ARTIKEL
 

Kenalan Sama Istilah Boncos Dalam Investasi & Solusinya

by Estrin Vanadianti Lestari - 30 Jan 2023 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Sudah ngumpulin modal setengah mati, malah boncos! Balik modal juga nggak, duh gimana nih?

By the way, boncos tuh apa yah? Apakah sejenis kerugian? Sepertinya, Kawan Visto yang gaul-gaul, pasti tahu nih istilah boncos! Coba, ada yang tahu nggak?

 

Istilah Kata Boncos

Bukan bahasa baku, yang tercatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata atau istilah boncos ini memiliki arti yang negatif, seperti merugi, tidak untung, tidak menghasilkan, dan lainnya.

Istilah ini, biasanya berkaitan dengan aktivitas memancing ikan dan investasi. Jika dalam dunia pancing, boncos artinya pemancing sedang tidak mendapatkan ikan sedikit pun.

Sedangkan dalam dunia investasi, boncos mengandung arti tidak mendapatkan hasil apa-apa, tidak mendapatkan hasil memuaskan. Biasanya boncos sering diucapkan para investor yang mengalami kerugian atau cut loss.

 

Boncos atau Rugi Dalam Dunia Investasi

Kondisi boncos atau rugi dalam dunia investasi, dapat diartikan sebagai kerugian yang diderita oleh seorang investor, akibat dari turunnya nilai aset yang diinvestasikan.

Contohnya, Kawan Visto ingin investasi dan membeli saham 1 lot seharga Rp5.500 per lembar, sehingga 1 lot-nya adalah Rp550.000. Kemudian, harga saham tersebut tiba-tiba turun menjadi Rp4.850 per lembar.

Akibatnya, Kawan Visto akan mengalami kerugian sebesar Rp650 per lembar. Mungkin harga saham tersebut, bisa kembali naik dengan jangka waktu yang tidak bisa dipastikan. Tapi, Kawan Visto justru akan lebih rugi, jika menjual saham tersebut, dengan harga yang lebih rendah dari harga beli.

Namun, kondisi menjual saham ketika sedang harganya sedang turun meski rugi, akan lebih baik. Ketimbang kamu mendiamkan saham tersebut ketika sudah boncos mencapai 30%. Maka dari itu, lebih baik memang kamu jual atau cut loss.

 

Apa Itu Cut Loss?

Cut loss adalah suatu strategi dalam investasi di mana seorang investor menjual asetnya yang sedang rugi dengan tujuan untuk mengurangi kerugian yang dideritanya.

Ini biasanya dilakukan jika investor yakin bahwa aset tersebut tidak akan kembali ke harga yang dibeli, atau jika investor ingin mengalihkan dana ke aset lain yang lebih menguntungkan.

Cut loss dapat digunakan untuk mengurangi kerugian potensial yang mungkin diakibatkan oleh pergerakan pasar yang tidak diharapkan. Namun, perlu diingat bahwa cut loss, juga dapat menghilangkan kesempatan, untuk mendapatkan cuan atau keuntungan, jika aset yang dijual kembali meningkat nilainya.

 

Kenapa Pemula Bisa Boncos dari Saham?

Kenapa sih, pemula bisa boncos atau rugi dalam berinvestasi saham? Ya, namanya juga pemula, sedang proses belajar, dan pastinya belum memiliki banyak pengalaman.

Tapi, dari pengalaman boncos ini, kamu bisa loh ambil pelajarannya. Berikut beberapa hal yang bisa bikin pemula boncos saat trading atau berinvestasi saham:

  • Pemula biasanya masih kurang mengetahui dan memahami berbagai hal, tentang pasar saham.
  • Terburu-buru dalam mengambil keputusan saat membeli saham tanpa melakukan riset atau analisis yang cukup.
  • Sering terpengaruh oleh emosi dan opini orang lain, atau biasanya juga suka fomo.
  • Mengabaikan manajemen risiko.
  • Terlalu lama menahan saham yang merugi, dan nggak langsung cut loss.
  • Tak memiliki strategi yang jelas dalam berinvestasi.

Dari hal-hal di atas, sebaiknya pemula harus belajar dan memahami dasar-dasar investasi saham, sebelum memulai dan selalu memantau dan mengevaluasi investasi mereka.

 

Cuan Kebalikan dari Boncos

Sudah ada istilah boncos, kali ini ada istilah tentang cuan. Apa itu cuan?  Oke, kata cuan dalam investasi adalah keuntungan yang didapat dari sebuah aset setelah dikurangi dengan harga beli.

Dalam hal ini, cuan dapat diukur dalam jumlah uang atau dalam persentase dari harga beli. Contohnya, jika kamu membeli saham seharga Rp1.890 per lembar, kemudian kamu menjualnya dengan harga $2.350. 

Maka, cuan yang kamu dapat adalah Rp460 , dan cuan juga dapat diperoleh dari investasi jangka panjang, yang memberikan keuntungan dari dividen atau bunga.

 

Baca Juga: Bahas Lengkap 5 Musim Jual Beli Saham

 

7 Solusi Supaya Tidak Boncos Saham

Beberapa tips untuk mengurangi risiko rugi dalam berinvestasi adalah:

  • Melakukan riset dan mengetahui informasi sebanyak mungkin tentang aset yang akan diinvestasikan, termasuk prospek perusahaan atau industri yang berkaitan.

  • Membuat diversifikasi portofolio investasi, yaitu menyebar investasi ke berbagai jenis aset seperti saham, obligasi, properti, dan lain-lain.

  • Memahami risiko yang terlibat dalam setiap investasi dan menyesuaikan dengan profil risiko pribadi.

  • Membuat batas kerugian yang dapat diterima dan melakukan cut loss jika aset tersebut tidak menunjukkan prospek yang baik.

  • Menempatkan investasi dalam jangka waktu yang cukup panjang, sehingga dapat mengambil keuntungan dari tren jangka panjang.

  • Melakukan monitoring secara rutin terhadap perkembangan nilai investasi dan menyesuaikan strategi investasi jika diperlukan.

  • Belajar dari pengalaman dan terus meningkatkan pengetahuan tentang investasi.

Ingatlah bahwa investasi merupakan suatu kegiatan jangka panjang yang memerlukan kesabaran dan disiplin. Tidak ada jaminan bahwa setiap investasi, akan selalu memberikan keuntungan. 

Namun dengan melakukan riset dan perencanaan yang baik, kamu dapat mengurangi risiko kerugian dan memperbesar peluang keuntungan.

 

download InvestasiKu

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO