ARTIKEL
 

Resesi: Pengertian & Apakah Indonesia Bisa Tahan?

BY Josua Lois Sinaga - 10/14/2022 9:39:00 AM - 5 MINS READ

 

Bayang-bayang resesi dunia 2023, sudah diingatkan Presiden Indonesia. Tidak hanya Jokowi, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani juga mengingatkan kemungkinan terjadinya resesi global di tahun 2023.

Terus, kalau resesi melanda, kita harus apa, agar tidak kena dampaknya? Yuk, intip strategi berikut ini, untuk lawan resesi!

Tapi, apa itu resesi???

 

Pengertian Resesi

Resesi adalah suatu kondisi, di mana perekonomian suatu negara sedang tidak baik-baik saja, memburuk, dan terjadi penurunan yang signifikan.

Resesi biasanya ditandai dengan produk domestik bruto (PDB) yang negatif, kenaikan harga-harga, tingkat pengangguran tinggi, pertumbuhan ekonomi rill juga negatif, selama dua kuartal berturut-turut.

 

Uang Tidak Ada Artinya

Tidak hanya itu, kondisi resesi juga dianggap sebagai masalah yang sulit untuk dihindarkan, terlebih dari siklus bisnis perekonomian suatu negara.

Pasalnya, saat resesi, uang sudah tidak ada lagi artinya. Bayangkan saja, sebelum resesi kamu bisa membeli 10 barang, dengan harga Rp100 ribu.

Saat resesi, uang Rp100 ribu, mungkin hanya bisa membeli 3-5 barang saja, dengan nominal yang sama.

Jadi, gimana nih, biar kita bisa siap untuk menghadapi resesi?

 

Gini, gini, gini…

Jangankan masyarakat ekonomi sulit, untuk mereka yang punya banyak uang saja, belum tentu bisa menghadapi resesi, kalau nggak tahu strategi.

Sebenarnya, ada banyak strategi yang disarankan. Tapi, kita ambil saja, strategi-strategi yang aman dan masuk logika.

Yuk, kita bahas sama-sama!

 

 

Indonesia Resilient

Gembar-gembor Indonesia diprediksi akan resesi tahun 2023 ini, sebenarnya tidak ada yang salah. Karena jika dilihat secara global, beberapa negara termasuk Indonesia, memang bisa berisiko untuk resesi.

Tapi, ditengah ramalan perekonomian global yang suram, Indonesia justru mengalami tingkat ekonomi yang bisa dibilang stabil, atau meningkat meski slowly.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyebutkan bahwa ekonomi internal Indonesia akan tahan banting di tengah volatilisasi pasar yang tinggi. 

Bahkan, pemulihan ekonomi Indonesia terlihat pada kuartal II 2022, yang relatif merata, setelah turunnya kasus aktif Covid-19 kemarin.

Adapun, hasil ekonomi Indonesia mampu tumbuh dan meningkat sebanyak 5,44% (yoy). Sehingga, di kuartal III 2022, Indonesia bisa diprediksi akan terus bertumbuh dari kuartal sebelumnya.

Jadi, jika dibilang Indonesia bisa resesi di 2023, menurut kamu gimana? Meski dibilang Indonesia bisa tahan resesi, tapi jika kamu tetap ingin melakukan persiapan tidak ada salahnya.

 

Strategi Lawan Resesi 2023

 

1. Investasi Jangka Panjang

Strategi pertama yang paling direkomendasikan ketika resesi terjadi adalah investasi. Dengan menyimpan dana dalam bentuk aset investasi, maka kamu bisa terhindar dari inflasi.

Namun, jangan sampai salah pilih instrumen investasi. Pastikan tujuan investasinya adalah untuk jangka panjang, sehingga instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan adalah emas, tanah, hingga saham.

Namun, dari banyaknya pilihan investasi jangka panjang, kamu juga tetap harus paham risiko masing-masing instrumen. Mulai dari diversifikasi, pahami dan pelajari produk-produknya, pelajari strategi investasi, analisis yang digunakan, melakukan riset, dan lainnya.

Intinya, pilih produk investasi yang justru bisa naik, seiring dengan naiknya nilai inflasi suatu negara. Caranya, pilih saham-saham yang bergerak pada sektor-sektor tertentu, seperti industri, kesehatan, energi, hingga tambang, yang mampu bertahan di tengah inflasi.

 

Baca juga: Cara Beli Saham BCA Tanpa Ribet & Gratis Cashback Point

 

2. Simpan Dana di Produk Tabungan Bank

Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyarankan untuk menyimpan uang di bank, OJK juga membeberkan manfaat menyimpan uang di bank ketika terjadi resesi.

Mulai dari keamanan, karena nasabah akan terhindar dari risiko pencurian uang (maling, hipnotis, perampokan, dan lainnya), uang rusak (dimakan rayap, kehujanan, terbakar, dan lainnya), hingga kehilangan.

Pihak bank pun akan senantiasa menjaga uang nasabahnya, terlebih buat kamu yang masih takut menyimpan uang di bank, karena bank diatur dan diawasi oleh OJK.

Bahkan, menabung di bank juga mendapat jaminan keamanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga Rp2 miliar per nasabah per bank.

 

3. Cari Penghasilan Tambahan

Oke, kamu mungkin bisa melakukan investasi atau menabung untuk jaga-jaga jika terjadinya resesi. Tapi, kalau nggak ada uangnya, apa yang mau ditabung? Atau bisa beli saham pakai apa?

Jadi, pastikan kamu memiliki banyak sumber uang, agar kamu bisa menabung atau investasi. Pasalnya, akan lebih baik jika kamu tidak hanya mengandalkan gaji utama.

Jadi, kamu bisa mulai cari alternatif penghasilan tambahan, selain gaji utama. Misalnya, cari freelance, bisnis rumahan, memanfaatkan hobi untuk menghasilkan uang, dan lain-lain.

Pasalnya, jika kamu hanya mengandalkan gaji utama, anggaran keuangan kamu per bulan, pasti akan lebih banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan dalam melakukan kegiatan menabung dan investasi, disarankan untuk menggunakan uang dingin, yang memang tidak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan dana tambahan, untuk disimpan di tabungan atau untuk investasi, tanpa mengurangi anggaran biaya kehidupan sehari-hari.

Nah, jadi sederhananya jika kamu mendengar ada informasi negara akan resesi, jangan panik dan jangan takut. Selain bisa melakukan beberapa persiapan atau strategi di atas, kamu juga bisa lakukan beberapa hal ini!

- Kalau kamu investasi saham, jangan jual harga di bawah
- Tidak perlu FOMO untuk beli saham yang harganya naik
- Tidak perlu uninstall aplikasi investasimu
- Menabung dan investasi saja seperti biasa tanpa khawatir berlebih
- Kalau punya utang, prioritaskan untuk melunaskannya terlebih dahulu, dan
- Hidup sederhana

 

download investasiku

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK