ARTIKEL
 

8 Daftar Perusahaan Batal IPO Selain Lion Air

by Estrin Vanadianti Lestari - 09 Aug 2023 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Tidak hanya Lion Air, ternyata masih ada beberapa perusahaan, yang gagal IPO atau Initial Public Offering, lho Kawan! Pasalnya, jika dilihat dari status laman e-IPO, beberapa perusahaan tersebut statusnya canceled. Wah, siapa saja nih dan kenapa?

 

Deretan Perusahaan yang Batal IPO

1. PT Zeus Kimiatama Indonesia Tbk (ZEUS)

PT Zeus Kimiatama Indonesia Tbk berencana untuk melakukan IPO dan akan melepaskan setidaknya sebanyak 1.050.000.000 saham baru. Adapun nilai nominalnya adalah Rp10 per saham, atau sebanyak-banyak 21,27% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Untuk harga saham yang ditawarkan kepada publik atau masyarakat adalah Rp100 - Rp105 per saham. Dari penjualan saham tersebut Zeus berharap akan meraup dana segar, sebesar Rp105.000.000.000 - Rp110.250.000.000.

Tidak hanya saham, Zeus juga rencananya akan menerbitkan waran seri I, sebanyak-banyaknya 525.000.000, yang menyertai saham baru atau sebanyak-banyaknya 13,50% dari total jumlah saham ditempatkan saat pendaftaran IPO.

Dari segala perhitungan-perhitungan, Zeus juga memiliki rencana di mana hasil dana IPO (setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek sekitar 80,98%) akan digunakan untuk belanja modal Perseroan (Capital Expenditure).

Untuk sisa hasil dananya, yakni sekitar 19,02%, akan digunakan untuk keperluan modal kerja (penambahan persediaan dan biaya operasional). Namun, akhirnya semua rencana IPO 8 Agustus 2023 yang sudah disiapkan tersebut gagal, dan sampai saat ini masih belum diketahui penyebab atau alasan pasti, mengapa Zeus membatalkan aksi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Baca juga: Sejarah Lion Air Hampir IPO

 

2. PT Akselerasi Usaha Indonesia - Akseleran

Perusahaan penyedia layanan pinjaman online (pinjol), yakni PT Akselerasi Usaha Indonesia, juga membatalkan rencana pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) lho. Kira-kira apa alasan dan penyebabnya?

Menurut CEO dan Co-Founder Group Akseleran, rencana IPO tersebut hanya ditunda, bukan dibatalkan. "IPO-nya kami tunda dulu, bukan dibatalkan. Butuh waktu lebih panjang bagi kami untuk secure strategic investor yang tepat. Jadi kami perlu tunda dulu", kata Ivan Nikolas ke cnbcindonesia.

Akseleran sendiri berencana untuk menjalani proses penawaran umum perdana saham, pada 9 Agustus 2023. Namun, akhirnya batal karena beberapa alasan, salah satunya karena mereka ingin mencari strategi investor yang lebih tepat.

Namun, kegagalan IPO tersebut tidak membuat produktivitas bisnis Akseleran berhenti. Karena perusahaan tetap terus menjalankan bisnis layanan pendanaannya, terutama bagi UMKM di Indonesia.

Terlebih, sampai pada akhir Juni 2023 kemarin, Akseleran mampu menyalurkan pinjaman tidak kurang dari Rp1,44 triliun (naik 22% secara tahunan), jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu.

Selain mencari strategi investor yang lebih tepat, Ivan juga memaparkan alasan lainnya terkait penundaan IPO. Jadi, alasan lainnya adalah karena Akseleran melihat adanya peluang akuisisi terhadap PT Pratama Interdana Finance (PIF).

 

3. PT Pertamina Hulu Energi (PHE)

Memilih menunda IPO, apa alasan PT Pertamina Hulu Energi gagal melantai di bursa? Pasalnya, sebelumnya PT Pertamina memang sudah menyampaikan kabar rencana IPO PT Pertamina Hulu Energi di tahun 2023.

Namun, kabarnya rencana tersebut dibatalkan. Mengapa? Dilansir dari cnbcindonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya buka suara terkait dibatalkannya IPO di tahun ini.

Tutuka Ariadji selaku Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, menyampaikan beberapa faktor penyebab batalnya IPO Pertamina Hulu Energi. Salah satu alasannya adalah karena penurunan harga minyak mentah global.

Selain itu, alasan lainnya karena waktu yang belum tepat juga, seperti yang dikatakan Fadjar Djoko Santoso selaku VP Corporate Communication Pertamina. Terlebih, kondisi pasar modal dunia dan Asia Tenggara yang kurang stabil sepanjang tahun 2023, karena tekanan dari pengaruh resesi global.

Jika dilihat dari sisi makro ekonomi global, juga terdapat tren peningkatan suku bunga The Fed. Sehingga menambah beban ekonomi emerging markets, yang disinyalir bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi.

 

4. PT Hillcon Tbk (HILL)

Di Juni 2022 lalu proses IPO HILL dinyatakan batal, setelah prosesnya sampai pada tahap bookbuilding. Akhirnya PT Hillcon berencana untuk melanjutkan proses IPO di tahun 2023.

Apa penyebab IPO HILL batal di tahun lalu? Dilansir dari cnbcindonesia, batalnya IPO PT Hillcon banyak dikaitkan dengan kasus PKPU, yakni anak usahanya yakni PT Hillcon Jaya Sakti (HS). Namun, pihak HILL membantah hal tersebut.

Pihak HILL menegaskan bahwa status PKPU sudah dicabut, dan memaparkan bahwa batalnya IPO HILL karena masalah waktu yang terlalu mepet. Tidak hanya itu, menurut kabar, penundaan tersebut juga dikaitkan dengan adanya perubahan struktur IPO HILL.

Sebelum akhirnya resmi batal IPO, rencananya HILL akan melepas sebanyak-banyaknya 2.211.500.000 saham atau setara 15% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Untuk harganya, dipator mulai dari Rp250 - Rp400 per saham, dan bisa menghasilkan perolehan dana mencapai Rp552,9 - Rp884,6 miliar. Di awal tahun 2023 ini, HILL masih mencoba melanjutkan proses IPO kembali.

HILL diketahui sudah memasuki proses bookbuilding dalam proses IPO tahun ini. Dari proses tersebut, HILL dijadwalkan akan resmi melantai di bursa pada 15 Februari 2023.

 

5. Bank Sumut

Diketahui, Bank Sumut akan melakukan penawaran awal atau bookbuilding pada 5-18 Januari 2023 lalu. Namun, akhirnya pihak PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk, mengumumkan bahwa pelaksanaan IPO dibatalkan.

Rencananya, Bank Sumut akan melepas sebanyak-banyaknya 2.934.798.300 saham (23% dari total saham usai IPO). Apa alasan Bank Sumut membatalkan IPO di tahun 2023 ini?

Belum diketahui secara pasti, namun Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, yakni I Gede Nyoman Yetna mengatakan, bahwa pembatalan terjadi ketika proses IPO sudah sampai di tahap penawaran umum, dalam memperoleh pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bahkan, ia juga tidak menjelaskan secara spesifik, alasan pembatalan IPO Bank Sumut. Pasalnya, asalan terkait pembatalan sepenuhnya didasarkan kepada keputusan Calon Perusahaan Tercatat bersama dengan Penjamin Emisi.

 

6. Artajasa

Perusahaan selanjutnya, yang diinformasikan batal IPO adalah PT Artajasa Pembayaran Elektronis. Informasi tersebut, disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia, karena tidak memenuhi ketentuan batasan kepemilikan asing.

Pasalnya, batasan kepemilikan asing saham investor asing, menjadi salah satu syarat yang wajib dipenuhi, seperti yang dijelaskan oleh Direktur Penilaian Perusahaan BEI, yakni Samsul Hidayat. Karena perseroan bisa mengikuti implementasi GPN.

PT Artajasa sendiri, mayoritas dimiliki oleh PT Aplikanusa Lintasarta (55%), YKKBI (35%) dan MVK (10%). Tidak hanya itu, ada pula kepemilikan asing di dalam perusahaan ini, yakni Ooredoo Q.P.S.C (25,9%) melalui Lintasarta.

 

7. PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk (NPII)

Berikutnya ada PT Mandiri Mineral Perkasa Tbk, yang gagal IPO. Perusahaan ini merupakan salah satu pemimpin dan perusahaan terkemuka kontraktor Nikel di Indonesia.

NPII rencananya bakal IPO pada Juni 2022, tapi akhirnya batal. Ya, emiten yang bergerak di bidang jasa penunjang pertambangan dan penggalian ini akhirnya membatalkan IPO.

Namun Direktur Penilaian Perusahaan BEI, yakni I Gede Nyoman Yetna, juga belum memastikan alasan perusahaan ini membatalkan atau menunda rencana IPO ini.

Jika dilihat dari penjadwalan, NPII seharusnya IPO pada 14 Juni 2022. Tapi, Prosesnya tidak dilanjutkan, sampai melewati jadwal rencana awal. Bahkan, perseroan pun belum menetapkan harga fix IPO dan juga belum melangsungkan penawaran umum (seharusnya 8-10 Juni 2022).

Jika dilihat berdasarkan prospektus, rencana perusahaan akan melepas paling banyak 950 juta saham biasa (0,73%) dari modal yang ditempatkan, dengan nominal harga saham Rp2 per saham.

 

8. Berkah Mulia Mandiri (BITU)

Terakhir ada PT Berkah Mulia Mandiri atau BITU yang membatalkan proses IPO, karena status di e-IPO tercantum "canceled". Apa alasannya? Lagi-lagi belum ada penjelasan dari pihak manajemen, meski proses IPO sudah sampai pada tahap bookbuilding pada 20-25 Juli 2023.

Jika jadi IPO, BITU seharusnya melakukan penawaran umum (offering) pada 2-4 Agustus 2023. Di mana BITU rencananya akan melepas sebanyak-banyaknya 550 juta saham baru (31,30% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO).

 

 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO