ARTIKEL
 

8 Hal Perlu Dihindari Agar Kamu Ga Rugi Main Saham

by Dany Mauriz Gibran - 14 Jul 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Kenapa main saham bisa rugi? Bukannya investasi pasti akan mendatangkan keuntungan, dari dana yang terus berkembang? Eits, kata siapa?

Justru, risiko kerugian saat trading saham itu, bisa terjadi kapan saja lho! Alasan utamanya, karena mereka (para investor), tidak memahami siklus dalam berinvestasi.

Sederhananya, ketika terjun ke dunia saham, kamu harus siap dengan segala risiko kerugian dan mencoba mencegahnya.
Jadi, kenapa trading saham bisa rugi?

Pastinya, ada banyak faktor yang membuat seorang investor mengalami kerugian, saat investasi atau trading saham.
Nah, dari faktor-faktor ini, kamu membuat perencanaan yang matang, ketika ingin trading saham, karena risiko kerugian akan selalu ada.

Jadi, gimana biar kamu bisa menghindari kerugian tersebut? Cara mudahnya, kamu hanya butuh menghindari beberapa kesalahan besar ini, yang mungkin tidak disadari para investor.

 

Berikut adalah hal-hal, yang perlu dihindari dalam berinvestasi atau trading saham:

 

1. Jangan Serakah

Hal yang perlu dihindari agar tidak mengalami kerugian saham adalah, dengan menghilangkan mindset serakah. Artinya, jangan berpikiran bahkan investasi saham itu pasti untung.

Pasalnya, di jenis investasi apapun, termasuk saham, tentunya memiliki risiko kerugian. Kenapa kita harus hilangkan mindset ini? Alasannya, agar kamu bisa mempersiapkan segala risiko dengan cara mencegah dan meminimalisirnya.

Caranya bisa dengan mempelajari grafik saham, analisis teknikal, analisis fundamental, metode, hingga strategi, yang tepat.

Dengan begitu, kamu bisa mencegah terjadi kerugian yang mungkin akan menimpamu. Jadi, jangan serakah dan sedikit-sedikit beli, tanpa tahu saham yang pasti.

 

Baca juga: 6 Analisis Teknikal Cuan

 

2. Hanya Fokus pada Satu Saham

Kenapa investasi saham bisa rugi? Salah satunya juga karena investor hanya fokus pada satu saham saja. Memangnya kenapa?

Jika kamu fokus pada satu saham, kamu tidak bisa melakukan perbandingan, sehingga kamu tidak bisa menilai secara rasional saham yang kamu incar.

"Saham A pasti aman, nggak mungkin turun!" Belum tentu? Karena, semua hal bisa terjadi, dan biasanya investor yang hanya fokus ke satu saham, sulit untuk melihat hal buruk tentang saham tersebut.

Jadi, kamu harus eksplorasi pergerakan saham lain, di mana ketika ada peluang bagus di suatu saham, kamu bisa coba ambil kesempatan cuan.

Dengan begitu, kamu bisa menghindari kerugian pada saham-saham, yang sudah kamu miliki.

Selama kamu masih dapat memantau koleksi saham kamu dengan baik, ya gapapa.

 

download investasiku

 

3. Beli Saham Gorengan

Alasan lainnya kenapa kamu bisa merugi, salah satunya adalah salah pilih saham. Di pasar atau bursa, ada banyak saham yang beredar, dan beberapa di antaranya ada saham yang kurang berpotensial, atau biasa disebut saham gorengan.

Beberapa investor mungkin berpikiran, bahwa membeli saham yang sangat murah dan menjualnya dengan harga tinggi, adalah keputusan yang tepat.

Sebenarnya, tidak ada yang salah dari kegiatan tersebut. Tapi, pastikan lagi bahwa saham yang kamu incar berasal dari perusahaan yang memiliki fundamental cukup baik.

Tapi, kalau perusahaannya tidak jelas, keuangannya juga tidak stabil, malah akan membawamu pada potensi kerugian. Jadi, jika kamu pemula, lebih baik jangan beli langsung dalam jumlah banyak, untuk mengharapkan keuntungan.

 

4. Nilai Portofolio Diabaikan

Cara investasi saham, dengan cara membeli dan membiarkannya dalam jangka waktu lama, memang tidak ada salahnya.

Tapi, pastikan bahwa perusahaan tersebut akan bertumbuh semakin baik. Kalau tidak, bagaimana?

Ini dia poinnya, karena tidak ada yang bisa memprediksi sebuah saham, akan terus berada pada titik aman atau tidak.

Cara tersebut memang praktis, apalagi untuk investor yang malas untuk memantau pergerakan setiap saat. Tapi, hal tersebut bukanlah cara yang bagus.

Pasalnya, hal tersebut akan berpengaruh pada portofolio saham kamu. Di mana kamu harus memonitor portofolio, dan membuatnya menjadi bagus.

Caranya, dengan memilih saham dari perusahaan yang memiliki kinerja yang bagus. Semakin bagus, kamu bisa masukkan ke portofolio, sehingga keuntungannya juga akan semakin besar.

Jika saham mulai terjadi pergerakan penurunan, investor bisa segera menjual saham sebelum terlambat. Sehingga, portofolio kamu tidak memiliki nilai yang buruk.

 

5. Tidak Gunakan Analisis Fundamental yang Benar

Tanpa analisis fundamental, membeli saham bagaikan beli kucing dalam karung. Artinya, kamu membeli saham, tanpa memahami fundamental perusahaan, secara mendalam.

Mulai dari laba ruginya, keuangannya, kinerja perusahaannya, dan lainnya. Hal tersebut perlu investor ketahui, agar kamu bisa meminimalisir risiko yang bisa saja datang di kemudian hari.

Tidak sedikit investor yang mengabaikan analisis fundamental, dan lebih memiliki analisis teknikal, karena hasrat ingin mendapatkan keuntungan dengan cepat sangat menggebu-gebu.

Kamu boleh saja menggunakan analisis teknikal, tapi jangan mengabaikan juga analisis fundamental perusahaan.

 

6. Ragu dalam Mempertimbang Sesuatu (Jual/Beli Saham)

Ada saham yang sedang naik, tapi ragu untuk jual, dan membiarkannya sampai di titik tertinggi, padahal sudah cukup memberi keuntungan.

Ada saham yang sedang turun, ragu juga untuk membelinya, padahal saham yang sedang bearish, adalah kesempatan baik untuk beli saham bagus tapi murah.

Namun, kembali lagi untuk cek perusahaan yang bagus. Karena ketika bearish, biasanya lama-lama akan kembali naik ke harga wajarnya. Nah, disinilah investor harus cerdas melihat peluang, jadi jangan ragu.

 

7. Mengabaikan Siklus Pasar dan Peristiwa Global

Orang sering kehilangan uang di pasar karena mereka tidak memahami siklus ekonomi dan pasar investasi. Siklus bisnis dan ekonomi berkembang dan menurun. Siklus yang sifatnya krusial yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, perluasan pasar kerja, dan faktor ekonomi lainnya.

Ketika inflasi merayap naik, harga naik, dan pertumbuhan PDB melambat. Dalam hal ini, pasar saham juga bisa turun nilainya.
Contohnya, jika kamu menjual selama seminggu setelah pandemi, investasi kamu kemungkinan besar akan kehilangan uang. Tetapi jika Anda berpegang teguh dan tidak melakukan apapun setelah penurunan, kamu akan mendapatkan keuntungan.

Dalam beberapa bulan, ada beberapa saham yang kembali ke posisi semula setelah pandemi mereda.
Jika kamu ingin menghindari kehilangan uang selama penurunan di seluruh pasar, pertimbangan terbaik kamu adalah duduk tenang dan menunggu investasi kamu pulih.

 

8. Membiarkan Emosi Menaklukan Diri Kamu

Kenapa main saham bisa rugi itu karena mereka membiarkan emosi menyelimuti dirinya. Terutama, ketakutan dan keserakahan untuk meraup keuntungan yang tidak realistis.

Kondisi keuangan serta psikologi investor menjelaskan mengapa pemilik modal membuat keputusan yang buruk. Coba untuk Mempelajari konsep keuangan perilaku dasar, dan kuasai emosi.

Tujuannya, untuk menghindari tindakan gegabah yang menghabiskan banyak biaya dalam jangka panjang.
Misalnya, mengikuti mentalitas ikut-ikutan adalah salah satu kesalahan perilaku yang menyebabkan kenapa main saham bisa rugi. Ini diaplikasikan setiap kali kamu secara membabi buta ikut beli saham tersebut karena kebanyakan orang lain melakukan itu.

Untuk menghindari kenapa main saham bisa rugi, jangan mengikuti rumor dan jangan membeli aset yang terlalu mahal. Sebaliknya, buat rencana investasi yang masuk akal, dan ikuti.

Kenapa main saham bisa rugi? semua ini tergantung pada jenis perdagangan yang kamu lakukan. Jika kamu memiliki RDN, yang merupakan rekening perantara yang mengharuskan kamu membayar sekuritas menggunakan uang tunai, kamu tidak akan kehilangan lebih dari yang kamu investasikan.

ika kamu berdagang dengan akun margin, yang memungkinkan kamu meminjam uang untuk membeli aset seperti forex, kamu bisa kehilangan lebih banyak daripada yang kamu investasikan.

 

Bagaimana kamu tahu kapan harus membeli saham?

Cara menghindari kenapa main saham bisa rugi adalah belajar teknikal analisis dapat membantu kamu memutuskan apakah akan membeli saham. Pertimbangkan tren pendapatan perusahaan, bagaimana perbandingannya dengan perusahaan serupa, dan rasio harga terhadap pendapatan (P/E).

Menentukan waktu pasar itu sulit, jadi yang terbaik adalah fokus pada kinerja suatu saham tersebut pada masa yang akan datang. Daripada mempertimbangkan apakah sahamnya akan naik atau tidak.

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO