kemarin, ADRO telah membagikan dividen interim dengan harga Rp145.14 per lembar sahamnya.
Berikut tabel pembagian dividen ASII selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
15 Januari 2025 |
Rp106.84 |
|
Final |
26 Juni 2025 |
Rp166.69 |
Merek produk batu bara dari ADRO yang terkenal adalah Envirocoal dengan kadar polutan dan nitrogen terendah di pasar dunia. Per 6 Maret 2026, harga saham ADRO adalah Rp2,430. Klik di sini untuk tahu harga saham ADRO terbaru.
9. AKRA - Akr Corporindo Tbk.
Sektor: Energi dan Logistik
Saham yang membagikan dividen dua kali setahun juga ada dari Akr Corporindo Tbk. dengan kode saham AKRA. Pada 2023 silam, AKRA bahkan sempat membagikan 2x dividen interim dan 1x dividen final.
Berikut tabel pembagian dividen AKRA selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
19 Agustus 2025 |
Rp50 |
|
Final |
22 Mei 2025 |
Rp50 |
*Pada 22 Mei 2025, AKRA membagikan dividen final dari tahun 2024 silam.
Sebagai perusahaan energi dan logistik, AKRA turut berkontribusi dalam memasok pelumas Castrol. Per 6 Maret 2026, harga saham AKRA adalah Rp1,265. Klik di sini untuk tahu harga saham AKRA terbaru.
10. BSSR - Baramulti Suksessarana Tbk.
Sektor: Pertambangan
BSSR sempat menjadi saham yang membagikan dividen empat kali setahun yang bergerak di sektor pertambangan batu bara. Pada tahun 2022 saja, BSSR membagikan 3x dividen interim dan 1x dividen final. Sementara pada tahun-tahun selanjutnya pun dividen BSSR dibagikan tiga kali selama setahun.
Pada 15 Januari 2026 kemarin, BSSR telah membagikan dividen interim dengan harga Rp127.414 per lembar sahamnya. Berikut tabel pembagian dividen BSSR selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
15 Januari 2025 |
Rp154.39 |
|
Final |
2 Juli 2025 |
Rp123.82 |
|
Interim |
21 November 2025 |
Rp222.85 |
Per 6 Maret 2026, harga saham BSSR adalah Rp3,960. Klik di sini untuk tahu harga saham BSSR terbaru.
11. AVIA - Avia Avian Tbk.
Sektor: Barang Baku
Saham AVIA yang terkenal dengan merek cat Avitex dan Avian ini turut menjadi saham yang membagikan dividen dua kali setahun. Pada 2022 silam, AVIA sempat membagikan 2x dividen yakni tahunan dan interim.
Berikut tabel pembagian dividen AVIA selama tahun 2025.
|
Dividen |
Periode Pembayaran |
Harga per lembar |
|
Interim |
30 April 2025 |
Rp11 |
|
Interim |
20 November 2025 |
Rp11 |
Per 6 Maret 2026, harga saham AVIA adalah Rp414. Klik di sini untuk tahu harga saham AVIA terbaru.
Baca Juga: 70 Emiten yang Delisting Pada 2025, Ada Apa Saja?
Mau Dapat Dividen Saham?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja deretan saham yang membagikan dividen dua kali atau bahkan lebih selama setahun. Di Indonesia, saham-saham sektor perbankan dan pertambangan memang sudah terkenal akan rutinnya pembagian dividen kepada para investor.
Agar tidak sekadar ikut tren, pertimbangkan hal berikut saat memilih saham dividen, seperti konsistensi pembagian dividen per tahun hingga kekuatan fundamental perusahaan berupa arus kas positif dan labanya.
Semua saham-saham di atas bisa kamu investasikan melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)