ARTIKEL
 

Trailing Stop: Pengertian, Cara Kerja, & Alasan Menggunakannya

by Dany Mauriz Gibran - 27 Apr 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Trailing stop adalah salah satu strategi yang bisa diterapkan untuk trading saham. Kalau Kawan Visto yang masih pemula, kira-kira lebih pilih trailing stop atau stop loss aja nih?

Sama-sama memiliki tujuan positif, ternyata trailing stop adalah strategi yang sering disebut sebagai modifikasi dari stop order. Lantas apa itu trailing stop?

 

Apa Itu Trailing Stop?

Trailing stop adalah sebuah modifikasi dari stop order, yang bisa trader saham atur, ketika harga sudah naik dari harga pertama kali beli.

Sederhananya, trailing stop adalah garis take profit yang berjalan menyesuaikan harga, ketika sudah floating profit.

Oleh karena itu, mereka menggunakan strategi ini untuk mengantisipasi terjadinya likuidasi profit, daripada keuntungannya terkikis, sampai break-even point.

Trailing stop juga bisa lebih fleksibel daripada order stop-loss biasa, mengapa? Karena, secara otomatis strategi ini melacak arah harga saham, dan tidak harus diatur ulang secara manual, seperti stop-loss.

Nah, investor dapat menggunakan strategi trailing stop, pada saham apa pun. Bahkan beberapa sekuritas menyediakan fitur tersebut, untuk pasar saham seperti InvestasiKu.

 

Memahami Cara Kerja Trailing Stop

Trailing stop adalah strategi yang bergerak dalam satu arah, karena dirancang untuk mengunci keuntungan atau membatasi kerugian.

Jika 10 persen trailing stop loss ditambahkan ke posisi beli, maka transaksi juga akan berakhir jika harga turun 10 persen, dari harga yang sedang berjalan setelah pembelian.

Trailing stop hanya bergerak naik setelah puncak baru telah ditetapkan. Setelah trailing stop bergerak ke atas, maka trailing stop tidak dapat bergerak kembali ke bawah.

 

Baca juga: 4 Langkah Cara Mencari Saham Beredar

 

Trading dengan Trailing Stop

Kunci sukses menggunakan trailing stop adalah mengatur jaraknya pada level yang tidak terlalu ketat, atau terlalu lebar. Jadi, jika kamu menempatkan trailing stop loss yang terlalu ketat, maka bisa memicu berakhirnya transaksi.

Apalagi jika pergerakan saham tersebut sedang berjalan cepat. Kamu bisa gunakan trailing stop, karena ini adalah strategi yang bisa dilakukan pada pergerakan pasar harian yang normal.

Dengan begitu, transaksi berjalan akan terhenti secara otomatis karena tidak memiliki ruang untuk bergerak, ke arah pedagang. Stop loss yang terlalu ketat biasanya akan mengakibatkan kerugian, meskipun kecil.

Selain itu, trailing stop yang terlalu besar, tidak akan terpicu pada saat pergerakan pasar stabil. Sehingga, trader tidak perlu mengambil risiko kerugian yang besar. Sementara itu, strategi ini juga dapat mengunci profit dan membatasi kerugian.

Gimana caranya? Yakni dengan cara menentukan jarak TS yang ideal, tapi hal tersebut adalah sulit. Mengapa? Karena, tidak ada jarak yang ideal.

Pasalnya, pasar dan cara pergerakan harga saham selalu berubah-ubah atau fluktuatif. Meskipun demikian, trailing stop adalah fitur yang efektif untuk dicoba, karena setiap strategi memang tidak ada yang sempurna.

Trailing stop loss yang ideal akan berubah seiring waktu, jadi tidak bisa ditetapkan. Selama periode yang lebih berfluktuatif, TS yang lebih lebar adalah rekomendasi terbaik.

Tapi, ketika pergerakan harga sedang stabil (tidak naik turun), penggunaan TS loss yang lebih ketat, mungkin saja efektif. Namun, kamu tetap harus siap menerima segala konsekuensinya.

Salah satu kesalahan seorang trader saat memakai trailing stop adalah tetap meningkatkan risiko, berupa lot yang berlebihan dalam satu kali transaksi.

Mereka tidak sabar untuk menutup kerugian sebelumnya. inilah yang membuat seorang trader saham kehabisan modal.

 

Contoh Kasus Pada Trading Saham

Asumsikan seorang trader membeli saham BBHI seharga Rp500.000. Dengan melihat kemajuan saham sebelumnya, Anda melihat bahwa harga akan sering mengalami koreksi 5% hingga 10% sebelum bergerak lebih tinggi lagi. Pergerakan ini bisa menjadi acuan trader untuk menentukan TS.

Memilih 3%, atau bahkan 5%, mungkin terlalu ketat. Kemungkinan, penurunan kecil bisa memicu TS aktif dan transaksi berakhir sebelum memiliki kesempatan untuk bergerak lebih tinggi. Sebaliknya, kalau trader memasang 20% TS, langkah tersebut kemungkinan hal yang berlebihan.

TS loss yang lebih baik adalah 10% hingga 12%. Ini memberikan ruang perdagangan untuk bergerak tetapi juga membuat pedagang keluar secara otomatis jika harga turun lebih dari 12%.

Jika harga mengalami penurunan 10% hingga 12% lebih besar dari koreksi, kemungkinan besar sesuatu yang signifikan akan terjadi, yaitu pergantian tren.

Menggunakan 10% TS, sekuritas yang kamu pakai akan mengeksekusi order jual jika harga turun 10% di bawah harga beli trader dan ini adalah Rp450.000.

Jika harga tidak pernah bergerak di atas Rp500.000 setelah Anda membeli, stop loss Anda akan tetap di Rp400.000. Jika harga mencapai Rp600.000, stop loss Anda akan naik ke Rp540.000, yaitu 10% di bawah Rp600.000.

Ketika harga mulai turun ke Rp540.000 dan tidak naik kembali, order TS kamu tetap di Rp540.000 dan jika harga turun ke harga tersebut, transaksi otomatis akan selesai.

 

Baca juga: 12 Harga Saham Termahal Berdasarkan Sektor

 

Mengapa Saya Harus Menggunakan Trailing Stop?

Trader dan investor dapat meningkatkan efektivitas dengan TS, yang mana harga stop-loss tidak sebatas pada harga tertentu. Persentase harga pasar saat ini, bisa terus-menerus kamu revisi saat pasar bergerak naik (untuk posisi beli).

TS dapat kamu gunakan dengan bursa saham, opsi, dan futures yang mendukung fitur stop-loss.

 

Bagaimana Psikologi Pasar dapat Membantu Saya dengan TS?

Ketika koreksi berlangsung, sangat penting untuk memodifikasi ulang TS, atau stop-loss efektif. Karena mungkin hasilnya bisa lebih rendah dari yang trader harapkan.

Dengan cara yang sama, dengan tidak mengubah TS-loss, kamu dapat melihat grafik memuncak saat ada momentum. Terutama saat saham mencapai titik tertinggi baru.

Memutuskan bagaimana transaksi selesai, itu bergantung pada seberapa konservatif anda sebagai seorang trader. Jika kamu cenderung agresif, kamu bisa menentukan kerugian yang sesuai dengan latar belakang kamu.

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO