Sadar gak kamu kalau Indonesia itu punya sumber daya alam yang melimpah, khususnya hasil tambang. Alasan sumber daya itu begitu melimpah, salah satunya karena negara ini berada di jalur rangkaian gunung berapi.
FYI, wilayah Indonesia menjadi bagian dari rangkaian gunung api dunia yakni Sirkum Pasifik. Selain itu, Indonesia juga berada di wilayah pertemuan lempeng tektonik.
Lempeng-lempeng tektonik tersebut adalah Lempeng Eurasia, Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Filipina. Melalui pertemuan lempeng tektonik tersebut menjadikan kondisi geologis Indonesia kaya akan produk tambang.
Nah, berikut beberapa perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang melantai di bursa sehingga kamu bisa berinvestasi pada saham mereka.
10 Perusahaan Tambang Terbesar di Indonesia
Sebenarnya, ada banyak kok perusahaan tambang di Indonesia. Pada perusahaan batu bara saja sudah ada 959 perusahaan. Namun perusahaan tambang di Indonesia itu tidak hanya berfokus pada batu bara saja, tetapi juga emas, nikel, tembaga, dan lainnya.
Hingga detik ini, perusahaan tambang terbesar di Indonesia ada:
- PT Freeport Indonesia
- PT Antam Tbk.
- PT Pertamina
- PT Timah
- PT Adaro Energy
- PT Bukit Asam
- PT Vale Indonesia
- PT Bayan
- PT Kideco Jaya Agung
- PT Kaltim Prima Coal
- PT Bumi Resources Tbk.
Nah, berikut penjelasan masing-masing perusahaan tambang tersebut.
1. PT Freeport Indonesia
Perusahaan tambang terbesar dan terpopuler di Indonesia yang pertama adalah PT Freeport Indonesia. Siapa yang tidak tahu perusahaan tambang yang berlokasi di Papua ini?
PT Freeport Indonesia adalah perusahaan tambang mineral yang berafiliasi dengan Freeport-McMoran dan Mining Industry Indonesia. Freeport ini menghasilkan mineral utama yakni tembaga, emas, dan perak.
Meskipun demikian, bisa dibilang Freeport jadi salah satu perusahaan tambang yang memicu pro dan kontra sejak lama. Pada tahun 2025 ini, sudah ada isu lingkungan tragedi longsor tambang, hingga pelanggaran HAM pada masyarakat Papua.
PT Freeport Indonesia tidak punya saham yang melantai di BEI, melainkan di Bursa Amerika Serikat.
Baca Juga: 17 Saham Sektor Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa
2. PT Aneka Tambang Tbk. - ANTM
PT Aneka Tambang Tbk lebih populer disebut ANTAM, merupakan anak perusahaan BUMN yang terkenal dengan logam mulia sebagai produknya.
Tidak hanya melakukan penambangan, kegiatan ANTAM juga mencakup eksplorasi, pengolahan serta pemasaran dari sumber daya mineral. PT Aneka Tambang juga telah melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 November 1997, dengan kode saham ANTM.
Pada 8 Desember 2025, harga saham ANTM adalah Rp2,910 per lembar. Klik di sini untuk tahu harga saham ANTM.
3. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. - PGEO
Siapa yang tidak tahu perusahaan tambang minyak dan gas yang satu ini? Yap, Pertamina terkenal sebagai stasiun pengisian bahan bakar dan gas.
Berhubung PT Pertamina ini adalah BUMN, maka hasil tambang minyak dan gas digunakan sebagai sumber pembangunan dan perekonomian Indonesia.
Pertamina memiliki tujuh kilang minyak dengan total kapasitas mencapai 1.051,7 MBSD, memiliki pabrik petrokimia dengan kapasitas produksi 1.507.950 ton/tahun, dan pabrik LPG dengan kapasitas produksi 102,3 juta ton/tahun.
Pada tahun 2023, PT Pertamina Tbk. melantai di BEI dengan kode saham PGEO. Per 8 Desember 2025, harga saham PGEO adalah Rp1,215 per lembar.
Klik di sini untuk tahu harga saham PGEO.
4. PT Timah Tbk. - TINS
Berikutnya, ada PT Timah yang menjadi perusahaan tambang terbesar di Indonesia, yang didirikan pada tahun 1976. PT Timah Tbk. juga merupakan BUMN yang bergerak di bidang pertambangan timah.
Kalau nonton film Laskar Pelangi, mungkin kamu pernah dengar cuplikan tentang pertambangan timah di daerah “Belitong”. Nah, perusahaan timah ini memang berdomisili di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Riau, Kalimantan Selatan, serta Cilegon, Banten.
Perusahaan tambang timah ini resmi melantai di bursa efek sejak 1995, dengan kode saham TINS. Per 8 Desember 2025, harga saham TINS adalah Rp3,190 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham TINS.
5. PT Adaro Energy Tbk. - ADRO
Perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang selanjutnya ada PT Adaro Energy, yang menghasilkan batu bara. Perusahaan tambang milik keluarga Thohir ini sudah berdiri sejak 1966.
PT Adaro Energy Tbk. punya 3 lokasi yakni di daerah Tutupan, Paringin, dan Wara. Cakupan bisnisnya juga sampai ke jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batu bara dan kegiatan pembangkit tenaga listrik.
Setelah 3 tahun beroperasi secara komersial, PT Adaro Energy akhirnya resmi melantai atau IPO di bursa efek pada 16 Juli 2008 dengan kode saham ADRO.
Per 8 Desember 2025, harga saham ADRO adalah Rp1,815 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham ADRO.
Baca Juga: Saham ADRO - Profil, Kinerja Keuangan, Riwayat Dividen, dan Prospek Bisnisnya
6. PT Bukit Asam Tbk. - PTBA
PT Bukit Asam Tbk. merupakan anak perusahaan MIND ID yang tentu saja bagian dari BUMN. Berfokus di bidang eksplorasi, produksi, dan pengolahan batu bara. Ada 2 lokasi utama pertambangan mereka yakni Tanjung Enim (Sumatera Selatan), dan di Kalimantan Timur.
Hingga akhir tahun 2021, perusahaan tambang ini sudah memiliki 9 anak usaha salah satunya PT Bukit Multi Investama. Pada tahun 2002, perusahaan ini melantai di BEI dengan kode PTBA.
FYI, PT Bukit Asam Tbk. membangun destinasi wisata seperti Museum Batubara yang dibangun di atas lahan bekas tambang.
Per 8 Desember 2025, harga saham PTBA adalah Rp2,300 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham PTBA.
7. PT Vale Indonesia Tbk - INCO
PT Vale Indonesia Tbk. bergerak di industri tambang mineral terkemuka yang masuk ke dalam jajaran perusahaan tambang terbesar di Indonesia.
Perusahaan yang telah didirikan sejak 25 Juli 1968 ini beroperasi dalam naungan Kontrak Karya yang telah diamandemen pada 17 Oktober 2014, dan berlaku hingga 28 Desember 2025.
Adapun kegiatan usaha PT Vale Indonesia adalah penambangan dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di Blok Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan.
Perusahaan ini sudah lama listing di BEI, tepatnya pada tahun 1990 dengan kode INCO. Per 8 Desember 2025, harga saham INCO adalah Rp3,890 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham INCO.
8. PT Bayan Resources Tbk. - BYAN
Indonesia kaya akan hasil tambang batu bara, maka tak heran di Indonesia banyak perusahaan tambang batu bara, salah satunya seperti PT Bayan Resources Tbk. PT Bayan Resources Tbk. ini tidak hanya menjadi perusahaan tambang batu bara terbesar saja, tetapi juga harga sahamnya termahal seantero BEI.
Didirikan pada 7 Oktober 2004, PT Bayan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2004. Perusahaan ini IPO pada 2008 dengan kode saham BYAN.
Per 8 Desember 2025, harga saham BYAN adalah Rp17,775 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BYAN.
Baca Juga: 35+ Harga Saham Termahal 2025, Yuk Intip Apa Saja!
9. PT Kideco Jaya Agung
PT Kideco Jaya Agung merupakan bagian dari Indika Energy Group, yang beroperasi di Kalimantan Timur. Yap, pada tahun 2022, PT Indika Energy Tbk. mengakuisisi perusahaan tambang batu bara ini.
Jadi, jika kamu ingin berinvestasi pada perusahaan ini bisa pada saham INDY. Per 8 Desember 2025, harga saham INDY adalah Rp1,910 per lembarnya.
Klik di sini untuk tahu harga saham INDY lebih lanjut.
10. PT Kaltim Prima Coal
PT Kaltim Prima Coal merupakan salah satu anak perusahaan dari PT Bumi Resources (BUMI). Ruang lingkup bisnisnya yakni di bidang pertambangan dan pemasaran batu bara untuk domestik maupun internasional.
Lokasi pertambangannya sendiri berada di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, dan telah beroperasi sejak tahun 1992. Namun perusahaan ini tidak IPO di bursa, tetapi kamu bisa berinvestasi pada perusahaan induknya yakni PT Bumi Resources dengan kode saham BUMI.
Per 8 Desember 2025, harga saham BUMI adalah Rp238 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BUMI lebih lanjut.
Minat Berinvestasi Pada Perusahaan Tambang Terbesar?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja perusahaan tambang terbesar di Indonesia yang mayoritas berfokus pada hasil batu bara, mineral, dan emas. Bisa dibilang, saham tambang itu stabil dan banyak peminatnya.
Kamu bisa berinvestasi pada saham-saham tambang seperti PTBA, ANTM, hingga INDY ini melalui aplikasi InvestasiKu secara mudah. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya.
Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)