ARTIKEL
 

Berutang boleh saja, asal aman cashflownya

by Estrin Vanadianti Lestari - 14 Dec 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Ngutang atau bahasa kerennya kredit, sebenarnya bukan menjadi sesuatu yang buruk lho. Tapi, kok kesannya ngutang menjadi hal yang negatif ya? Hmm…

Padahal, ngutang sebenarnya adalah hal yang lumrah dan sah-sah saja lho, untuk dilakukan. Terlebih, jika kamu juga paham dengan hal-hal yang perlu dilakukan, sebelum memutuskan untuk berutang.

Memangnya harus apa dulu, kalau mau ngutang? Oke, kamu boleh ngutang! Tapi, intip dulu beberapa tips dan syarat ngutang berikut ini, biar finansial kamu tetap aman, serta pihak peminjam juga bisa lebih percaya sama kamu.

 

Syarat Ngutang Biar Aman

1. Modal Beli Saham Jangan Pake Utang!

Pertama, tujuan kamu ngutang untuk apa? Apakah kebutuhan tersebut masuk ke kategori penting atau tidak. Karena, jangan sampai kamu ngutang, hanya karena ingin membeli gadget terbaru, agar kamu bisa pamer.

Konsepnya tidak seperti itu ya! Tapi kalau ngutang buat hal menguntungkan seperti investasi gimana? EIts, investasi apa dulu nih?

Kalau kamu ngutang buat beli saham emiten yang “katanya” lagi bagus, apa iya hal tersebut bisa dipastikan? Jangan sampai, kamu cuma fomo, bela-belain ngutang ke pinjaman online, terus beli saham, dan pas sudah beli, sahamnya malah turun.

Bukan untung malah rugi! Saham kamu sudah diguyur, tapi harus tetap bayar tagihan utangnya di pinjaman online. Belum lagi, kondisi finansial kamu yang sedang kurang baik.

Misalnya hanya bekerja freelance, tidak punya income tetap, tidak ada tabungan atau dana darurat, dan sebagainya. Jadi, jangan gunakan dana utang, untuk beli saham, dengan embel-embel investasi.

Pastikan kamu ngutang, yang digunakan untuk jenis kebutuhan yang penting, dan bukan hanya sekadar keinginan, yang tidak bersifat darurat atau penting. Misalnya, untuk merenovasi rumah, service kendaraan, biaya kuliah, biaya melahirkan, dan kebutuhan penting lainnya.

 

Baca juga: Jangan Pakai Uang Pinjol Untuk Investasi

 

2. Pastikan Cashflow

Hal yang perlu diperhatikan sebelum ngutang selanjutnya adalah, memastikan bahwa kamu memiliki pemasukan yang stabil. Maksudnya gimana? Jadi, ngutang itu bukan “dikasih uang” secara cuma-cuma, melainkan hanya “dipinjamkan uang” dengan harapan, uang akan dikembalikan dengan jumlah yang justru lebih besar.

Kok lebih besar? Karena, dalam sistem ngutang/kredit/pinjaman, pasti ada istilah yang namanya bunga. Nah, bunga ini akan dibebankan ke nasabah, sebagai pembayaran jasa layanan kredit.

Untuk besaran bunganya sendiri berbeda-beda, sesuai dengan lembaga atau pihak peminjam, dan akan diberikan dalam bentuk persen. Nah, kalau kamu ngutang, dan harus membayar tagihannya dengan jumlah yang lebih besar, apakah kamu sanggup bayar kalau tidak punya penghasilan?

Intinya, ketika kamu berniat untuk ngutang, pastikan kamu siap untuk mampu membayar tagihan plus bunganya. Setidaknya, kamu punya pekerjaan dengan penghasilan tetap setiap bulannya, serta jumlah yang sesuai dengan besaran utang yang kamu ajukan.

Kalau tidak, kamu bisa bermasalah karena menunggak karena tidak bisa bayar utang. Akibatnya, kamu akan terus diteror, lalu akan membuat  skor kredit kamu jelek, hingga sulit untuk mengajukan utang selanjutnya di kemudian hari. 

 

3. Memastikan skor kredit bagus

Bicara tentang skor kredit, sebelum ngutang kamu harus pastikan bahwa skor kredit kamu aman dan bagus. Sepenting apa skor kredit? Jadi, setiap lembaga peminjam dana, akan mengecek terlebih dahulu, skor kredit nasabah.

Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui riwayat nasabah tersebut, terkait aktivitas kredit yang pernah dilakukan. Misalnya pernah kredit rumah, kendaraan, maupun barang-barang elektronik lainnya.

Nah, pada skor kredit ini, pihak peminjam, lembaga hingga bank, akan melihat bagaimana kemampuan kamu, dalam membayar utang, pinjaman atau cicilan. Nah, kalau kamu berniat mau ngutang, pastikan skor kredit kamu bagus.

Kalau tidak bagus atau buruk, maka pihak peminjam, lembaga atau bank tentunya tidak ingin mengambil resiko. Jadi, kamu tidak akan bisa berutang dimanapun, sehingga sebelum ngutang, kamu harus memperbaiki skor kredit kamu terlebih dahulu.

 

4. Penuhi persyaratan ngutang

Mau berobat saja, ada syaratnya, apalagi mau ngutang! Jadi, kalau kamu berniat mau ngutang, pastikan kamu perhatikan syarat yang diberikan, oleh pihak peminjam.

Adapun, persyaratan dan ketentuan ngutang atau kredit di setiap pihak berbeda-beda, dan kamu harus perhatikan hal tersebut. Akan tetapi, jika dilihat secara umum, syarat dan ketentuan ngutang atau kredit, diantaranya adalah dengan melampirkan:

- Fotokopi identitas diri (KTP dan Kartu Keluarga)

- Fotokopi penghasilan atau slip gaji

- Fotokopi NPWP

- Fotokopi buku tabungan

- Dokumen kepemilikan agunan seperti BPKB, sertifikat (Jika Anda mengambil pinjaman beragunan)

 

5. Mengajukan utang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial

Ketika sudah mampu untuk memenuhi syarat dan ketentuan, selanjutnya pastikan kamu mengajukan jumlah utang, yang sesuai dengan kebutuhan dan juga kondisi finansial.

Pasalnya, pihak peminjam, lembaga atau bank tentunya tidak mau  mengambil risiko, kepada nasabah yang dinilai  tidak sanggup untuk melunasinya.

Jangan mentang-mentang kamu mampu memenuhi persyaratan, kamu bebas mengajukan utang dengan jumlah yang besar. Padahal, kondisi finansial kamu sedang kurang stabil. 

Misalnya, jika penghasilan kamu per bulan adalah sekitar Rp5 juta, lalu kamu ingin berutang sebesar Rp500 juta. Dengan penghasilan Rp5 juta, sepertinya pihak peminjam juga tidak akan berani untuk menyetujui pengajuan tersebut.

Dengan pinjaman Rp500 juta, bahkan jumlah tagihannya justru bisa lebih besar, dari jumlah penghasilan kamu per bulan. Paling tidak, kamu bisa meminjam di angka Rp5 juta sampai Rp20 juta, dengan tenor 12 - 24 bulan.

 

Baca juga: 7 Habit Orang Kaya

 

6. Tentukan tenor pinjaman

Menentukan durasi berutang atau tenor, juga menjadi hal yang penting untuk dipikirkan, sebelum memutuskan untuk ngutang. Tenor sendiri merupakan jangka waktu pinjaman, yang ditetapkan sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Sehingga, kamu tahu berapa lama kamu bisa sanggup untuk bisa melunasi utang tersebut. Satu bulan kah? Dua bulan, enam bulan, 12 bulan, atau 2 tahun. Terlebih, kebijakan tenor juga berbeda-beda. karena tidak semua menawarkan tenor panjang.

 

7. Memilih tempat berutang yang tepat

Yang terakhir dan terpenting adalah memilih tempat berutang yang tepat. Di mana hal ini akan berpengaruh terhadap keberhasilan kamu, dalam mengajukan utang.

Pastikan kamu memilih tempat berutang di tempat yang aman dan terpercaya. Kalau ngutangnya ke orang terdekat bagaimana? Boleh! Asalkan kamu juga bisa membuat perjanjian tertulis (hitam diatas putih) agar kegiatan tersebut memiliki bukti yang kuat. 

Nah, kamu juga bisa ngutang di tempat-tempat yang lebih resmi, seperti di lembaga keuangan, pinjaman online, hingga bank. Pasalnya, saat ini sudah banyak bank yang menawarkan mekanisme produk KTA dan produk pinjaman lainnya. 

Perhatikan lembaga atau bank tersebut sudah mendapatkan izin atau terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lalu perhatikan juga kredibilitas bank, bunga pinjaman, limit pinjaman, jangka waktu pinjaman dan biaya pengajuan KTA.

Ingat! Jangan gunakan utang, untuk investasi, apalagi investasi saham. Pastikan kamu investasi saham, menggunakan uang dingin atau uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Baca juga: Cara Investasi Saham Pemula

 

Nah, kalau rekomendasi tempat jual-beli saham yang aman, kamu bisa pilih InvestasiKu! Karena mulai dari Rp100 ribu saja, kamu sudah bisa beli saham incaran, yang kamu inginkan.

Selain itu, kamu juga bisa dapatkan point, si setiap transaksi saham. Di mana point tersebut bisa digunakan untuk beli saham di InvestasiKu, dan belanja di berbagai merchant kerjasama CT Corp!

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO