ARTIKEL
 

Suka Belanja di Alfamart? Kenalan sama Bosnya Dulu: Djoko Susanto

BY Josua Lois Sinaga - 11/23/2022 11:47:00 AM - 4 MINS READ

 

Siapa yang tidak tahu minimarket, yang memiliki ciri khas berwarna merah yakni Alfamart? Sudah tahu pemiliknya siapa? Nah, buat kamu yang suka belanja di Alfamart, kenalin dulu nih sama bosnya, yakni Djoko Susanto.

Nggak cuma menjadi pemilik jaringan minimarket Alfamart, Djoko Susanto juga merupakan salah satu pengusaha sukses, yang menjadi orang terkaya di Indonesia urutan kedelapan.

Wah, berapa total kekayaannya? Perusahaan apa saja yang dimiliki Djoko Susanto sampai ia berhasil menjadi orang terkaya? Lalu, adakah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia?

 

Profil Lengkap Djoko Susanto

Djoko Susanto merupakan pria keturunan Tionghoa, dengan nama Cina Kwok Kwie Fo, yang lahir pada 9 Februari 1950, di Jakarta. Saat ini, usianya sudah menginjak 72 tahun, dan merupakan anak dari pasangan Kwok Man Toh dan Wong Sat Nyong.

Djoko memulai karirnya, bahkan sejak usia remaja, yakni ketika berusia 17 tahun. Bukan dari keluarga konglomerat, Djoko Susanto sendiri memulai usaha dengan membantu mengelola warung-warung kaki lima, milik kedua orang tuanya.

Tidak ada pendidikan tinggi, Djoko Susanto ternyata hanya mengenyam pendidikan sampai di tingkat Sekolah Dasar. Karena, ia lebih memilih untuk bekerja dan membantu menjaga kios milik keluarganya, yang bertempat di Pasar Arjuna, Jakarta.

Bahkan, keluarga Djoko juga pernah mengalami kerugian, akibat kebakaran yang menimpa kiosnya, pada tahun 1976. Dari kejadian itu, mereka harus kehilangan 80-90% modal.

Tidak sampai di situ perjalanan bisnis Djoko Susanto, karena ia banyak membangun bisnis atau perusahaan, sampai akhirnya sukses mendirikan lebih dari 5.000 toko di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart). Di mana awal dari kesuksesannya adalah dengan fokus mengembangkan toko kelontongan.

 

Baca juga: Harga Saham Alfamart & Profilnya

 

Dari Toko Kelontong Jadi Minimarket Gedong

Djoko Susanto hanya tempat pendidikan sampai SMP, sehingga pada saat ia berumur 17 tahun, Djoko mengelola warung kaki lima milik orang tuanya sebanyak 560 warung.

Tidak hanya warung kaki lima, ia mengembangkan dan memperluas bisnisnya dengan menjajakan rokok. Dari kegigihannya menjajakan rokok, membuat Djoko dilirik Putera Sampoerna yang merupakan taipan rokok kretek.

Dari sini, bisnis Djoko Susanto mulai berkembang. Berikut perjalanan sejarah bisnisnya dari tahun ke tahun:

  • 1980: Djoko dan Putera Sampoerna berdua
  • 1985: Mereka bersepakat membuat 15 kios di beberapa lokasi di Jakarta.
  • 1989: Tepatnya pada 27 Agustus 1989, didirikan Alfa Toko Gudang Rambat.
  • 1994: Alfa Toko Gudang Rambat berganti nama menjadi Alfa Minimart.
  • 2003: Tepatnya pada 10 Juni 2003, Djoko mendirikan Universitas Bunda Mulia.
  • 2005: Djoko dengan Putera Sampoerna memutuskan untuk berhenti kerjasama, dikarenakan Putera Sampoerna menjual perusahaan, anak perusahaan, dan seluruh sahamnya termasuk 70% saham Alfa Minimart pada Phillips Morris International. Di sini Phillips tidak tertarik dengan usaha retail dan akhirnya menjual saham Alfa Minimart pada Djoko. Setelah itu, Djoko mulai merintis bisnis Ritel Alfa Supermart, dan berada dalam naungan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT).
  • 2007: 2000+ gerai beroperasi dan sudah memasuki pasar Lampung.
  • 2010: Djoko membeli saham Northstar dan memiliki 65% saham di perusahaan tersebut.
  • 2012: Alfamart mendapat gelar Top Brand yang digelar oleh Lembaga Riset Frontier Consulting Group dan juga menjadi pemenang dalam kategori minimarket terbaik dalam Indonesia Best Brand Award.
  • 2013: PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membeli 61.802.500 lembar saham PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) senilai Rp48 miliar. Harga per saham dalam transaksi ini dipatok Rp780.
  • 2015: Djoko Susanto berhasil menduduki peringkat 22 orang terkaya di Indonesia
  • 2016: Satu tahun kemudian, ia langsung memperoleh peringkat ke 14.

 

Baca juga: Pelajari Risiko Investasi Saham di Sini

 

Alfamart Akuisisi Lawson

Selain suka belanja di Alfamart, kamu juga suka makan odeng, hingga gorengan di Lawson? Sudah tahu, kalau Lawson saat ini juga bagian dari Alfamart?

Hah? Emang iya yah? Wah baru tahu nih!

Jadi, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (alfa) juga memperluas jaringannya untuk mengakuisisi Lawson, yang merupakan salah satu waralaba convenience store Jepang.

Jadi, saat ini PT Midi Utama (MIDI) adalah pengelola jaringan minimarket Alfamidi, Alfa Express, dan Lawson. Bahkan, dilansir Kontan.co.id semenjak ada investor Jepang ditubuh Midi Utama, yakni Lawson Asia Pacific Holdings Ltd, perkembangan gerai Lawson seolah kalah cepat dengan sang pesaing yakni 7 Eleven.

 

Indomaret Milik Anthony Salim Saingan Terberat Alfamart

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 5.500 toko yang berada di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, yakni:

  • Alfamart
  • Alfa Midi
  • Lawson
  • Alfa Express

Apakah Alfamart punya pesaing? Tentu saja, jaringan minimarket Indomaret milik Anthony Salim, merupakan satu-satunya saingan berat Alfamart.

 

download investasiku

 
 
InvestasiKu
 

#YukInvestasiKu For Better Tomorrow

Download aplikasi InvestasiKu di Android atau iOS dan nikmati kemudahan berinvestasi saham, reksa dana, obligasi, dan rencana keuangan

 
Download di Google Play Download di App Store
 

InvestasiKu adalah produk dari PT Mega Capital Sekuritas

Menara Bank Mega, Lantai 2, Jalan Kapten Tendean Kavling 12-14A,
RT 002/RW 002, Kelurahan Mampang Prapatan,
Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kode Pos 12790

Telepon : 021-79175599
Email : customer.care@investasiku.id
WhatsApp : +6282260904080

 
  • TikTok
  • Instagram
  • YouTube
  • Spotify
  • LinkedIn
  • Facebook
  • Twitter

© 2021 InvestasiKu. All rights reserved.

InvestasiKu adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Mega Capital Sekuritas, dengan misi membuka akses lebih luas bagi masyarakat pada produk-produk keuangan dengan mudah, aman dan terjangkau. Semua transaksi saham, reksa dana, dan obligasi difasilitasi oleh PT Mega Capital Sekuritas sebagai broker saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, sekaligus agen penjual reksa dana yang memiliki izin usaha dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

OJK