ARTIKEL
 

Apa Itu Gap Saham, Jenis, & Perlu Ditutup Ngga?

by Estrin Vanadianti Lestari - 26 Sep 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Sebagai pemula, Kawan Visto pasti sering memantau pergerakan saham, melalui grafik atau chart bukan?

Nah, ketika kamu sedang belajar analisis teknikal di dunia saham, seperti candlestick, mungkin kamu juga pernah melihat pergerakan yang tiba-tiba kosong.

Atau lebih tepatnya ada loncatan pada candlestick, sehingga terbentuk sebuah ‘celah’.

Buat kamu yang baru melihat momen ini, kamu harus paham bahwa hal tersebut dinamakan momen ‘Gap’. 

Bahkan, Gap ini juga dikenal sebagai salah satu analisis populer, yang sering digunakan para trader, atau yang disebut Gap Saham.

Gap saham? Celah kosong? Kok bisa terbentuk?

Nah, agar Kawan Visto bisa lebih paham, yuk simak penjelasannya berikut ini!

 

Apa Itu Gap Saham?

Gap Saham adalah celah kosong, yang terbentuk akibat tidak adanya kegiatan transaksi saham, pada level harga tersebut. Sehingga, membuat candlestick membentuk jarak, antara candlestick satu dan lainnya. Mengapa bisa terjadi?

 

Penyebab Terjadinya Gap Saham

Tidak adanya kegiatan transaksi di level harga tertentu. Biasanya, diakibatkan karena ada sentimen atau berita yang menyebabkan perilaku investor, menjadi terlalu berlebihan.

Misalnya, berita tentang laporan keuangan perusahaan, kebijakan pemerintah yang akan berdampak pada kinerja perusahaan emiten, dan lainnya yang bersifat baik atau buruk. Maka dari itu, ada istilah gap up saham dan gap down saham.

Sehingga, mereka merespons dengan tindakan panic buying/selling, sehingga menciptakan level-level harga, yang membuat tidak adanya transaksi apapun, demi meminimalisir kerugian, dan terjadilah Gap Saham.

Nah, sudah tahu kan, kalau Gap Saham adalah sebuah celah kekosongan transaksi. Lantas apa yang dimaksud dengan Gap Up Saham dan Gap Down Saham? Lalu, apa perbedaannya?

 

Definisi Gap Up Saham

Ingat ya, Gap Saham adalah sebuah celah pada candlestick, di mana pada saat momen tersebut, tidak terjadi transaksi sama sekali. Lalu, apa maksudnya Gap Up Saham?

Gap Up Saham adalah momen di mana harga saham bergerak naik, sampai menembus beberapa level harga.

Hal tersebut, biasanya disebabkan oleh adanya berita baik dari sebuah perusahaan emiten. Sehingga, para trader sangat ambisius dengan emiten tersebut, dan segera memenuhi antrian order book di harga atas, agar tidak ketinggalan.

Biasanya, Gap Up akan terjadi ketika ada lonjakan harga pada pembukaan sesi berikutnya. Sehingga, menciptakan kesenjangan dengan harga tertinggi pada sesi sebelumnya.

Misalnya, suatu saham ABC memiliki harga penutupan di tanggal 11 Januari, dan berada di level 130. Nah, momen Gap Up akan terjadi ketika keesokan harinya, di 12 Januari dibuka pada level 140.

Intinya, kalau ada lonjakan harga yang terus naik, dinamakan Gap Up. Begitu pun sebaiknya, jika ada penurunan harga maka dinamakan Gap Down. Sederhana kan?

 

Definisi Gap Down Saham

Kebalikan dari Gap Up Saham, pada momen Gap Down Saham artinya lonjakan justru terjadi ketika harga saham pembukaan hari berikutnya, akan lebih rendah daripada harga terendah pada sesi sebelumnya.

 

Jenis-jenis Gap Beserta Tindakannya

Tidak sampai di situ, Gap Saham juga memiliki beberapa jenis, lho! Kamu juga akan disarankan beberapa tindakan, ketika kamu menemukan Gap-Gap berikut ini, ketika sedang memantau pergerakan saham.

1. Common Gap

Jenis Gap ini bisa dibilang paling sering terjadi atau muncul. Dampaknya juga tidak terlalu besar terhadap pergerakan harga saham. Selain itu, Gap ini juga akan lebih cepat menutup.

 

2. Breakaway Gap

Jadi Gap populer dan favorit para trader untuk beli saham, terlebih ketika terjadi breakout resisten. Karena, di momen tersebut sekaligus ada Gap, biasanya harga akan meningkat, terlebih didukung dengan volume yang cukup signifikan.

 

3. Runaway Gap

Jenis Gap yang satu ini, biasanya akan terjadi saat harga berada di uptrend atau downtrend, di mana hal tersebut dijadikan sebagai pertanda, bahwa tren akan terus berlangsung. Untuk volumenya, harus meningkat secara signifikan, jadi kamu bisa melakukan tindakan hold saham, karena harganya akan terus menguat.

 

4. Exhaustion Gap

Untuk jenis Gap yang satu ini, biasanya ditandai dengan kelelahan setelah rally yang panjang berlangsung. Gap ini juga akan mendekati klimaks dari pergerakan, yang menandakan kurangnya minat pasar terhadap suatu saham di dalam sebuah tre, sehingga bisa mengakibatkan tren berbalik arah. Jika menemukan Gap ini, para trader disarankan untuk take profit, karena harga juga akan berbalik arah.

 

Gap Perlu Ditutup atau Tidak?

Apapun Gap-nya, biasanya akan menciptakan momentum baru dalam tren penjualan dan perdagangan aset saham. Namun, cepat atau lambat, Gap Saham biasanya akan tertutup dalam jangka waktu yang cukup cepat, seperti dua hari, seminggu atau sebulan.

Tertutupnya sebuah Gap Saham, biasanya terjadi ketika euforia terjadi secara tiba-tiba di pasar saham, dan selanjutnya menyebabkan pergerakan saham menjadi Gap Up.

Tidak lama, euforia pun mulai stabil dan saham-saham yang tadinya naik akan kembali turun di area Gap Up. Nah, di momen ini lah, yang akan membuat celah atau Gap menjadi tertutup kembali.

Tapi, apakah Gap Saham itu perlu ditutup atau tidak? Atau biarkan ia tertutup dengan sendirinya?

Sebenarnya, Gap Saham tidak harus selalu ditutup, karena bagi harga saham tidak ada kewajiban yang mutlak untuk menutupnya. Semua terjadi hanya karena alam bawah sadar para trader yang menganggap Gap adalah sebuah utang yang wajib dibayar.

Karena sejatinya, dalam melakukan analisis teknikal, fokus utama para trader hanya di pergerakan harga sana dan tren yang sedang berlangsung atau yang akan terjadi.

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO