ARTIKEL
 

6 Saham Tambang Nikel Terbesar Terdaftar di BEI

by Estrin Vanadianti Lestari - 06 Jan 2023 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Nggak heran deh, kalau Indonesia memang negara kaya. Bagaimana tidak? Buktinya Indonesia saat ini memiliki tambang nikel, seluas 520.877,07 hektare (ha), yang tersebar di tujuh provinsi.

Adapun, data tersebut merujuk pada data, yang diolah menggunakan izin usaha pertambangan (IUP) nikel, dari seluruh perusahaan yang tercatat di Kementerian ESDM.

 

Siapa Penguasa Nikel di Indonesia?

Jika dilihat dari produksi hasil nikel, penguasa nikel di Indonesia adalah PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMPI). Perusahaan tambang nikel ini berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang berhasil menguasai 50 persen produksi hilir nikel sejak 2021.

Tidak berdiri sendiri, IMPI merupakan perusahaan tambang nikel, yang bekerjasama atau patungan dengan perusahaan asal China, yakni Tsangshan Steel Holding China dan PT Bintang Delapan Mineral.

Mereka ‘patungan’ untuk membangun smelter feronikel pertama, melalui PT Sulawesi Mining Investment di Bahodopi, Morowali, dengan kapasitas 300 ribu ton per tahunnya.

Bahkan, ada sekitar 5.000 lebih pekerja asal China, yang juga dipekerjakan di perusahaan ini. Nah, untuk penguasa nikel yang kedua di Indonesia baru ada PT Vale Indonesia Tbk (INCO), yang sanggup berdiri sendiri, tanpa kerjasama perusahaan asing.

Di mana saat ini perusahaan tersebut memproduksi sebesar 25 persen tambang nikel. Persentase tersebut menjadi angka terbesar kedua, karena perusahaan tambang lainnya hanya memproduksi di bawah angka tersebut.

Sebut saja seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang hanya memproduksi sebesar 19 persen nikel, dan 3 persen untuk perusahaan tambang nikel lainnya.

 

6 Perusahaan & Saham Tambang Nikel di Indonesia

Perlu diketahui bahwa semenjak bulan Maret 2022 lalu, prospek saham nikel dinilai semakin solid dan menguat. Intinya, saham nikel bisa memberikan dampak positif, karena harga nikel melonjak. 

Nah, kira-kira di Indonesia sendiri, ada perusahaan nikel apa saja nih, yang tercatat di pasar bursa?

Buat kamu yang tertarik untuk beli saham nikel, kamu bisa cek daftar perusahaan nikel di Indonesia berikut ini:

 

1. PT Aneka Tambang Tbk - ANTM

Selanjutnya ada PT Aneka Tambang Tbk yang menjadi perusahaan dan emiten pertambangan dan logam terdistribusi vertikal dan terdiversifikasi.

Adapun, PT Aneka Tambang Tbk ini, juga memiliki sejumlah wilayah tambah di Indonesia, di antaranya adalah:

- Pulau Maniang: Kecamatan Wundulako, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
- Kecamatan Pomalaa: Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
- Kecamatan Lasolo: Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
- Kecamatan Asera dan Molawe: Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
- Kecamatan Maba dan Maba: Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Tidak hanya nikel, perusahaan ANTM ini bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian dan pemasaran mulai dari bijih, feronikel, emas, perak, bauksit, batubara, termasuk nikel dan logam mulia lainnya. 

Selain itu, ANTM juga termasuk emiten produsen emas, yang perusahaannya terdiversifikasi dan terintegrasi secara vertikal yang berorientasi ekspor. Di mana tahun 2021, emiten ini membukukan laba bersih Rp 1,8 T dari total pendapatan Rp 38 T.

 

Baca juga: Cara Beli Saham Antam & Gratis Cashback Point

 

2. PT Vale Indonesia Tbk - INCO

Perusahaan nikel yang pertama dan terbesar adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Perusahaan ini juga memiliki sejumlah wilayah tambang nikel di Indonesia, di antaranya adalah:

- Blok Soroako: Kabupaten Luwu Timur (Sulawesi Selatan) dan Kebupaten Morowali (Sulawesi Tengah)
- Blok Suasua: Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara
- Blk Pomalaa: Kabupaten Kolaka dan Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara
- Blok Bahodopi: Kabupaten Morowali (Sulawesi Tengah) dan Kabupaten Luwu Timur (Sulawesi Selatan)

Seperti yang sudah diketahui, bahwa PT Vale Indonesia termasuk sebagai produsen nikel terbesar di Tanah Air. Di mana PT Vale Indonesia bersama Zhenjiang Huayou Cobalt Co., Ltd juga telah meresmikan groundbreaking megaproyek pengembangan pabrik nikel di Pomala, Sulawesi Tenggara pada 27 November 2022.

INCO juga merupakan emiten produsen nikel matte, yang di awal tahun 2022 berhasil mencetak kenaikan kinerja, tepatnya di sepanjang periode semester pertama 2022.

INCO tercatat membukukan pendapatan senilai Rp 8,3 T, naik 38% dari realisasi pendapatan di semester pertama 2021 sebesar Rp6 T.

 

3. PT Central Omega Resources Tbk - DKFT

Perusahaan nikel di Indonesia yang selanjutnya adalah PT Central Omega Resources Tbk dengan kode saham DKFT. Adapun untuk lingkup kegiatan dari emiten DKFT ini meliputi usaha pertambangan, pengolahan mineral dan perdagangan hasil tambang.

Untuk perdagangan hasil tambang sendiri, dilakukan melalui entitas anak perusahaan. Apa saja, hasil tambang yang di dagangkan? Diantaranya ada bijih nikel dan feronikel yang berasal dari wilayah pertambangan, dan pemurnian di Sulawesi Tengah.

DKFT sendiri melakukan kegiatan pengolahan mineral, meliputi proses pemurnian nikel, untuk bisa menghasilkan feronikel (FeNi) dan nickel pig iron (NPI). Saham PT Central Omega Resource sendiri, juga dominan dimiliki oleh PT Jinsheng Mining sebesar 59,76%.

 

4. PT Ifishdeco Tbk - IFSH

Selanjutnya ada PT Ifishdeco Tbk dengan kode saham IFSH. PT Ifishdeco ini merupakan perusahaan tambang nikel terintegrasi. Didirikan pada 9 Juni 1971, awalnya perusahaan ini bergerak di bidang industri perikanan, lalu agribisnis.

Namun, perusahaan tersebut baru menyadari bahwa di dalam perkebunannya tersebut kaya akan nikel dan besi. Sehingga PT. Ifishdeco Tbk mengalihkan bisnis ke bisnis pertambangan dan memulai produksi dan penjualan pertambangan pada tahun 2011.

Kini, kegiatan usahanya mencakup eksplorasi, pengembangan dan penjualan nickel core, yang berlokasi di wilayah Sulawesi Tenggara. Di mana total lahan yang dikelola mencapai 2.580 ha.

Bagaimana dengan kinerja saham IFSH? Jika dilihat dari sepanjang tahun 2021, pencapaiannya cukup fantastis karena berhasil meraih penjualan bersih Rp906,25M, atau melonjak hingga 129%, dibandingkan tahun sebelumnya.

Tidak hanya itu, emiten IFSH berhasil mengantongi laba bersih, sebesar Rp159,07 M di sepanjang tahun 2021.

 

Baca juga: 10 Perusahaan Pertambangan di Indonesia

 

5. PT Indonesia Morowali Industrial Park - IMIP

PT IMIP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel, dan berdiri sejak 19 September 2013. Untuk pemegang saham IMIP sendiri adalah Shanghai Decent Investment (Group) sebesar 49,69%, PT Sulawesi Mining Investment sebesar 25% dan PT Bintang Delapan Investama sebesar 25,31% dengan modal dasar US$40.000.000 atau US$40 juta.

Tapi perlu diketahui bahwa perusahaan ini sepenuhnya dikendalikan oleh Tsingshan Group dari Republik Raykat China, yang merupakan perusahaan pengolahan nikel terbesar di dunia. Hingga tahun 2020 PT IMIP telah berinvestasi US$ 10,20 miliar atau sekitar Rp147 triliun (asumsi kurs Rp 14.400 per US$).


6. PT Resource Alam Indonesia Tbk - KKGI

Berikutnya ada perusahaan nikel yakni PT Resource Alam Indonesia Tbk, yang bergerak di bidang pembuatan High Pressure Laminate. Emiten yang memiliki kode saham KKGI ini mulai melakukan penawaran umum perdana ke publik pada Juli 1991, sebanyak 4,5 juta lembar, dengan harga penawaran Rp 5.700 per saham. 

Adapun, KKGI sendiri menargetkan produksi tambang nikel sebanyak 600.000 ton, hingga akhir 2022, dan berencana untuk meningkatkan produksi serta penjualan batubara menjadi, 4 juta ton. Hal tersebut juga akan disesuaikan dengan kondisi dan permintaan pasar ke depan.

 

Tambang Nikel Terbesar Ada di Sulawesi Tenggara

Adapun, tambang nikel yang tersebar di tujuh provinsi tersebut, diantaranya berada di Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Dari semua provinsi, Sulawesi Tenggara menjadi provinsi yang memiliki tambang nikel terbesar di Indonesia, dengan luas mencapai 198.624,66 ha. Salah satunya ada di Kabupaten Konawe, dengan luas tambang sebesar 21.100 ha.

Untuk luas tambang di enam provinsi lainnya, adalah sebagai berikut:

- Sulawesi Tengah: 115.397,37 ha
- Sulawesi Selatan: 198.624,66 ha
- Papua: 16.470 ha
- Papua Barat: 22.636 ha
- Maluku: 4.389 ha
- Maluku Utara (Buncit): 156.197,04 ha

 

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO