SAHAM
 

9 Saham Sektor Perikanan Beserta Peluang Bisnis dan Tantangannya di Indonesia

by Rifda Arum - 20 Aug 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Sejak SD, kamu pasti sudah memperoleh pembelajaran mengenai posisi geografis Indonesia yang strategis sehingga berpotensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Melansir dari Penyelaman, jumlah ikan yang ditemukan di perairan Indonesia adalah 4.854 spesies yang terdiri atas 1.243 ikan air tawar dan 3.611 ikan air laut.

Negara kita ini jelas mempunyai wilayah perairan yang luas, sumber daya laut yang beragam, serta kebutuhan pangan yang terus berkembang, sehingga industri perikanan memiliki ruang untuk tumbuh.

Potensi tersebut juga tercermin di pasar modal. Sejumlah perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki kegiatan usaha yang berkaitan dengan penangkapan ikan, budidaya, pengolahan hasil laut, perdagangan produk perikanan, hingga penyimpanan dingin atau cold storage.

Perlu kamu pahami bahwa perikanan bukan merupakan satu sektor khusus dalam klasifikasi IDX-IC. Emiten yang bergerak di bisnis perikanan dapat masuk ke sektor atau subsektor yang berbeda sesuai dengan kegiatan usaha utamanya.

Langsung saja simak apa saja saham sektor perikanan beserta peluang bisnis dan tantangannya berikut ini!

Daftar Saham Sektor Perikanan di BEI

Berdasarkan klasifikasi perusahaan yang kegiatan usahanya berkaitan langsung dengan perikanan, terdapat beberapa emiten yang dapat menjadi perhatian investor.

  1. ASHA - Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk.
  2. AMMS - Agung Menjangan Mas Tbk.
  3. CRAB - Toba Surimi Industries Tbk.
  4. DSFI - Dharma Samudera Fishing Industries Tbk.
  5. ISEA - Indo American Seafoods Tbk.
  6. UDNG - Agro Bahari Nusantara Tbk.
  7. DPUM - Dupa Putra Utama Makmur Tbk.
  8. IKAN - Era Mandiri Cemerlang Tbk.
  9. FISH - FKS Multi Agro Tbk.

*klik kode sahamnya untuk tahu harga saham terbaru.

*Daftar di atas ditujukan sebagai daftar emiten yang memiliki keterkaitan bisnis dengan industri perikanan, bukan berarti seluruh emiten tersebut diklasifikasikan BEI dalam satu sektor “Perikanan”. Klasifikasi IDX-IC mengikuti kegiatan usaha utama masing-masing perusahaan.

Baca Juga: 20+ Daftar Perusahaan Sektor Pertanian yang Listing di BEI

Peluang Bisnis Sektor Perikanan di Indonesia

(Sumber: ppid.kkp.go.id)

Berdasarkan artikel penelitian berjudul Kajian Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Perikanan Berbasis Pemasaran di Kabupaten Aceh Selatan, menyatakan bahwa peluang usaha untuk budidaya ikan di Indonesia sangat terbuka lebar. 

Potensi perikanan budidaya Indonesia cukup besar, didukung oleh ketersediaan lahan untuk budidaya air payau, air tawar, dan air laut. Pengembangannya mencakup pembenihan, pendederan, hingga pembesaran untuk meningkatkan produksi perikanan.

1. Pasar Ekspor Perikanan Terus Berkembang

Pasar ekspor menjadi salah satu peluang penting bagi industri perikanan Indonesia. Pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia sepanjang 2025 mencapai USD6,27 miliar, tumbuh 5,2% dibandingkan 2024 silam. (Sumber)

Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar dengan kontribusi 31,8%, diikuti Tiongkok 19,5%, ASEAN 16%, Jepang 9,8%, dan Uni Eropa 7,2%.

Secara komoditas, udang menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 29,8% dari total ekspor. Disusun tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, rajungan-kepiting, dan rumput laut.

2. Budidaya Ikan dan Udang Memiliki Ruang Pertumbuhan

Selain perikanan tangkap, perikanan budidaya menjadi bagian penting dari pengembangan industri perikanan Indonesia.

Melansir dari Siaran Pers KKP, pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat produksi perikanan budidaya hingga triwulan III 2025 mencapai sekitar 13,215 juta ton.

Sama dengan poin sebelumnya, udang menjadi primadona dalam komoditas perikanan ekspor. KKP mencatat nilai ekspor udang Indonesia hingga Juli 2025 meningkat 22,7% secara tahunan. Amerika Serikat menjadi pasar utama dengan nilai ekspor sekitar USD694,75 juta, atau 63,8% dari total ekspor udang pada periode tersebut.

3. Pengolahan Hasil Laut Dapat Meningkatkan Nilai Tambah

Pengolahan hasil laut turut menciptakan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Produk seperti ikan beku, fillet, surimi, makanan laut siap masak, hingga produk olahan udang dapat memiliki nilai jual berbeda dibandingkan bahan baku mentah.

Dari total ekspor produk kelautan dan perikanan sebesar USD6,27 miliar pada 2025, komoditas seperti udang, tuna-cakalang, cumi-sotong-gurita, dan produk perikanan lainnya menjadi bagian dari perdagangan internasional Indonesia.

4. Pasar Domestik Menjadi Sumber Permintaan

Melansir dari KKP, nilai pemasaran produk hasil perikanan nasional mencapai Rp335,53 triliun pada 2025, tumbuh 5,59% dibandingkan 2024. Pasar domestik ini mencakup berbagai aktivitas seperti perdagangan ikan, distribusi, pengolahan, restoran, ritel, hingga konsumsi rumah tangga.

Dengan adanya pasar domestik yang besar, perusahaan perikanan tidak harus sepenuhnya bergantung pada ekspor. Perusahaan dengan jaringan distribusi domestik dapat memanfaatkan pertumbuhan permintaan dalam negeri sebagai salah satu sumber pendapatan.

5. Produksi Perikanan Tangkap Tetap Memiliki Potensi

Perikanan tangkap masih menjadi bagian penting dari industri perikanan Indonesia.

KKP memperkirakan produksi perikanan tangkap Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 7,85 juta ton, meningkat dari sekitar 7,81 juta ton pada 2024 (Sumber).

Potensi tersebut memberikan ruang bagi bisnis yang terlibat dalam penangkapan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi hasil tangkapan.

Namun, berbeda dengan budidaya yang produksinya dapat direncanakan melalui pengelolaan tambak atau fasilitas budidaya, perikanan tangkap lebih dipengaruhi kondisi laut, musim, cuaca, serta ketersediaan sumber daya ikan.

Baca Juga: 28 Saham Kelapa Sawit dan Prospek Bisnisnya di Masa Depan

Tantangan Sektor Perikanan Indonesia

Di balik peluang pertumbuhannya, sektor perikanan Indonesia juga menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas, biaya operasional, hingga keberlanjutan bisnis. 

1. Biaya Produksi Budidaya Relatif Tinggi

Salah satu tantangan utama perikanan budidaya adalah tingginya biaya produksi, terutama untuk pakan. KKP mencatat bahwa biaya pakan dapat mencapai sekitar 60%–70% dari total biaya produksi perikanan budidaya (Sumber).

Ketergantungan terhadap bahan baku pakan seperti tepung ikan dan kedelai yang masih sebagian berasal dari impor juga membuat harga pakan rentan terhadap perubahan nilai tukar dan harga komoditas global.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang budidaya, kenaikan biaya pakan dapat memberikan tekanan terhadap margin apabila kenaikan biaya tersebut tidak dapat diteruskan kepada konsumen.

Hal ini turut disampaikan pada artikel penelitian berjudul Kajian Potensi dan Peluang Usaha Budidaya Perikanan Berbasis Pemasaran di Kabupaten Aceh Selatan, yang menyatakan bahwa mayoritas permasalahan yang dialami pada budidaya ikan adalah sulitnya stok pakan. 

2. Risiko Penyakit pada Ikan dan Udang

Pihak KKP menyebut penyakit yang disebabkan virus, bakteri, dan parasit dapat menghambat pengembangan budidaya dan bahkan menyebabkan kegagalan panen.

Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Early Mortality Syndrome (EMS) pada udang, serta Nervous Necrosis Virus (NNV) pada ikan kerapu.

Risiko penyakit membuat perusahaan perlu mengalokasikan biaya untuk biosekuriti, pengawasan kualitas air, pengelolaan benih, hingga pengendalian kesehatan ikan.

3. Perubahan Iklim dan Cuaca Ekstrem

Perubahan iklim menjadi tantangan bagi perikanan tangkap maupun budidaya.

KKP menyebut perubahan suhu air, perubahan salinitas, serta meningkatnya frekuensi cuaca buruk dapat memengaruhi kesehatan dan kelangsungan hidup ikan serta meningkatkan risiko kerusakan kawasan budidaya.

Untuk perikanan tangkap, perubahan iklim juga dapat menyebabkan pergeseran daerah tangkapan dan penurunan hasil tangkapan. Kondisi tersebut dapat membuat produksi menjadi lebih sulit diprediksi dan meningkatkan risiko operasional perusahaan.

4. Penurunan Kualitas Lingkungan dan Perairan

Kualitas lingkungan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan sektor perikanan. KKP menyebut sektor perikanan budidaya menghadapi persoalan berupa penurunan daya dukung perairan dan lingkungan, sementara praktik budidaya dengan kepadatan tinggi dan pengelolaan limbah yang belum optimal dapat meningkatkan akumulasi limbah organik serta memperburuk kondisi ekosistem.

Masalah lingkungan ini tidak hanya berdampak terhadap produksi, tetapi juga dapat meningkatkan tuntutan terhadap perusahaan untuk memenuhi standar keberlanjutan dan kualitas produk.

5. Praktik Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing

Perikanan tangkap juga menghadapi tantangan berupa Illegal, Unreported, and Unregulated Fishing (IUU Fishing). Praktik penangkapan ikan ini dilakukan secara ilegal dan bahkan tidak mengikuti ketentuan pengelolaan perikanan yang berlaku. Alhasil, berdampak pada kerugian ekonomi hingga merusak ekosistem laut. 

Sepanjang tahun 2020–2025, pemerintah telah menyelamatkan potensi kerugian negara lebih dari Rp13 triliun melalui pemberantasan praktik IUU Fishing.

Selain kapal asing, pelanggaran juga dapat dilakukan oleh kapal berbendera Indonesia. KKP mencatat sebanyak 715 kapal ikan Indonesia telah ditindak sepanjang 2020 hingga Mei 2025.

6. Ketersediaan Bahan Baku Tidak Selalu Stabil

Industri pengolahan hasil perikanan membutuhkan pasokan bahan baku yang cukup dan konsisten.

KKP mengidentifikasi ketersediaan bahan baku yang tidak stabil untuk mendukung industrialisasi kelautan dan perikanan sebagai salah satu tantangan sektor perikanan Indonesia.

Bagi perusahaan pengolahan, ketidakstabilan pasokan dapat berdampak pada utilisasi fasilitas produksi, biaya pembelian bahan baku, hingga kemampuan memenuhi permintaan pelanggan.

7. Infrastruktur dan Rantai Pasok Masih Perlu Diperkuat

Perikanan merupakan industri yang membutuhkan dukungan infrastruktur, mulai dari pelabuhan perikanan, fasilitas budidaya, tempat penyimpanan, hingga distribusi.

KKP menyebut sarana dan prasarana pendukung di sejumlah daerah belum seluruhnya memadai, termasuk pelabuhan perikanan dan fasilitas pendukung budidaya.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan biaya logistik dan memengaruhi efisiensi distribusi, terutama untuk produk perikanan yang membutuhkan penanganan dan penyimpanan dengan kondisi tertentu.

Baca Juga: Saham Musiman - Pengertian, Ciri, Risiko, dan Contoh Sahamnya di Berbagai Sektor

Mau Berinvestasi Saham Perikanan?

Nah, itulah penjelasan tentang apa saja saham sektor perikanan dengan berbagai peluang bisnis. Sebut saja ada perikanan tangkap, budidaya udang dan ikan, pengolahan makanan laut, perdagangan hasil perikanan, hingga ekspor. 

Nilai ekspor produk kelautan dan perikanan Indonesia yang mencapai USD6,27 miliar pada 2025 menunjukkan bahwa pasar internasional masih menjadi salah satu sumber pertumbuhan industri. 

Nah, kamu bisa dengan mudah berinvestasi saham sektor perikanan di atas hanya melalui aplikasi saja, salah satunya melalui aplikasi InvestasiKu

Jangan khawatir, aplikasi InvestasiKu yang telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

Sumber:

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Rencana Strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2025-2029. (2025).

KKP. Ekspor Perikanan Tembus USD 6,27 Miliar di 2025, KKP: Komoditas Indonesia Makin Bernilai di Pasar Global. (2026).

KKP. Produksi Perikanan Budidaya hingga TW II Capai Sekitar 13,215 Juta Ton. (2025).

KKP. Nilai Pemasaran Produk Hasil Perikanan Dalam Negeri Berdasarkan Produk Tahun 2025. (2026).

Kurniawan, Z. (2023). Manajemen pengelolaan bisnis perikanan di era globalisasi. vol, 5, 114-122. 

Yuliana, S., & Zuriat, Z. (2022). Kajian potensi dan peluang usaha budidaya perikanan berbasis pemasaran di Kabupaten Aceh Selatan. Jurnal Perikanan Terpadu, 3(1). 

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.



 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO