ARTIKEL
 

Apa itu Dollar Cost Averaging (DCA)? Investor Pemula Wajib Tau!

by Dany Mauriz Gibran - 28 Dec 2022 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Kawan Visto, kalau disuruh pilih, mending langsung investasi saham sekaligus, atau beli secara bertahap tapi rutin?

Katanya sih, kalau beli secara bertahap atau istilahnya dollar cost averaging (DCA), bisa dijadikan sebagai kunci keseimbangan dalam berinvestasi, terlebih untuk yang jangka panjang.

Yuk, kita kenalan lebih dalam dengan konsep dollar cost averaging, yang mungkin akan beserta manfaatnya!

 

Apa Itu Dollar Cost Averaging?

Dilansir dari business insider, metode DCA atau dollar cost averaging adalah metode atau strategi investasi, untuk membantu mengelola risiko dan imbal hasil.

Hal tersebut dilakukan, karena seperti yang diketahui bahwa pasar modal itu sulit untuk diprediksi. Harga saham juga fluktuatif, sehingga untuk para investor khususnya pemula, hal tersebut menjadi sebuah tantangan.

Daripada lumpsum, atau modal langsung digunakan semua untuk membeli satu saham, yang mungkin pergerakannya juga tidak menentu, lebih baik gunakan metode dollar cost averaging.

Dengan DCA, investor bisa membeli saham sedikit demi sedikit secara rutin dan konsisten dengan jumlah modal yang sama.

Gimana? Masih bingung? Yuk, intip prinsip kerja dari metode ini, pada sebuah contoh kasus.

 

Prinsip Kerja Dollar Cost Averaging

Contoh kasus:

Kenny memiliki modal sebesar Rp10 juta, dan ingin berinvestasi ke jenis investasi saham. Karena Kenny pemula, maka ia ingin berinvestasi menggunakan metode dollar cost averaging atau istilah lainnya adalah ‘nabung saham’.

- Dari jumlah modalnya, Kenny menginvestasikan dananya sebesar Rp1.000.000 per bulan, selama 10 bulan berturut-turut secara konsisten.

- Nah, selama periode 10 bulan tersebut, nilai pasar pastinya akan mengalami perubahan dari waktu ke waktu, sehingga jumlah beli sahamnya juga akan mengikuti harga pasar.

- Jadi, Kenny tetap akan mengeluarkan dana sebesar Rp1.000.000 per bulan, dan modal di awal sampai akhir, jumlahnya tetap sama.

- Hal ini bisa membantu Kenny untuk lebih berhati-hati, ketimbang menginvestasikan uangnya sekaligus.

Bahkan, akan lebih baik jika Kenny membeli saham di emiten yang berbeda. Sehingga, jika ada risiko penurunan harga saham, hanya salah satu dari asetnya yang merugi.   

 

Baca juga: 5 Saham yang Akan Bagi Dividen di 2023

 

Manfaat Metode Dollar Cost Averaging

Jika dilihat secara garis besar, manfaat dari metode DCA adalah sebagai alat bantu pengelolaan risiko pasar, yang tidak ada seorang pun bisa menebak secara akurat terkait pergerakan pasar modal. 

Sehingga berinvestasi secara teratur menyesuaikan kondisi pasar, bisa jadi acuan demi keseimbangan investasi jangka panjang.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang lebih luas, CDA ini memiliki beberapa manfaat, yakni sebagai berikut:

1. Mudah Digunakan untuk Investor Pemula

Metode dollar cost averaging ini mirip sebagai konsep menabung pada umumnya. Sehingga, investor akan tetap membeli saham dengan jumlah yang sama dan bisa disesuaikan dengan kondisi pasar, secara konsisten.

Metode ini bisa digunakan untuk pemula sekalipun, karena mereka tidak perlu melakukan riset mendalam, analisis, hingga membaca tren pasar dan kondisi ekonomi negara.

 

Baca juga: Cara Investasi Pemula

 

2. Sebagai Strategi Berupa Cicilan Investasi

Manfaat metode DCA yang selanjutnya adalah bisa digunakan sebagai strategi cicilan investasi atau nabung saham.

Jadi, ketika kamu ingin lump sum, tapi belum ada modalnya, kamu bisa memulainya dengan metode DCA ini. Bahkan, metode ini juga bisa membuat investasi kamu bisa lebih objektif terlebih untuk jangka panjang.

 

3. Membantu Menghindari Waktu (Masa) yang Buruk

Jika kamu membeli saham sekaligus atau lump sum, mungkin kamu akan mencoba menebak kapan waktu terbaik untuk melakukan transaksi atau market timing. Hal tersebut tentunya sulit dilakukan, apalagi hal tersebut juga tidak bisa dilakukan secara akurat.

Nah, dengan menggunakan metode dollar cost averaging, kamu sebagai investor bisa meminimalisir risiko tren pasar yang naik turun. Karena, DCA akan membuat portofolio kamu nilai harga rata-ratanya tidak terlalu rendah atau tinggi.

 

Mengurangi Risiko dari Waktu ke Waktu 

Apalagi manfaat yang bisa kamu dapatkan dari metode dollar cost averaging ini? Perlu diketahui bahwa metode ini bisa membantu kamu untuk mengurangi risiko, karena kamu bisa memilih waktu terbaik untuk investasi.

Kamu bisa melihat koreksi pasar yang sedang terjadi, sebagai kesempatan atau timing yang bagus untuk melakukan pembelian. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan potensi pengembalian jangka panjang, apalagi jika pasar menunjukkan pemulihan (rebound).

 

download investasiku

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO