Cyclical stock alias saham siklikal termasuk pada jenis saham yang didasarkan pada kinerja perdagangannya. Istilah cyclical stock sering muncul ketika investor membahas peluang investasi saat ekonomi sedang tumbuh maupun ketika negara memasuki fase pemulihan setelah resesi.
Memangnya, apa itu cyclical stock? Apa saja karakteristik cyclical stocks alias saham siklikal? Yuk, simak penjelasannya beserta daftar emitennya!
Apa Itu Cyclical Stock?
Cyclical stock alias saham siklikal dalah saham yang kinerja bisnis dan harga sahamnya sangat bergantung pada kondisi ekonomi apapun. Ketika kondisi ekonomi negara melambat, maka harga saham sektor siklikal ini cenderung turun. Sementara saat ekonomi membaik, maka harga saham siklikal akan naik.
Kata cyclical berasal dari kata cycle yang berarti siklus atau putaran. Saham ini disebut cyclical stock karena kinerja bisnis perusahaan bergerak mengikuti siklus ekonomi yang umumnya terdiri dari beberapa fase:
1. Ekspansi
Fase ekspansi terjadi ketika perekonomian sedang bertumbuh. Pada fase ini, tingkat konsumsi masyarakat meningkat karena pendapatan dan daya beli yang lebih baik. Aktivitas bisnis juga semakin ramai, tingkat pengangguran cenderung menurun, dan banyak perusahaan mencatat kenaikan pendapatan maupun laba.
Kondisi ini umumnya menjadi sentimen positif bagi saham-saham siklikal karena permintaan terhadap produk dan jasa meningkat.
2. Puncak (Peak)
Puncak atau peak merupakan fase ketika aktivitas ekonomi mencapai titik tertingginya dalam satu siklus. Permintaan terhadap barang dan jasa berada pada level maksimal, sementara perusahaan biasanya mencatat kinerja yang sangat kuat.
Pada tahap ini, pertumbuhan ekonomi masih positif, tetapi mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan karena kapasitas produksi dan konsumsi mendekati batas optimalnya.
3. Kontraksi
Fase kontraksi ditandai dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi. Masyarakat mulai mengurangi pengeluaran, terutama untuk kebutuhan sekunder dan tersier, sehingga tingkat konsumsi menurun.
Akibatnya, penjualan dan laba perusahaan mulai tertekan. Saham-saham siklikal biasanya menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak pada fase ini karena sangat bergantung pada daya beli konsumen.
4. Resesi
Resesi merupakan kondisi ketika aktivitas ekonomi mengalami penurunan yang signifikan dalam jangka waktu tertentu. Pada fase ini, konsumsi dan investasi melemah, tingkat pengangguran dapat meningkat, serta banyak perusahaan menghadapi tekanan bisnis yang berat.
Tidak sedikit perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan maupun kerugian sehingga harga saham, terutama saham siklikal cenderung berada di bawah tekanan.
5. Pemulihan
Fase pemulihan terjadi ketika perekonomian mulai bangkit setelah mengalami perlambatan atau resesi. Aktivitas bisnis kembali meningkat, kepercayaan konsumen membaik, dan permintaan terhadap barang serta jasa mulai pulih.
Pada fase ini, saham-saham siklikal sering kali menjadi salah satu yang pertama mengalami kenaikan karena investor mulai mengantisipasi pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan di masa mendatang.
Perusahaan-perusahaan yang masuk kategori cyclical stock biasanya menikmati pertumbuhan pendapatan yang tinggi selama fase ekspansi dan pemulihan. Namun, mereka juga menjadi salah satu sektor yang paling terdampak saat ekonomi memasuki fase kontraksi atau resesi.
Melansir dari artikel penelitian berjudul Faktor-Faktor yang Memengaruhi Return Saham Perusahaan Siklikal Pada Periode Awal Pergantian Pemerintahan, menggarisbawahi bahwa fokus bisnis pada cyclical stocks adalah para produksi dan distribusi barang maupun jasa yang bersifat sekunder.
Berhubung sifatnya tergolong siklis atau sekunder, maka permintaan barang dan jasanya pun berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi.
Ketika perekonomian sedang tumbuh, daya beli masyarakat meningkat, konsumsi naik, dan aktivitas bisnis berkembang. Dalam kondisi tersebut, perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor siklikal biasanya mengalami peningkatan penjualan dan laba sehingga harga sahamnya cenderung ikut naik.
Sebaliknya, ketika terjadi perlambatan ekonomi, resesi, atau krisis, permintaan terhadap produk dan jasa perusahaan tersebut cenderung menurun. Akibatnya pendapatan dan keuntungan perusahaan bisa tertekan, yang pada akhirnya memengaruhi harga sahamnya.
Singkatnya, cyclical stocks akan naik dan turun seiring dengan siklus ekonomi. Misalnya perusahaan produsen mobil dan maskapai penerbangan yang mengalami peningkatan penjualan ketika ekonomi tidak lesu. Namun, harga saham siklikal nantinya bisa anjlok ketika pengeluaran konsumen menurun selama terjadi resesi.
Berdasarkan IDN Finnancials, cyclical stocks ini berupa perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor:
- Otomotif dan komponennya
- Barang elektronik
- Peralatan olahraga
- Pakaian dan barang mewah
- Pariwisata dan rekreasi
- Media
- Ritel khusus
Baca Juga: 42+ Daftar Saham Sektor Teknologi di Indonesia yang Cocok Untuk Jangka Panjang
Karakteristik Cyclical Stock
Berikut beberapa karakteristik utama cyclical stock.
1. Sangat Dipengaruhi Kondisi Ekonomi
Ciri utama cyclical stock adalah ketergantungannya terhadap kondisi ekonomi makro.
Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, pendapatan masyarakat bertambah sehingga mereka lebih berani membelanjakan uang untuk kebutuhan sekunder maupun tersier. Kondisi ini menguntungkan perusahaan-perusahaan siklikal.
Sebaliknya, saat ekonomi melemah, masyarakat biasanya mengurangi pengeluaran yang tidak mendesak sehingga permintaan produk dan jasa perusahaan ikut turun.
2. Memiliki Volatilitas yang Relatif Tinggi
Harga saham siklikal umumnya bergerak lebih agresif dibandingkan saham defensif.
Investor sering bereaksi terhadap perubahan suku bunga, inflasi, tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, maupun sentimen pasar. Akibatnya, harga saham dapat mengalami kenaikan maupun penurunan yang cukup tajam.
3. Sensitif terhadap Daya Beli Konsumen
Sebagian besar perusahaan siklikal menjual produk atau layanan yang bukan kebutuhan pokok. Contohnya:
- Tiket pesawat
- Hotel
- Properti
- Kendaraan bermotor
- Barang mewah
- Hiburan
Ketika pendapatan masyarakat meningkat, permintaan terhadap produk tersebut biasanya ikut meningkat.
4. Potensi Return Lebih Besar Saat Ekonomi Pulih
Saham siklikal sering menjadi incaran investor pada fase awal pemulihan ekonomi karena berpotensi mencatat pertumbuhan laba yang signifikan.
Tidak jarang harga saham sektor siklikal naik lebih cepat dibandingkan sektor lainnya ketika ekonomi mulai membaik.
5. Risiko Penurunan Juga Lebih Besar
Sejalan dengan prinsip investasi yakni high return high risk, maka potensi keuntungan yang tinggi biasanya sejalan dengan risiko yang tinggi. Ketika terjadi perlambatan ekonomi, perusahaan siklikal dapat mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis sehingga harga sahamnya ikut terkoreksi.
Sektor Bisnis Cyclical Stock dan Emitennya
Menurut klasifikasi yang umum digunakan di pasar modal global, beberapa sektor berikut sering dikategorikan sebagai sektor siklikal.
1. Otomotif dan Komponennya
Sektor otomotif dan komponennya termasuk kategori cyclical stock karena permintaan kendaraan sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat. Produk yang dihasilkan sektor ini meliputi mobil penumpang, kendaraan niaga, sepeda motor, ban, aki, velg, sistem rem, hingga berbagai suku cadang kendaraan.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor otomotif, yakni:
- Astra International Tbk. - ASII
- Indomobil Sukses Internasional Tbk. - IMAS
- Astra Otoparts Tbk. - AUTO
- Dharma Polimetal Tbk. - DRMA
- Selamat Sempurna Tbk. - SMSM
- Gajah Tunggal Tbk. - GJTL
- Garuda Metalindo Tbk. - BOLT
- Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk. - AEGS
- Multi Prima Sejahtera Tbk. - LPIN
- Lupromax Pelumas Indonesia Tbk. - LMAX
*Klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.
2. Barang Elektronik
Sektor barang elektronik mencakup berbagai produk seperti smartphone, laptop, komputer, televisi, kamera, kulkas, mesin cuci, pendingin ruangan (AC), hingga perangkat rumah pintar (smart home devices). Produk-produk tersebut umumnya bukan kebutuhan primer sehingga pembeliannya sangat bergantung pada kondisi keuangan konsumen.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor barang elektronik, yakni:
- Global Sukses Digital Tbk. - DOSS
*Klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.
3. Peralatan Olahraga
Perusahaan di sektor peralatan olahraga menjual berbagai produk seperti sepeda, treadmill, alat gym, raket badminton, raket tenis, bola sepak, bola basket, sepatu olahraga, pakaian olahraga, hingga perlengkapan kegiatan luar ruangan seperti tenda dan tas hiking.
Berhubung sebagian besar produk tersebut berkaitan dengan hobi dan gaya hidup, maka permintaannya sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan masyarakat. Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor peralatan olahraga, yakni:
- Sunindo Adipersada Tbk. - TOYS
- Sepeda Bersama Indonesia Tbk. - BIKE
- Terang Dunia Internusa Tbk. - UNTD
- Inti Agri Resources Tbk. - IIKP
*Klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.
4. Pakaian dan Barang Mewah
Sektor ini mencakup produk seperti pakaian bermerek, tas premium, sepatu fesyen, jam tangan mewah, perhiasan, parfum, aksesori eksklusif, hingga produk desainer kelas atas. Permintaan terhadap barang-barang tersebut biasanya meningkat ketika ekonomi sedang berkembang dan kepercayaan konsumen tinggi.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor pakaian dan barang mewah, yakni:
- Trisula Textile Industries Tbk. - BELL
- Sunson Textile Manufacture Tbk. - SSTM
- Pan Brothers Tbk. - PBRX
- Hartadinata Abadi Tbk. - HRTA
- Sepatu Bata Tbk. - BATA
- Asia Pacific Fibers Tbk. - POLY
- Samcro Hyosung Adilestari Tbk. - ACRO
- Argo Pantes Tbk. - ARGO
- Nusantara Inti Corpora Tbk. - UNIT
*Klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.
5. Transportasi dan Pariwisata
Sektor transportasi dan pariwisata mencakup berbagai layanan dan produk seperti tiket pesawat, hotel, resort, paket wisata, kapal pesiar, taman hiburan, kebun binatang, tempat wisata, bioskop, konser, hingga pusat rekreasi keluarga.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor transportasi dan pariwisata, yakni:
- Garuda Indonesia (Persero) Tbk. - GIAA
- AirAsia Indonesia Tbk. - CMPP
- Blue Bird Tbk. - BIRD
- Panorama Sentrawisata Tbk. - PANR
- Pembangunan Jaya Ancol Tbk. - PJAA
*Klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.
6. Media
Sektor media mencakup perusahaan televisi, radio, surat kabar, majalah, portal berita digital, platform streaming, hingga perusahaan periklanan. Produk dan layanan yang ditawarkan meliputi ruang iklan, konten hiburan, program televisi, layanan streaming video, serta berbagai bentuk media digital.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor media, yakni:
- Surya Citra Media Tbk. - SCMA
- Media Nusantara Citra Tbk. - MNCN
- MNC Vision Networks Tbk. - IPTV
- Visi Media Asia Tbk. - VIVA
- Global Mediacom Tbk. - BMTR
- Tempo Inti Media Tbk. - TMPO
- Arkadia Digital Media Tbk. - DIGI
- MD Entertainment Tbk. - FILM
- MNC Digital Entertainment Tbk. - MSIN
*Klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.
7. Ritel Khusus
Ritel khusus (specialty retail) adalah perusahaan yang berfokus menjual kategori produk tertentu, seperti furnitur, perlengkapan rumah tangga, elektronik, perlengkapan olahraga, perlengkapan bayi, produk kecantikan, hingga fesyen. Contoh barang yang dijual antara lain sofa, meja makan, lemari, televisi, laptop, kosmetik, perlengkapan camping, dan pakaian bermerek.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor ritel khusus, yakni:
- Mitra Adiperkasa Tbk. - MAPI
- MAP Aktif Adiperkasa Tbk. - MAPA
- Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. - ACES
- Erajaya Swasembada Tbk. - ERAA
- Caturkarda Depo Bangunan Tbk. - DEPO
- Daya Intiguna Yasa Tbk. - MDIY
- Bersama Zatta Jaya Tbk. - ZATA
- Electronic City Indonesia Tbk. - ECII
- Multritrend Indo Tbk. - BABY
- Gaya Abadi Sempurna Tbk. - SLIS
8. Properti dan Real Estate
Sektor properti dan real estate termasuk kategori cyclical stock karena kinerjanya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tingkat suku bunga, serta daya beli masyarakat.
Pembelian rumah, apartemen, ruko, maupun properti komersial umumnya merupakan keputusan finansial jangka panjang yang membutuhkan dana besar. Oleh karena itu, masyarakat cenderung lebih percaya diri untuk membeli properti ketika kondisi ekonomi stabil, pendapatan meningkat, dan akses kredit perbankan lebih mudah.
Berikut contoh emiten cyclical stocks di sektor properti dan real estate:
- Hotel Sahid Jaya International Tbk. - SHID
- Jakarta International Hotels & Development Tbk. - JIHD
- DMS Propertindo Tbk. - KOTA
- Greenwood Sejahtera Tbk. - GWSA
- Puri Sentul Permai Tbk. - KDTN
- Intra Golflink Resorts Tbk. - GOLF
- Agung Podomoro Land Tbk. - APLN
- Alam Sutera Realty Tbk. - ASRI
- Bumi Serpong Damai Tbk. - BSDE
- Bukit Uluwatu Villa Tbk. - BUVA
Baca Juga: 55 Saham Sektor Properti dari Papan Utama dan Pengembangan, Beserta Peluang Bisnisnya!
Perbedaan Cyclical Stock dan Saham Defensif
Meskipun sama-sama diperdagangkan di pasar modal, cyclical stock dan saham defensif memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan utamanya terletak pada sensitivitas terhadap kondisi ekonomi.
Cyclical stock cenderung mengalami kenaikan kinerja saat ekonomi tumbuh dan penurunan saat ekonomi melambat. Sebaliknya, saham defensif relatif lebih stabil karena produknya tetap dibutuhkan masyarakat dalam berbagai kondisi ekonomi.
Berikut perbedaan cyclical stock dan saham defensif:
|
Aspek |
Cyclical Stock (Saham Siklus) |
Saham Defensif (Defensive Stock) |
|
Pengaruh kondisi ekonomi |
Sangat dipengaruhi siklus ekonomi |
Relatif tidak terlalu dipengaruhi kondisi ekonomi |
|
Kinerja saat ekonomi tumbuh |
Cenderung meningkat signifikan |
Tetap tumbuh, tetapi biasanya tidak seagresif saham siklus |
|
Kinerja saat ekonomi melemah |
Berpotensi mengalami penurunan tajam |
Cenderung lebih stabil |
|
Tingkat volatilitas |
Relatif tinggi |
Relatif rendah |
|
Risiko investasi |
Lebih tinggi |
Lebih rendah |
|
Potensi return |
Tinggi saat ekonomi ekspansif |
Lebih stabil dalam jangka panjang |
|
Produk atau jasa |
Kebutuhan sekunder dan tersier |
Kebutuhan primer dan esensial |
|
Sensitivitas terhadap daya beli masyarakat |
Tinggi |
Rendah |
Perlu kamu pahami bahwa saham defensif berasal dari perusahaan yang menyediakan barang atau jasa yang tetap dibutuhkan masyarakat meskipun terjadi perlambatan ekonomi. Permintaan terhadap produk-produk tersebut cenderung stabil karena berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari.
Contoh sektor defensif meliputi:
- Makanan dan minuman
- Farmasi
- Kesehatan
- Utilitas (listrik dan air)
- Barang kebutuhan rumah tangga
Baca Juga: Klasifikasi IDX-IC - Pengertian, Perbedaan dengan JASICA, Daftar Sektor, dan Contoh Saham
Mau Berinvestasi Pada Cyclical Stocks?
Nah, itulah penjelasan tentang apa itu cyclical stock yang merupakan saham perusahaan dengan kinerjanya yang dipengaruhi oleh siklus ekonomi. Ketika ekonomi tumbuh, pendapatan dan laba perusahaan cenderung meningkat sehingga harga saham berpotensi naik. Sebaliknya, ketika ekonomi melemah, kinerja perusahaan dan harga saham dapat mengalami tekanan.
Kamu bisa saja membeli cyclical stocks alias saham siklikal yang disebutkan di atas melalui aplikasi, salah satunya InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Investopedia. (2026). Cyclical Stocks: Definition, Examples, and Growth Opportunities
Ardiyanti, E., & Dewi, S. P. (2026). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI RETURN SAHAM PERUSAHAAN SIKLIKAL PADA PERIODE AWAL PERGANTIAN PEMERINTAHAN. Jurnal Bina Akuntansi, 13(1).
Wardoyo, D. U., Octavianty, R. P., & Wardhana, R. W. (2022). Analisis Harga Saham Terhadap Efisiensi Pasar Modal Dimasa Pandemi Covid-19 Periode 2019-2020. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 79-87.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)