Selain mengetahui besarnya dividen, sebagai investor saham kamu juga perlu memahami beberapa tanggal penting dalam pembagian dividen. Istilah yang paling sering muncul adalah cum date, ex date, recording date, dan payment date.
Keempat tanggal tersebut tentu saja menunjukkan tahapan yang berbeda. Mulai dari batas terakhir saham masih memberikan hak atas dividen hingga dividen benar-benar dibayarkan kepada investor.
FYI, jadwal pembagian dividen tersebut dilihat melalui kalender KSEI di sini.
Apa Itu Dividen?
Sebelum memahami tanggal-tanggal penting dalam pembagian dividen, kamu harus paham terlebih dahulu soal apa itu dividen.
Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Dividen dapat diberikan dalam beberapa bentuk, salah satunya dividen tunai, yaitu pembagian keuntungan dalam bentuk uang kepada pemegang saham yang berhak.
Setiap emiten tentu saja memiliki tanggal tersendiri dalam cum date, ex date, recording date, dan payment date ini. Kamu bisa melihat jadwal pembagian dividen tersebut dilihat melalui kalender KSEI di sini.
Secara sederhana, urutannya dapat digambarkan seperti ini: Cum Date → Ex Date → Recording Date → Payment Date
Namun, khusus antara ex date dan recording date, kamu perlu memahami bahwa mekanisme dan tanggalnya dapat berbeda berdasarkan pasar perdagangan yang digunakan.
Baca Juga: Aturan Pembagian Dividen - Dasar Hukum, Mekanisme, dan Cara Menghitungnya
4 Tanggal Penting Pada Pembagian Dividen
1. Cum Date
Cum date atau cumulative date adalah tanggal terakhir investor dapat membeli saham dan masih memperoleh hak atas dividen yang akan dibagikan.
Artinya, jika kamu ingin mendapatkan dividen dari suatu emiten, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah apakah saham tersebut masih diperdagangkan dengan status cum dividend.
Contohnya, jika sebuah perusahaan menetapkan:
- Cum date: 10 September 2026
- Ex date: 11 September 2026
- Recording date: 12 September 2026
- Payment date: 25 September 2026
Maka 10 September 2026 merupakan tanggal perdagangan saham yang masih memiliki hak atas dividen.
Biasanya, pihak KSEI akan mencantumkan jadwal cum dividend dan ex dividend secara terpisah.
2. Ex Date
Setelah cum date, terdapat ex date atau ex-dividend date. Ex date adalah tanggal ketika saham diperdagangkan tanpa hak untuk mendapatkan dividen.
Dengan kata lain, jika investor baru membeli saham pada ex date, pembelian tersebut tidak lagi memberikan hak atas dividen yang sedang dibagikan. Contoh:
- Cum date: 10 September
- Ex date: 11 September
Investor membeli saham pada 10 September dan memenuhi ketentuan kepemilikan yang berlaku → masih memiliki hak atas dividen.
Sementara itu, investor yang baru membeli saham saat ex date yakni 11 September → tidak memperoleh dividen tersebut.
Dalam pengumuman dividen emiten di KSEI, cum date dan ex date memang dicantumkan sebagai tanggal yang berbeda.
TRIVIA: Harga saham bisa turun saat ex date
Saat ex date, saham sudah tidak lagi memiliki hak atas dividen. Secara teori, harga saham dapat menyesuaikan sebesar nilai dividen yang dibagikan.
Misalnya dividen Rp100 per saham, harga saham secara teori bisa terkoreksi sekitar Rp100. Namun, harga aktual tetap dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, sentimen, dan kondisi pasar.
3. Recording Date
Recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
Pada tanggal ini, perusahaan atau pihak yang terkait akan menentukan siapa saja pemegang saham yang tercatat sebagai pihak yang berhak memperoleh dividen.
Jadi, kalau cum date bisa dianggap sebagai batas terakhir saham masih memiliki hak dividen, maka recording date adalah tanggal pencatatan investor yang berhak menerima dividen. Contoh:
- Cum date: 10 September
- Ex date: 11 September
- Recording date: 12 September
Maka recording date menjadi tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
Lantas, apakah recording date = cum date? Tidak selalu.
Cum date berkaitan dengan batas perdagangan saham dengan hak dividen, sedangkan recording date berkaitan dengan pencatatan siapa yang berhak menerima dividen.
Jika kamu memeriksa jadwal pembagian dividen dari KSEI di sini, pasti akan terlihat bahwa cum date dan recording date dapat berada pada tanggal yang berbeda.
FYI, dividen tidak selalu dibayarkan segera setelah recording date. Ada anggapan bahwa setelah recording date, dividen akan langsung masuk ke rekening investor. Padahal, recording date dan payment date dapat memiliki jarak beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.
4. Payment Date
Sesuai namanya, payment date merupakan tanggal ketika dividen dibayarkan kepada pemegang saham yang berhak. Jadi, investor tidak langsung menerima uang dividen pada cum date. Ada proses pencatatan dan penyelesaian terlebih dahulu sebelum dividen dibayarkan.
Bagi investor yang sahamnya disimpan dalam penitipan kolektif KSEI, distribusi dividen dilakukan melalui KSEI dan kemudian diteruskan melalui perusahaan efek dan/atau bank kustodian tempat investor memiliki rekening efek. Jadi, investor tidak perlu datang langsung ke perusahaan untuk mengambil dividen.
Nah, supaya kamu lebih paham, cermati perbedaan dan contohnya berikut ini!
|
Tanggal |
Istilah |
Artinya |
|
10 September 2026 |
Cum Date |
Batas terakhir perdagangan dengan hak dividen |
|
11 September 2026 |
Ex Date |
Mulai diperdagangkan tanpa hak dividen |
|
12 September 2026 |
Recording Date |
Investor yang berhak dicatat |
|
25 September 2026 |
Payment Date |
Dividen dibayarkan |
Baca Juga: Private Placement - Pengertian, Tujuan, Mekanisme, dan Perbedaannya dengan Right Issue
Contoh Perhitungan Dividen
Contoh: PT Metawin Tbk membagikan dividen sebesar Rp80 per saham.
Investor A memiliki 5.000 saham dan memenuhi ketentuan untuk mendapatkan dividen.
Maka dividen bruto yang diterima: 5.000 saham × Rp80 = Rp400.000
Jadi, investor A berhak memperoleh dividen bruto sebesar Rp400.000, sebelum memperhitungkan pajak atau ketentuan perpajakan yang berlaku.
Eits, ada yang perlu diperhatikan yakni investor tidak harus menunggu sampai payment date untuk membeli saham. Hal yang menentukan hak atas dividen adalah kepemilikan saham sesuai jadwal dan ketentuan yang ditetapkan dalam corporate action tersebut.
Itulah kenapa, sebagai investor kamu sebaiknya selalu mengecek jadwal dividen emiten yang bersangkutan, termasuk cum date, ex date, recording date, dan payment date sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: 10+ Saham yang Rajin Bagi Dividen 2 Hingga 3 Kali Setahun, Mana Saja?
QnA
Apakah Harus Memiliki Saham Sampai Payment Date?
Tidak harus.
Kamu tidak perlu mempertahankan saham sampai payment date hanya untuk mendapatkan dividen. Hal yang terpenting adalah kamu memenuhi ketentuan kepemilikan dan tercatat sebagai pihak yang berhak sesuai jadwal corporate action.
Itulah kenapa, payment date bukan batas terakhir untuk menjual saham agar tetap mendapatkan dividen. Namun, keputusan untuk menjual atau mempertahankan saham tentu merupakan keputusan investasi masing-masing investor.
Apakah Beli Saham Saat Cum Date Pasti Mendapat Dividen?
Tidak selalu. Kamu perlu memperhatikan pasar perdagangan dan waktu penyelesaian transaksi. Cum date memang menunjukkan batas perdagangan saham dengan hak dividen, tetapi ketentuan dapat berbeda antara pasar reguler, negosiasi, dan tunai.
Itulah kenapa, kamu harus selalu cek jadwal cum date, ex date, dan recording date pada pengumuman resmi emiten atau KSEI sebelum membeli saham.
Apa yang Terjadi Jika Menjual Saham Sebelum Recording Date?
Hal ini juga bergantung pada kapan transaksi dilakukan dan apakah transaksi tersebut masih membuat investor memenuhi ketentuan untuk tercatat sebagai pemegang saham yang berhak.
Sekali lagi, kamu perlu memperhatikan rentetan waktu antara cum date, ex date, settlement, dan recording date, bukan hanya melihat satu tanggal secara terpisah saja.
Mau Berinvestasi Saham?
Nah, itulah penjelasan tentang saja perbedaan cum date, ex date, recording date, dan payment date merupakan bagian penting dalam pembagian dividen saham.
Keempat tanggal tersebut saling berkaitan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Jadi, jangan hanya melihat berapa besar dividen yang akan dibagikan. Perhatikan juga jadwal corporate action dan ketentuan resminya.
Sekarang ini, kamu bisa dengan mudah berinvestasi pada saham untuk memperoleh dividen hanya melalui aplikasi saja. Salah satunya melalui aplikasi InvestasiKu yang telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)