Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata BUMN dan BUMD? Yap, keduanya sama-sama perusahaan yang sebagian besar modalnya adalah milik pemerintah.
Saat ini, jumlah perusahaan BUMN sendiri mencapai 68 perusahaan, yang terdiri dari 13 sektor. Dari jumlah tersebut, setidaknya sudah ada 29 perusahaan yang sudah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia. Simak apa saja!
Sektor Keuangan

1. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - BBTN
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk dengan kode saham BBTN, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan komersial. Bank ini juga mulai beroperasi berdasarkan prinsip syariah, pada tanggal 14 Februari 2005.
Per 6 April 2026, harga saham BBTN adalah Rp Rp1,265 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BBTN terbaru.
2. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - BBRI
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) merupakan salah satu bank milik pemerintah terbesar di Indonesia, yang didirikan oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja, pada 16 Desember 1895.
Per 6 April 2026, harga saham BBRI adalah Rp3,320 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BBRI terbaru.
3. BPD Jawa Barat dan Banten Tbk - BJBR
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk merupakan perusahaan nasionalisasi milik Belanda yang berdomisili di Indonesia. Setelah itu, bank ini diserahkan kepada Pemerintah Daerah Jawa Barat Tingkat I, dan kemudian bergerak pada sektor perbankan sistem syariah.
Per 6 April 2026, harga saham BJBR adalah Rp825 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BJBR terbaru.
4. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk - BBNI
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI merupakan bank umum milik negara, yang didirikan pada tanggal 5 Juli 1946. Lalu pada tahun 1996, akhirnya melantai di bursa dengan kode BBNI.
Per 6 April 2026, harga saham BBNI adalah Rp3,700 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BBNI terbaru.
5. Bank Mandiri (Persero) Tbk - BMRI
Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan perusahaan perbankan yang didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998. Bank ini didirikan sebagai bagian dari program restrukturisasi bank pemerintah Indonesia.
Lalu, pada bulan Juli 1999, setidaknya ada 4 bank milik negara yang digabungkan ke Bank Mandiri, yakni Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim dan Bapindo. Barulah pada tahun 2003, Bank Mandiri melantai di bursa dengan kode BMRI.
Per 6 April 2026, harga saham BMRI adalah Rp4,650 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham BMRI terbaru.
6. Bank Raya Indonesia Tbk. - AGRO
Bank Raya Indonesia ini anak usaha dari Bank BRI, yang berfokus pada sektor perbankan digital. Pada tahun 2003, emiten ini melantai di bursa dengan kode AGRO.
FYI, karena bergerak di sektor perbankan digital maka tentu saja pihak bank ini meluncurkan aplikasi digital bernama Raya App.
Per 6 April 2026, harga saham AGRO adalah Rp173 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham AGRO terbaru.
7. Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. - TUGU
Perusahaan yang bergerak di sektor asuransi umum ini adalah anak usaha dari Pertamina. Pada tahun 2018, akhirnya listing di bursa dengan kode TUGU. Hingga saat ini, pemegang saham mayoritas TUGU adalah Pertamina.
Per 6 April 2026, harga saham TUGU adalah Rp1,280 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham TUGU terbaru.
Baca Juga: 24 Saham Sektor Keuangan Beserta Peluang dan Tantangan Bisnisnya
Sektor Energi

1. Elnusa Tbk - ELSA
Elnusa Tbk adalah perusahaan yang bergerak dalam sektor energi khususnya minyak dan gas. Mulanya, perusahaan yang merupakan anak usaha Pertamina ini fokus pada pemeliharaan dan perbaikan peralatan komunikasi elektronik. Namun seiring berjalannya waktu, perusahaan ini berekspansi ke pengelolaan minyak dan gas.
Barulah pada tahun 2008, perusahaan ini melantai di bursa dengan kode ELSA. Per 6 April 2026, harga saham ELSA adalah Rp710 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham ELSA terbaru.
2. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk - PGAS
Perusahaan Gas Negara Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi, sekaligus sebagai pendukung program pembangunan ekonomi khususnya penggunaan gas alam. Berhubung perusahaan ini adalah BUMN, maka tentu saja saham mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Pada 2003, perusahaan yang menjadi induk dari PGAS Solution ini sukses melantai di bursa dengan kode PGAS. Per 6 April 2026, harga saham PGAS adalah Rp1,795 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham PGAS terbaru.
3. Pertamina Geothermal Energy Tbk. - PGEO
Saham BUMN selanjutnya adalah dari emiten Pertamina Geothermal Energy yang juga merupakan anak usaha Pertamina dengan fokus bisnis pertambangan panas bumi. Sudah ada 13 PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) hasil dari perusahaan ini yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pada tahun 2023 silam, perusahaan ini melantai di bursa dengan kode PGEO. Per 6 April 2026, harga saham PGEO adalah Rp1,020 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham PGEO terbaru.
Baca Juga: 37+ Daftar Saham Batu Bara di InvestasiKu Beserta Harganya!
Sektor Telekomunikasi

1. Telkom Indonesia (Persero) Tbk. - TLKM
Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) merupakan perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di sektor jasa telekomunikasi dan jaringan di Indonesia. Layanannya berupa layanan jaringan dan telekomunikasi, layanan telekomunikasi dasar domestik dan internasional, layanan kabel, telepon tetap nirkabel, dan Other License Operators.
Perusahaan yang sukses membuka 1.387 gerainya di seluruh Indonesia ini juga melantai di bursa dengan kode TLKM. Per 6 April 2026, harga saham TLKM adalah Rp3,130 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham TLKM terbaru.
2. Dayamitra Telekomunikasi Tbk. - MTEL
Dayamitra Telekomunikasi Tbk. ini merupakan anak usaha dari Telkom Indonesia juga bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi.
Mulanya, perusahaan ini memulai bisnis dengan nama Dayamitra Malindo. Barulah tahun 2014, seluruh sahamnya diakuisisi oleh Telkom. Lalu pada 2021, akhirnya melantai di bursa dengan kode MTEL.
Per 6 April 2026, harga saham MTEL adalah Rp520 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham MTEL terbaru.
Sektor Konstruksi

1. Waskita Karya (Persero) Tbk - WSKT
Waskita Karya Tbk. merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa konstruksi. Sudah ada banyak proyek besar yang dikerjakan oleh perusahaan ini, salah satunya Bandara Internasional Samarinda pada tahun 2014.
Pada tahun 2012, perusahaan yang sempat mengalami kontroversi ini melantai di bursa dengan kode WSKT. Per 6 April 2026, harga saham WKST adalah Rp202 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham WSKT terbaru.
2. Adhi Karya (Persero) Tbk - ADHI
Adhi Karya Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dengan pemegang mayoritas sahamnya adalah pemerintah Indonesia melalui Danantara.
Pada 2004, perusahaan yang bahkan sudah eksis sejak zaman Belanda ini akhirnya melantai di bursa dengan kode ADHI. Per 6 April 2026, harga saham ADHI adalah Rp193 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham ADHI terbaru.
3. Wijaya Karya (Persero) Tbk - WIKA
Wijaya Karya (Persero) Tbk merupakan BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur, khususnya untuk fasilitas industri hingga listrik & energi. Salah satu proyek besar yang dikerjakan oleh perusahaan ini adalah pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda pada tahun 2019.
Pada tahun 2007, BUMN ini sukses melantai di bursa dengan kode WIKA. Per 6 April 2026, harga saham WIKA adalah Rp204 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham WIKA terbaru.
4. PP (Persero) Tbk - PTPP
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi, real estate (developer), properti dan investasi. Berhubung PP ini adalah BUMN, tentu saja saham mayoritasnya dimiliki pemerintah melalui Danantara.
Pada tahun 2010, perusahaan ini resmi melantai di bursa dengan kode PTPP. Per 6 April 2026, harga saham PTPP adalah Rp278 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham PTPP terbaru.
5. Wijaya Karya Beton Tbk - WTON
Wijaya Karya Beton Tbk. adalah anak usaha dari Wijaya Karya yang berfokus pada produksi beton pracetak. Perusahaan yang lebih dikenal dengan nama WIKA Beton ini akhirnya melantai di bursa dengan kode WTON.
Per 6 April 2026, harga saham WTON adalah Rp84 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham WTON terbaru.
6. PP Properti Tbk - PPRO
PP Properti Tbk (PPRO) merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1997 sebagai unit-usaha non konstruksi dengan mengembangkan kawasan residensial, mall, hingga hotel. Salah satu proyeknya adalah Kidzania Surabaya.
Pada tahun 2015, akhirnya melantai di bursa dengan kode PPRO. Per 6 April 2026, harga saham PPRO adalah Rp28 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham PPRO terbaru.
7. Jasa Marga (Persero) Tbk - JSMR
Jasa Marga (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN Indonesia yang bergerak di bidang penyedia layanan jalan tol. Sudah banyak jalan tol yang dikerjakan oleh emiten dengan kode saham JSMR ini. Mulai dari tol Jakarta-Cikampek, Surabaya-Gempol, hingga Belawan-Medan-Tj Morawa yang ada di Sumatera.
Per 6 April 2026, harga saham JSMR adalah Rp3,080 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham JSMR terbaru.
8. Waskita Beton Precast Tbk - WSBP
Sesuai namanya, Waskita Beton Precast Tbk ini merupakan anak usaha dari Waskita Karya yang berfokus pada produksi beton pracetak dan siap pakai. Beberapa proyek unggulannya adalah Fly Over Adam Malik, LRT Palembang, dan beberapa proyek jalan tol.
Mulanya, perusahaan ini adalah Divisi Pracetak dari Waskita Karya dan memulai proyek pertamanya berupa pembangunan Jalan Tol Bali Mandara. Barulah pada tahun 2014, resmi dipisah untuk menjadi perusahaan sendiri. Dua tahun kemudian, akhirnya melantai di bursa dengan kode WSBP.
Per 6 April 2026, harga saham WSBP adalah Rp19 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham WSBP terbaru.
Baca Juga: 8 Saham Sinarmas dan Prospek Bisnisnya
Sektor Pertambangan

1. Aneka Tambang Tbk - ANTM
Aneka Tambang Tbk (ANTM) merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan simpanan alam, manufaktur, perdagangan, transportasi dan jasa terkait lainnya. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada 5 Juli 1968.
Per 6 April 2026, harga saham ANTM adalah Rp3,640 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham ANTM terbaru.
2. Bukit Asam (Persero) Tbk - PTBA
Bukit Asam Tbk (PTBA) merupakan perusahaan BUMN bergerak dalam bidang pertambangan batubara dan sekaligus bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID).
FYI, perusahaan ini tidak hanya fokus pada pertambangan batu bara saja, tetapi juga turut mendirikan PT Bukit Multi Investama untuk berbisnis di bidang investasi.
Pada tahun 2002, perusahaan BUMN ini melantai di bursa dengan kode PTBA. Per 6 April 2026, harga saham PTBA adalah Rp2,910 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham PTBA terbaru.
3. Timah Tbk - TINS
Sama seperti emiten BUMN sebelumnya, Timah Tbk (TINS) ini juga merupakan perusahaan pertambangan bagian dari MIND ID. Emiten yang melantai di bursa dengan kode TINS ini berfokus pada sektor pertambangan timah, batu bara, dan nikel.
FYI, Timah Tbk. ini telah ada sejak zaman pendudukan Belanda, yang kemudian dinasionalisasikan menjadi perusahaan negara.
Per 6 April 2026, harga saham TINS adalah Rp3,380 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham TINS terbaru.
Baca Juga: 8 Saham Nikel di BEI - Prospek Bsinis, dan Dampak Hilirisasi Nikel di Indonesia
Sektor Industri

1. Semen Indonesia Tbk. - SMGR
Semen Indonesia Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di industri semen dan mayoritas sahamnya dipegang oleh negara melalui Danantara. Hingga saat ini, perusahaan yang melantai di bursa dengan kode SMGR ini telah memiliki 17 anak perusahaan di Indonesia dan Vietnam.
Beberapa produk semen dari emiten saham BUMN ini adalah Semen Gresik, Semen Padang, Semen Merdeka, Dynamix, dan lainnya.
Per 6 April 2026, harga saham SMGR adalah Rp2,460 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham SMGR terbaru.
2. Semen Baturaja Tbk. - SMBR
Selanjutnya ada Semen Baturaja Tbk. yang juga terlibat dalam sektor industri semen sekaligus anak usaha dari emiten SMGR. Selain produksi semen, emiten yang melantai di bursa dengan kode SMBR ini turut memiliki fasilitas penggilingan dan pengantongan semen.
FYI, mulanya perusahaan ini berdiri tahun 1974 hasil dari patungan antara Semen Padang (55%) dan Semen Gresik (45%). Lima tahun kemudian, barulah pemerintah Indonesia ikut andil sebagai pemegang saham mayoritas sehingga menjadikan emiten SMBR ini sebagai BUMN.
Per 6 April 2026, harga saham SMBR adalah Rp218 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham SMBR terbaru.
3. Krakatau Steel Tbk. - KRAS
Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri produsen baja. Sama halnya dengan perusahaan BUMN lainnya, saham mayoritas dari emiten dengan kode KRAS ini dipegang oleh pemerintah Indonesia melalui Danantara.
Per 6 April 2026, harga saham KRAS adalah Rp314 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham KRAS terbaru.
Sektor Kesehatan

1. Indofarma Tbk. - INAF
Indofarma Tbk. merupakan perusahaan yang bergerak di industri produsen obat-obatan (Unbranded Generic atau OTC Over the Counter (OTC), obat generik, rapid diagnostic test, dan lain-lain). Hingga tahun 2020 silam, emiten saham BUMN yang melantai di bursa dengan kode INAF ini telah memproduksi 222 jenis obat dan 106 jenis alat kesehatan.
FYI, perusahaan ini sudah ada sejak masa kependudukan Jepang dan bahkan dikelola oleh perusahaan Jepang, Takeda Pharmaceutical Company.
Per 6 April 2026, harga saham INAF adalah Rp126 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham INAF terbaru.
2. Kimia Farma Tbk. - KAEF
Emiten saham BUMN yang satu ini pasti kamu sudah tahu karena produknya ada dimana-mana. Yap, Kimia Farma Tbk merupakan BUMN yang bergerak di sektor farmasi. Setidaknya, emiten dengan kode KAEF ini telah memiliki 12 pabrik, 1.278 apotek, bahkan hingga klinik kecantikan di seluruh Indonesia.
Per 6 April 2026, harga saham KAEF adalah Rp462 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham KAEF terbaru.
Sektor Transportasi

1. Garuda Indonesia Tbk. - GIAA
Garuda Indonesia Tbk. merupakan BUMN yang bergerak di bidang transportasi penerbangan sekaligus menjadi maskapai penerbangan nasional di Indonesia.
Pada tahun 2011, perusahaan ini melantai di bursa dengan kode GIAA. Per 6 April 2026, harga saham GIAA adalah Rp68 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham GIAA terbarunya.
2. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. - GMFI
Anak usaha dari GIAA ini berfokus pada sektor pemeliharaan, perbaikan, dan perbaikan pesawat terbang. Mulanya, perusahaan ini adalah Direktorat Teknik dari Garuda Indonesia.
Pada tahun 2017, perusahaan ini melantai di bursa dengan kode GMFI. Per 6 April 2026, harga saham GMFI adalah Rp60 per lembarnya. Klik di sini untuk tahu harga saham GMFI terbarunya.
Baca Juga: 37 Saham Sektor Transportasi dan Logistik Beserta Prospek Bisnisnya
Mau Berinvestasi Pada Saham BUMN?
Nah, itulah penjelasan tentang apa saja saham BUMN dari berbagai sektor industri. Sekalipun mayoritas saham BUMN itu dimiliki oleh pemerintah, tetapi kamu sebagai investor ritel juga bisa memiliki saham-saham tersebut.
Saham-saham seperti ANTM, WIKA, BBTN, BBRI, PGAS, dan lainnya bisa kamu investasikan melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)