Sejak di Sekolah Dasar (SD), kamu pasti selalu mendapatkan pembelajaran bahwa negara kita ini kaya akan sumber daya alam, terutama energi. Yap, hal itu memang benar adanya, dengan dibuktikan banyaknya perusahaan energi di Indonesia.
Perusahaan-perusahaan energi ada yang sudah melantai di bursa efek maupun belum. Eksistensi perusahaan sektor energi ini memang selalu dianggap stabil oleh para pemegang sahamnya. Yuk, simak apa saja perusahaan sektor energi dan kode saham yang bisa kamu beli untuk investasi masa depan!
Apa Itu Perusahaan Energi?
Perusahaan energi adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi, distribusi, dan penjualan energi. Energi yang dimaksud dapat berupa energi yang tidak dapat diperbarui dan energi yang dapat diperbarui.
Contoh energi yang tidak diperbarui adalah minyak bumi, gas bumi, dan batubara. Contoh energi yang dapat diperbarui adalah listrik, panas bumi, tenaga surya, angin, dan lainnya.
Perusahaan energi termasuk dalam perusahaan high-profile, yang mana seluruh aktivitas bisnis dan tingkat sensitivitasnya tinggi karena berkaitan pada keberlanjutan lingkungan, risiko, politik, dan persaingannya dengan kompetitor.
Perusahaan energi berperan penting dalam perekonomian suatu negara karena dapat memberikan sumber daya yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kebutuhan dasar masyarakat. Bisa dibilang, kontribusi perusahaan energi bagi pendapatan negara selalu mencapai angka yang fantastis.
Melansir pada laporan Kementerian ESDM, menyatakan bahwa pendapatan negara yang berasal dari sektor energi melampaui APBN tahun 2025, yakni mencapai 138,37 triliun atau 108,56% dari target.
Dari sub sektor mineral dan batubara, total produksi batubara mencapai 790 juta ton. Dari seluruh produksi tersebut, 32% untuk kebutuhan domestik kelistrikan dan non kelistrikan. Sekitar 65,1% atau 514 juta ton untuk kebutuhan ekspor, dan sisanya yakni 22 juta ton atau sekitar 2,8% untuk stok.
Produk yang Dihasilkan Perusahaan Energi
Produk yang dihasilkan oleh perusahaan energi tentu saja beragam, bergantung pada jenis perusahaannya. Namun sebagian besar perusahaan energi di Indonesia pasti berfokus pada energi terbarukan dan tidak terbarukan, antara lain:
- Minyak Bumi dan Gas Alam: Menghasilkan produk seperti minyak mentah, gas alam, bensin, solar, dan LPG.
- Batubara: Menghasilkan produk batubara untuk digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan industri.
- Listrik: Memproduksi dan mendistribusikan listrik untuk kebutuhan masyarakat maupun industri.
- Energi Terbarukan: Seperti tenaga surya, angin, dan panas bumi untuk produk listrik.
- Pupuk: Menghasilkan produk pupuk untuk pertanian.
- LNG: Bergerak dalam bidang importasi gas alam cair yang menghasilkan produk LNG (Liquefied Natural Gas)
- Produk Petrokimia: Pengolahan minyak mentah menjadi produk-produk kimia.
Nah, kalau sudah tahu jenis-jenis produk energi yang dihasilkan, pasti kamu sudah punya bayangan perusahaan apa saja yang masuk sebagai perusahaan energi di Indonesia?
Yap, contoh perusahaan sektor energi adalah PT Pertamina yang menghasilkan minyak bumi dan gas sebagai energi berupa pembakaran untuk kebutuhan bahan bakar kendaraan.
FYI, PT Pertamina yang sekaligus BUMN di sektor energi ini turut melantai di bursa dengan kode saham PGEO. Klik di sini untuk tahu harga saham terbarunya.
Baca Juga: Cyclical Stock - Karakteristik Khusus Beserta Contoh Emitennya!
33 Perusahaan Energi di Indonesia Terdaftar BEI
Perusahaan energi di Indonesia yang sudah terdaftar di BEI itu tidak hanya PT Pertamina saja, tetapi ada banyak. Perusahaan konglomerat seperti Salim Group, Bakrie Group, hingga Adaro Group turut menaungi emiten-emiten sektor energi.
Yuk, intip deretan perusahaan energi di Indonesia yang sudah resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) beserta kode sahamnya.
-
Adaro Energy Tbk. - ADRO
Adaro Energy Tbk adalah perusahaan energi di bawah Adaro Group yang beroperasi pada Juli 2005, bergerak pada bidang pertambangan, perdagangan, jasa kontraktor pengembangan, infrastruktur hingga logistik batubara.
Pada Juli 2008, emiten sektor energi ini melantai di bursa dengan kode saham ADRO. Emiten ini selalu menjadi pilihan utama dalam diversifikasi portofolio para investor. Pada awal 2026 ini saja, ADRO mengumumkan pembayaran dividen tunai interim sekitar Rp4,18 triliun.
Per 30 Maret 2026, harga saham ADRO per lembarnya adalah Rp2,540. Klik di sini untuk tahu harga saham ADRO terbaru.
-
Bayan Resource Tbk. - BYAN
Bayan Resources Tbk merupakan perusahaan energi dari Bayan Group milik Low Tuck Kwong. Perusahaan energi batu bara ini dikenal sebagai produsen batu bara sulfur ramah lingkungan yang berlokasi di Kalimantan Timur dan Selatan.
Pada Agustus 2008, emiten batu bara ini melantai di bursa dengan kode saham BYAN. Per 30 Maret 2026, harga saham BYAN per lembarnya adalah Rp12,325.
FYI, saham BYAN ini termasuk salah satu saham termahal di Indonesia. Klik di sini untuk tahu harga saham BYAN terbaru.
-
Buma Internasional Grup Tbk. - DOID
Buma Internasional Tbk. merupakan perusahaan batu bara yang awalnya bergerak di sektor garmen. Seiring berjalannya waktu, perusahaan energi ini pun banting setir dengan berfokus pada sektor energi batu bara dan berganti nama menjadi nama yang sekarang.
Pada Juni 2001, emiten batu bara ini listing di bursa dengan kode DOID. Berita terbarunya, DOID melalui entitas anaknya yakni PT Bukit Makmur Mandiri Utama melakukan transaksi pembelian secara bertaham atas saham 29Metals Limited pada Bursa Efek Australia (ASX).
Per 30 Maret 2025, harga saham DOID per lembarnya adalah Rp264. Klik di sini untuk tahu harga saham DOID terbaru.
-
Indika Energy Tbk. - INDY
Indika Energy Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan, konstruksi, teknologi informasi & komunikasi, transportasi, pembangkit listrik, serta pertambangan khususnya batu bara.
Pada awal 2026, perusahaan yang telah melantai di bursa dengan kode INDY ini berencana mengembangkan bisnisnya di bidang manufaktur kendaraan listrik komersial.
Per 30 Maret 2026, harga saham INDY adalah Rp3,170. Klik di sini untuk tahu harga saham INDY terbaru.
-
Harum Energy Tbk. - HRUM
Harum Energy Tbk. merupakan perusahaan energi batu bara yang berfokus di wilayah Kalimantan Timur, dan tambang nikel di Maluku Utara. Tidak hanya sektor energi saja, emiten yang melantai di bursa dengan kode HRUM ini turut bergerak di bidang jasa pengangkutan dan pelayaran.
Pada awal Januari 2026, HRUM mengumumkan buyback saham sebesar Rp335 milyar. Per 30 Maret 2026, harga saham HRUM per lembarnya adalah Rp1,035. Klik di sini untuk tahu harga saham HRUM terbaru.
-
GTS Internasional Tbk - GTSI
Berdiri pada tahun 1986, perusahaan ini dulunya bermitra dengan perusahaan pengapalan dari Jepang, Mitsui O.S.K Lined LTD, yang bergerak pada pengembangan kapal LNG (gas alam cair) untuk wilayah Indonesia.
Barulah pada tahun 2013, perusahaan energi ini memisahkan diri dari mitranya untuk fokus pada bisnis pengiriman LNG, baik dalam sistem logistik maupun infrastrukturnya.
Pada September 2021, emiten sektor energi ini melantai di bursa dengan kode GTSI. Per 30 Maret 2026, harga saham GTSI per lembarnya adalah Rp194. Klik di sini untuk tahu harga saham GTSI terbaru.
-
AKR Corporindo Tbk - AKRA
Berdiri pada tahun 1977 yang mulanya bergerak pada bisnis perdagangan bahan kimia dasar. Setelah sukses mengakuisisi saham pabrik sorbitol, akhirnya perusahaan ini menjadi perusahaan swasta pertama yang mendistribusikan BBM non-subsidi di Indonesia.
Salah satu produk minyak bumi yang diproduksi emiten energi ini adalah SPBU BP AKR di Serpong, Tangerang Selatan. Hingga akhir tahun 2024, emiten yang melantai di bursa dengan kode AKRA ini telah memiliki 12 anak usaha, 13 kantor cabang, dan 20 fasilitas penyimpanan di seluruh wilayah Indonesia.
Per 30 Maret 2026, harga saham AKRA per lembarnya adalah Rp1,355. Klik di sini untuk tahu harga saham AKRA terbaru.
-
Darma Henwa Tbk - DEWA
Perusahaan energi yang dinaungi oleh Bakrie Group ini berfokus pada pertambangan batu bara, tepatnya di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Selain pertambangan energi, emiten yang melantai di bursa dengan kode DEWA ini turut mengakuisisi tambang emas dan mineral di Aceh.
Pada awal Januari, pihak manajemen DEWA melakukan buyback sebanyak 418,6 juta saham. Melalui aksi korporasi ini, perusahaan menggelontorkan dana sekitar Rp269,99 miliar.
Per 30 Maret 2026, harga saham DEWA per lembarnya adalah Rp448. Klik di sini untuk tahu harga saham DEWA terbaru.
-
Elnusa Tbk - ELSA
Perusahaan energi minyak dan gas yang satu ini merupakan anak perusahaan dari Pertamina Hulu Energi. Mulanya, perusahaan Elnusa Tbk. berperan sebagai pendukung operasi Pertamina, khususnya dalam hal pemeliharaan dan perbaikan peralatan komunikasi elektronik.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini berekspansi ke sejumlah bidang, termasuk berfokus pada aktivitas pengeboran data minyak dan gas. Lalu, pada Februari 2008 akhirnya emiten sektor energi ini melantai di bursa dengan kode ELSA.
Per 30 Maret 2026, harga saham ELSA per lembarnya adalah Rp730. Klik di sini untuk tahu harga saham ELSA terbaru.
-
Dian Swastatika Sentosa Tbk - DSSA
Perusahaan sektor energi di bawah naungan Sinar Mas Group ini berfokus pada pertambangan batu bara yang telah berdiri sejak tahun 1996.
Hingga akhir 2020 saja, perusahaan yang melantai di bursa dengan kode DSSA ini sukses menguasai cadangan batu bara termal sebanyak 1,323 miliar ton sekaligus mengoperasikan 7 unit PLTU yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Per 30 Maret 2026, harga saham DSSA per lembarnya adalah Rp62,725. Harga ini cukup fantastis sehingga menjadikan DSSA sebagai salah satu saham termahal di Indonesia. Klik di sini untuk tahu harga saham DSSA terbaru.
Baca Juga: 35+ Harga Saham Termahal 2026, Yuk Intip Apa Saja!
27 Saham Energi di Indonesia
(Note: harga diambil pada 30 Maret 2026, sehingga harganya tentu bisa berubah kapan saja. Klik kode saham terkait untuk tahu harga saham terbarunya.)
Nama Perusahaan |
Kode |
Harga 1 lembar |
|---|---|---|
| Indo Tambangraya Megah Tbk. | ITMG | Rp28,825 |
| Golden Energy Tbk. | GEMS | Rp8,425 |
| Prima Andalan Mandiri Tbk. | MCOL | Rp4,100 |
| Petrosea Tbk. | PTRO | Rp4,450 |
| Bukit Asam Tbk. | PTBA | Rp3,100 |
| Perusahaan Gas Negara Tbk. | PGAS | Rp1,835 |
| Samindo Resources Tbk. | MYOH | Rp1,320 |
| Medco Energi Internasional Tbk. | MEDC | Rp1,840 |
| Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. | MBSS | Rp1,600 |
| Sillo Maritime Perdana Tbk. | SHIP | Rp3,940 |
| Rukun Raharja Tbk. | RAJA | Rp3,750 |
| Dana Brata Luhur Tbk. | TEBE | Rp1,170 |
| RMK Energy Tbk. | RMKE | Rp2,920 |
| Pelita Samudera Shipping Tbk. | PSSI | Rp354 |
| TBS Energi Utama Tbk. | TOBA | Rp585 |
| Resource Alam Indonesia Tbk. | KKGI | Rp356 |
| Wintermar Offshore Marine Tbk. | WINS | Rp510 |
| Indo Straits Tbk. | PTIS | Rp298 |
| Soechi Lines Tbk. | SOCI | Rp545 |
| Logindo Samudramakmur Tbk. | LEAD | Rp123 |
| Ulima Nitra Tbk. | UNIQ | Rp134 |
| Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk | BBRM | Rp139 |
| Petrindo Jaya Kreasi Tbk. | CUAN | Rp1,150 |
| Energi Mega Persada | ENRG | Rp1,615 |
| Raharga Energi Cepu Tbk. | RATU | Rp4,980 |
| Sumber Global Energy Tbk. | SGER | Rp410 |
| Humpyss Maritim International Tbk. | HUMI | Rp180 |
Baca Juga: 37+ Saham Syariah dari Berbagai Sektor (Update 2026)
Mau Punya Saham Sektor Energi?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja saham yang bergerak di sektor energi. Buat pemula, kamu bisa coba buat beli saham yang nggak mahal-mahal dulu, sambil belajar, dan memahami grafik pelan-pelan.
Manfaatkan platform investasi digital yang semakin mudah diakses dengan modal kecil, salah satunya InvestasiKu. Sekalipun kamu masih pemula, tetap harus konsisten untuk berinvestasi setiap bulannya.
Kamu bisa berinvestasi saham sektor energi ini hanya lewat smartphone saja, salah satunya lewat aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir sebab aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)