ARTIKEL
 

4 Perbedaan Trading & Investing

BY Muhammad Arif Izzudin - 27 Apr 2023 3:28AM - 5 MINS READ

 

Ada dua cara untuk mendapatkan cuan di pasar modal. Pertama yaitu dengan melakukan trading, dan kedua dengan berinvestasi (investing). Mungkin bagi pemula tidak akan mudah memahami dua istilah tersebut.

Supaya lebih mudah memahaminya, mari kita analogikan dengan lomba lari sprint 100 meter dan lari marathon 30 kilometer. Sekilas, kedua olahraga ini sama-sama berlari, namun terdapat beberapa perbedaan diantara keduanya.

Perbedaan pertama yaitu dari segi jarak. Lari sprint memiliki jarak yang lebih pendek dari lari marathon.

Kedua, dari segi waktu tempuh. Lari sprint menghabiskan waktu yang lebih singkat daripada lari marathon.

Kemudian yang ketiga mengenai cara berlarinya. Lari marathon lebih menekankan pada kecepatan lari yang stabil agar stamina peserta tetap terjaga sampai mencapai garis finish. Sedangkan sprint mengandalkan lari yang secepat mungkin untuk mencapai garis finish.

Meskipun kedua lari tersebut memiliki beberapa perbedaan baik dari segi jarak, waktu tempuh, maupun caranya. Namun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencapai garis finish. Nah, sama halnya dengan trading dan investing.

Trading dan investing memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan cuan dari pasar modal. Di samping itu, kedua istilah ini juga memiliki beberapa perbedaan mendasar. Trading atau dalam bahasa berarti berdagang, merupakan aktivitas jual beli saham yang dilakukan oleh para pelaku pasar modal, biasanya dalam rentang waktu yang relatif pendek.

Sedangkan investing adalah kegiatan membeli saham dengan maksud melakukan investasi jangka panjang. Untuk perbedaan lebih lengkapnya, simak ulasan dibawah ya.

 

4 Perbedaan Trading Vs Investing

Secara umum, perbedaan trading dan investing bisa dibagi menjadi empat, yaitu dari segi waktu, risiko, profil pelaku, dan manfaat yang didapatkan.

 

  • Waktu

Investasi bertujuan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang dengan membeli saham perusahaan yang memiliki kinerja bagus dan menahannya dalam waktu yang lama. Sedangkan trading bertujuan menghasilkan keuntungan dengan sering membeli dan menjual saham dalam waktu singkat. 

Misalnya, seorang investor saham bertujuan mendapatkan keuntungan yang besar dengan membeli saham yang menurutnya bagus dan menahannya. Sementara, seorang trader memegang saham hanya dalam interval pendek. 

Dalam investasi, keputusan tidak dipengaruhi adanya fluktuasi pasar, mengingat tujuan yang ingin dicapai adalah jangka panjang. Sebaliknya, dalam trading fluktuasi pasar merupakan sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan sehingga sangat mempengaruhi pengambilan keputusan.

Investasi bisa berjangka panjang hingga tahunan, belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Sementara, trading dilakukan dalam jangka pendek misalnya dalam hitungan jam, hari, atau minggu. Namun, umumnya seorang trader melakukan kegiatan jual beli saham dalam hitungan hari.

 

  • Risiko

Kedua, perbedaan trading dan investing adalah soal besaran risikonya. Setiap melakukan transaksi jual beli di pasar modal tentu memiliki keuntungan dan risiko yang beragam.

Bisa dikatakan, investasi memiliki risiko yang kecil dengan potensi pengembalian yang rendah dalam jangka waktu pendek. Namun, dalam jangka waktu panjang, investasi berpotensi menghasilkan keuntungan yang cukup besar. 

Berbeda dengan investing, trading memiliki risiko kerugian yang cukup tinggi. Sebab, kegiatan ini sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga pasar, baik pasar saham maupun instrumen lainnya, seperti valuta asing dan komoditas. Namun, potensi keuntungan jangka pendek yang didapat lebih besar dibandingkan investasi.

 

  • Manfaat yang Didapatkan

Ketika melakukan investasi, seorang investor dapat menikmati beberapa manfaat seperti capital gain, dividen, stock split, dan lain-lain. Namun dalam trading, beberapa manfaat tersebut tidak bisa didapatkan, bisa dibilang jika keuntungan yang diperoleh hanya dari selisih harga jual dan beli.

Terkait elemen pelindung manfaat yang didapatkan, juga berbeda. Dalam investasi, jika harga saham turun tidak menjadi masalah bagi investor. Sebab, jika seorang investor memilih saham perusahaan dengan fundamental yang bagus, maka seiring berjalannya waktu harga saham akan kembali naik.

Selain itu, karena tujuannya adalah investasi jangka panjang, maka seorang investor tidak terlalu memusingkan fluktuasi harga saham harian atau mingguan. Melainkan, lebih memerhatikan kinerja perusahaan, baik secara kuartal maupun tahunan.

Untuk trading, elemen pelindung yang digunakan yaitu stop loss. Istilah ini merupakan suatu batasan harga tertentu untuk membatasi kerugian yang diterima oleh seorang trader. Batasan kerugian ini ditentukan sendiri oleh trader. Artinya, jika saat harga bergerak tidak sesuai dengan harapan (posisi rugi), lalu menyentuh batasan tersebut, maka secara otomatis order akan tereksekusi untuk menjual saham yang dipegang saat itu.

Saat posisi sedang untung, trader juga memiliki elemen yang melindungi keuntungannya, yaitu take profit. Ini merupakan suatu batasan harga tertentu yang digunakan sebagai target untuk mendapatkan keuntungan yang ingin diterima. Dengan demikian, trader akan mendapatkan profit atau keuntungan sesuai dengan yang telah ia targetkan sebelumnya.

 

  • Profil Pelaku

Seseorang yang melakukan investasi biasanya memiliki profil risiko yang rendah. Hal itu karena orang tersebut mempelajari secara mendalam aspek fundamental dari sebuah perusahaan beserta prospek industrinya. Kemudian memilih dan membeli sahamnya untuk dipegang dalam jangka waktu yang lama.

Strategi yang diambil dari seseorang yang melakukan investasi yaitu mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual (capital gain), serta dividen yang dibagikan oleh perusahaan.

Sementara itu, kalau trading dilakukan oleh orang-orang yang memiliki profil risiko tinggi, yakni sudah siap jika sewaktu-waktu mengalami kerugian yang besar dalam waktu singkat. Nah, orang-orang yang melakukan kegiatan trading seperti ini biasa disebut sebagai trader.

Menjadi seorang trader dituntut untuk jeli dalam mengamati pergerakan harga di dalam pasar. Metode yang digunakan untuk trading juga berbeda dengan investasi, yaitu menggunakan analisa teknikal.

Seorang trader perlu menentukan waktu yang tepat kapan harus membeli dan menjual sahamnya. Jika seseorang ingin melakukan trading, maka perlu memantau pasar sesering mungkin agar bisa menemukan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar, sehingga bisa mendapatkan keuntungan.

Kesimpulannya, kedua cara ini adalah cara yang bisa menghasilkan cuan dari pasar modal. Namun, jika kamu berencana memilih salah satu cara ini, pikirkan terlebih dahulu beberapa pertimbangannya.

Jika kamu menguasai analisa teknikal dan bisa menyempatkan waktu berjam-jam mengamati pasar setiap hari, maka trading cocok denganmu. Jika tidak, berinvestasi lebih cocok untukmu.

Aku harap kamu bisa memahami dengan baik perbedaan trading dan investing. Tentu saja kamu bisa melakukan keduanya dengan InvestasiKu. Jadi tunggu apalagi, yuk download aplikasi InvestasiKu sekarang juga!

 

beli saham di investasiku pasti dapet points

whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK