KEUANGAN
 

5 Instrumen Investasi yang Paling Terdampak Saat Perang

by Muhammad Arif Izzudin - 25 Apr 2024 - Reviewed by Rifdah Fatin H.

 

Perang adalah salah satu peristiwa global yang memiliki dampak luas, termasuk pada pasar keuangan dan instrumen investasi. Dalam konteks ketidakpastian dan perubahan geopolitik yang terjadi selama periode konflik, banyak instrumen investasi yang dapat mengalami fluktuasi nilai secara signifikan.

Pada artikel ini, kita akan mengidentifikasi beberapa instrumen investasi yang sering terdampak saat terjadinya konflik, serta memberikan wawasan tentang cara mengelola portofolio investasi di tengah ketidakpastian karena perang.

 

Instrumen Investasi yang Paling Terdampak Saat Perang

 

1. Saham

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang paling rentan terhadap dampak perang. Konflik bersenjata sering kali menyebabkan ketidakpastian politik dan ekonomi, yang dapat memengaruhi kinerja saham secara negatif.

Saat perang terjadi, investor sering kali menarik dananya karena kekhawatiran akan ketidakstabilan dari pasar saham. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan harga saham secara signifikan, terutama bagi perusahaan yang beroperasi di wilayah yang terlibat dalam konflik.

 

2. Obligasi

Obligasi sering dianggap sebagai investasi yang lebih aman daripada saham karena pembayaran bunga tetap yang diberikan kepada pemegang obligasi. Namun, dalam konteks perang, nilai obligasi juga dapat terpengaruh. Jika perang menyebabkan ketidakpastian ekonomi dan inflasi meningkat, nilai obligasi yang ada bisa terdevaluasi.

Selain itu, perang juga dapat mengakibatkan penurunan kredit yang dapat mempengaruhi kemampuan penerbit obligasi untuk membayar kembali pokok dan bunga.

 

3. Emas dan Logam Mulia

Emas dan logam mulia lainnya sering dianggap sebagai "aset aman" dalam situasi ketidakpastian geopolitik seperti perang. Investor cenderung beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap fluktuasi nilai mata uang dan ketidakstabilan pasar keuangan.

Sebagai hasilnya, harga emas cenderung meningkat selama periode konflik. Namun, perlu dicatat bahwa meskipun emas dapat berfungsi sebagai lindung nilai, harga emas juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti permintaan industri dan spekulasi pasar.

 

4. Mata Uang

Mata uang negara yang terlibat dalam konflik sering mengalami volatilitas selama periode perang. Fluktuasi nilai tukar mata uang dapat terjadi karena ketidakpastian politik dan ekonomi yang diakibatkan oleh konflik.

Sebagai contoh, mata uang negara yang terlibat dalam konflik dapat mengalami penurunan nilai karena kekhawatiran akan stabilitas politik dan kemampuan ekonomi untuk memenuhi kewajiban keuangan internasionalnya.

 

5. Komoditas

Produksi dan distribusi komoditas sering terganggu selama periode perang, yang dapat memengaruhi pasokan dan harga komoditas.

Misalnya, gangguan dalam produksi minyak mentah dapat menyebabkan kenaikan harga minyak, sementara penurunan produksi pertanian dapat memicu kenaikan harga pangan.

Investor yang terlibat dalam perdagangan komoditas harus memantau perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasokan dan permintaan komoditas tertentu.

 

Baca juga: 3 Produk Non Saham dari BEI Sebagai Alternatif Investasi

 

Strategi Mengelola Investasi Selama Perang

Dalam menghadapi ketidakpastian yang terkait dengan perang, ada beberapa strategi yang dapat diambil oleh investor untuk mengelola portofolio investasi mereka.

1. Diversifikasi Portofolio

Diversifikasi portofolio investasi dapat membantu mengurangi risiko terkait dengan fluktuasi pasar selama periode perang. Investasi dalam berbagai kelas aset dapat membantu melindungi portofolio dari kerugian yang besar.

 

2. Ikuti Up-to-date Berita

Tetap up-to-date dengan berita geopolitik dan peristiwa global yang berkaitan dengan perang adalah kunci dalam membuat keputusan investasi yang baik. Informasi yang tepat waktu dan akurat dapat membantu mengantisipasi perubahan pasar dan mengambil tindakan yang sesuai.

 

3. Investasi Jangka Panjang

Jika kamu memiliki investasi jangka panjang, seperti rencana pensiun atau tabungan pendidikan, pertimbangkan untuk tetap berpegang pada strategi investasimu meskipun terjadi perang. Pasar keuangan sering memiliki siklus yang panjang, dan keputusan investasi yang dipengaruhi oleh ketakutan jangka pendek sering kali dapat merugikan hasil jangka panjang..

 

4. Konsultasi dengan Profesional Keuangan

Jika kamu merasa tidak yakin tentang bagaimana mengelola portofolio investasi selama periode perang, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan seorang profesional keuangan. Mereka dapat memberikan wawasan dan saran yang sesuai dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko yang kamu punya.

 

Kesimpulannya, perang memiliki dampak yang luas pada pasar keuangan dan instrumen investasi. Dalam menghadapi ketidakpastian yang terkait dengan konflik bersenjata, penting untuk memahami bagaimana berbagai instrumen investasi dapat terpengaruh dan segera mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi dan mengelola portofolio investasi.

Dengan mempertimbangkan strategi yang tepat dan tetap berpegang pada tujuan keuangan jangka panjang, kamu dapat meminimalkan dampak negatif perang pada investasi yang kamu lakukan.

 

 
Share this article via :
whatsapp-investasiku
 
InvestasiKu-footer
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android, iOS, dan Windows serta nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store Download desktop version
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter
Eduvest
 

© 2024 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK KOMINFO