Tahun 2026 baru berjalan beberapa hari, tetapi konflik geopolitik langsung mencuat yang menggegerkan khalayak ramai. Sebenarnya, hubungan AS dan Venezuela memang suka menegang sepanjang tahun 2025 silam.
Beberapa media masih menilai gonjang-ganjing hubungan AS dan Venezuela ini belum terlalu berdampak pada perekonomian Indonesia. Namun jika konflik ini bertahan lama, maka justru akan berpengaruh pada harga BBM di dalam negeri, hingga melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Tidak menutup kemungkinan jika isu geopolitik tersebut akan mempengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia. Langsung saja simak kemungkinan dampak perang AS dan Venezuela terhadap beberapa sektor saham di BEI.
Dampak Perang AS - Venezuela Pada Indonesia
Tahukah kamu bahwa Venezuela terkenal sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Nah, selama bertahun-tahun, hubungan Venezuela dan Amerika Serikat memang diwarnai oleh sanksi ekonomi, pembatasan ekspor minyak, serta tekanan politik.
Pada awal Januari 2025, saat Nicolás Maduro dilantik sebagai presiden Venezuela, AS menolak hasil tersebut dan menuduh kecurangan. Alhasil, Presiden AS mencabut Temporary Protected Status (TPS) bagi 600.000 warga Venezuela yang berada di AS.
Seiring tahun 2025, AS mulai memberlakukan beberapa aturan untuk Venezuela. Salah satunya menggandakan hadiah atas aksi penangkapan Nicolás Maduro.
Lantas, apakah fenomena tersebut berpengaruh pada kondisi negara Indonesia? Sebenarnya tidak secara langsung karena kedua negara tersebut tidak sedang perang terbuka yang mana ada baku tembak, seperti Rusia-Ukrania.
Meskipun demikian, tetap saja berdampak pada harga minyak dunia. Ingat bahwa Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia, maka apabila konflik kian memanas, maka produksi dan ekspor minyak akan terganggu. Meskipun jumlah ekspor minyak Venezuela hanya USD 4.05 miliar.
Emiten Sektor Energi & Migas
Ketegangan AS–Venezuela berpotensi memberikan pengaruh terhadap harga minyak dunia. Jika harga minyak naik, sentimen ke saham energi biasanya ikut menguat.
Emiten yang berpotensi terdampak yakni:
NOTE! Dampaknya lebih ke sentimen pasar dan harga komoditas, bukan eksposur langsung ke Venezuela.
Baca Juga: Darurat Militer dan Dampaknya Terhadap Pasar Modal Indonesia
Emiten Tambang Emas & Logam Mulia
Ketika risiko geopolitik meningkat, investor global cenderung mencari aset lindung nilai seperti emas. Alhasil, saham berbasis emas dan logam mulia kerap mendapat perhatian lebih. Namun, efek ini cenderung bersifat menengah hingga jangka pendek, bergantung pada durasi konflik tersebut.
Emiten yang berpotensi terdampak yakni:
- PT Aneka Tambang Tbk - ANTM
- PT Merdeka Copper Gold Tbk - MDKA
- PT Amman Mineral Internasional Tbk - AMMN
Emiten Perkapalan & Logistik Energi
Ketika terjadi konflik, maka akan ada beberapa hal yang terdampak, seperti peningkatan biaya pengiriman hingga premi risiko asuransi yang berhubungan dengan emiten di sektor perkapalan dan transportasi energi.
Sebenarnya, dampaknya tidak selalu langsung tercermin dalam kinerja keuangan, tetapi sentimen pasar sering merespons lebih cepat dibandingkan perubahan fundamental.
Emiten yang berpotensi terdampak yakni:
- PT Samudera Indonesia Tbk - SMDR
- PT Wintermar Offshore Marine Tbk - WINS
- PT Humpuss Maritim Internasional Tbk - HUMI
- PT Pelayaran Jaya Hidup Baru - PJHB
Baca Juga: 8 Saham Akhir Tahun yang Menarik Jelang Tutup Buku 2025
Minat Berinvestasi Pada Saham-Saham Tersebut?
Konflik geopolitik AS–Venezuela memang tidak memiliki dampak langsung terhadap perusahaan-perusahaan di Bursa Efek Indonesia. Namun, melalui jalur harga minyak, emas, sentimen risiko global, dan arus dana asing, isu ini tetap relevan untuk diperhatikan oleh pelaku pasar.
Kamu bisa langsung menginvestasikan pada saham-saham yang terdampak tersebut melalui aplikasi InvestasiKu.
Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)