ARTIKEL
 

Rumus IHSG dan Cara Membacanya

by Estrin Vanadianti Lestari - 18 Oct 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Kawan Visto pasti pernah dengar istilah IHSG di dunia saham bukan? Sudah tahu, IHSG itu apa? Kok sering muncul di pemberitaan ekonomi setiap hari?

Tidak hanya itu, IHSG juga biasanya ditampilkan berupa angka-angka yang terupdate. Nah, buat kamu yang mau terjun ke dunia saham, penting untuk mengetahui arti IHSG, cara hitung, hingga cara bacanya.

 

Apa Itu IHSG?

Tahukah kamu, bahwa IHSG itu adalah sebuah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan. Namun, IHSG juga biasa disebut sebagai ICI Indonesia Composite Index, dan juga IDX Composite.

Selain itu, IHSG juga dihitung dengan menggunakan nilai rata-rata yang berimbang berdasarkan jumlah saham, di bursa atau Market Value Weighted Average Index. Setiap kapan data ini akan dihitung? Pastinya, setiap hari bursa, yaitu Senin sampai dengan Jumat pukul 09.00-16.00 WIB, sehingga menghasilkan data terkini, secara update.

 

Indeks harga saham apa yang ditampilkan?

Jadi, IHSG adalah indeks pasar saham, yang digunakan Bursa Efek Indonesia (BEI), dan berisi daftar semua saham yang diperjualbelikan di BEI.

 

Bagaimana Cara Kerja IHSG?

Setiap hari, bursa menginformasikan posisi IHSG, di mana cara kerja IHSG memang bisa dilihat dari posisi IHSG yang selalu naik turun. Hal tersebut bisa terjadi, karena dipengaruhi banyak hal dan faktor, seperti berita ekonomi suatu perusahaan, negara, hingga aksi korporasi.

Berita ekonomi yang mungkin sangat mempengaruhi cara kerja IHSG belum lama ini adalah ketika kondisi ekonomi saat Covid-19 tahun 2020 lalu. Dampak ekonomi dari Covid-19, bisa disebut sangat mengerikan, hingga mempengaruhi nilai IHSG.

 

Rumus IHSG

Tahukah kamu, bahwa metodologi perhitungan atau rumus IHSG di Indonesia, sama dengan cara menghitung indeks bursa saham lainnya di seluruh dunia.

Caranya, yakni dengan menggunakan rata-rata berimbang berdasarkan jumlah saham di bursa, atau istilahnya adalah Market Value Weighted Average Index.

Adapun, rumus IHSG adalah sebagai berikut:

Indeks = (Nilai Pasar / Nilai Dasar) x 100

Nilai Dasar: Kumulatif jumlah saham pada hari dasar dikali dengan harga pada hari dasar.

Nilai Pasar: Kumulatif jumlah saham yang tercatat dikali dengan harga pasar.

 

Bagaimana cara menentukan nilai pasar?

Berikut caranya:

Rumus Nilai Pasar: Nilai Pasar = p₁q₁ + p₂q₂ + … + piqi + pnqn

Keterangan:

p= harga yang terjadi untuk emiten ke-i.
q= jumlah saham yang digunakan untuk penghitungan indeks untuk emiten ke-i
n= jumlah emiten yang tercatat di bursa efek.

 

Baca juga: Kenali 4 Fase Saham ini supaya nggak diguyur bandar

 

Fungsi IHSG Bagi Trader dan Investor

Kenapa trader dan investor sering mengamati pergerakan IHSG? Jadi gini, di Indonesia itu ada banyak saham, yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nah, IHSG ini membantu para trader dan investor melihat pergerakan saham di bursa, secara keseluruhan.

Informasi tentang IHSG juga sangat bermanfaat dan memiliki fungsi:

1. Sebagai pengukur kinerja portofolio

Pertama, informasi IHSG bisa digunakan untuk mengukur kinerja portofolio (kumpulan aset investasi saham milik perorangan atau perusahaan). Sehingga kamu bisa mengestimasi keuntungan dari portofolio yang kamu miliki, dari kinerja IHSG.

2. Sebagai indikator pergerakan pasar modal

Informasi di IHSG adalah nilai rata-rata dari harga saham secara real time. Nah, dari siti IHSG bisa menjadi indikator untuk melihat pergerakan pasar modal terupdate.

Jika IHSG sedang meningkat, maka harga saham juga bisa meningkat di pasar modal, begitupun sebaliknya. Tapi, karena nilai yang terpampang adala nilai rata-rata, maka kemungkinan ada beberapa harga saham yang berbeda jauh dengan IHSG.

3. Untuk melihat perkembangan kondisi ekonomi negara

Terakhir, fungsi dari IHSG adalah untuk melihat kondisi atau perkembangan dilihat dari aliran modal, pertumbuhan ekonomi, hingga penerimaan pajak negara. Lalu apa peran IHSG? Jadi, IHSG bisa memperlihatkan nilai investasi yang ada dalam negara.

Ketika investasi negara tinggi, maka aliran modalnya semakin besar, sehingga perekonomian bisa bergerak, bertumbuh, meningkatkan ekonomi suatu negara. Misalnya, lewat pembayaran pajak yang dibayarkan perusahaan.

 

Cara Membaca IHSG

Nah, buat kamu para trader atau investor saham pemula, wajib untuk tahu apa itu IHSG, cara hitung, dan juga cara membacanya. Pasalnya, kamu harus bisa baca pergerakan tren IHSG di pasar, untuk menentukan keputusan-keputusan dalam berinvestasi saham.

Dengan mengetahui pergerakan tersebut, kamu jadi bisa tahu kapan waktu yang tepat, kapan membeli dan kapan menjual saham. Mudahnya, jika kamu melihat IHSG naik secara tajam dalam sehari, maka disarankan untuk menghindari membeli saham saat momen tersebut.

Begitupun sebaliknya, jika kamu melihat tren IHSG yang menurun tajam, maka kamu sangat disarankan untuk melakukan pembeliaan saham. Tapi, agar kamu bisa lebih yakin atas pertimbangan tersebut, lebih baik kamu lakukan analisis fundamental terlebih dahulu.

Nah, dari banyaknya perusahaan yang terdaftar dalam BEI, pasti ada beberapa saham perusahaan yang memiliki kontribusi yang besar, sebagai penopang IHSG di Indonesia.

Tentunya, perusahaan tersebut memiliki kapitalis pasar yang besar, di bidang bisnisnya. Salah satunya di sektor perbankan, telekomunikasi, hingga industri manufaktur.

Penasaran nggak sih, saham-saham dari perusahaan mana saja, yang berada di dalam daftar saham penggerak IHSG di Indonesia? Berikut daftarnya:

  • BBCA (Bank Central Asia, Tbk.) = Perbankan - Kapitalis pasar: Rp815 triliunan
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia, Tbk.) = Perbankan - Kapitalis pasar: Rp537 triliunan
  • TLKM (Telekomunikasi Indonesia, Tbk) = Telekomunikasi - Kapitalis pasar: Rp393 triliunan
  • BMRI (Bank Mandiri, Tbk) = Perbankan - Rp354 triliunan
  • UNVR (Unilever Indonesia, Tbk) = Industri barang konsumsi - Rp320 triliunan
  • ASII (Astra International, Tbk.) = Industri manufaktur - Rp280 triliunan
  • HMSP (H.M Sampoerna, Tbk.) = Industri barang konsumsi - Rp244 triliunan
  • TPIA (Chandra Asri Petrochemical, Tbk.) = Industri kimia - Rp185 triliunan
  • BBNI (Bank Negara Indonesia, Tbk.) = Perbankan - Rp144 triliunan
  • BRPT (Barito Pacific, Tbk.) = Industri kimia - Rp134 triliunan

 

Apakah IHSG Bisa Dibeli?

IHSG tidak bisa dibeli, tapi kalau saham-saham spesifik yang masuk ke dalam indeks IHSG bisa! Bagaimana caranya?

Di sini, kawan bisa lihat update-an IHSG setiap harinya melalui aplikasi atau website investasi pilihanmu, seperti di aplikasi InvestasiKu. Lalu perhatikan grafik IHSG, jika IHSG memiliki tren naik maka IHSG bisa dikatakan bullish dengan tanda hijau.

Di sini, investor maupun trader disarankan untuk menjual sahamnya, untuk mendapatkan keuntungan. Atau kamu juga bisa hold saham, agar kamu bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

 

IHSG Turun Apa yang Harus Dilakukan?

Tren IHSG bisa turun? Bisa! Kondisi ini adalah kebalikan dari bullish (IHSG naik), yakni bearish (IHSG turun atau merah).

Kalau terjadi kondisi ini, harus apa? Maka disarankan untuk membeli saham dan hold (tetap simpan dan tidak menjualnya). Harapannya, agar bisa mendapat keuntungan, jika harga saham meningkat di masa depan.

Tapi, kamu juga bisa jual atau cut-loss saham yang kamu punya, untuk meminimalisir kerugian yang lebih besar, karena ditakutkan harga saham akan semakin turun.

 

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO