SAHAM
 

FTSE Russell: Pengertian dan Review Terbaru Agustus 2026 Terhadap Saham Indonesia

by Rifda Arum - 21 Aug 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Melansir dari CNBC Indonesia, pada 20 Agustus 2026 kemarin FTSE Russell mengumumkan penundaan penyesuaian ulang indeks untuk Indonesia secara penuh, peningkatan free float, dan penambahan saham tercatat baru hingga September 2026. 

Hal ini tentu saja mempengaruhi para investor dalam berinvestasi. Mengingat FTSE Russell adalah salah satu lembaga indeks global ternama. 

Perlu kamu ketahui juga bahwa pada 9 Februari 2026 silam, FTSE Russell ini mengakui bahwa pihaknya masih terus memantau perkembangan pasar Indonesia untuk penilaiannya terhadap perlakuan indeks. 

Memangnya, seberapa berdampak eksistensi lembaga FTSE Russell ini bagi saham-saham Indonesia? Yuk, simak selengkapnya berikut ini!

Apa Itu FTSE Russell?

Dalam dunia pasar modal, nama FTSE Russell cukup sering muncul ketika membahas indeks saham global, aliran dana asing, dan rebalancing indeks.

FTSE Russell merupakan penyedia indeks global yang merupakan bagian dari London Stock Exchange Group (LSEG). Lembaga ini menyediakan berbagai indeks, data, analitik, dan solusi benchmark yang digunakan oleh investor institusi maupun investor ritel di berbagai negara.

FTSE Russell menghitung ribuan indeks yang mencakup berbagai kelas aset dan pasar di lebih dari 70 negara. Indeks-indeks tersebut digunakan sebagai acuan oleh asset manager, penyedia ETF, investment bank, dan berbagai pelaku pasar lainnya. Indeks yang paling terkenal adalah Indeks FTSE 100 di Inggris, dan Indeks Russell 2000 di Amerika Serikat. 

Melansir dari website resmi LSEG, menyebutkan bahwa sekitar US$20 triliun aset menggunakan indeks FTSE Russell sebagai benchmark.

Hal ini dinyatakan pula pada jurnal penelitian berjudul Pengaruh Indeks Dow Jones Industrial, Nikkei 225, dan FTSE Terhadap IHSG dan Penanam Modal Asing Indonesia. Pada jurnal tersebut menggarisbawahi FTSE index adalah sebuah indeks pasar saham dari 100 saham perusahaan publik yang diperdagangkan di Bursa Saham London dengan kapitalisasi pasar tertinggi. FTSE 100 menjadi salah satu indeks saham yang paling banyak digunakan dan dipandang sebagai ukuran kemakmuran bisnis untuk bisnis diatur oleh hukum perusahaan Inggris 

Di dunia pasar saham, FTSE Russell pada dasarnya membantu investor memperoleh benchmark yang digunakan untuk mengukur kinerja pasar atau portofolio.

Misalnya, sebuah manajer investasi dapat menggunakan indeks FTSE tertentu sebagai acuan dalam mengelola portofolionya. Ketika komposisi indeks berubah, fund manager yang menggunakan indeks tersebut sebagai benchmark perlu menyesuaikan portofolionya. Itulah yang disebut sebagai aktivitas rebalancing.

Jika suatu saham masuk ke indeks, terdapat potensi permintaan dari dana yang mengikuti indeks tersebut. Sebaliknya, saham yang dikeluarkan dapat menghadapi potensi tekanan jual dari investor pasif yang perlu menyesuaikan portofolionya.

Namun, perubahan indeks bukan berarti harga saham pasti naik atau turun. Dampaknya bergantung pada jenis indeks, bobot saham, jumlah dana yang mengikuti indeks, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar.

Baca Juga: S&P Dow Jones Indices - Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Status Indonesia

Bagaimana FTSE Russell Menentukan Saham dalam Indeks?

Berdasarkan dokumen resmi FTSE Russell - FTSE Global Equity Index Series Ground Rules, menyatakan metodologi yang digunakan lembaga indeks global ini untuk mementukan kelayakan saham dan bobotnya. Beberapa faktor yang diperhatikan antara lain:

  • Kapitalisasi pasar.
  • Free float atau saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik.
  • Likuiditas.
  • Persyaratan investability.
  • Kriteria negara dan klasifikasi pasar.
  • Ketentuan tertentu terkait kepemilikan saham.
  • Kriteria ESG, etika, dan syariah untuk indeks yang menerapkannya.

Pada faktor Kriteria Negara dan Klasifikasi Pasar menggunakan metodologi FTSE Equity Country Classification. Hampir sama dengan kriteria negara dari lembaga pemeringkat lainnya, FTSE Russell turut membagi pasar berdasarkan berbagai kriteria. 

Mulai dari market and regulatory environment, custody and settlement, dealing landscape, dan broker/custodian services. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

Nah, pada faktor ke-5 yakni Ketentuan Tertentu Terkait Kepemilikan Saham itu mengacu pada High Shareholding Concentration, yang mana juga disoroti oleh MSCI pada Agustus 2026 ini. 

Berdasarkan laporan Index Treatment for the June 2026 per 13 Mei 2026, pihak FTSE Russell menjelaskan bahwa mereka akan menghapus saham Indonesia yang terkena High Shareholding Concentration (HSC) sesuai dengan Free Float Restrictions. 

Konsentrasi kepemilikan yang terlalu tinggi dapat membuat saham sulit diperdagangkan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi investor pasif karena mereka membutuhkan pasar yang cukup likuid untuk melakukan transaksi dan mereplikasi indeks.

Baca Juga: High Shareholding Concentration - Pengertian, Daftar Saham, dan Kaitannya dengan Metode PIR

Review FTSE Russell 2026 untuk Saham Indonesia

Pada 18 Agustus 2026, FTSE Russell mengumumkan perlakuan untuk saham Indonesia dalam September 2026 Index Review. Keputusan tersebut menunjukkan bahwa FTSE Russell masih memberikan waktu tambahan untuk memantau perkembangan reformasi pasar modal Indonesia. 

Pada laporan tersebut, menyebutkan bahwa “FTSE Russell has noted that the Indonesian market authorities have implemented several measures intended to strengthen the transparency of the Indonesia capital market, including the provision of shareholder ownership data above 1%, publication of a High Shareholding Concentration (HSC) list, and enhancements to investor classification reporting.”

Artinya, pihak FTSE Russell mencatat bahwa otoritas pasar Indonesia telah menerapkan sejumlah langkah yang ditujukan untuk memperkuat transparansi pasar modal Indonesia, termasuk penyediaan data kepemilikan pemegang saham di atas 1%, publikasi daftar High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan pelaporan klasifikasi investor. 

Nah, dalam review tersebut, FTSE Russell akan melanjutkan penerapan pembaruan indeks berikut untuk sekuritas yang tercatat di Indonesia: 

  1. Pembaruan Industry Classification Benchmark (ICB).
  2. Penyesuaian jumlah saham sesuai dengan buffer 1%.
  3. Penurunan free float tertentu sesuai ketentuan buffer. Buffer 3% untuk free float di atas 15%, atau buffer 1% untuk free float antara 5% hingga 15%. 
  4. Penghapusan saham yang tidak lagi memenuhi kriteria indeks.
  5. Perubahan Large, Mid, Small, atau Micro Cap yang berasal dari spin-off.
  6. Penurunan saham dari Large/Mid/Small menjadi Micro Cap jika memenuhi kondisi yang ditentukan.
  7. Pembaruan capping.
  8. Perubahan Weight Adjustment Factor (WAF) dari positif menjadi nol.
  9. Pembaruan daftar eksklusi, termasuk kriteria ESG, etika, dan syariah.

Singkatnya, untuk review September 2026, peluang munculnya saham Indonesia baru yang masuk karena proses re-ranking normal masih ditangguhkan. 

FTSE Russell juga kan tetap menunda perubahan kategori ukuran antara Large, Mid, Small, dan Micro Cap, kenaikan free float, perubahan Weight Adjustment Factor (WAF) dari nol menjadi positif, serta penambahan sekuritas baru, termasuk IPO, yang tercatat di Indonesia.

Penundaan tersebut akan berlangsung setidaknya sampai review indeks Desember 2026. Tujuannya adalah memberikan periode observasi dan pemantauan yang lebih panjang terhadap reformasi pasar serta efektivitas penerapannya.

Penghapusan Sekuritas dengan High Shareholding Concentration

Di atas, berkali-kali menyebutkan High Shareholding Concentration (HSC) yang sama seperti MSCI. 

Yap, sesuai dengan pedoman FTSE Russell’s Free Float Restrictions, apabila suatu perusahaan menjadi subjek pemberitahuan peringatan High Shareholding Concentration dari otoritas regulator yang menyatakan bahwa saham perusahaan tersebut berada di tangan sejumlah pemegang saham yang terbatas, maka saham tersebut akan dihapus bersamaan dengan review indeks berikutnya.

Dengan demikian, FTSE Russell akan menghapus sekuritas yang terdampak High Shareholding Concentration berdasarkan harga pasar pada review September 2026.

Penghapusan tersebut akan berlaku sejak pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026.

FTSE Russell akan memantau likuiditas sekuritas yang terdampak untuk memastikan bahwa harga penghapusan tersebut dapat direplikasi oleh investor.

Bagaimana Status Indonesia Pada Review FTSE Russell?

Perlu kamu ketahui bahwa Indonesia saat ini masih dikategorikan sebagai Secondary Emerging Market. Hal ini disebutkan pada dokumen Treatment of Indonesian Securities in FTSE Russell Equity Indices FAQ

Pada pertanyaan nomor 19, menyatakan dengan jelas bahwa “Indonesia remains classified as a Secondary Emerging Market.”

Klik di sini untuk membaca hasil review FTSE Russell untuk Indonesia secara lebih lengkap.

Dengan demikian, pembahasan mengenai penundaan perubahan indeks Indonesia pada 2026 tidak berarti FTSE Russell menurunkan Indonesia menjadi Frontier Market.

Bagaimana Kabar GOTO dan Saham Indonesia Lainnya?

Pada Juni 2026, FTSE Russell menghapus GOTO dari sejumlah indeks FTSE Global Equity Index Series June 2026 setelah saham tersebut berpindah ke Development Board Bursa Efek Indonesia. FTSE Russell menyatakan bahwa Development Board merupakan segmen yang tidak memenuhi persyaratan kelayakan untuk GEIS (Global Equity Index Series).

GOTO termasuk saham yang menghadapi penghapusan karena mencapai harga perdagangan minimum yang diperbolehkan. FTSE Russell menjelaskan bahwa saham yang mencapai minimum permissible trade price dapat dihapus dari indeks pada review berikutnya, termasuk dengan nilai nol apabila masih berada pada harga minimum tersebut. 

Selain GOTO, pada review Juni 2026 terdapat sejumlah saham Indonesia lain yang mengalami penghapusan dari indeks FTSE Russell, termasuk DSSA, DAAZ, HILL, MLIA, NCKL, DOID, dan NSSS berdasarkan berbagai ketentuan yang berlaku pada saat itu. 

Namun, penting dicatat bahwa hasil review September 2026 tidak sama dengan review Juni 2026. Untuk September, fokus FTSE Russell masih berada pada pemantauan reformasi dan mempertahankan penundaan terhadap full re-ranking serta penambahan baru.

Klik di sini untuk membaca hasil FTSE Global Equity Index Series June 2026. 

Baca Juga: Review MSCI Indonesia 2026 - Bertahan di Emerging Market, Apa Dampaknya Jika Indonesia Turun Status?

FAQ

Apakah FTSE Russell Bisa Memengaruhi IHSG?

FTSE Russell bisa mempengaruhi IHSG, tetapi tidak secara langsung.

Ingat, FTSE Russell bukan pihak yang menentukan naik atau turunnya IHSG. Pengaruhnya muncul melalui mekanisme investasi. 

Ketika saham Indonesia mengalami perubahan bobot atau status dalam indeks FTSE Russell, investor yang menggunakan indeks tersebut sebagai benchmark dapat menyesuaikan portofolionya.

Jika penyesuaian tersebut melibatkan transaksi dalam jumlah besar, aktivitas beli atau jual dapat memberikan tekanan terhadap harga saham tertentu.

Itulah mengapa, dampaknya lebih terasa pada saham yang menjadi konstituen indeks dan memiliki bobot besar, bukan otomatis pada seluruh saham di Bursa Efek Indonesia.

FTSE Russell vs MSCI, Apa Bedanya?

FTSE Russell dan MSCI sama-sama merupakan penyedia indeks global yang banyak digunakan investor institusi. Keduanya memiliki metodologi, aturan indeks, dan jadwal review masing-masing.

Perubahan dari kedua lembaga tersebut juga dapat memengaruhi arus dana asing karena banyak produk investasi menggunakan indeks global sebagai benchmark.

Namun, FTSE Russell dan MSCI bukan lembaga yang sama.

Keduanya memiliki metodologi dan proses evaluasi sendiri. Jadi, keputusan MSCI terhadap saham Indonesia tidak otomatis sama dengan keputusan FTSE Russell.

Contohnya, pada Agustus 2026 MSCI menghapus GOTO dari indeks Indonesia karena persoalan likuiditas, sementara FTSE Russell sebelumnya telah menghapus GOTO dari sejumlah indeks GEIS pada Juni karena perpindahan saham ke Development Board BEI.

Kapan Review FTSE Russell Berikutnya?

Setelah putusan Agustus 2026, perhatian investor berikutnya akan mengarah ke review Desember 2026. FTSE Russell menyatakan akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan efektivitas reformasi yang telah diterapkan.

Keputusan mengenai kemungkinan kembalinya perubahan indeks secara penuh akan dipertimbangkan menjelang review Desember 2026. Singkatnya, Desember 2026 menjadi salah satu periode penting untuk melihat apakah FTSE Russell akan mulai mengembalikan proses re-ranking, penambahan saham, dan kenaikan free float secara lebih normal.

Baca Juga: Free Float Saham - Pengertian, Aturan Terbaru 2026, dan Daftar Sahamnya

Mau Berinvestasi Saham?

Nah, itulah penjelasan tentang apa itu FTSE Russell yang merupakan penyedia indeks global di bawah LSEG yang digunakan sebagai benchmark oleh berbagai investor di seluruh dunia.

Untuk pasar saham Indonesia, FTSE Russell pada 2026 memberikan perhatian lebih terhadap transparansi kepemilikan, free float, likuiditas, HSC, dan kemampuan investor untuk mereplikasi indeks.

Pada keputusan terbaru 18 Agustus 2026, FTSE Russell mengakui sejumlah reformasi pasar modal Indonesia, tetapi masih menunda full index re-ranking, kenaikan free float, perubahan kategori Large/Mid/Small/Micro Cap tertentu, serta penambahan saham baru hingga setidaknya review Desember 2026.

Nah, kamu bisa dengan mudah berinvestasi saham hanya melalui aplikasi saja, salah satunya melalui aplikasi InvestasiKu

Jangan khawatir, aplikasi InvestasiKu yang telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Sumber:

Sunarto, S. (2020). Pengaruh Indeks Dow Jones Industrial, Nikkei 225 Dan Ftse Terhadap Ihsg Dan Penanam Modal Asing Indonesia. SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management and Business, 3(2), 221-230. 

LSEG. (2026). Free Float Restrictions

LSEG. (2026). Treatment of Indonesian Securities in FTSE Russell Equity Indices FAQ. 

LSEG. (2026). FTSE Equity Country Classification Process.

LSEG. (2026). FTSE Global Equity Index Series

FTSE Russell. (2026). Indonesia - Index Treatment for the June 2026 Index Review.

FTSE Russell. (2026). Indonesia - Index Treatment for the September 2026 Index Review.

FTSE Russell. (2026). FTSE Global Equity Index Series June 2026.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.



 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO