ARTIKEL
 

Ciri Saham yang Akan Masuk ke Fase Sideways Panjang

by Estrin Vanadianti Lestari - 28 Sep 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Kawan Visto, pasti sudah tahu bukan, bahwa siklus saham terdiri dari beberapa fase. Mulai dari: 

  1. Akumulasi
  2. Mark up (partisipasi)
  3. Distribusi
  4. Mark down

Dari 4 siklus saham ini, tentunya ada fase-fase yang dinanti dan juga dihindari para investor dan trader, untuk bertransaksi jual maupun beli saham.

Nah, ada satu fase yang dinilai sangat riskan akan kerugian, jika para investor dan trader tidak mengambil keputusan dan langkah yang tepat. Yakni, ketika harga saham sideways di fase distribusi.

Maka dari itu, penting bagi kamu untuk mengetahui ciri saham yang akan masuk ke sideways, terlebih jika dalam jangka waktu panjang.

Apa itu sideways? Mengapa sideways bisa terjadi, terlebih di fase distribusi? Apa yang harus dilakukan ketika akan ada sideways?

Oke, kita bahas satu-satu ya!

 

Apa Itu Sideways?

Sideways adalah sebuah pergerakan harga saham, yang stagnan atau datar. Sehingga, tidak ada pergerakan naik (uptrend) maupun downtrend atau sedang tidak menunjukkan tren tertentu.

Kok bisa terjadi sideways? Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah faktor terjadinya bullish dan bearish yang sama-sama kuat, sehingga menghasilkan sideways.

Sedangkan fase distribusi adalah siklus yang sudah menyentuh titik harga tertinggi, diikuti aktivitas jual saham, atau profit taking yang mendominasi. 

Di mana pelaku pasar pada fase ini, juga sudah mulai jenuh untuk melakukan pembelian.

Pada siklus ini, tekanan jual pada kolom jual (offer) akan lebih besar, daripada kolom beli (bid). Harga saham pun menjadi mendadak turun, dengan volume transaksi yang besar.

Tapi, setelah harga berada di fase distribusi, tidak semua kondisi akan mengalami fase penurunan harga saham. Karena, bisa juga bergerak naik atau bahkan sideways.

 

Ciri-ciri Saham Akan Sideways

Terdapat puncak dan lembah kecil atau pendek

Ciri saham akan sideways yang pertama adalah ditandai dengan terbentuknya puncak kecil, dan lembah yang dangkal. 

Jika dilihat melalui candlestick, sideways ini akan membentuk candle hijau dan merah yang pendek. Selain itu, pergerakan harga saham di pasar juga stabil tidak naik tidak juga turun.

Diamati menggunakan indikator (Overlay & Accelerator Oscillator)

Kamu bisa mengidentifikasikan fase sideways dengan beberapa indikator, yang bisa dijadikan acuan, seperti berikut ini.

 

Indikator Overlay

Di dalam indikator overlay, terdapat 3 indikator bawaan, yaitu:

1. Indikator Wiiliam’s Alligator

Pertama, ada indikator William’s Alligator, yang bekerja dengan cara mendeteksi pola garisnya. Cara melihatnya yakni dengan lihat arah pergerakan garis. Jika berlawanan, akan ada arah atau trend yang terbentuk. Jika bergerak bertumpukan, artinya tidak akan ada sideways.

 

2. Indikator Bollinger Band

Selanjutnya ada indikator Bollinger Band, dengan cara mendeteksi sideways dari grafik horizontal, yang menyempit. Sehingga, untuk bisa masuk pasar dari batas atas maupun bawah, kamu harus menunggu sampai ada kesempatan.

 

3. Indikator Parabolic SAR

Terakhir ada identifikasi sideways dengan indikator Parabolic SAR. Kamu hanya butuh melihat titik sinyal yang semakin dekat, dan semakin halus dengan titik harga.

 

download investasiku

 

Indikator Oscillator

Selanjutnya kamu juga bisa identifikasi sideways dengan bantuan indikator oscillator, di mana indikator ini mampu menyatukan trend harga tertinggi atau harga terbawah sebuah saham, ke dalam sebuah kurva terpisah.

Kamu bisa menyatukannya, entah di bagian atas kurva asli, atau di bagian bawah kurva. 

Seperti yang diketahui, bahwa tidak ada yang bisa memprediksi dengan akurat, kapan sideways akan menunjukkan pergerakan naik atau turun. 

Sideways juga bisa bergerak semakin menyempit, dengan jangka waktu yang lama. Apalagi, ketika pola garis semakin mendekati garis nol, dan  kondisi tersebut bisa diketahui menggunakan indikator Oscillator. 

Perlu kamu ketahui juga, bahwa indikator tersebut juga dibagi menjadi 3 (tiga) jenis:

  • Indikator Accelerator Oscillator (AO)
  • Indikator Relative Strength Index (RSI)
  • Indikator Average Directional Index Movement (ADX)

 

Saat Saham Sideways, Harus Ngapain?

1. Tahan dari aktivitas trading

Jika kamu bertemu momen ini, disarankan untuk menahan diri dari aktivitas trading (tidak jual maupun beli). Karena fase ini cukup berisiko, sulit diprediksi terkait pola selanjutnya, dan berbahaya.

 

2. Cek aspek fundamental saham

Kamu bisa melihat aspek fundamental, teknikal dan sentimen, yang bisa membantu kamu untuk  melihat apakah fundamental dapat atau sedang mempengaruhi pergerakan harga saham tersebut.

 

3. Tunggu sampai ada sinyal Uptrend atau Downtrend

Lakukan analisis tambahan, sampai saham tersebut bisa diindikasikan ada potensi untuk naik atau turun lagi. Setidaknya, kamu harus menunggu, sampai ada sinyal-sinyal uptrend  atau downtrend mulai muncul di pasar. Karena pada dasarnya kondisi sideways memang tidak akan terjadi selamanya.

 

download investasiku

 

4. Pastikan kamu tidak sedang membeli saham gorengan

Saat Sideways, biasanya saham-saham gorengan akan muncul yang disebabkan adanya oknum-oknum yang menjual sahamnya, sambil menjaga pergerakan harga. Tujuannya, agar saham tersebut seolah memiliki peminat yang banyak.

Saham gorengan memang gurih ya, tapi ada risiko kolesterol tinggi ya guys, jadi hati-hati.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO