ARTIKEL
 

Jangan Investasi Sebelum Punya 5 Hal Ini

BY Josua Lois Sinaga - 10/19/2022 1:30:00 PM - 5 MINS READ

 

Berniat ingin investasi di instrumen saham? Sudah punya lima hal ini belum Kawan Visto? Kalau belum, coba dicek lagi!

Karena, lima hal penting ini, sangat dibutuhkan sebelum kamu mulai berinvestasi, khususnya di saham. Ada apa saja sih, di lima hal penting ini? Yuk, langsung intip saja!

Sama ketika kamu ingin membuat kartu kredit, di mana kamu harus memenuhi berbagai persyaratan bank, yang mungkin tidak begitu mudah. Seperti minimal pendapatan, status pekerjaan, hingga skor kredit dari BI checking.

Nah, hal yang sama juga terjadi ketika berinvestasi saham. Di mana lima hal penting ini, menjadi tahapan sebelum berinvestasi saham, yang harus dipenuhi.

Pasalnya, punya modal saja tidak cukup untuk berinvestasi saham. Jadi, jangan coba-coba ikut-ikutan investasi, jika lima hal ini belum terpenuhi.

Lantas, hal penting apa lagi, yang harus dipenuhi sebelum investasi?

 

5 Hal Penting Sebelum Mulai Investasi Saham

 

1. Ilmu investasi

Hal penting yang harus dipenuhi sebelum mulai berinvestasi saham adalah kuasai ilmu-ilmu investasi. Jangan gunakan kepercayaan dirimu, tanpa ilmu, dan pengetahuan yang mumpuni.

Karena, hal tersebut hanya akan membuatmu seperti “sok tahu”. Meski awam dan pemula, setidaknya kamu pelajari dan pahami dasar-dasar ilmu tentang investasi, khususnya saham. Terlebih setiap instrumen memiliki dasar-dasar ilmu yang berbeda.

Seperti istilah-istilah teknis investasi saham, cara investasi dan trading yang bijak, pihak-pihak yang terlibat, saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar di Indonesia, dan lainnya.

Setelah yakin untuk terjun ke dunia saham, maka kamu harus konsisten untuk terus pantau, mengecek pergerakan, mempelajari analisis saham, dan lainnya.

Jika kamu memilih instrumen saham, kamu juga akan menemukan istilah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), di mana manfaat dari RUPS ini adalah untuk menampung berbagai aspirasi dengan para pemegang saham, dalam menentukan kebijakan yang tepat.

 

Baca juga: Istilah Trading Saham Paling Sering Muncul, dari Bullish, Bearish, hingga Profit Taking

 

2. Tidak punya utang / utang di bawah 25% penghasilan

Ketika berniat untuk berinvestasi saham juga, artinya kamu juga siap finansial. Selain punya modal, disarankan juga untuk terjun ketika kamu tidak punya utang. Jika ada, usahakan besarnya di bawah 25 persen dari penghasilan.

Bila perlu, kamu harus selesaikan masalah utangmu terlebih dahulu, sebelum mulai berinvestasi. Mengapa? Karena, dikhawatirkan akan menimbulkan masalah yang baru.

Misalnya, ketika kamu berinvestasi dan sudah ada transaksi, tapi kamu masih punya utang. Lalu, kamu dihadapkan dengan kondisi saham yang kurang baik, sehingga bukan keuntungan yang didapat, malah kerugian.

Sehingga, utangmu masih belum selesai, tapi malah dapat masalah baru dengan merugi di investasi saham. Kalau kasus nya seperti ini, untuk apa kamu memaksakan investasi?

Bukannya tujuan investasi adalah untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin? Jadi, coba pikiran lagi ya Kawan Visto!

 

3. Punya dana darurat

Hal penting dalam berinvestasi yang selanjutnya ini, mungkin masih berkaitan dengan hal penting di poin sebelumnya. Mengapa? Karena, kondisi finansial bisa mempengaruhi money management kamu.

Gimana caranya, biar kondisi finansial saat sedang berinvestasi saham tetap aman? Kamu harus punya dana darurat untuk jaga-jaga. Jangankan saat sedang berinvestasi, sebagai orang yang masih aktif bekerja, punya dana darurat itu penting.

Dana darurat akan memberikan kamu rasa aman, ketika kamu dihadapkan dalam kondisi yang tidak terduga. Pastikan, dalam anggaran keuangan kamu sisihkan beberapa persen uang untuk dana darurat, investasi, menabung kebutuhan sehari-hari, dan lainnya.

Jangan simpan seluruh uangmu ke dalam investasi, apalagi hanya di satu instrumen. Karena, berinvestasi menjadi tujuan utama untuk membuat uang kamu berkembang.

Pasalnya, di dalam berinvestasi terlebih saham, akan ada yang namanya risiko kerugian, yang sulit diprediksi. Maka dari itu, perlu juga untuk memahami analisis dan strategi, yang mumpuni.

 

4. Proteksi

Hal penting yang juga harus dipenuhi sebelum memulai investasi saham adalah proteksi. Kok harus punya proteksi segala? Proteksi di sini adalah berupa asuransi, yang bisa memberikan kamu rasa aman, ketika berinvestasi.

Asuransi yang dimaksud, juga bisa berupa asuransi dari pemerintah, seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS lainnya. Asuransi kesehatan swasta, hingga asuransi jiwa.

Gunanya punya proteksi berupa asuransi buat apa? Jadi, proteksi di sini bermanfaat untuk membuat rasa aman, baik sisi finansial dan juga kesehatan atau jiwa.

Seperti yang diketahui, biaya kesehatan itu mahal. Sehingga, jika kamu memiliki asuransi, finansial kamu bisa lebih aman, sekalipun kamu sedang berinvestasi.

Bisa kamu bayangkan, jika kamu sedang berinvestasi, lalu kondisi kesehatan kamu sedang tidak baik-baik saja. Di satu waktu juga, dana investasi dan keuangan sedang tidak baik-baik saja.

Jika kamu tidak punya asuransi, maka kamu harus merelakan dana investasi untuk dijual rugi (dalam kondisi pasar apapun), karena kamu sedang butuh uang untuk kesehatan sesegera mungkin.

 

download investasiku

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK