ARTIKEL
 

Konsolidasi Saham: Pengertian, Ciri, Penyebab, & Tips Trading

by Dany Mauriz Gibran - 02 Jun 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Apa Itu Konsolidasi Saham?

Arti konsolidasi saham sendiri adalah suatu kondisi pasar yang sedang datar, tidak naik, dan juga tidak turun. Nah, di sinilah para investor mengatakan hal ini sebagai penentuan, apakah harga akan breakout di area resisten atau support.

Setelah pergerakan menembus area resisten atau support, ada dua kemungkinan yang akan timbul yakni meneruskan trend atau malah berbalik arah.

 

Ciri-Ciri Konsolidasi Saham?

Kalau kamu ingin mengenali arti konsolidasi, kamu bisa melihatnya dengan tiga tanda berikut ini. Di mana tanda ini akan hadir secara bersamaan pada grafik.

  1. Harganya cenderung flat, tidak menembus area support dan resisten. 
  2. Karakteristik kedua adalah jarak pergerakan harga sangat sempit. Hanya bergerak beberapa poin dalam kurun waktu tertentu. 
  3. Volume perdagangan relatif rendah. Oleh karena itu, grafik saham tidak membentuk tren baru.

Konsolidasi artinya sebuah peristiwa pada grafik saham, yang memberitahu investor, bahwa ada keragu-raguan arah pergerakan harga, untuk kedepannya.

Biasanya, setelah ada sentimen penting pada saham terkait, maka harga akan kembali bergerak dengan kuat menembus area resisten atau support (breakout). 

Jika hal itu terjadi, kemungkinan harga akan membentuk trend baru, baik itu uptrend atau downtrend. Maka, trader akan kembali memasuki pasar dengan mengikuti arah pergerakan.

Pada intinya, ketika harga masih konsolidasi, kita harus menunggu keputusan pasar terlebih dahulu, sebelum membuka transaksi.

 

Cara Trading Saham saat Konsolidasi

Kamu beneran mau trading saat harga saham sedang konsolidasi? Pasalnya, trading saham saat konsolidasi adalah keputusan yang buruk lho! Kenapa?

Karena, arah harga saham saat konsolidasi sangat tidak menentu. Lagipula, jika kamu melakukan transaksi, bisa jadi kamu hanya mendapatkan profit yang kecil, karena selisih poin yang kecil.

Jadi harus gimana? Menunggu sampai harga saham tidak dalam masa konsolidasi adalah jawaban yang tepat bagi investor.

 

1. Jangan overtrading

Pertama, kamu harus menghindari transaksi yang berlebihan. Karena konsolidasi adalah pola penentuan, ibarat sebuah bus berada di persimpangan jalan, penumpang hanya butuh menunggu kemana bus tersebut akan berbelok.

Oleh karena itu, peluang untuk memperoleh profit menjadi berkurang. Kamu harus menurunkan frekuensi transaksi, untuk menghindari kerugian.

 

2. Lihat chart pattern yang muncul

Saat saham sedang sideways (konsolidasi) kamu perlu memperhatikan chart pattern di bawah ini.

chart pattern reversal saham

 

3. Berhati-hati Saat Sell & Buy

Ketika kamu sudah tau sedang berada pada pola konsolidasi dan ingin tetap bertransaksi, persiapkan psikologi trading kamu. Trader bisa saja membuka perdagangan buy, ketika grafik lilin berada di area support.

Selanjutnya kamu bisa menutup transaksi ketika sudah berada pada resisten terdekat. Jika tidak ada perdagangan terbuka, tunggu trend breakout untuk mengonfirmasi.

 

4. Analisis Volume

Selanjutnya, trader bisa mendapatkan informasi pergerakan harga dari analisis volume. Sayangnya, indikator volume tidak memberikan hal yang pasti dan akurat. Namun kita tetap membutuhkan indikator tersebut, untuk mengetahui apa yang terjadi.

Selama konsolidasi, volume biasanya rendah dan datar. Tetapi ketika harga bergerak menuju salah satu ujung konsolidasi dan volume meningkat, itu bisa menandakan potensi breakout.

 

5. Ikuti Berita Saham yang Sedang Konsolidasi

Arti konsolidasi saham adalah sebuah kondisi, dimana saham butuh asupan sentimen terbaru. Entah itu positif atau negatif.

Setiap sentimen yang penting terkait saham tersebut, bisa merubah pergerakan harga, termasuk pola konsolidasi ini. Contohnya seperti adanya berita fundamental terbaru, yang biasanya mengacu pada media populer di Indonesia.

 

Baca juga: Pahami 4 Siklus Saham Ini Biar Ga Diguyur Bandar

 

Kenapa Konsolidasi Bisa Terjadi?

Pada dasarnya, kamu bisa mengetahui pola konsolidasi harga pada grafik, pada periode waktu apapun, dan tergantung pada jangka waktu tersebut. Pasalnya, periode sideways dapat berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

Apakah kamu tau asal usul suatu saham bisa berkonsolidasi? Kemungkinan terjadi, biasanya akibat dari profit taking dengan volume besar atau aksi korporasi. Sebagai persiapan, mereka untuk menempatkan order dengan tren baru.

 

Konsolidasi Akibat Profit Taking

Selain uptrend atau downtrend, ada suatu periode di mana pasar saham, sementara akan bergerak sideways atau konsolidasi. Di mana suatu saat, pola menunggu ini akan melanjutkan kembali ke arah tren.

Arti konsolidasi seperti itu, sering kali disebabkan oleh aksi korporasi yang mengambil sebagian dari keuntungan mereka (profit taking).

Karena aksi korporasi ini alias institusi besar, mereka menguasai kepemilikan pada pasar saham. 

Ketika mereka melikuidasi saham, mereka akan menjual mayoritas kepemilikan yang berlawanan dengan pembelian investor ritel. Akibatnya, pergerakan harga dalam arah trend terhenti.

Misalnya, pergerakan saham dengan tren turun, mungkin sedikit menguat dan mulai bergerak turun saat korporasi mengambil untung.

 

Konsolidasi Karena Akumulasi atau Distribusi

Periode akumulasi atau distribusi adalah ketika pasar bertransisi ke tren baru. Di sisi lain, korporasi sedang mencari cara untuk mengakumulasi agar posisi membentuk pergerakan ke arah yang berlawanan.

Ketika akumulasi mencukupi, mereka akan mendorong harga ke arah yang diinginkan, yang mengarah ke breakout.

Periode akumulasi mengikuti tren turun yang berkepanjangan. Selama waktu ini, akan segera timbul grafik lilin secara bertahap untuk membangun posisi kenaikan yang besar dalam kesiapan untuk trend naik berikutnya. 

Pada lain sisi, fase distribusi mengikuti tren naik yang berkepanjangan karena ini adalah saat ketika candlestick dan secara bertahap mengimbangi posisi beli mereka dan membangun arah bearish dalam persiapan untuk tren turun.

Apapun masalahnya, apakah itu sideways yang terbentuk di bagian atas tren naik atau tren turun di bawah, periode ini ditandai dengan harga bergerak naik dan turun dalam batas yang ditetapkan support dan resistance. Harga pada akhirnya akan menembus dan memulai pembalikan tren.

Jika kamu belum memahami tentang investasi, alangkah baiknya belajar bareng InvestasiKu. Kami akan mengajarkan kamu cara investasi sampai trading saham dengan mindset yang baik dan benar.

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO