SAHAM
 

Deretan Indeks Saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Ada Apa Saja?

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 06 Feb 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Di pasar modal Indonesia, pergerakan harga saham tidak hanya dilihat dari satu indikator saja. Bagi kamu investor pemula, perlu paham bahwa BEI telah menyediakan berbagai indeks yang menjadi gambaran bagaimana kinerja pasar secara keseluruhan maupun sektor tertentu. 

Indeks saham ini nantinya bisa membantu investor membaca tren, membandingkan performa portofolio, hingga menentukan strategi investasi yang lebih terarah. Setidaknya, ada 45 indeks yang dimiliki oleh BEI. Yuk, simak apa saja!

Apa Itu Indeks Saham?

Indeks saham adalah indikator statistik yang mengukur kinerja sekelompok saham berdasarkan kriteria tertentu. Pergerakan indeks mencerminkan kondisi pasar atau segmen pasar yang diwakilinya.

Contoh paling umum adalah IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang merepresentasikan seluruh saham tercatat di BEI. Namun, selain IHSG, ada banyak indeks lain yang lebih spesifik dan sering dijadikan acuan investor.

Eksistensi indeks saham ini berfungsi untuk:

  • Mengukur kinerja pasar atau kelompok saham tertentu
  • Menjadi benchmark portofolio investasi
  • Membantu investor menyusun strategi investasi
  • Digunakan sebagai dasar produk investasi seperti reksa dana indeks dan ETF

Baca Juga: Pemecahan Saham Alias Stock Split, Strategi Emiten Supaya Harga Saham Tidak Terlalu Mahal

Daftar Indeks Saham di Bursa Efek Indonesia

IDX30

IDX30 adalah indeks yang berisi 30 saham paling likuid dan berkapitalisasi besar di BEI. Saham-saham dalam indeks ini umumnya berasal dari perusahaan dengan fundamental kuat dan aktif diperdagangkan.

IDX30 sering dijadikan acuan investor yang mengincar saham-saham unggulan (blue chip) dengan likuiditas tinggi.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham IDX30 dan IDX80 Terbaru (Update November 2025)

IDX80

IDX80 mencakup 80 saham terpilih dengan tingkat likuiditas dan kapitalisasi pasar yang baik. Indeks ini merupakan pengembangan dari IDX30 dan LQ45, sehingga cakupannya lebih luas.

IDX80 cocok bagi investor yang ingin diversifikasi lebih besar tanpa meninggalkan saham-saham berkualitas.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham IDX30 dan IDX80 Terbaru (Update November 2025)

LQ45

LQ45 adalah salah satu indeks paling populer di Indonesia. Indeks ini terdiri dari 45 saham paling likuid dengan kinerja keuangan yang baik.

Banyak investor pemula menjadikan LQ45 sebagai pintu masuk investasi saham karena relatif stabil dan mudah dianalisis.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham Indeks LQ45 dan Perbedaannya dengan Blue Chip (Update November 2025)

IDX Growth 30

IDX Growth 30 tentu saja berisikan 30 saham dengan pertumbuhan laba dan pendapatan tinggi. Fokus indeks ini bukan sekadar ukuran perusahaan, melainkan potensi pertumbuhan bisnis di masa depan.

Indeks ini cocok bagi investor dengan profil agresif yang mencari peluang capital gain jangka menengah hingga panjang.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham Indeks Growth 30 (Update November 2025)

Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham berbasis prinsip syariah, yang terdiri dari 30 saham syariah paling likuid.

Saham dalam JII telah diseleksi berdasarkan kriteria syariah dan diawasi secara berkala. Indeks ini menjadi acuan utama bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip Islam.

Bagi kamu yang berkeinginan untuk investasi syariah, terutama pada produk saham syariah bisa memperhatikan indeks JII ini saja. 

Baca Selengkapnya: Daftar Indeks Saham JII, Berikut Daftar Sahamnya Pada 2026 

Kompas-100

Indeks Kompas-100 berisikan 100 saham dengan fundamental baik dan likuiditas tinggi, disusun oleh BEI bekerja sama dengan Harian Kompas.

Indeks ini mencerminkan kondisi pasar secara lebih luas daripada LQ45, tetapi tetap fokus pada saham-saham berkualitas.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham Indeks Kompas-100 (Update November 2025)

Bisnis-27

Bisnis-27 adalah indeks yang terdiri dari 27 saham unggulan pilihan Harian Bisnis Indonesia. Saham dalam indeks ini dipilih berdasarkan fundamental, likuiditas, dan tata kelola perusahaan.

Indeks ini sering dijadikan referensi investor yang mengombinasikan analisis fundamental dan sentimen pasar.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham Indeks Bisnis-27 (Update November 2025)

MNC36

MNC36 mencakup 36 saham unggulan yang dipilih berdasarkan likuiditas, kapitalisasi pasar, dan fundamental perusahaan. Sesuai namanya, indeks ini diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan MNC Group.

Indeks ini banyak digunakan sebagai acuan produk investasi dan memberikan gambaran performa saham-saham besar di BEI.

Baca Selengkapnya: Daftar Saham Indeks MNC36 (Update November 2025)

SRI-KEHATI

Indeks SRI-KEHATI fokus pada 25 saham berkelanjutan yang menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). 

Indeks ini cocok bagi investor yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga peduli terhadap dampak lingkungan dan sosial.

Baca Selengkapnya: Indeks SRI-KEHATI - Pengertian, Kriteria, dan Daftar Emitennya (Update 2026)

Sebenarnya, masih ada banyak indeks saham di BEI selain yang disebutkan di atas yakni:

  • Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
  • IDX-MES BUMN 17
  • IDX Value30
  • IDX Quality30
  • IDX ESG Leaders
  • IDXLQ45LCL
  • IDX BUMN20
  • PEFINDO i-Grade
  • Infobank15
  • IDX Industrial Classification (IDX-IC)
  • IDX High Dividend 20
  • IDX LQ45 Low Carbon Leaders
  • Jakarta Islamic Index 70 (JII70)
  • IDX Sharia Growth
  • IDX SMC Composite
  • IDX SMC Liquid
  • Investor33
  • SMinfra18
  • ESG Sector Leaders IDX KEHATI
  • ESG Quality 45 IDX KEHATI
  • IDX PEFINDO Prime Bank
  • IDX Cyclical Economy 30
  • IDX Infovesta Multi Factor 28
  • Indeks Papan Utama
  • Indeks Papan Pengembangan
  • Indeks Papan Akselerasi

Minat Berinvestasi Saham?

Nah, dapat disimpulkan bahwa Indeks saham di Bursa Efek Indonesia itu bukan sekadar angka, melainkan alat penting untuk membaca arah pasar dan menyusun strategi investasi. Mulai dari IDX30, IDX80, LQ45, hingga indeks tematik seperti JII dan SRI-KEHATI, semuanya memiliki fungsi dan karakteristik masing-masing.

Sebagai investor pemula kamu bisa mencermati saham-saham yang termuat dalam masing-masing indeks untuk memilih strategi sesuai profil risiko. Jadi, nantinya kamu akan lebih mudah melakukan diversifikasi portofolio, tidak hanya berpaku pada IHSG saja. 

Jika kamu masih merasa was-was, bisa berinvestasi pada saham blue chip yang masuk daftar indeks IDX30 maupun LQ45. Sebut saja ada BBCA, TLKM, ASII, dan lainnya pada aplikasi InvestasiKu

Jangan khawatir sebab aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik. 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO