ARTIKEL
 

Profil Chairul Tanjung, Dulu Jualan Kaos Kini Sudah Jadi Bos

BY Josua Lois Sinaga - 10/7/2022 11:13:00 AM - 8 MINS READ

 

Dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, siapa yang tak tahu Chairul Tanjung (CT), Si Anak Singkong? Tidak hanya satu, Chairul Tanjung juga memiliki banyak bisnis raksasa lainnya di Indonesia.

Chairul Tanjung merupakan seorang konglomerat asal Indonesia, yang terlahir bukan dari keluarga kaya raya, di Jakarta pada 18 Juni 1962.

Namun, sekarang ia membuktikannya dengan menjadi salah satu orang terkaya di dunia, dan terkaya nomor tiga di Indonesia versi Forbes Real Time Billionaires 2022.

Di mana, total kekayaan bersihnya sendiri adalah senilai USD 8 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya, kekayaan CT stabil di kisaran USD 8,5 miliar, jadi di tahun ini kekayaannya termasuk mengalami kenaikan yang signifikan.

Karena bukan dari keluarga berada, maka tak heran jika banyak orang yang sangat terinspirasi dari kisah suksesnya. Bahkan, julukan “Si Anak Singkong” untuk Chairul Tanjung sudah sangat melekat.

Pasalnya, julukan tersebut adalah bagian dari judul buku tentang perjalanan hidupnya. Lantas, bagaimana kisah sukses Chairul Tanjung, sampai ia bisa menjadi konglomerat seperti sekarang ini? Yuk, intip informasinya di sini.

 

Kisah Sukses Chairul Tanjung

Chairul Tanjung memiliki seorang ayah bernama A.G. Tanjung, yang berprofesi sebagai wartawan Orde Lama, dan pernah menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil.

Saat berada di bangku kuliah, Chairul Tanjung mengalami kesulitan ekonomi untuk membayar biaya pendidikannya. Saat itu, ia mengambil jurusan yang berbeda jauh dari bidang pekerjaannya saat ini, yakni di Fakultas Kedokteran Gigi UI tahun 1981.

 

Mulai Buka Bisnis Kecil Karena Kondisi Ekonomi Keluarga

Sadar dengan kondisi finansial keluarganya, CT pun mulai mengasah keterampilan berbisnisnya, meski kecil-kecilan. Mulai dari menjual buku kuliah, kaos, bahkan hingga toko peralatan laboratorium dan kedokteran.

Tidak berjalan mulus, beberapa bisnisnya pun mengalami kebangkrutan, seperti toko peralatan laboratorium yang berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Tidak sampai di situ, CT selalu mencoba berbagai bisnis, di banyak bidang. Seperti, usaha kontraktor, perusahaan baja, tetapi kurang berhasil. Setelah itu, pindah ke perusahaan rotan dan mendirikan PT Pariarti Shindutama.

 

Bisnis Sepatu Ekspor Milik CT Mulai Berjaya

Di perusahaan PT Pariarti Shindutama, CT bertemu dengan tiga rekannya, dan memproduksi sepatu anak-anak, untuk diekspor. Di bisnis ini, CT baru mendapatkan untung besar, dengan pesanan sepatu sebanyak 160 ribu pasang dari Italia.

Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya CT memutuskan untuk berpisah, dan membangun bisnisnya sendiri ke tiga bidang bisnis baru. Hal tersebut terjadi, karena adanya perbedaan pendapat dengan rekan-rekannya.

 

Beralih ke 3 Bidang Bisnis Lain

Tiga bidang bisnis baru yang dibangun CT, semenjak lepas dari bisnis sepatu ekspor, adalah keuangan, properti, dan multimedia.

Di bidang bisnis keuangan, CT mengambil alih Bank Tugu, di mana saat ini menjadi Bank Mega. Di bidang properti CT memiliki perusahaan real estate, dan di bidang multimedia CT berkecimpung di bisnis pertelevisian, yang sudah kita kenal saat ini, yakni Trans Corp.

 

Mega Corporate - Bisnis Perbankan

Bukan lagi bank biasa, kini Bank Mega sudah menjadi bank kelas atas. Tidak hanya menyediakan produk perbankan, Mega juga merambah ke produk bisnis lain, melalui Mega Corporate.

Produk bisnis tersebut adalah asuransi jiwa, asuransi kerugian, dan sekuritas. Nah, dalam bidang sekuritas atau capital market, Mega Corp memiliki PT Mega Capital Sekuritas dan PT Mega Capital Investama.

Saat ini, PT Mega Capital Sekuritas sendiri, juga sedang memperluas jaringan dengan membuat aplikasi saham online, bernama InvestasiKu. Di aplikasi ini, akan membuat investor lebih mudah untuk transaksi saham, secara online.

 

download investasiku

 

Real Estate - Bisnis Properti

Pada sektor sekuritas, CT memiliki perusahaan real estate dan membangun Bandung Supermall pada 1999. Chairul Tanjung juga diketahui punya bisnis di sektor properti dan investasi. Beberapa perusahaan properti dan investasi yang dimilikinya, antara lain adalah Para Bandung Propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo.

Sedangkan pada bidang investasi, di awal 2010, melalui anak perusahaannya, Trans Corp, membeli saham Carrefour Indonesia sebesar 40 persen. Saat ini, Carrefour Indonesia sudah dikuasai sepenuhnya oleh Chairul Tanjung dan diubah namanya menjadi TransMart.

 

Trans Corp - Bisnis Multimedia

Di bidang bisnis multimedia, CT dikenal sebagai pemilik Trans Corp, yang terdiri dari beberapa media ternama, mulai dari Trans TV dan Trans 7 (bisnis pertelevisian). Detik Network, CNBC Indonesia, dan CNN Indonesia (media online), dan Transvision Channels.

 

Bisnis di Bidang Lain

Selain deretan bisnis raksasa di atas, CT juga memiliki bisnis di luar tiga bidang di atas. Menggunakan Trans Corp, CT mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia, melalui PT Trans Ritel.

Tidak sampai disitu, kini ia bahkan sudah menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia. Bisnis gurita lainnya milik CT ada di bidang lifestyle (pelayanan wisata atau perjalanan), fashion (sebagai pemegang lisensi Mango, Jimmy Choo, Versace dan lainnya), food and beverage (Baskin Robbins, The Coffee Bean & Tea Leaf dan lain-lain).

Seperti yang dilihat, bahwa mayoritas bahkan sistem bisnis CT adalah mengakuisisi bisnis yang sudah ada. Alasannya adalah untuk membuat sinergi dan memperluas ladang usaha.

 

Total Kekayaan

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa kekayaan CT di tahun 2022 ini, mengalami kenaikan. Di mana saat ini, kekayaan bersih CT adalah USD 8,5 miliar, menurut Forbes Real Time Billionaires 2022.

Kekayaan CT mengalami kenaikan, di mana salah satu sumber pundi-pundinya berasal dari Rights Issue Bank digital, yakni PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), yang mempunyai performa luar biasa.

PT Allo Bank Indonesia Tbk, dikendalikan oleh PT Mega Corporate. Dilansir dari Katadata, periode kuartal I/2022, laba BBHI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp75 miliar.

Maka tak heran jika performanya melesat secara tahunan (yoy), pada periode yang sama, di tahun 2021 yakni sebesar 746 persen. Perkembangan laba PT Allo Bank Indonesia juga ditopang dengan naiknya pendapatan bunga, menjadi sebesar Rp103,3 miliar.

Masih dilansir dari Katadata, menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) tepatnya pada tahun 2014, CT juga memiliki harta kekayaan tidak bergerak berupa tanah, yakni sebesar Rp445,97 miliar.

Tidak hanya itu, ada juga harta tidak bergerak milik CT berupa kendaraan mewah senilai Rp15,5 miliar, investasi logam mulia dan barang antik senilai Rp25,8 miliar.

 

Saham Chairul Tanjung

 

1. Allo Bank (Bank Harda Indonesia)

Menggemparkan dunia perbankan digital di awal tahun 2022, Chairul Tanjung beli saham Bank Harda Indonesia Tbk (BBHI), atau dikenal saat ini sebagai Allo Bank Indonesia, melalui PT Mega Corpora senilai Rp493,6 miliar.

Saat itu, Yohanes selaku Direktur Utama BBHI juga telah menginformasikan , bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menerbitkan izin untuk aksi korporasi tersebut.

Artinya PT Mega Corpora sudah memperoleh persetujuan OJK, dan Pengawas Perbankan dengan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK No. Kep-40/D.03/2021. Tepatnya, pada tanggal 10 Maret 2021 tentang izin pengambilalihan 73,71 persen saham, PT Bank Harda Internasional Tbk.

Para pemegang saham BBHI saat itu, juga sudah memberikan persetujuan rencana pengambilalihan atas 3,08 miliar saham. Saat itu, harga pembelian saham adalah Rp160,26 per lembar, dan menjadi harga tertinggi harian, pada 90 terakhir.

 

2. Bank Mega/Mega Corporate (Bank Tugu)

Pada tahun 1969 PT Bank Karman merupakan bisnis milik keluarga di Surabaya. Lalu, pada tahun 1992 PT Bank Karman berganti nama menjadi PT Mega Bank, yang berkantor pusat di Jakarta.

Nah, di tahun 1996 PT Mega Bank diambil alih oleh Chairul Tanjung, melalui PARA Group (PT Para Global Investing dan PT Para Rekan Investama). Setelah itu, PARA Group berubah nama menjadi CT Corpora.

PT Mega Bank juga melakukan perubahan logo, menjadi sebuah huruf M berwarna biru kuning di tahun 1997. Di tahun 2000, PT Mega Bank berubah nama menjadi PT Bank Mega.

Tahun 2013, logo diubah kembali menjadi huruf M berwarna kuning dan abu-abu, yang memiliki arti proses dan sistem yang canggih.

 

3. PT Garuda Indonesia

Chairul Tanjung melalui PT Trans Airways, entitas usaha CT Corp diketahui memborong saham PT Garuda Indonesia (persero) Tbk (GIAA) dari Finegold Resources Ltd.

Kegiatan transaksi pembelian saham tersebut, dilakukan CT pada 6 Mei 2021 lalu, dengan nilai mencapai Rp317,23 miliar. Adapun, jumlah saham yang dibeli CT, tercatat ada sebanyak 635,73 juta saham, dengan harga Rp499 per lembar saham.

Belum lama ini juga, GIAA berhasil mencetak laba bersih mencapai USD 3,8 miliar atau setara Rp57,38 triliun (asumsi kurs Rp15.100) pada semester 1-2022.

Dari laba bersih USD 3,8 miliar tersebut, mayoritas diperoleh dari cancellation of debt yang turun dari USD 10 miliar ke USD 5 miliar.  

 

download investasiku

 

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK