ARTIKEL
 

Apa itu Dividen Saham? Ini Jenis, Cara Menghitung, & Contohnya!

by Estrin Vanadianti Lestari - 14 Mar 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Mau investasi saham, tapi cuma mau mendapatkan dividen? Bisa kok! Buat kamu yang pemula dan tidak terlalu aktif dalam trading, bisa investasi sambil berburu dividen saham lho! Yuk, mengenal lebih dalam tentang dividen saham, jenis, dan cara menghitungnya!

Apa itu Dividen?

Dividen merupakan sebuah imbalan dari suatu emiten, yang diberikan kepada investor atau pemegang saham, berupa uang tunai atau saham. Adapun, sumber imbalan tersebut berasal dari pendapatan, keuntungan atau laba perusahaan.

Kapan investor bisa memperoleh dividen? Nah, imbalan berupa dividen sendiri akan diberikan, ketika perusahaan berpotensi mendapatkan keuntungan yang stabil. Selain itu, untuk memperoleh pembayaran dividen saham, juga harus ada persetujuan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), untuk mendistribusikan imbalan tersebut.

Tapi perlu diketahui, bahwa ada berbagai jenis dividen yang bisa berpeluang kamu dapatkan. Gimana? Tertarik untuk berburu dividen juga? Yuk cek jenis-jenisnya di sini!

 

 

Download Aplikasi InvestasiKu Sekarang! Dapatkan Dividen Lewat Saham!

 

Jenis Dividen

 

1. Dividen Tunai

Jenis dividen yang pertama adalah dividen tunai, yang artinya imbalan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai. Membagi dividen tunai, juga menjadi salah satu cara perusahaan dalam mengembalikan sebagian dari keuntungan, kepada para pemegang saham.

Selain itu, dividen tunai biasanya diumumkan dalam jumlah tertentu per saham. Pada cumulative date, dewan direksi memutuskan untuk membayar sejumlah dividen tunai kepada investor yang memegang saham perusahaan pada saat payment date.

 

2. Dividen Saham

Jenis yang kedua adalah saham dividen, yang merupakan bonus berupa saham, yang perusahaan berikan kepada investor agar tetap berinvestasi di emiten tersebut.

Bonus tersebut dikeluarkan sebagai pengganti uang tunai yang terjadi pada saat perusahaan sedang tidak likuid. Dividen saham tidak meningkatkan kapitalisasi pasar.

Disisi lain, mengakibatkan peningkatan jumlah saham yang beredar untuk pada emiten tersebut sehingga harga per saham menjadi turun.

 

3. Dividen Properti

Selanjutnya ada dividen properti yang mengacu pada bonus, yang emiten bayarkan kepada pemilik modal, dalam bentuk aset selain uang tunai. Lantas dalam bentuk apa?

Seperti namanya, dividen ini berbentuk aset selain dana tunai maupun sahamnya. Misalnya, sebuah perusahaan bisa saja memutuskan untuk mengirimkan produknya kepada investor sebagai dividen.

 

4. Utang Dividen

Lalu ada jenis utang dividen yang merupakan sejenis surat utang, berisi kesepakatan tertulis  untuk membayarkan sejumlah uang di masa yang akan datang.

 

5. Dividen Likuidasi

Terakhir ada dividen likuidasi, yang merupakan jenis dividen pengembalian modal, dari perusahaan kepada investor. Akibat dari gulung tikar nya sebuah bisnis, emiten harus mengembalikan modal kepada pemilik.

 

Bagaimana Cara Menghitung Dividen?

 

1. Cara Menghitung Dividend Payout Ratio

Untuk menghitung rasio pembayaran dividen, rumusnya adalah total dividen  dibagi laba bersih pada periode yang sama.

"Dividend Payout Ratio = Dividen Dibayar / Laba Bersih"

  • Contoh: Sebuah perusahaan A mengeluarkan 20 Miliar dalam bentuk dividen pada periode berjalan dengan 100 Miliar dalam laba bersih, rasio pembayaran dividen akan menjadi 20%. 
  • Kesimpulan: Perusahaan A membuat keputusan untuk membayar 20% dari laba bersihnya kepada pemegang saham melalui dividen. Sebaliknya, rasio retensi perusahaan adalah 80% (laba ditahan).

"Rasio Retensi = 1 – 20% = 80%"

  • Kesimpulan finalnya, perusahaan mengeluarkan 20% dari laba bersihnya kepada pemegang saham dan laba ditahan tersisa 80% untuk kebutuhan investasi ulang.

 

2. Cara Menghitung Dividend Yield

Rumus dividend yield adalah dividen tahunan yang dibayar per saham dibagi harga per saham.

"Dividend Yield = Dividen Tahunan yang Dibayar Per Saham / Harga Per Saham"

  • Contoh: Jika sebuah perusahaan membayar Rp 90 dalam bentuk dividen per saham dan sahamnya saat ini berharga Rp 9000, dividend yieldnya akan menjadi 1%.

 

3. Cara Menghitung Dividen Per Share

DPS dapat dihitung dengan menggunakan rumus melalui total dividen yang dibayar selama satu periode dikurangi jumlah lembar saham.

"Dividen Per Share = (total dividen yang dibayarkan selama satu periode / jumlah lembar saham)"

  • Contoh: Perusahaan KLM mengumumkan total dividen sebesar Rp 5 Miliar yang dibayarkan kepada pemegang saham pada kuartal mendatang. Saat ini, ada 1 juta saham beredar. Dividen per saham nya yaitu total dividen dibagi dengan saham yang beredar. Dalam hal ini, itu adalah Rp 5.000.000.000 / 1.000.000 = Rp 5.000 dividen per saham.
 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO