ARTIKEL
 

Sejarah Lion Air yang Hampir IPO Tapi Batal. Ini Penyebabnya!

by Estrin Vanadianti Lestari - 09 Aug 2023 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Seperti yang kita tahu, Lion Air merupakan perusahaan maskapai penerbangan di Indonesia, yang dikenal memiliki harga terjangkau ketimbang maskapai lainnya, seperti Garuda Indonesia.

Kira-kira, Kawan Visto sudah tahu belum, siapa pemilik dari Lion Air? Lalu, apakah kamu sudah tahu juga, kalau maskapai ini pernah hampir IPO tapi batal? Bagaimana ceritanya?

 

Sejarah Lion Air di Indonesia

Perusahaan maskapai Lion Air, didirikan pada 19 Oktober 1999 oleh kakak beradik bernama Kusna Kirana dan Rusdi Kirana. Lalu, maskapai ini mulai beroperasi pada 30 Juni 2000, dengan nama resmi PT Lion Mentari Airlines.

Kedua adik kakak ini, mendirikan PT Lion Mentari Airlines dengan modal sebesar USD10 juta atau senilai Rp145 miliar saat itu. Dengan modal miliaran tersebut, mereka berhasil mendirikan sebuah maskapai penerbangan Lion Air yang melayani penerbangan berbiaya rendah (low cost carrier), bahkan Lion Air bisa dibilang penerbangan termurah di Indonesia sampai saat ini.

Saat itu, maskapai Lion Air hanya menggunakan 2 pesawat sewaan saja, yaitu boeing 737-200. Rute pertama Lion Air sejak mulai beroperasi adalah Jakarta - Pontianak. Lalu Pada tahun 2009, Lion Air mendatangkan pesawat baru yakni Boeing 747-400 untuk rute penerbangan internasional.

Pesawat yang dibeli dari Oasis Hongkong Airlines ini, membuat Lion Air mengepakan sayap ke penerbangan internasional yakni rute Jakarta-Jeddah. Pesawat Boeing 747-400 ini dijadwalkan melakukan penerbangan sebanyak 5 kali dalam seminggu.

Lion Air sendiri merupakan anak perusahaan dari PT Langit Esa Oktagon (PT. LEO Group), yang merupakan bagian dari Lion Group yang lebih luas. Dilansir dari idx channel, sampai pada tahun 2022 Lion Air tercatat memiliki lebih dari 700 pesawat terdiri dari ATR, Airbus, dan Boeing.

Di tahun 2023, Lion Air Group berencana akan menambahkan armada pesawat yang beroperasi sekitar 80 unit. Saat ini Lion Air melayani 36 rute penerbangan (34 rute penerbangan domestik dan 2 rute penerbangan internasional).

 

Baca juga: 8 Daftar Perusahaan Batal IPO Selain Lion Air

 

Lion Air Dari Waktu ke Waktu

Agar lebih jelas, yuk intip informasi sejarah perjalanan Lion Air dari waktu ke waktu, seperti yang dilansir dari situs resmi lionair.co.id, berikut ini:

  • September 1999: Resmi berdiri sebagai PT Lion Mentari
  • Juni 2000: Mulai beroperasi dengan penerbangan perdana dari Jakarta ke Pontianak
  • 2001: Menambahkan tiga pesawat, dan selanjutnya memperluas jaringan rute internasional. Pada akhir tahun 2001, armada kami memiliki sembilan pesawat yang melayani 14 rute dengan 16 penerbangan setiap hari
  • 2002: Sewa pertama dengan lessor internasional, GE Capital Aviation Service Limited dan memulai rute internasional pertama, antara Jakarta dan Singapura
  • 2003: Pada akhir tahun 2003 total kapasitas kursi meningkat hingga lebih dari 3.300, dan kami menerbangkan lebih dari 50 penerbangan per hari ke 32 tujuan
  • 2005: Memesan 30 Boeing 737-900ER untuk menjadi maskapai berbiaya rendah terbaik di Asia, melalui pengoperasian pesawat terbang yang efisien dan modern
  • 2006: Memesan 30 Boeing 737-900ER lagi, sehingga total pesanan menjadi 60
  • 2007: UE menerapkan larangan menyeluruh yang melarang semua maskapai penerbangan Indonesia terbang ke UE. Menerima pengiriman pesawat Boeing 737-900ER pertama di dunia. Perusahaan memesan tambahan 62 pesawat Boeing 737 next generation.
  • 2008: Memesan 56 pesawat lagi, menjadikan total buku pesanan saat itu menjadi 178 pesawat
  • 2010: Menjadi tahun pertama Lion Air, berhasil mengangkut lebih dari 20 juta penumpang
  • 2013: Mulai mengoperasikan armada murni pesawat Boeing next generation
  • 2015: Lion menjalin kemitraan dengan Airbus untuk pelatihan pilot
  • 2016: Memulai penerbangan charter ke China. Lalu, Lion Air, Batik Air, bersama dengan 3 maskapai penerbangan Indonesia lainnya, dihapus dari Daftar Maskapai Terlarang UE. Di tahun yang sama, Lion Air memperoleh sertifikasi keamanan internasional dari IATA Operational Safety Audit (IOSA)
  • 2017: Tahun pertama membawa lebih dari 35 juta penumpang. Afiliasi MRO Lion, BAT, disertifikasi oleh US FAA
  • 2018: Memperoleh sertifikasi ulang IOSA kami. Mengangkut lebih dari 318 juta penumpang sejak 2005

 

Baca juga: 10 Perusahaan Produsen Pesawat Terbesar di Dunia!

 

Siapa Pemilik Lion Air Sekarang?

Sejak berdiri tahun 1999 sampai saat ini, pemilik Lion Air masih dipegang oleh Rusdi Kirana dan Kusnan Kirana. Dari bisnis maskapai penerbangan Lion Air, ternyata berhasil mengantarkan mereka menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia, versi majalah Forbes 2019 dengan total kekayaan mencapai USD835 juta (Rp12,4 triliun).

Kakak beradik ini, juga memiliki bisnis lain di luar industri penerbangan, yakni sedang mengembangkan usaha di bidang media massa surat kabar Harian Nasional (Harnas).

Jika Rusdi dan Kusnan adalah pemilik, siapa bos dari Lion Air? Ia adalah Rudy Lumingkewas, yang telah menjabat sebagai Presiden Direktur, sejak 2014. Ia bergabung di Lion Air sendiri sejak 2001, dan menjabat sebagai General Sales Manager, di mana tugasnya adalah bertanggung jawab untuk mengelola departemen komersial, saluran distribusi dan optimalisasi pendapatan.

Sebelum bergabung di Lion Air, Rudy merupakan Product Development Head di PT Unibank Tbk dan di PT Metrotama Dunia, sebagai Sales Representative.

 

Baca Juga: Saham GIAA  Anjlok, Tapi Laba Naik

 

Siapa Saja Anak Perusahaan Lion Air?

Di Indonesia sendiri, setidaknya terdapat sekitar 18 maskapai penerbangan yang beroperasi untuk mengangkut penumpang, berdasarkan data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan atau Kemenhub.

Dari 18 maskapai yang aktif beroperasi, beberapa di antaranya ternyata berasal dari grup perusahaan penerbangan yang sama. Salah satunya maskapai Lion Air. Dilansir dari laman lionair.co.id, Lion Air sendiri merupakan bagian dari grup perusahaan maskapai penerbangan, yakni Lion Air Group.

Lion Air Group, merupakan perusahaan maskapai penerbangan yang memiliki tiga anak perusahaan penerbangan, yaitu:

  • Lion Air
  • Wings Air
  • Batik Air

Tidak hanya di Indonesia, Lion Air Group ternyata juga mengoperasikan armada lainnya, di bawah bendera Thai Lion Air (rute di Thailand) dan Malindo Air (rute di Malaysia).

 

Lion Air Pernah Hampir IPO Tapi Gagal, Apa Penyebabnya?

Jika Garuda Indonesia sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia lebih dulu, dengan kode GIAA. Apakah Lion Air juga akan mengikuti langkah yang sama untuk IPO?

Tentu saja, Lion Air punya rencana untuk melantai di bursa, bahkan hampir IPO sejak 2019 lalu, namun akhirnya batal. Kenapa? Salah satu penyebab utamanya adalah hantaman pandemi Covid-19, yang terjadi pada awal tahun 2020.

Bukan kabar burung, rencana IPO emiten Lion Air, memang benar adanya. Bahkan, berita tersebut dibenarkan oleh Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna.

Bahkan, maskapai tersebut sudah menunjuk empat penjamin pelaksanaan emisi (lead underwriter), yakni PT Ciptadana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT MNC Sekuritas.

Rencananya, IPO yang dilakukan Lion Air akan menargetkan perolehan dana, yakni senilai US$1 miliar (Rp13,6 triliun, asumsi Rp13.600/US$), dengan kurs saat itu.

Namun, sayang pandemi Covid-19 membuat terganggunya operasional pesawat, karena adanya pembatasan pergerakan kegiatan manusia atau lock down.

Kalau Kawan Visto sendiri, pernah menunggu-nunggu saham Lion Air IPO nggak nih? Tapi sayangnya batal melantai di bursa. Tapi tenang! Karena kamu bisa beli saham di sektor transportasi penerbangan lain kok, seperti saham Garuda Indonesia (GIAA).

Di mana belinya? Kamu bisa beli dan cek update-an harga saham GIAA atau bahkan saham di sektor lainnya, melalui platform aplikasi InvestasiKu. Selain mudah, aman, dan terpercaya karena menjadi bagian dari CT Corp, investasi saham di InvestasiKu juga bisa dapat poin dari setiap transaksi lho! Yuk download aplikasi InvestasiKu sekarang!

 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO