SAHAM
 

Daftar Indeks Saham JII, Berikut Daftar Sahamnya Pada 2026

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 02 Feb 2026 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Dewasa ini, banyak investor yang tidak hanya mengejar return pada investasi saham saja, tetapi juga ingin memastikan apakah investasinya sudah sesuai dengan prinsip syariah atau belum. Maka dari itu, pihak BEI menghadirkan indeks saham Jakarta Islamic Index (JII) sebagai salah satu acuan utama saham syariah di Indonesia.

Langsung saja simak apa itu indeks saham JII dan daftar sahamnya pada tahun 2026 ini!

Apa Itu Indeks Saham JII?

Jakarta Islamic Index (JII) adalah indeks saham yang berisikan 30 saham syariah paling likuid dan berkinerja baik di Bursa Efek Indonesia. Indeks ini pertama kali diluncurkan pada 3 Juli 2000 dan menjadi salah satu indikator utama kinerja saham syariah di pasar modal Indonesia.

Saham-saham yang masuk ke dalam JII tentu saja telah melewati proses seleksi ketat agar sesuai dengan prinsip syariah Islam, baik dari sisi kegiatan usaha maupun rasio keuangannya.

Dengan kata lain, JII membantu investor untuk:

  • Berinvestasi di saham yang halal
  • Tetap mendapatkan peluang pertumbuhan jangka panjang
  • Memiliki acuan performa pasar saham syariah

FYI, indeks saham JII justru lebih selektif daripada Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) karena hanya berisi 30 saham terbaik dari sisi likuiditas dan kapitalisasi pasar. Namun, indeks saham JII masih berkaitan dengan ISSI. 

Baca Juga: 7 Keuntungan Investasi Syariah, Lebih Halal Lebih Untung

Kriteria Saham yang Masuk Indeks JII

Meskipun ada banyak emiten yang melantai di BEI dengan embel-embel syariah, tidak semua bisa langsung masuk ke JII. Ada beberapa kriteria utama yang digunakan dalam proses seleksi, antara lain:

1. Kegiatan Usaha Sesuai Prinsip Syariah

Artinya, emiten saham syariah yang masuk ke indeks JII ini tidak boleh bergerak di sektor:

  • Perbankan konvensional
  • Judi dan perjudian
  • Minuman keras
  • Rokok
  • Usaha berbasis riba

Mayoritas emiten besar yang sering masuk ke dalam indeks JII antara lain berasal dari sektor konsumer, energi, infrastruktur, dan telekomunikasi

2. Rasio Keuangan Syariah

BEI dan OJK juga memperhatikan rasio keuangan, seperti:

  • Total utang berbasis bunga tidak melebihi batas tertentu
  • Pendapatan non-halal berada dalam batas toleransi

3. Likuiditas dan Kapitalisasi Pasar

Dari seluruh saham syariah yang lolos, kemudian dipilih:

  • 30 saham dengan transaksi paling aktif
  • Kapitalisasi pasar besar
  • Stabil dan diminati investor

Evaluasi dilakukan secara berkala setiap enam bulan, yakni pada bulan Mei dan November.

Risiko Investasi Saham JII 

Meskipun saham-saham pada daftar indeks JII ini berprinsip syariah, tetapi tetap saja punya risiko. Ingat, prinsip syariah memang mengatur kehalalan usaha dan struktur keuangan, tetapi tidak menghilangkan risiko pasar saham.

Nah, berikut beberapa risiko investasi saham syariah JII yakni:

1. Risiko Fluktuasi Harga Tetap Ada

Saham JII tetap diperdagangkan di pasar modal, sehingga harganya akan naik turun setiap harinya. Semua itu dipengaruhi sentimen pasar, berita ekonomi, dan global.

Jangan berpikir bahwa hanya karena berpedoman pada prinsip syariah, harga sahamnya akan stabil. Jika pasar sedang koreksi atau krisis, saham JII bisa ikut turun, bahkan cukup dalam. Biasanya terjadi saat krisis global atau pelemahan ekonomi nasional

2. Risiko Kinerja Perusahaan

Meski usahanya halal, perusahaan tetap bisa mengalami masalah. Mulai dari penurunan penjualan, beban biaya yang meningkat, salah strategi bisnis, atau bahkan tekanan dari kompetitor. Jika sudah begitu, maka laba akan turun sehingga harga saham bisa ikut tertekan. 

3. Risiko Dikeluarkan dari Indeks JII

Seperti yang tertulis sebelumnya bahwa komposisi saham JII itu dievaluasi setiap 6 bulan. Artinya, suatu saham syariah bisa masuk JII, atau bahkan dikeluarkan dari daftar indeks JII. 

Jika suatu saham syariah dikeluarkan dari daftar indeks JII, biasanya karena likuiditas dan kapitalisasi pasar menurun. 

4. Risiko Psikologis Investor 

Ini jadi risiko yang jarang dibahas, padahal bisa menimpa semua investor. Yap, sebagian investor pemula merasa bahwa “Ini saham syariah, jadi pasti aman.” Alhasil, mereka terlena dan terlalu cepat beli.

Baca Juga: Investasi Emas Digital, Halal atau Haram dari Sudut Pandang Islam?

Daftar Saham Indeks JII 2026

Berikut daftar saham yang masuk ke Indeks JII tahun 2026. Kamu bisa langsung klik kode saham untuk tahu harga sahamnya. 

Perlu dipahami bahwa periode efektif saham Indeks JII ini berlaku dari 1 Desember 2025 sampai 29 Mei 2026. 

No.

Kode Saham

Emiten

Sektor

1. 

AADI

Adaro Andalan Indonesia Tbk.

Energi

2.

ADRO

Alamri Resources Indonesia Tbk.

Energi

3

ANTM

Aneka Tambang Tbk.

Pertambangan 

4

ASII

Astra International Tbk.

Multi-sektor

5

BRIS

Bank Syariah Indonesia Tbk.

Perbankan Syariah

6

BRMS

Bumi Resources Minerals Tbk.

Pertambangan

7

BRPT

Barito Pacific Tbk.

Energi

8

BUMI

Bumi Resources Tbk.

Energi

9

CPIN

Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Barang Konsumen Primer

10

DSSA

Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Energi & Infrastruktur

11

EXCL

XLsmart Telecom Sejahtera Tbk.

Telekomunikasi

12

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

Barang Konsumen Primer

13

INCO

Vale Indonesia Tbk.

Pertambangan

14

INDF

Indofood Sukses Makmur Tbk.

Barang Konsumen Primer

15

INKP

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

Barang Baku

16

ISAT

Indosat Tbk.

Telekomunikasi

17

JPFA

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Barang Konsumen Primer

18

KLBF

Kalbe Farma Tbk. 

Kesehatan

19

MBMA

Merdeka Battery Materials Tbk. 

Barang Baku

20

MDKA

Merdeka Copper Gold Tbk.

Barang Baku

21

MEDC

Medco Energi Internasional Tbk.

Energi

22

PANI

Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. 

Properti & Real Estate

23

PGAS

Perusahaan Gas Negara Tbk.

Energi

24

PGEO

Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Energi

25

PTBA

Bukit Asam Tbk.

Energi 

26

RATU

Raharja Energi Cepu Tbk.

Energi

27

TLKM

Telkom Indonesia Tbk.

Telekomunikasi

28

TPIA

Chandra Asri Pacific Tbk.

Barang Baku

29

UNTR

United Tractors Tbk.

Industri

30

UNVR

Unilever Indonesia Tbk.

Barang Konsumen Primer

Berdasarkan tabel daftar Indeks JII tersebut, ada 5 emiten yang dikeluarkan pada periode ini yakni AKRA, AMMN, MAPI, PTRO, dan SMGR. Kelima emiten tersebut telah digantikan oleh AADI, BUMI, DSSA, JPFA, dan RATU. 

Baca Juga: Saham NEST - Profil, Kinerja Keuangan, Riwayat Dividen, dan Prospek Bisnisnya

Minat Berinvestasi Pada Saham JII?

Nah, itulah penjelasan mengenai apa itu indeks JII alias Jakarta Islamic Index yang berisikan 30 saham syariah. Penting dipahami bahwa investasi syariah adalah soal kepatuhan dan etika, bukan jaminan keuntungan.

Kamu bisa langsung berinvestasi pada emiten-emiten yang termuat pada tabel Indeks JII tersebut melalui aplikasi InvestasiKuJangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan OJK sehingga aman dan terpercaya. Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan saham demi masa depan yang lebih baik.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO