SAHAM
 

MSCI August 2026 Index Review: Bagaimana Hasilnya Pada Saham Indonesia?

by Rifda Arum - 13 Aug 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Setelah penantian, akhirnya MSCI August 2026 Index Review resmi diumumkan pada 12 Agustus 2026. Hasil review ini menjadi perhatian investor karena membawa sejumlah perubahan pada komposisi indeks MSCI, termasuk pasar Indonesia.

Dalam hasil resminya, MSCI menyatakan bahwa terdapat 55 saham yang ditambahkan dan 92 saham yang dihapus dari MSCI ACWI Index. Sementara itu, untuk MSCI Indonesia Index, tidak ada saham yang ditambahkan dan terdapat 2 saham yang dihapus, yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN).

Selanjutnya pada MSCI Global Small Cap Indexes August 2026, ada 1 saham yang berhasil masuk yakni CPIN dan 9 saham dihapuskan. 

Perlu kamu pahami bahwa perubahan tersebut tidak langsung berlaku pada saat pengumuman. MSCI menetapkan seluruh perubahan dalam August 2026 Index Review berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026. Simak hasil MSCI August 2026 Index Review berikut ini!

Hasil MSCI August 2026 Index Review Secara Global

MSCI Index Review merupakan proses peninjauan berkala terhadap komposisi indeks yang dikelola oleh MSCI. Melalui proses ini, MSCI mengevaluasi saham-saham yang menjadi konstituen berbagai indeksnya berdasarkan metodologi yang berlaku. Hasilnya dapat berupa penambahan saham (addition), penghapusan saham (deletion), maupun perubahan lain sesuai dengan ketentuan indeks.

Bagi investor, perubahan komposisi MSCI cukup penting karena indeks MSCI menjadi salah satu acuan yang digunakan oleh berbagai investor dan pengelola dana global.

Itulah kenapa, ketika suatu saham masuk atau keluar dari indeks MSCI, perubahan tersebut dapat menjadi perhatian pelaku pasar, khususnya investor institusional dan pengelola dana yang menggunakan indeks sebagai acuan investasi.

Dalam MSCI August 2026 Index Review, perubahan akan diterapkan setelah penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Artinya, secara efektif perubahan tersebut mulai tercermin pada perdagangan berikutnya.

Jika kamu ingin mengetahui bagaimana laporan resmi terkait MSCI August 2026 Index Review, bisa klik di sini.

Secara keseluruhan, MSCI mencatat sejumlah perubahan pada berbagai indeks ekuitas global. 

Untuk MSCI Global Standard Indexes, sebanyak 55 sekuritas ditambahkan, sedangkan 92 sekuritas dihapus dari MSCI ACWI Index.

Di kelompok small cap, terdapat 203 penambahan dan 261 penghapusan pada MSCI ACWI Small Cap Index. Sementara itu, pada MSCI ACWI IMI, terdapat 184 penambahan dan 279 penghapusan.

FYI, beberapa perubahan terbesar juga terjadi di sejumlah negara ya… Tidak di Indonesia saja.

Pada MSCI World Index, 3 tambahan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan adalah SanDisk, Carpenter Technology, dan ATI yang mana seluruhnya dari Amerika Serikat.

Sedangkan pada MSCI Emerging Markets Index, 3 tambahan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan adalah Z.AI Co H, Nanya Technology, dan Guangdong Dtech Technology A.

Namun, perhatian investor Indonesia tentu lebih banyak tertuju pada perubahan di MSCI Indonesia Index.

Baca Juga: Review MSCI Indonesia 2026 - Bertahan di Emerging Market, Apa Dampaknya Jika Indonesia Turun Status?

MSCI Global Standard Indexes: GOTO dan CPIN Keluar

 

Berdasarkan daftar resmi MSCI Global Standard Indexes, MSCI Indonesia Index tidak mendapatkan tambahan saham baru dalam review Agustus 2026.

Sebaliknya, terdapat 2 saham yang dihapus dari indeks tersebut, yaitu:

  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Daftar resmi MSCI menunjukkan bahwa kedua saham tersebut berada pada kolom deletions untuk MSCI Indonesia Index. Klik di sini untuk membaca hasil MSCI Indonesia Index Agustus 2026.

Ada hal yang perlu diperhatikan yakni penghapusan dari indeks MSCI bukan berarti MSCI memberikan rekomendasi jual terhadap saham tersebut. MSCI sendiri menegaskan bahwa masuk atau keluarnya suatu saham dari indeks bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, ataupun menahan saham.

Mengapa GOTO Keluar dari MSCI?

Keluarnya GOTO dari MSCI Global Standard Index sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak review sebelumnya.

Dalam pengumuman MSCI pada Mei 2026, MSCI menjelaskan bahwa terdapat potensi masalah index replicability yang berkaitan dengan likuiditas GOTO yang sangat rendah, setelah saham tersebut diperdagangkan pada harga minimum Rp50 di Bursa Efek Indonesia sejak penutupan 13 Mei 2026.

Jika kamu membaca dokumen tersebut, MSCI menyebutkan “Due to potential index replicability issues related to the very low liquidity of PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk…” yang menjelaskan bahwa likuiditas yang sangat rendah itu terjadi karena GOTO diperdagangkan pada harga minimum Rp50 sejak penutupan perdagangan per 13 Mei 2026 silam. 

Selanjutnya, MSCI secara eksplisit menyatakan “further review the liquidity of this security … as part of the August 2026 Index Review”. Artinya, pihak MSCI akan menghapus GOTO dari daftar apabila saham tersebut tidak memenuhi persyaratan likuiditas yang berlaku. 

Nah, pihak MSCI sudah memberikan sinyal bahwa GOTO berpotensi dikeluarkan pada review Agustus 2026 karena masalah likuiditas. Benar saja, pada MSCI August 2026 Index Review akhirnya MSCI benar-benar menyatakan bahwa GOTO dihapuskan dari MSCI Indonesia Index.

Jadi, penghapusan pada saham GOTO ini bukan keputusan yang muncul secara tiba-tiba. MSCI sebelumnya sudah memberikan indikasi bahwa aspek likuiditas akan menjadi perhatian dalam review Agustus.

Klik di sini untuk tahu harga terbaru saham GOTO.

Mengapa CPIN Keluar dari Index?

Selain GOTO, saham CPIN juga dikeluarkan dari MSCI Indonesia Index dalam August 2026 Index Review.

Sayangnya, belum ada dokumen resmi dari MSCI yang memuat alasan mengapa CPIN keluar dari MSCI Global Standard Indexes. Pada index tersebut, hanya menunjukkan bahwa CPIN masuk daftar deletions.

Terlepas dari belum adanya dokumen resmi MSCI yang menjelaskan alasan spesifik penghapusan CPIN dari MSCI Global Standard Index, penurunan harga saham CPIN merupakan salah satu faktor yang patut diperhatikan dalam menganalisis perubahan tersebut.

Berdasarkan analisis Revo Gilang, Research PT Mega Capital Sekuritas, harga saham CPIN tercatat mengalami penurunan sebesar 9,09% sepanjang kuartal I 2026 (1Q26) dan kembali melemah 17,07% pada kuartal II 2026 (2Q26). Secara year to date hingga periode analisis, harga saham CPIN telah turun sekitar 31,04%.

Lalu, apa kaitannya penurunan harga saham dengan MSCI?

Secara sederhana, harga saham berpengaruh terhadap Free Float-adjusted Market Capitalization (FFMC). FFMC merupakan nilai kapitalisasi pasar perusahaan yang telah disesuaikan dengan jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan oleh investor publik (free float).

Artinya, apabila jumlah saham beredar dan faktor free float tidak mengalami perubahan, penurunan harga saham akan menyebabkan FFMC ikut menurun.

Hal ini menjadi relevan karena dalam metodologi MSCI, Free Float-adjusted Market Capitalization merupakan salah satu faktor yang digunakan dalam menentukan ukuran perusahaan untuk klasifikasi indeks. Ukuran tersebut kemudian menjadi bagian dari proses penentuan apakah suatu saham memenuhi persyaratan untuk masuk atau tetap berada dalam segmen tertentu, termasuk MSCI Global Standard Indexes.

Jika dianalogikan, bayangkan ada sebuah rumah dengan nilai Rp10 miliar. Dari total kepemilikan rumah tersebut, sebut saja 60% dapat dimiliki dan diperjualbelikan oleh publik.

Artinya, nilai bagian rumah yang secara sederhana dapat dianalogikan sebagai “tersedia untuk publik” adalah: Rp10 miliar × 60% = Rp6 miliar.

Angka Rp6 miliar tersebut dapat dianalogikan sebagai FFMC. 

Lalu, apabila nilai rumah turun menjadi Rp8 miliar, sementara porsi yang dapat dimiliki publik tetap 60%, maka nilai bagian yang tersedia untuk publik juga turun menjadi: Rp8 miliar × 60% = Rp4,8 miliar.

Konsep yang sama berlaku secara sederhana pada saham.

Ketika harga saham turun, nilai kapitalisasi pasar juga ikut turun. Jika jumlah saham dan free float tetap, maka FFMC juga akan mengalami penurunan.

Berhubung MSCI menggunakan ukuran berbasis free-float adjusted market capitalization dalam proses klasifikasi ukuran perusahaan, penurunan FFMC dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika menganalisis posisi sebuah saham dalam indeks.

Nah, berdasarkan analisis Revo Gilang, Research PT Mega Capital Sekuritas, penurunan harga CPIN yang cukup signifikan dapat menjadi salah satu faktor yang secara mekanis menekan FFMC saham tersebut.

Jadi, sederhananya, MSCI tidak hanya melihat seberapa besar sebuah perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasarnya, tetapi juga memperhitungkan porsi saham yang tersedia bagi investor publik melalui pendekatan free-float adjusted market capitalization.

Sebagai investor sebaiknya kamu tidak langsung menyimpulkan bahwa penghapusan CPIN disebabkan oleh satu faktor tertentu tanpa merujuk pada metodologi atau pengumuman MSCI yang secara eksplisit menjelaskan penyebabnya.

FYI, saham CPIN memang keluar dari MSCI Global Standard Indexes tetapi justru masuk ke daftar MSCI Global Small Cap Indexes. 

Baca Juga: Aturan EPI MSCI Agustus 2026, Apa Perubahan dan Dampaknya Ke Indonesia?

MSCI Global Small Cap Indexes: 9 Saham Keluar

MSCI Global Small Cap Indexes dirancang untuk merepresentasikan perusahaan dengan kapitalisasi pasar yang lebih kecil dibandingkan konstituen dalam segmen Standard. 

Eits, sekalipun bernama “Small Cap” bukan berarti perusahaan kecil atau perusahaan dengan fundamental buruk. Istilah ini merujuk pada segmen ukuran kapitalisasi pasar dalam metodologi MSCI. 

Klik di sini untuk membaca review MSCI Global Small Cap Indexes Agustus 2026.

Pada Agustus 2026 ini, indeks MSCI Global Small Cap Indexes kembali mengalami perubahan terutama untuk pasar modal Indonesia. Ada 1 saham yang berhasil masuk ke indeks ini yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN). 

Menariknya, saham CPIN keluar dari MSCI Global Standard Indexes tetapi justru masuk ke daftar MSCI Global Small Cap Indexes ini. 

Sementara 9 saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Indexes per Agustus 2026 adalah”

  1. ARTO - Bank Jago Tbk.
  2. BUKA - Bukalapak.com Tbk.
  3. ESSA - ESSA Industries Indonesia Tbk.
  4. FILM - MD Entertainment Tbk.
  5. HEAL - Medikaloka Hermina Tbk.
  6. KPIG - MNC Tourism Indonesia Tbk.
  7. RATU - Raharja Energi Cepu Tbk.
  8. SMGR - Semen Indonesia (Persero) Tbk.
  9. TCPI - Transcoal Pacific Tbk.

Namun ingat bahwa masuk atau keluarnya suatu saham dari indeks MSCI bukan berarti MSCI memberikan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tersebut. 

Baca Juga: High Shareholding Concentration - Pengertian, Daftar Saham, dan Kaitannya dengan Metode PIR

Mau Berinvestasi Pada Saham?

Nah, itulah penjelasan tentang hasil MSCI August 2026 Index Review yang membawa perubahan penting bagi pasar saham Indonesia.

Berdasarkan pengumuman resmi MSCI pada 12 Agustus 2026 untuk MSCI Global Standard Index, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan sementara GOTO dan CPIN dihapus dari MSCI Indonesia Index.

Selanjutnya pada MSCI Global Small Cap Indexes ada 1 saham yang berhasil masuk yakni CPIN. Lalu, ada 9 saham keluar yakni ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI. 

Lantas, apakah saham yang keluar dari indeks MSCI Agustus 2026 itu harus dijual? Tentu saja tidak. Kamu sebagai investor tidak seharusnya menjadikan masuk atau keluarnya saham dari MSCI sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.

Lagipula, MSCI sendiri secara tegas menyatakan bahwa inklusi suatu saham dalam indeks bukan merupakan rekomendasi untuk membeli, menjual, atau menahan saham tersebut.

Karena itu, investor tetap perlu melihat fundamental perusahaan, valuasi, prospek bisnis, kondisi industri, kinerja keuangan, serta risiko investasi sebelum mengambil keputusan.

MSCI Index Review lebih tepat dipahami sebagai salah satu informasi tambahan yang dapat membantu investor memahami bagaimana suatu saham ditempatkan dalam ekosistem indeks global.

Sebagai investor, memahami perubahan indeks MSCI ini dapat membantu kamu mengambil keputusan investasi yang lebih bijak. Meski demikian, keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada analisis fundamental perusahaan, kondisi pasar, serta profil risiko masing-masing.

Kalau kamu ingin mulai berinvestasi saham dengan mudah, kamu bisa menggunakan aplikasi InvestasiKu yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu sekarang dan mulai bangun portofolio investasimu untuk meraih tujuan keuangan di masa depan.

Sumber:

MSCI

MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review – Press Release

MSCI Global Standard Indexes – August 12, 2026

MSCI Announcement – GOTO May 2026 Index Review Amendment

MSCI Global Small Cap Indexes

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO