OBLIGASI
 

Obligasi Swasta: Pengertian, Risiko, dan Contohnya di Indonesia

by Rifda Arum Adhi Pangesti - 04 Aug 2025 - Reviewed by Revo Gilang Firdaus M.

 

Wajar jika perusahaan membutuhkan dana tak sedikit untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam memperoleh dana tersebut dapat diperoleh melalui pasar modal dan pasar uang. 

Jika melalui pasar uang maka berkaitan dengan perbankan, pegadaian, asuransi, dan lainnya. Namun apabila melalui pasar modal, maka harus berkaitan dengan penawaran kepemilikan sebagian efek kepada masyarakat. 

Sebuah perusahaan yang memilih pasar modal, maka harus melakukan IPO terlebih dahulu dengan berbagai instrumen keuangan. Mulai dari saham, reksadana, hingga obligasi. Jika demikian, maka instrumen keuangan tersebut dinamakan swasta—karena jelas bukan dari pemerintah. 

Obligasi swasta menjadi salah satu incaran investor untuk menanamkan saham karena memberikan keuntungan besar, apalagi jika dikeluarkan oleh perusahaan emiten ternama. Yuk, simak serba-serbi obligasi swasta berikut ini!

Apa Itu Obligasi Swasta

Obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan dengan nominal tertentu dan kesanggupannya membayar bunga dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, jangka waktu ini mengacu 5-20 tahun. 

Dalam konteks ini, maka obligasi swasta adalah surat utang jangka menengah panjang yang diterbitkan oleh perusahaan swasta. Obligasi swasta disebut juga sebagai obligasi perusahaan maupun obligasi korporasi. 

Obligasi swasta biasanya ditawarkan kepada pihak investor dalam bentuk mata uang rupiah maupun dollar. 

Dari sudut pandang perusahaan yang menerbitkan obligasi, justru mereka akan dimudahkan dengan adanya surat utang jangka menengah panjang ini. Terlebih lagi jika pembayaran yang rutin berdasarkan kesepakatan hingga jatuh tempo, maka emiten tetap memiliki kekuasaan sepenuhnya atas perusahaan. 

Hal ini tentu saja berbeda dengan emiten yang menerbitkan saham. Jika pada saham, emiten akan membagi kepemilikan perusahaan kepada para investor. Artinya, perusahaan dapat dimiliki oleh banyak orang (investor). 

Sementara dari sudut pandang investor, mereka hanya memiliki surat utang yang telah dibelinya tersebut. 

Baca Juga: Bagaimana Cara Kerja Obligasi? Berikut Ini Penjelasannya!

Analisis Risiko Obligasi Swasta

Mungkin sekilas “kekuasaannya” berat sebelah, tetapi justru obligasi memiliki tingkat risiko lebih kecil daripada saham. Hal tersebut karena surat utang yang dikeluarkan oleh obligasi swasta maupun pemerintah sama-sama memiliki kepastian akan jangka waktu jatuh tempo. 

Namun jika dibandingkan dengan obligasi pemerintah, keberadaan obligasi swasta malah berisiko lebih tinggi. Risiko ini bergantung pada jenis perusahaan dan bagaimana kondisi pasar. 

Mengingat dalam satu sektor itu terdapat banyak perusahaan, maka perusahaan-perusahaan ini akan bersaing satu sama lain. Ditambah lagi, kondisi pasar dalam negeri maupun global yang terus-menerus berubah juga akan menjadi risiko obligasi swasta tersebut. 

Jadi, bukan tidak mungkin jika perusahaan terkait mengalami gagal bayar obligasi tersebut. Contohnya pada PT Davomas Abadi Tbk. yang terbelit utang bunga obligasi pada tahun 2009. Ada juga PT Waskita Karya Tbk. yang mengalami gagal bayar obligasi sebesar Rp135,5 miliar. 

Perusahaan swasta yang mengalami gagal bayar obligasi tentu saja mendapatkan sanksi. Berdasarkan Pasal 102 UUPM, maka perusahaan yang gagal bayar obligasi akan disanksi administratif, peringatan tertulis, denda, hingga pencabutan izin usaha.

Para investor yang dirugikan karena obligasi mereka tidak dibayarkan, berhak mengajukan gugatan perdata dan menuntut ganti rugi. 

Contoh Obligasi Swasta di Indonesia

FYI, berdasarkan data Asia Bond Monitor Tahun 2013, mempublikasikan bahwa Indonesia menjadi ladang pertumbuhan tertinggi di bidang pasar obligasi swasta tertinggi di Asia, mencapai 26,9% year-on-year menjadi $20 milyar. 

Melihat fenomena tersebut, dapat dikatakan bahwa memang pertumbuhan pasar obligasi swasta di Indonesia terus meningkat. Seolah mematahkan asumsi bahwa mayoritas masyarakat Indonesia lebih tertarik investasi saham daripada obligasi. 

Berikut ini beberapa contoh obligasi swasta di Indonesia beserta emiten penerbitnya. 

No.

Kode 

Nama Obligasi 

Nama Emiten

1.

TLKM01DCN1

Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun 2015 Seri D

Telkom Indonesia Tbk.

2. 

PPRO02BCN1

Obligasi Berkelanjutan II PP Properti Tahap I Tahun 2020 Seri B

PP Properti Tbk. 

3.

SMII04ECN4

Obligasi Berkelanjutan IV Sarana Multi Infrastruktur Tahap IV Tahun 2025 Seri E

Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

4.

PPLN04ECN1

Obligasi Berkelanjutan IV PLN Tahap I Tahun 2020 Seri E

Perusahaan Listrik Negara (Persero)

5.

TPR-BBRI05XXJP

LTN yang Dilakukan Tanpa Melalui Penawaran Umum PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk V Tahun 2025

Bank Rakyat Indonesia

Setiap obligasi swasta tersebut punya tenor jatuh tempo dan rating penilaian masing-masing. Misalnya pada Obligasi Berkelanjutan I Telkom Tahap I Tahun 2015 Seri D, punya waktu jatuh tempo Juni 2045 dengan rating idAAA.

Kamu dapat melihat informasi seputar obligasi swasta ini di halaman resmi IDX, di sini

Baca Juga: Apa Perbedaan Saham dan Obligasi?

Mau Berinvestasi Pada Obligasi?

Nah, itulah penjelasan apa itu obligasi swasta yang merupakan jenis instrumen keuangan berupa surat utang diterbitkan dari perusahaan emiten. Jika dibandingkan dengan saham, memang risiko obligasi swasta lebih rendah karena terdapat jangka waktu jatuh tempo yang menguntungkan investor. 

Ada banyak produk obligasi yang bisa kamu temukan pada aplikasi InvestasiKuJangan khawatir, aplikasi ini telah berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Yuk, download InvestasiKu dan tanamkan investasi demi masa depan yang lebih baik.

Disclaimer: Artikel ini dibuat untuk tujuan edukasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual produk investasi tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.service@megasekuritas.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

©2026 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK
KOMINFO