ARTIKEL
 

3 Alasan Kamu Ga Boleh Trading Saham Pake Uang Pinjol

by Estrin Vanadianti Lestari - 26 Dec 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Mau bikin bisnis, modalnya bisa pinjam dari pinjaman online (pinjol). Nah, kalau mau investasi, bisa nggak modalnya dari pinjol juga?

Eh, yakin mau investasi pakai duit pinjol? Nggak takut double risiko? Belum lagi pinjolnya nggak terpercaya tuh.

Apalagi, kalau kamu memilih investasi berupa saham, yang disarankan untuk menggunakan uang dingin. Tapi, memangnya ada ya, yang investasi pakai duit pinjol?

Ada Kawan!!

 

Investasi Saham Pakai Duit Panas & Ngeluh di Sosmed 

Dilansir dari detik.com, ternyata pernah ada kasus demikian, yang ramai di media sosial sekitar tahun 2021. Menurut informasi yang beredar, ada potongan-potongan keluhan dari investor, yang nekat membeli saham menggunakan uang panas, alias duit dari pinjol.

Tapi, ternyata nggak cuma dari pinjol, investor-investor tersebut juga ada yang berinvestasi, menggunakan uang dari nilep duit arisan, hingga rela menggadaikan surat tanah hingga BPKB mobil. Wah, nekat banget ya.

 

Baca juga: Tips dan Cara Investasi Pemula

 

Kasus Investasi Saham Pakai Duit Pinjol

Jadi, saat itu pernah ada kasus demikian yang dilakukan oleh seorang investor. Di mana ia melakukan pengajuan pinjaman ke pinjol, sebesar Rp170 juta dari 10 aplikasi pinjaman online.

Dengan uang sebanyak itu, ternyata uangnya bukan digunakan untuk modal bisnis, bayar sekolah, atau pengobatan. Tapi, uangnya justru digunakan untuk membeli saham PT Antam Tbk.

Tak tanggung-tanggung, ia membeli saham ANTM sebanyak 500 lot, harga rata-rata diatas Rp3.000 per lembar. Padahal, hanya selang beberapa hari setelah beli, harga saham ANTM kemudian jatuh ke bawah, menjadi Rp2.700 per lembar.

Beli di harga Rp3.000 per lembar, tiba-tiba turun jadi Rp2.700 per lembar. Bukannya untung, eh malah rugi. Terlebih, uang buat beli sahamnya juga ‘ngutang’, double kill banget nggak tuh?

Nah, melihat kasus tersebut, Founder WH Project, William Hartanto memberi tanggapan bahwa kasus investasi pakai uang panas atau duit pinjol, memang sering menimpa investor baru.

Karena masih baru, membuat mereka terlalu percaya diri, sampai akhirnya mereka berani untuk menggunakan uang panas untuk membeli saham, tanpa berpikir panjang.

 

Baca Juga: Gaji Rp6,5 Juta di Jakarta, Cukup Ngga Sih?

 

Ini 3 Alasan Dilarang Trading Saham Pake Pinjol

Dilansir dari cncbindonesia.com, menurut Hendry Wijaya selaku Financial Educator Manager PT Sucor Sekuritas, menjelaskan bahwa langkah tersebut memang tidak tepat.

Sehingga, ia menyarankan kepada seluruh para investor dan trader, baik pemula maupun profesional, untuk tidak melakukan investasi saham, dengan uang pinjaman.

Agar kamu lebih paham, mengenai alasan dan risikonya, yuk langsung saja simak informasi berikut ini.

  • Depresi akibat merugi

Bukannya untung, hal tersebut justru akan menyebabkan masalah baru yang lebih besar. Seperti depresi yang luar biasa, jika kamu merugi saat investasi saham.

"Dampak depresinya pasti akan semakin terasa jika memakai dana utang atau pinjaman untuk investasi saham," ujarnya.

  • Harus bayar bunga lebih tinggi

Tokoh investor ternama Indonesia, yakni Lo Kheng Hong, mengatakan bahwa “Jangan membeli saham dengan hutang karena harus membayar bunga yang tinggi, belum lagi kalau saham yang dibeli harganya turun.”

Apalagi jika kamu memilih utang jangka pendek dengan suku bunga tinggi. Lo Kheng Hong sendiri, mulai merintis portofolio investasi saham pertamanya, dengan cara menyisihkan gaji setiap bulan, dan hal tersebut jauh lebih aman.

  • Risiko investasi makin besar

Ketika kamu memutuskan pinjam uang di pinjol untuk beli saham, maka nilai kekayaan kamu juga akan menyusut. Kamu bisa lihat sendiri, nilai kekayaan bersih dari hasil pengurangan total aset dan liabilitas.

Sederhananya, semakin banyak utang kamu, maka semakin berkurang juga nilai kekayaan bersih kamu. Kecuali kamu bisa berhasil dapat untung berlipat ganda, hingga melebihi beban bunga dari tunggakan utang.

Tapi, peluang kamu untuk bisa berhasil dan sukses, tidak bisa diprediksi. Bagaimana jika kebalikannya? Apakah kamu tidak akan depresi?

Ingat, jika ingin memulai investasi tapi belum ada uangnya, lebih baik kumpulkan dulu, jangan ngutang. Apalagi ngutang di pinjol. Nah, kalau mau investasi yang mudah, untuk pemula dan juga profesional, disarankan di InvestasiKu saja!

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO