SAHAM
 

Daftar Saham Indeks Growth 30 (Update Februari 2026)

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 27 Feb 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Bursa Efek Indonesia punya banyak indeks yang mengukur statistika pergerakan harga saham sesuai kriteria tertentu. Salah satunya IDX30 atau Indeks Growth 30. 

Sesuai namanya, indeks ini bertujuan untuk mengukur kinerja harga saham dari 30 emiten di pasar saham Indonesia yang memiliki tren pertumbuhan (growth) relatif kuat. Pertumbuhan ini dilihat dari segi pendapatan (revenue) maupun laba bersih (net profit), serta didukung oleh likuiditas transaksi yang baik. 

Langsung simak aspek apa saja yang dinilai dalam IDX Growth 30 dan daftar sahamnya selama periode Februari sampai April 2026.

Apa Itu IDX Growth 30?

Sesuai namanya, IDX Growth 30 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham dengan tren pertumbuhan laba bersih, likuiditas transaksi, dan kinerja keuangan yang baik. Jadi, memang hanya ada 30 saham saja pada daftar ini. 

Indeks G30 ini biasanya jadi referensi bagi investor yang memang ingin berinvestasi dalam likuiditas tinggi. Emiten yang ada di daftar indeks ini terdiri dari 30 saham unggulan yang ada di Indeks LQ45. 

Penghitungan IDX30 ini menggunakan pasar cap free-float (mengambang bebas) yang dibatasi metode penimbangan kapitalisasi dengan menggunakan pembatasan saham di indeks tertinggi 15% pada waktu evaluasi.

Jadwal evaluasi Indeks G30 dilakukan pada bulan April dan Oktober, kemudian baru diberlakukan secara efektif pada hari ketiga di bulan Mei dan November. Jadi, pada November 2025 ini akan ada update terbaru dari daftar IDX G30. 

Bagi kamu investor pemula, sering-sering saja menyimak daftar saham IDX30 ini karena bisa menjadi benchmark terutama jika kamu memang mengincar saham-saham dengan potensi pertumbuhan tinggi di pasar Indonesia.

Banyak pihak seperti investor, manajer investasi, dan analis pasar menggunakan IDX Growth30 untuk beberapa hal berikut:

  • Sebagai dasar untuk produk investasi, seperti reksa dana indeks atau ETF yang melacak kinerja indeks ini.
  • Membantu investor memahami segmen pasar saham yang “pertumbuhan” (growth) dibandingkan hanya “value” atau “dividen tinggi”.
  • Memudahkan pelacakan kinerja kelompok saham-pertumbuhan dalam satu wadah indeks terukur.

Baca Juga: 35+ Harga Saham Termahal 2025, Yuk Intip Apa Saja!

Aspek-Aspek yang Dinilai dalam IDX Growth 30

Tidak semua emiten saham bisa masuk ke daftar Indeks Growth 30 ini. Dalam pemilihannya, terdapat beberapa kriteria kunci yang digunakan oleh BEI untuk memastikan bahwa emiten tersebut memang benar-benar menunjukkan karakteristik “growth” dan likuiditas yang memadai. 

1. Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih

Emiten harus menunjukkan tren kenaikan pendapatan maupun laba bersih yang konsisten, atau potensi pertumbuhan yang signifikan. Itulah mengapa disebut sebagai “growth”. 

2. Likuiditas Transaksi

Untuk memastikan indeks dapat merepresentasikan pasar yang aktif, saham-saham yang dipilih harus memiliki likuiditas yang memadai. Artinya, volume transaksi cukup besar dan sering diperdagangkan. 

3. Kapitalisasi Pasar 

Saham yang masuk harus memiliki kapitalisasi pasar yang cukup dan free-float yang memadai agar bobotnya dalam indeks tidak terlalu terkonsentrasi. Kapitalisasi pasar dihitung dengan rumus Jumlah Saham Beredar x Harga Saham per Lembar. 

4. Tipe Emite­n dan Keterwakilan Sektor

Wilayah sektor usaha dan karakteristik bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan menjadi pertimbangan tambahan juga. Namun, indeks ini bukan berbasis sektor spesifik saja, melainkan emiten “pertumbuhan” dari berbagai sektor.

5. Evaluasi Berkala dan Penyesuaian

BEI melakukan evaluasi berkala terhadap komponen indeks ini untuk memastikan relevansi dengan kondisi pasar dan kriteria yang berlaku.

Daftar Saham IDX Growth 30 November 2025

Berikut daftar 30 saham yang ada di Indeks Growth 30 periode 4 Februari sampai 4 Agustus 2026.

No.

Kode Saham

Rasio Free Float

Sektor

Keterangan

1

ADRO

28,67%

Energi

Turun

2

AKRA 32,64% Energi Turun

3

BBCA

42,74%

Perbankan

Naik

4

BBNI

39,27%

Perbankan

Turun

5

BBRI

46,04%

Perbankan

Naik

6

BMRI

37,47%

Perbankan

Turun

7

CTRA 42,84% Properti & Real Estate Turun

8

DSNG 32,43% Barang Konsumen Primer Turun

9

EMTK 26,96% Teknologi Baru

10

ENRG 44,60% Energi Naik

11

ERAA 43,62% Barang Konsumen Non-Primer Turun

12

ESSA 53,95% Barang Baku Turun

13

HRTA 28,46% Barang Konsumen Non-Primer Baru

14

ICBP

19,47%

Barang konsumen primer

Turun

15

INCO

20,40%

Pertambangan

Baru

16

INDF

48,24%

Barang konsumen primer

Turun

17

INKP

39,65%

Barang baku

Turun

18

ISAT

16,33%

Telekomunikasi

Turun

19

ITMG

34,20%

Pertambangan

Turun

20

JPFA

41,03%

Barang Konsume Primer

Turun

21

KIJA 55,47% Properti & Real Estate Baru

22

MAPA 30,70% Barang Konsumen Non-Primer Turun

23

MEDC

23,44%

Kesehatan

Turun

24

PGAS

43,03%

Energi

Turun

25

RAJA 24,85% Energi Tetap

26

SCMA 14,93% Media Baru

27

TAPG 12,29% Barang Konsumen Primer Turun

28

TLKM

47,21%

Telekomunikasi

Turun

29

UNTR

35,15%

Pertambangan, konstruksi

Turun

30

WIFI 40,02%

Telekomunikasi

Baru

*klik kode saham untuk tahu harga saham terbaru.

Pada daftar saham IDX30 periode 4 Februari sampai 4 Agustus 2026 ini, ada 6 emiten yang keluar dari perhitungan indeks sebelumnya yakni AUTO, BNGA, BRIS, EXCL, LSIP, dan TKIM. 

Keenam emiten tersebut digantikan oleh EMTK, HRTA, KIJA, INCO, SCMA, dan WIFI. 

Baca Juga: 29 Saham Sektor Pariwisata - Prospek Bisnis, dan Tantangannya Pasca Covid-19

Mau Return dari Saham Growth 30?

Nah, itulah penjelasan tentang apa saja 30 saham yang masuk indeksG30 alias Growth 30 dengan potensi pertumbuhan tinggi di pasar Indonesia. Sebagai investor pemula, kamu bisa menjadikan Indeks Growth 30 ini sebagai tolok ukur dalam berinvestasi saham. 

Ke-30 saham tersebut dapat kamu investasikan melalui aplikasi InvestasiKu.  Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. 

Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Sumber:

Yoda, T. C., Reswita, Y., Febriani, R., & Hasra, H. Y. (2023). Pengaruh Profitabilitas Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Kasus: Index Idx30 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2020). Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian Dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 9(1).

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO