ARTIKEL
 

Profil Saham BIRD yang Sempat Terbang Diborong Pemiliknya

by Estrin Vanadianti Lestari - 05 Dec 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Pada akhir Oktober 2022 lalu, saham BIRD dari PT Blue Bird Tbk bergerak naik alias terbang, akibat diborong oleh bosnya sendiri, yakni Sigit Priawan Djokosoetono selaku Direktur Utama PT Blue Bird.

Melihat hal ini, apakah Kawan Visto jadi ikut serok saham BIRD? Diketahui, seperti informasi yang didapat dari Bursa Efek Indonesia (BEI), Sigit Priawan membeli total 201.300 lembar saham, di berbagai harga sepanjang bulan Oktober 2022. Berikut rinciannya:

  • 25 Oktober 2022: 50.000 lembar saham (harga Rp1.380/lembar)
  • 26 Oktober 2022: 1.300 lembar saham (harga Rp1.365/lembar)
  • 27 Oktober 2022: 50.000 lembar saham (harga Rp1.365/lembar)
  • 28 Oktober 2022: 100.000 lembar saham (harga Rp1.360/lembar)

Adapun tujuan Sigit Priawan membeli saham BIRD adalah untuk investasi, dan kepemilikan langsung atas nama dirinya sendiri. Gimana? Tertarik juga buat beli saham BIRD? Yuk intip profil lengkapnya di sini!

 

Sekilas Tentang PT Blue Bird Tbk (BIRD)

PT Blue Bird Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transportasi taksi, dan merupakan bagian dari Blue Bird Group. Perusahaan ini, berdiri pada 29 Maret 2001, memulai kegiatan komersialnya pada tahun 2001.

Adapun alamat kantor pusat PT Blue Bird Tbk sendiri berlokasi di Jl. Bojong Indah Raya No. 6 Rawabuaya, Cengkareng, West Jakarta, DKI Jakarta, 11740.

Untuk kantor operasionalnya sendiri terletak di Gedung Blue Bird, Jl. Mampang Prapatan Raya No.60, Jakarta Selatan. Hampir ada di seluruh Indonesia, saat ini, Blue Bird dan anak usaha beroperasi di beberapa lokasi di Indonesia yaitu:

  • Jakarta, Depok
  • Tangerang
  • Bekasi
  • Bali
  • Bandung
  • Banten
  • Batam
  • Lombok
  • Manado
  • Medan
  • Padang
  • Pekanbaru
  • Palembang
  • Semarang
  • Surabaya
  • Makassar
  • Bangka Belitung

 

Kapan Saham BIRD Melantai di BEI?

Setelah lama beroperasi, PT Blue Bird berencana untuk go-public, di mana pada 29 Oktober 2014, PT Blue Bird sudah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham BIRD (IPO).

Adapun Blue Bird saat itu berencana, mengeluarkan Penawaran Umum Perdana Saham BIRD kepada masyarakat sebanyak 376.500.000, dengan nilai nominal Rp100 per saham, dengan harga penawaran Rp6.500 per saham.

Akhirnya, saham BIRD dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 05 Nopember 2014. Adapun per 31 Maret 2022, pemegang saham BIRD lebih dari 5%, dimiliki oleh beberapa investor yang merupakan keluarga dari pemilik Blue Bird. 

Mereka adalah PT Pusaka Citra Djokosoetono (31,52%), Purnomo Prawiro (11,38%), Kresna Priawan Djokosoetono (6,17%), Sigit Priawan Djokosoetono (5,97%), Indra Priawan Djokosoetono (5,82%), dan Adrianto Djokosoetono (5,09%).

Selain itu, pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner dari PT Blue Bird Tbk adalah Keluarga Purnomo Prawiro dan Chandra Suharto.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Blue Bird adalah bergerak dalam bidang transportasi atau pengangkutan darat, jasa, perdagangan, industri dan perbengkelan.

Untuk jenis kegiatan usaha utama dari Blue Bird sendiri, bergerak dalam bidang transportasi taksi, dari berbagai macam tipe, yakni sebagai berikut:

  • Blue Bird dan Pusaka
  • Taksi eksekutif (Silver Bird)
  • Kendaraan limosin dan sewa mobil serta bus (Golden Bird dan Big Bird).

 

Baca juga: Alamanda Shantika: Ex Gojek yang Jadi Komin Blue Bird

 

Berapa Armada Blue Bird?

Sebagai salah satu layanan taksi yang paling populer di Indonesia, Blue Bird saat ini tidak semelejit dulu, terlebih lima tahun terakhir ini, taksi offline sudah mulai digeser layanan taksi online.

Bahkan, jumlah armada Blue Bird saat ini mengalami penyusutan, di mana berdasarkan laporan keuangan perusahaan selama 2021, armada taksi reguler Blue Bird adalah sebanyak 13.487 unit.

Selain itu, untuk armada limosin dan mobil sewaan Blue Bird, jumlahnya meningkat khususnya pada periode 2018-2019. Namun, pada tahun 2020, jumlahnya kembali menyusut, dan tambah menyusut lagi di 2021 hingga berjumlah 4.882 unit.

Selain adanya pesaing taksi online, masa pandemi juga mempengaruhi penyusutan jumlah armada Blue Bird.

 

Blue Bird Pakai Mobil Apa?

Dulu, taksi Blue Bird dikenal dengan mobil sedan dengan warna biru yang khas. Tapi, semakin berkembang, jenis mobil yang digunakan Blue Bird juga semakin beragam. Jadi bukan cuma jenis sedan saja!

Kini, untuk kendaraan-kendaraan Blue Bird reguler menggunakan jenis mobil Toyota Limo, Honda Mobilio, dan Toyota Avanza.

Selanjutnya, untuk tipe Silver Bird, menggunakan mobil Toyota Alphard dan Mercedes-Benz C200. Lalu ada Golden Bird (layanan rental) yang menggunakan Toyota Avanza dan Toyota Innova G, untuk tipe standar.

Untuk tipe keduanya adalah limosin, yang menggunakan mobil Toyota Camry 2,5 G Mercedes-Benz E200, BMW 528I, dan Toyota Alphard.

Untuk kamu yang mau menggunakan layanan transportasi Blue Bird yang lebih besar, ada Big Bird. Layanan ini menggunakan jenis mobil besar seperti Delta LWB, Delta Bus, Commuter Bus, Charlie Bus, Bravo Bus, Bravo Premium, Aplha Bus, dan Alpha Premium.

Tidak hanya itu, Blue Bird juga punya layanan transportasi lain, yang digunakan untuk mengangkut barang, bernama Iron Bird Logistic. Ada dua layanan yang bisa dipilih yakni angkutan kargo umum dan berat.

Adapun jenis mobil yang digunakan adalah truk keluaran Eropa, seperti Volvo dan Mercedes-Benz.

 

Cara Beli Saham BIRD

Untuk harga saham BIRD per 27 November 2022, adalah Rp1.600, dengan nilai transaksi: Rp2,5 Miliar, dan kapitalisasi pasar: Rp3,8 triliun. Tertarik beli saham BIRD juga? Yuk, intip caranya di bawah ini:

 

1. Buka Akun di InvestasiKu

Cara beli saham BIRD di InvestasiKu yang pertama adalah dengan buat akun terlebih dahulu. Namun, pastikan kamu sudah menginstall aplikasi Investasi di smartphone kamu.

Nah, setelah install kamu bisa langsung buat akun atau registrasi dan login menggunakan username dan password, yang sudah didaftarkan tadi. Biar aman, kamu juga disarankan untuk melakukan verifikasi E-KYC.

Selanjutnya, buka rekening saham di InvestasiKu atau RDN dengan syarat terjangkau. Di mana, kamu bisa top up saldo RDN mulai dari Rp100 ribu saja!

Kalau sudah punya RDN, kamu bisa langsung pilih saham favorit kamu, seperti saham Blue Bird atau BIRD, untuk investasi atau trading, di platform InvestasiKu.

 

2. Cari Kode Emiten BIRD

Nah, untuk cara beli saham BIRD, kamu bisa langsung cari kode sahamnya, yakni BIRD. Caranya, dengan klik logo “saham” dan ketik BIRD atau Blue Bird di kolom pencarian.

Setelah memilih kode sahamnya, kamu bisa atur jumlah lot dan klik tombol “buy”. Nah, itulah langkah cara membeli saham Blue Bird atau BIRD.

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO