LIFESTYLE
 

Mengenal Krisdianto Lesmana, Pemilik Nabati Group

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 19 Jun 2024 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

PT Kaldu Sari Nabati Indonesia menjadi salah satu perusahaan ternama dengan sebutan Nabati Group. Didirikan oleh Krisdianto Lesmana sejak tahun 1985 yang berfokus pada industri produk konsumen, khususnya makanan ringan. 

Kamu pasti tahu dong jajanan merek Ahh’, Siip, Richeese, dan Nextar? Nah, jajanan ringan itu adalah produksi unggulan dari Nabati Group. 

Tentu saja, perkembangan pesat dari perusahaan ini menjadi bukti kesuksesan Krisdianto Lesmana. Yuk, mengenal Krisdianto Lesmana dalam usahanya menjadi tonggak kejayaan perusahaan Nabati Group!

 

Siapa Krisdianto Lesmana?

Krisdianto Lesmana adalah pendiri perusahaan Kaldu Sari Nabati Indonesia alias Nabati Group. Bersama sang istri, Ida Lesmana , perusahaan ini berhasil dibangun pada tahun 1985. 

Tepatnya pada 7 Juli 1985, Krisdianto Lesmana dan istrinya berhasil merintis industri rumahan yang menghasilkan makanan ringan tradisional. 

Lalu pada tahun 1993, industri rumahan tersebut berhasil bertransformasi menjadi perusahaan makanan ringan. Di sisi lain, Krisdianto Lesmana selalu berupaya menghasilkan produk dengan keamanan pangan. 

Krisdianto Lesmana selalu mengawal perkembangan perusahaan Nabati Group ini. Saat ini, perusahaan tersebut telah dipimpin oleh putra tertuanya yakni Erwin Lesmana Kie. 

 

Baca Juga: Milik Krisdianto Lesmana, Ini 5 Perusahaan di Bawah Nabati Group

 

Sejarah Perusahaan Nabati Group

Riwayat berdirinya perusahaan Nabati Group diawali dengan ide Krisdianto Lesmana dan sang istri, Ida Lesmana. Kala itu, mereka merintis industri rumahan yang menghasilkan makanan ringan.

Meskipun skalanya masih berupa industri rumahan, tetapi bisnis Krisdianto Lesmana ini memiliki nama PT Nabati Jaya Indonesia sekaligus izin dari Departemen Kesehatan. 

Lalu pada tahun 1993, industri rumahan tersebut mulai memproduksi wafer coklat dengan merek Chocolate Coated Wafer. Wafer ini sangat populer di tahun 2000-an. Seiring berjalannya waktu, merk tersebut berkembang menjadi Richoco Kofer. 

Pada tahun 2002, perusahaan ini berganti nama menjadi PT Kaldu Sari Nabati. Mereka meresmikan pabrik pertamanya di Cicalengka, Jawa Barat. Kala itu, mereka memproduksi makanan ringan berbentuk roti tawar dengan merek Bretos, dan beberapa makanan ringan merek seperti My Tortila serta Pillow Pop. 

Lambat laun, PT Kaldu Sari Nabati terus berinovasi menghasil berbagai varian produk dan rasa. Mulai dari kukis nastar dengan merek Nextar Nastar, biskuit krim keju merek Richeese Bisvit, minuman sereal dan susu merk Richeese Bio, dan lainnya. 

Baru pada tahun 2020, perusahaan ini mulai meluncurkan produk minuman ringan. Mereka bekerja sama dengan perusahaan PT Puan Mahar Karya dalam menggagas produk minuman AMO Air Mineral. 

Perusahaan ini mulai berekspansi ke restoran cepat saji serba keju Richeese Factory. Tak disangka, justru restoran cepat saji Richeese Factory ini sangat populer di Indonesia. 

Alhasil setahun kemudian, Nabati Group ini mulai meluncurkan mie instan merek Richeese Mie Goreng Keju dan Ramen Keju. 

Pada tahun 2023, Nabati Group meluncurkan produk biskuit dengan rasa Korean Goguma atau ubi jalar. Berhubung varian rasa tersebut diadaptasi dari Korea Selatan, maka tentu saja mereka menggandeng grup Enhypen sebagai brand ambassador. 

Pada pertengahan Februari 2024, Nabati Group kembali mendapuk grup Aespa sebagai brand ambassador untuk produk Richoco. 

 

Baca Juga: Daftar Saham BUMN yang Terdaftar di BEI

 

Baru-baru ini, Nabati Group lagi-lagi menggandeng grup Riize sebagai brand ambassador untuk produk Richeese. Semua ini dilakukan untuk campaign “Nabati Universe”.

Saat ini, Nabati Group telah memiliki 3 pabrik. Terletak di Rancaekek, Sumedang, dan Majalengka. 

Nabati Group berhasil mendapatkan lisensi dari Nickelodeon secara langsung untuk memproduksi snack berkarakter Spongebob. FYI, Nabati Group menjadi perusahaan snack pertama di Asia yang berhasil mendapatkan lisensi tersebut. 

Selanjutnya, Nabati Group mendapatkan lisensi lain dari Les’ Copaque Production untuk memproduksi snack berkarakter Upin & Ipin. Lisensi tersebut digunakan untuk memproduksi snack Richeese Bretos dan Richeese Craster. 

 

Kamu juga bisa lho menanamkan saham di Nabati Group ini. Mengingat pamor perusahaan ini selalu positif di mata masyarakat, maka harga sahamnya cenderung stabil. Yuk, segera cek bagaimana harga sahamnya melalui aplikasi InvestasiKu

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO