Dewasa ini, banyak investor yang tidak hanya mengejar return pada investasi saham saja, tetapi juga ingin memastikan apakah investasinya sudah sesuai dengan prinsip syariah atau belum. Maka dari itu, pihak BEI menghadirkan indeks saham Jakarta Islamic Index (JII) sebagai salah satu acuan utama saham syariah di Indonesia.
Langsung saja simak apa itu indeks saham JII dan daftar sahamnya pada tahun 2026 ini!
Apa Itu Indeks Saham JII?
Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham yang berisikan 30 saham syariah paling likuid dan berkinerja baik di Bursa Efek Indonesia. Indeks ini pertama kali diluncurkan pada 3 Juli 2000 dan menjadi salah satu indikator utama kinerja saham syariah di pasar modal Indonesia.
Saham-saham yang masuk ke dalam JII tentu saja telah melewati proses seleksi ketat agar sesuai dengan prinsip syariah Islam, baik dari sisi kegiatan usaha maupun rasio keuangannya.
Dengan kata lain, JII membantu investor untuk:
- Berinvestasi di saham yang halal
- Tetap mendapatkan peluang pertumbuhan jangka panjang
- Memiliki acuan performa pasar saham syariah
FYI, indeks saham JII justru lebih selektif daripada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) karena hanya berisi 30 saham terbaik dari sisi likuiditas dan kapitalisasi pasar. Namun, indeks saham JII masih berkaitan dengan ISSI.
Baca Juga: 7 Keuntungan Investasi Syariah, Lebih Halal Lebih Untung
Kriteria Saham yang Masuk Indeks JII
Meskipun ada banyak emiten yang melantai di BEI dengan embel-embel syariah, tidak semua bisa langsung masuk ke JII. Ada beberapa kriteria utama yang digunakan dalam proses seleksi, antara lain:
1. Kegiatan Usaha Sesuai Prinsip Syariah
Artinya, emiten saham syariah yang masuk ke indeks JII ini tidak boleh bergerak di sektor:
- Perbankan konvensional
- Judi dan perjudian
- Minuman keras
- Rokok
- Usaha berbasis riba
Mayoritas emiten besar yang sering masuk ke dalam indeks JII antara lain berasal dari sektor konsumer, energi, infrastruktur, dan telekomunikasi
2. Rasio Keuangan Syariah
BEI dan OJK juga memperhatikan rasio keuangan, seperti:
- Total utang berbasis bunga tidak melebihi batas tertentu
- Pendapatan non-halal berada dalam batas toleransi
3. Likuiditas dan Kapitalisasi Pasar
Dari seluruh saham syariah yang lolos, kemudian dipilih:
- 30 saham dengan transaksi paling aktif
- Kapitalisasi pasar besar
- Stabil dan diminati investor
Evaluasi dilakukan secara berkala setiap enam bulan, yakni pada bulan Mei dan November.
Risiko Investasi Saham JII
Meskipun saham-saham pada daftar indeks JII ini berprinsip syariah, tetapi tetap saja punya risiko. Ingat, prinsip syariah memang mengatur kehalalan usaha dan struktur keuangan, tetapi tidak menghilangkan risiko pasar saham.
Nah, berikut beberapa risiko investasi saham syariah JII yakni:
1. Risiko Fluktuasi Harga Tetap Ada
Saham JII tetap diperdagangkan di pasar modal, sehingga harganya akan naik turun setiap harinya. Semua itu dipengaruhi sentimen pasar, berita ekonomi, dan global.
Jangan berpikir bahwa hanya karena berpedoman pada prinsip syariah, harga sahamnya akan stabil. Jika pasar sedang koreksi atau krisis, saham JII bisa ikut turun, bahkan cukup dalam. Biasanya terjadi saat krisis global atau pelemahan ekonomi nasional
2. Risiko Kinerja Perusahaan
Meski usahanya halal, perusahaan tetap bisa mengalami masalah. Mulai dari penurunan penjualan, beban biaya yang meningkat, salah strategi bisnis, atau bahkan tekanan dari kompetitor. Jika sudah begitu, maka laba akan turun sehingga harga saham bisa ikut tertekan.
3. Risiko Dikeluarkan dari Indeks JII
Seperti yang tertulis sebelumnya bahwa komposisi saham JII itu dievaluasi setiap 6 bulan. Artinya, suatu saham syariah bisa masuk JII, atau bahkan dikeluarkan dari daftar indeks JII.
Jika suatu saham syariah dikeluarkan dari daftar indeks JII, biasanya karena likuiditas dan kapitalisasi pasar menurun.
4. Risiko Psikologis Investor
Ini jadi risiko yang jarang dibahas, padahal bisa menimpa semua investor. Yap, sebagian investor pemula merasa bahwa “Ini saham syariah, jadi pasti aman.” Alhasil, mereka terlena dan terlalu cepat beli.
Baca Juga: Investasi Emas Digital, Halal atau Haram dari Sudut Pandang Islam?
Daftar Saham Indeks JII 2026
Berikut daftar saham yang masuk ke Indeks JII tahun 2026. Kamu bisa langsung klik kode saham untuk tahu harga sahamnya.
Perlu dipahami bahwa periode efektif saham Indeks JII ini berlaku dari 1 Desember 2025 sampai 29 Mei 2026.
|
No. |
Kode Saham |
Emiten |
Sektor |
|
1. |
Adaro Andalan Indonesia Tbk. |
Energi |
|
|
2. |
Alamri Resources Indonesia Tbk. |
Energi |
|
|
3 |
Aneka Tambang Tbk. |
Pertambangan |
|
|
4 |
Astra International Tbk. |
Multi-sektor |
|
|
5 |
Bank Syariah Indonesia Tbk. |
Perbankan Syariah |
|
|
6 |
Bumi Resources Minerals Tbk. |
Pertambangan |
|
|
7 |
Barito Pacific Tbk. |
Energi |
|
|
8 |
Bumi Resources Tbk. |
Energi |
|
|
9 |
Charoen Pokphand Indonesia Tbk. |
Barang Konsumen Primer |
|
|
10 |
Dian Swastatika Sentosa Tbk. |
Energi & Infrastruktur |
|
|
11 |
XLsmart Telecom Sejahtera Tbk. |
Telekomunikasi |
|
|
12 |
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. |
Barang Konsumen Primer |
|
|
13 |
Vale Indonesia Tbk. |
Pertambangan |
|
|
14 |
Indofood Sukses Makmur Tbk. |
Barang Konsumen Primer |
|
|
15 |
Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. |
Barang Baku |
|
|
16 |
Indosat Tbk. |
Telekomunikasi |
|
|
17 |
Japfa Comfeed Indonesia Tbk. |
Barang Konsumen Primer |
|
|
18 |
Kalbe Farma Tbk. |
Kesehatan |
|
|
19 |
Merdeka Battery Materials Tbk. |
Barang Baku |
|
|
20 |
Merdeka Copper Gold Tbk. |
Barang Baku |
|
|
21 |
Medco Energi Internasional Tbk. |
Energi |
|
|
22 |
Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. |
Properti & Real Estate |
|
|
23 |
Perusahaan Gas Negara Tbk. |
Energi |
|
|
24 |
Pertamina Geothermal Energy Tbk. |
Energi |
|
|
25 |
Bukit Asam Tbk. |
Energi |
|
|
26 |
Raharja Energi Cepu Tbk. |
Energi |
|
|
27 |
Telkom Indonesia Tbk. |
Telekomunikasi |
|
|
28 |
Chandra Asri Pacific Tbk. |
Barang Baku |
|
|
29 |
United Tractors Tbk. |
Industri |
|
|
30 |
Unilever Indonesia Tbk. |
Barang Konsumen Primer |
Berdasarkan tabel daftar Indeks JII tersebut, ada 5 emiten yang dikeluarkan pada periode ini yakni AKRA, AMMN, MAPI, PTRO, dan SMGR. Kelima emiten tersebut telah digantikan oleh AADI, BUMI, DSSA, JPFA, dan RATU.
Baca Juga: Saham NEST - Profil, Kinerja Keuangan, Riwayat Dividen, dan Prospek Bisnisnya
Minat Berinvestasi Pada Saham JII?
Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu indeks JII alias Jakarta Islamic Index yang berisikan 30 saham syariah. Penting dipahami bahwa investasi syariah adalah soal kepatuhan dan etika, bukan jaminan keuntungan.
Kamu bisa langsung berinvestasi pada emiten-emiten yang termuat pada tabel Indeks JII tersebut melalui aplikasi InvestasiKu. Jangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.
%20(981x394)%20-%20InvestasiKu%20(2024)_qBsItM-RI.png?updatedAt=1714019067605)