Pada 2019 silam, memang sempat ramai berita bahwa Lion Air hendak IPO tetapi batal, salah satu alasannya adalah karena pandemi Covid-19. Hingga tahun 2025 ini, ternyata ada banyak perusahaan yang gagal IPO atau Initial Public Offering karena beberapa alasan.
Langsung saja simak perusahaan mana saja!
Deretan Perusahaan yang Batal IPO
1. PT Zeus Kimiatama Indonesia Tbk (ZEUS)
Rencananya, PT Zeus Kimiatama Indonesia Tbk. hendak IPO dengan melepaskan 1.050.000.000 saham baru. Adapun nilai nominalnya adalah Rp10 per saham, atau sebanyak-banyak 21,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Tidak hanya saham, perusahaan ini juga rencananya akan menerbitkan waran seri I, sebanyak-banyaknya 525.000.000. Namun akhirnya, semua rencana IPO 8 Agustus 2023 yang sudah disiapkan tersebut gagal, dan sampai saat ini masih belum diketahui penyebab atau alasan pasti mengapa statusnya “canceled”.
2. PT Akselerasi Usaha Indonesia - Akseleran
Perusahaan penyedia layanan pinjaman online (pinjol), yakni PT Akselerasi Usaha Indonesia, juga membatalkan rencana pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) pada Agustus 2023 silam.
Namun menjelang masa penawaran, rencana IPO tersebut ternyata batal. Menurut CEO dan Co-Founder Group Akseleran, rencana IPO tersebut hanya ditunda, bukan dibatalkan.
Melansir dari bloombergtechnoz.com, saat ini, perusahaan tersebut justru terguncang karena pembayaran yang macet. Beberapa pengguna sosial media juga mengatakan bahwa ada potensi gagal bayar hingga ratusan miliar rupiah pada perusahaan ini.
Baca Juga: 8 Perusahaan Merger Paling Fenomenal di Indonesia, Apa Saja?
3. PT Pertamina Hulu Energi
Sebelumnya PT Pertamina sudah menyampaikan kabar rencana IPO PT Pertamina Hulu Energi di tahun 2023, tetapi kemudian batal.
Dilansir dari CNBC indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya buka suara terkait dibatalkannya IPO di tahun ini. Beliau menyatakan bahwa batalnya IPO perusahaan ini adalah karena penurunan harga minyak mentah global.
Jika dilihat dari sisi makro ekonomi global, juga terdapat tren peningkatan suku bunga The Fed. Sehingga menambah beban ekonomi emerging markets, yang disinyalir bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi.
4. PT Hillcon Tbk (HILL)
Sebenarnya, PT Hillcon Tbk. jadi IPO ‘kok.
Pada Juni 2022 silam, proses IPO HILL dinyatakan batal, setelah prosesnya sampai pada tahap bookbuilding. Akhirnya PT Hillcon melanjutkan proses IPO di tahun 2023. Kala itu, IPO berhasil dengan harga saham di kisaran Rp1.250-Rp2.000.
Pada tahun 2022 saat sempat batal, banyak kabar simpang-siur tentang penyebabnya. Mulai dari keterkaitannya dengan kasus PKPU, dan lainnya.
5. Bank Sumut
Diketahui, Bank Sumut akan melakukan penawaran awal atau bookbuilding pada 5-18 Januari 2023 lalu. Namun, akhirnya pihak PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk, mengumumkan bahwa pelaksanaan IPO dibatalkan.
Rencananya, Bank Sumut akan melepas sebanyak-banyaknya 2.934.798.300 saham (23% dari total saham usai IPO). Melansir dari finansial.bisnis, tertundanya rencana IPO Bank Sumut adalah imbas kondisi market yang tidak kondusif belakangan ini.
6. Artajasa
Perusahaan yang batal IPO selanjutnya adalah PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Informasi tersebut, disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia, karena tidak memenuhi ketentuan batasan kepemilikan asing.
Pasalnya, batasan kepemilikan asing saham investor asing, menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi, seperti yang dijelaskan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, yakni Samsul Hidayat.
Mayoritas saham PT Artajasa dimiliki oleh PT Aplikanusa Lintasarta (55%), YKKBI (35%) dan MVK (10%). Tidak hanya itu, ada pula kepemilikan asing di dalam perusahaan ini, yakni Ooredoo Q.P.S.C (25,9%) melalui Lintasarta.
7. PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk (NPII)
Bisa dibilang PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk. menjadi salah satu pemimpin dan perusahaan terkemuka kontraktor nikel di Indonesia. Rencananya, perusahaan ini IPO pada Juni 2022, tapi kemudian batal.
Namun, Direktur Penilaian Perusahaan BEI yakni I Gede Nyoman Yetna, juga belum memastikan alasan perusahaan ini membatalkan atau menunda rencana IPO ini.
Jika dilihat dari penjadwalan, NPII seharusnya IPO pada 14 Juni 2022. Namun prosesnya tidak dilanjutkan bahkan sampai melewati jadwal rencana awal.
8. Berkah Mulia Mandiri (BITU)
PT Berkah Mulia Mandiri membatalkan proses IPO, meski prosesnya sudah sampai pada tahap bookbuilding pada 20-25 Juli 2023.
Padahal jika jadi IPO, perusahaan yang hendak menggunakan kode saham BITU ini seharusnya melepas sebanyak-banyaknya 550 juta saham baru (31,30% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO).
Alasan pembatalan IPO ini tidak dijelaskan secara pasti oleh manajemen.
Baca Juga: Sejarah Lion Air yang Hampir IPO Tapi Batal. Ini Penyebabnya!
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)